AYU

AYU
jagoan kecil



Hari demi hari berlalu, minggu demi minggu berlalu.Kini usia kandungan Ayu sudah memasuki usia 9 bulan lebih.Kini saatnya Ayu dan Boy bersiap untuk persalinan Ayu yang tinggal sebentar lagi.



" Kak Boy...." teriak Ayu sambil menahan rintihan.


Boy yang masih berada didalam kamar mandi tidak mendengar pamgilan Ayu, karena terhalang oleh suara air.


" Kak Boy, lama sekali sih sepertinya aku akan segera melahirkan." kata Ayu


" kak Boy....!"


Boy mulai mendengar pangilan Ayu, dia segera mengenakan handuk dan keluar dari kamar mandi.


" Kenapa apa perutmu sakit." kata Boy sambil duduk jongkok didepan Ayu.


" Sepertinya aku akan segera melahirkan." kata Ayu


" Aku ganti baju dulu, kita akan segera pergi kerumah sakit." kata Boy yang terlihat gugup


" kak....jangan khawatir aku masih bisa menahannya." kata Ayu sambil tersenyum


Boy lega melihat Ayu masih bisa tersenyum, tapi tetap saja Boy masih gugup.Ini adalah pengalaman pertama untuknya, dia sering melihat wanita akan melahirkan dirumah sakit yang teriak begitu histeris dan kali ini yang akan melahirkan adalah istrinya sendiri.


Boy merapikan barang-barang dan semua perlengkapan yang akan dibawanya kerumah sakit, sesekali Boy menatap Ayu yang duduk diatas tempat tidur sambil sesekali menghembuskan nafasnya.


" Apa semakin sakit?" tanya Boy


Ayu tidak menjawab dia hanya mengangguk dan mengatur nafasnya.


Sambil menahan sakit Ayu tersenyum karena melihat suaminya begitu gugup.


" Aku akan menelepon mama dan papa agar segera datang kesini." kata Boy sambil mengambil ponselnya.


" Tidak kak, kita pergi kerumah sakit dulu." kata Ayu


" Apa sakit sekali," Boy menatap Ayu


" Apa kamu masih bisa jalan, kalau tidak aku akan memgendongmu."


" Masih bisa, ayo kita pergi." kata Ayu lirih


Perlahan Ayu keluar dan masuk kedalam mobilnya.Boy mulai mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit.


" Aku ingin pergi kerumah sakit xxx." kata Ayu


" Tidak kita pergi kerumah sakit Y, disana lebih lengkap." kata Boy


" Tidak kak aku maunya kerumah sakit xxx." kata Ayu sambil mengatur nafasnya.


Boy tidak mau bersebat, dia menuruti kemauan Ayu dan langsung menuju rumah sakit xxx.Boy terlihat sangat gelisah melihat Ayu terus mendesah kesakitan sambil mengatur nafasnya.


Mereka sudah sampai dirumah sakit xxx,Dokter Mira selaku dokter kandungan yang menangani Ayu sudah bersiap menunggu kedatangan Ayu,ketika dia melihat Ayu dan Boy turun dia langsung mendekatinya.


" Bagaimana, apa tekanannya sudah sering?" tanya Mira.


"Belum dok, kira-kira 5 menit sekali." kata Ayu


" Ya udah kita periksa dulu sudah buka berapa." kata Mira sambil memapah Ayu dan menyuruhnya duduk disebuah kursi roda.


Ayu melihat Boy sangat khawatir, wajahnya berkeringat dan alisnya mengerut.Tangan Ayu mengenggam tangan Boy.


" Jangan cemas, aku baik-baik saja." kata Ayu sambil menatap wajah Boy


Boy tidak menjawab apa pun dia hanya tersenyum, tapi masih terlihat kekhawatiran diwajah Boy.


Ayu masuk kedalam ruangan bersalin disana dokter Mira sedang memeriksa Ayu sudah buka berapa dan kapan Ayu siap untuk melahirkan.


" Bagaimana dok?" buru-buru Boy mengejar dokter Mira yang baru saja keluar dari ruangan bersalin.


" Baru buka 4, kita harus menunggu sampai dia buka 10 sempurna." kata dokter Mira


"Baik dok." Boy mengangguk tanda mengerti apa yang dikatakan dokter Mira.


Boy melihat Ayu masih bisa tersenyum menatap kearahnya, Boy sudah memberi tahu kedua orang tua baik itu dari Ayu dan juga orang tuanya.


