AYU

AYU
Melepaskan



Jenazah mama Ayu dibawa pulang kerumah mereka. Meskipun perjalanan sangat jauh, papa Ayu tetap membawa jenazah istri ke kota mereka bersama.


Ayu, Boy dan Zayn juga ikut kembali kerumah. Para kerabat dan keluarga sudah berada dirumah papa Ayu menunggu jenazah tiba.


Setelah tiba, jenazah tidak lama berada dirumah untuk disemayamkan. Para keluarga bergegas memakamkan jenazah. Dipemakaman umum terlihat banyak sekali yang hadir mereka semua terlihat tidak percaya kalau mama Ayu dengan cepat akan meninggalkan mereka, terutama Ayu. Terlihat mata Ayu masih sembab, wajahnya juga pucat. Sesekali terlihat air mata masih menetes dipipi Ayu.


Setelah pemakaman selesai, Ayu mengusap dan mencium nisan sang mama. Dia mengucapkan selamat tinggal untuk yang terakhir kalinya kepada mama yang selama ini terus mendukungnya. Dalam hati Ayu masih sangat berat kehilangan sosok mama, sosok wanita yang terus mendukungnya apa pun yang terjadi.


" Ayu... Ayo kita pulang."kata salah seorang kerabat.


Ayu berdiri dipapah oleh Boy, dia berjalan pulang tapi sempat melihat kebelakang, disana masih ada sang papa yang masih berdiri menatap pusarah sang istri.


Meskipun tidak meneteskan air mata, tapi terlihat dengan jelas kesedihan yang sangat mendalam pada diri sang papa. Sedangkan Boy melihat kearah pusarah sang mertua dengan puas.


Sampai dirumah semua kerabat berkumpul, masih ada beberapa orang yang datang untuk berbela sungkawa. Namun Ayu masih saja bersandar pada tiang yang ada diruang tamu dengan wajah yang sedih.


Tidak hanya Ayu, semua terlihat kaget dan tidak percaya kalau mama Ayu pergi begitu cepat meninggalkan mereka semua. Zayn terlihat sangat rewel hari itu mungkin karena ini pertama kali dia menempuh perjalanan jauh. Atau mungkin karena rumah ini begitu asing olehnya.


Bi inah mengajak Zayn pergi ke kamar Ayu, dia memperlihatkan foto-foto album lama Ayu bersama sang oma. Disitu Zayn terlihat anteng dan memanggil-manggil oma nya. Mungkin si kecil Zayn juga merasa kehilangan atas perginya sang oma.


Boy berjalan dan duduk didekat Ayu. perlahan Ayu juga bersandar dibahu Boy dan kembali menitikan air mata.


" jangan sedih lagi, ikhlaskan... Mama juga akan tenang disana." kata Boy


Ayu hanya diam, dia mendekap dengan erat tubuh suaminya untuk menguatkan dirinya. Setidaknya ada Boy yang masih menjadi sandaran untuknya.


Setelah tidak ada lagi tamu, semua keluarga berkumpul di ruang keluarga membahas apa yang terjadi kepada mama Ayu yang sebenarnya. Meskipun pihak polisi sudah menyelidikinya tetap saja ada yang jangal.


Akhir pembicaraan, semua keluarga memberi dukungan dan kekuatan agar papa Ayu mengiklhaskan kepergian sang istri. Mereka berusaha membuat papa Ayu kembali kuat. Ya meskipun sebenarnya itu sangat sulit karna separuh nyawa telah hilang, keinginan untuk hidup pun juga akan berkurang.


Papa Ayu berjalan ke dapur untuk mengambil minum, dia melihat Ayu yang begitu rapuh. Papa Ayu berhenti sesaat, dia sangat terpukul melihat Ayu yang begitu sedih dan rapuh. Papa Ayu menghela nafas panjang dan berjalan mendekati Ayu.


" Sayang... Apa yang kamu lakukan sendiri disini ? " kata Papa Ayu


Ayu hanya diam, dia juga tidak bisa berkata apa pun lagi karena sangat sedih. Karna melihat Ayu terus terdiam, papa Ayu mendekat dan mendekap tubuh putri semata wayangnya itu dengan erat.


" tidak apa-apa.... Masih ada papa, masih ada Boy, dan ada Zayn yang membutuhkanmu. Kamu harus kuat. Kamu harus ikhlas. Mama seudah tenang disana. Dia akan sedih kalau melihat anak kesayangannya seprti ini." kata Papa Ayu


Ayu memeluk tubuh papanya dengan erat, air mata kembali mengalir dipipinya. Meskipun dia berusaha sangat kuat, tapi jujur saja Ayu masih belum ikhlas melepas kepergian ibunya.


" sudah jangan menangis lagi... Kasihan mama disana." kata Papa Ayu sambil mengusap air mata dipipi sang putri.


Benar yang dikatakan papanya, Ayu harus kuat, dia masih ada Zayn. Waktu tidak akan berhenti sampai disitu. Dia masih ada Boy, masih ada papa kalau-kalau dia membutuhkan sandaran.


masih banyak yang harus dia lakukan untuk masa depan Zayn.


Ayu mengusap air matanya, melepaskan pelukannya dan melihat sang papa yang berdiri tegar dihadapannya lalu memperlihatkan senyuman di bibir mungilnya.


" Ayu kuat kok pa.... Ayu ikhlas." kata Ayu


Tidak lama terdengar suara tangisan Zayn. Ayu buru-buru menghampirinya. Setelah Ayu pergi, papa Ayu duduk dan menunduk. Dia menahan tangisnya. Meskipun dia sok kuat dihadapan anak dan kerabatnya, sebanarnya dia sangat hancur. Seakan dunia runtuh disaat itu juga. Seakan dia tidak kuat menghadapi kenyataan kalau istrinya sudah pergi untuk selamanya.