Boy mendekat dan mengenggan tangan Ayu, ketika dia merasa salit dan tekanan pada perutnya tangannya yang halus mengenggam tangan Boy.Boy yang menyadari Ayu sedang menahan sakit mengenggam tangan dan mencium kening Ayu memberikan semangat.


" Aku periksa dulu ya." kata Mira


Boy melihat Ayu menghela nafas dan menahan salit.


" Baik...ini sudah buka 10 sempurna sebaiknya kita bersiap." kata Mira sambil menatap Ayu


Ayu mengangguk, sebagai seorang dokter setidaknya dia sedikit mengerti dengan situasinya dan apa yang harus dia lakukan.


" Ayu ikuti aba-aba saya dan dorong sekuat tenaga." kata Mira


" Mengerti?" Mira melihat Ayu


Ayu menghirup nafas dalam-dalam


" Baik, satu...dua...tiga dorong, dorong Ayu." kata Mira.


Ayu mengerahkan semua tenaganya untuk mendorong keluar bayi yang ada diperutnya.


" Ya udah kita ulangi sekali lagi ya." kata Mira


Kini Ayu menghirup udara lebih dalam mengumpulkan segenap kekuatannya.


" Ayo...satu...dua...dorong yu...ayo dorong Ayu." kata Mira


" Lihat kepalanya sudah terlihat...Ayo sekali lagi."


Ayu kembali menghirup nafas dalam-dalam dan memdorong sekuat tenaga.


" Oe...oe...oe...."


Dan akhirnya sosok malaikat kecil mereka telah terlahir kedunia ini.Sosok yang sangat mungil dan lembut.Mira mulai memotong tali pusar dan menidurkan malaikat kecil mereka diatas dada Ayu.Mulutnya yang mungil mulai mencari ****** susu.


Ayu terseyum menatap Boy, bayi mereka telah lahir melengkapi keluarga mereka.Boy membungkuk mencium kening Ayu dan mengelua rambut jagoan kecilnya.


Sosok bayi laki-laki yang akan menjadi penjaga bagi ibunya jika besar nanti.Sosok pria kecil yang menjunjung tinggi keadilan.Ayu mencium kening malaikat kecilnya dan membisikan sebuah nama yaitu Zayn Permana.



Zayn Permana.


Zayn yang artinya cerah, semoga dia akan menjadi anak yang bersinar sedangkan Permana diambil dari nama papa nya.


Tidak lama, kedua orang tua Ayu masuk kedalam kamar, mereka terlihat sangat bahagia melohat cucu pertama mereka telah lahir kedunia ini dengan sangat bail.


" Lihatlah cucu kita sangat tampan pa." kata mama Ayu.


"Sini ikut oma sayang." kata mama Ayu dengan senyuman yang lebar terpancar dari wajahnya.


" Kerja bagus Boy." kata papa Ayu sambil menepuk pundak Boy.


Tidak lamq keluarga Boy juga sudah datang dan masuk kedalam ruangan, mereka sama bahagianya dengan orang tua Ayu.Mereka sangat bahagia melihat cuvu petama mereka yang sangat tanpan.


Mereka semua sangat bahagia, gelak tawa dan canda gurau memenuhi ruangan.Kebahagian terpancar dari wajah Ayu, semua rasa sakit yang tadi dia rasakan hilang seketika melihat bayi mungil yang sedang menjadi kebangaan dan kebahagian terbesar dalam keluaraga mereka.


" kamu sudah baikkan?" tanya Boy


Ayu mengangguk pelan, dia tersenyum dan mengenggam tangan Boy dengan erat air matanya mengalir dari ujung matanya.


" Kenapa kamu menangis?" Boy mengusap air mata yang memetes membasahi pipinya.


" tidak," kata Ayu sambil mengelengkan kepala.


" Aku sangat bahgia." Ayu tersenyum tapi air matanya terus menetes membasahi pipinya.


Boy tersenyum dan mendekap tubuh Ayu, terdengar lirih kata yang keluar dari mulut Boy.


" Ayu menyayangimu." kata Boy


" Kenapa nak, apa masih sakit.? tanya mama Boy


" Tidak ma, air mata ini keluar karena aku sangat bahagia.kata Ayu


" Begitulah....kamu sudah menjadi seorang ibu, hidupmu akan berubah dengan seketika setelah kehadiran bayi.Anak-anak akan pelengkap dan keluarga.


BERSAMBUNG