AYU

AYU
Tinggal bersama



Setelah lulus, dan menjadi sarjana kedokteran yang hebat, dan banyak dikenal tentu saja banyak mendapat pangilan dari rumah sakit yang ingin memperkerjakan Ayu disana.Dari rumah sakit ternama sampai rumah sakit yang ada dipedesaan sangat ingin Ayu bisa bekerja disana.


Sebenarnya papa Ayu sudah memilihkan sebuah rumah sakit yang cukup ternama milik sahabatnya agar Ayu bisa bekerja disana.Namun Ayu menolaknya karena itu akan memisahkan dia dengan Boy lagi.Dia ingin mencari rumah sakit yang dekat dengan Boy agar dia bisa tinggal bersama Boy.


Ayu memutuskan untuk pulang kerumahnya dan Boy yang ada dikota X, dia akan mencari sebuah rumah sakit untuk bekerja disana.Ayu membereskan barang-barangnya, tidak banyak barang yang dia bawa karena sudah banyak barang-barangnya yang sudah ada dirumahnya dan Boy yang ada disana.


" Kamu sudah siap?" tanya Boy


" Sudah." kata Ayu sambil membawa koper kecil ditangannya.


Ayu dan Boy turun kebawah, papa dan mama Ayu sudah menunggu dibawah untuk mengantarkan mereka kebandara.Sebelum berangkat mereka sarapan bersama terlebih dahulu sambil mengobrol


" Sayang kamu harus jaga kesehatan kamu disana, jangan bekerja terlalu lelah, dan segera berikan kami seorang cucu." kata mama Ayu


Ayu tersenyum dan memeluk mamanya, sang papa hanya menatap Ayu dengan lembut dia sedikit tidak rela kalau Ayu harus pergi meninggalkan rumah ini.Padahal baru sebentar dia pulang sekarang harus pergi meninggalkan rumah ini.


Ayu melihat papanya yang terlihat sedih, dia berlari kearahnya dan memeluk sang papa.


" Pa, maafkan Ayu, Ayu janji akan hidup dengan baik disana." kata Ayu


" Kamu harus baik-baik saja." kata Papa Ayu


Mereka pergi kebandara, sampai dibandara Ayu dan Boy berpamitan.


" Sering-sering berkunjung kerumah ya." kata mama Ayu


Ayu mengangguk dan melambaikan tangannya kepada papa dan mamanya, mereka masuk karena pesawat sebentar lagi sudah akan lepas landar.Wajah mama Ayu terlihat sedih air matanya menetes membasahi pipinya papa Ayu memeluk dari samping dia sama sedihnya dengan mama Ayu.


Tidak lama kemudian setelah Ayu masuk, Papa dan mama Ayu kembali kerumah, setelah mengantar mama Ayu papa Ayu segera berangkat kekantor.


Disisi lain Ayu dan Boy sudah sampai dikota X, mereka naik taksi dan pulang menuju rumah mereka.Tetlihat wajah Boy berbeda dari biasanya dia telihat sangat gugup.Ayu yang menyadari perubahan Boy mengenggam tangan Boy.


" Ada apa, apa kamu sakit?" tanya Ayu


" Tidak aku hanya sedikit cemas, setelah aku pikir-pikir aku belum sempat membersihkan rumah kita." kata Boy sambil tertawa garing


Ayu hanya melihat wajah Boy yang tertawa tidak jelas, sepertinya Boy menyembunyikan sesuatu darinya.


Boy sesekali melihat ponselnya, dia berniat menelpon Novi tapi tidak bisa karena Ayu berada disampingnya.Tadi saat dibandara dia sempat menelpon tapi Novi tidak menjawab.Boy khawatir Novi masih ada dirumah ketika dia dan Ayu sampai disana.


Mereka sudah sampai dirumah, Ayu mencoba membuka pintu rumah, dia mengira-ngira apakah paswortnya masih sama dengan dulu.


Tit.tit.tit.tit.Cklek


Masih sama.


pikir Ayu


Ayu melihat sekeliling rumah ini tidak berubah sejak Ayu meninggalkannya.Dia melihat foto pernikahannya didinding dan beberapa figora diatas meja yang ada gambar dirinya dan Boy ketika mereka menghabiskan waktu bersama dulu.


Ayu tersenyum, dia berbalik dan melihat Boy yang berlari kearahnya.Sambil tersenyum Ayu mendekati Boy yang berdiri didepannya wajahnya terlihat lega ketika melihat rumah terlihat bersih dan sepertinya Novi sudah meninggalkan tempat ini.


" Terima kasih sudah merawat semua ini." kata Ayu


Boy tersenyum, dia masih mengatur nafas dan perasaannya.Dia menatap Ayu yang polos dan begitu manis.Dia masih binggung dengan perasaannya ketika dia menatap Ayu dalam lubuk hatinya yang paling dalam dia masih sangat menyukai gadis yang ada dihadapannya ini.Tapi disisi lain Novi adalah gadis yang membuat hatinya bergetar, dia bisa merasakan cinta yang luar biasa dari dia.


Boy memeluk Ayu, dia mengangkat Ayu dan mengendongnya naik kelantai dua dimana kamar mereka berada.Dengan senyuman tangan Ayu mengait kepada leher Boy dan menatap wajah Boy.


Meskipun perasaannya kepada Boy sudah sedikit berkurang tapi masih tersisa sedikit cinta kepada dirinya.Seiring berjalannya waktu yang akan dia lewati bersama Boy, dia yakin perasaannya kepada Juna akan hilang dengan sendirinya.



Mereka sampai dikamar, Ayu melihat kamar yang bergitu bersih dan tidak berubah.Perlahan Boy meletakkan tubuh Ayu diatas tempat tidur.Boy mulai mencium wajah polos Ayu.Mungkin sedikit atau memang sifat laki-laki yang serakah, dia tidak ingin melepaskan Ayu dan juga Novi, dia ingin memiliki kedua wanita itu.


Ayu membuka matanya, disampingnya ada Boy yang sedang tidur, dia melihat jam yang ada didinding menunjukkan pukul 3 sore.Setelah sampai disini pukul 10 siang mereka belum sempat membereskan barang-barang dan karena capek mereka langsung tertidur setelah melampiaskan hasrat mereka.


Perlahan Ayu mengangkat tangan Boy yang memeluk tubuhnya, dia menarik sebuah kain menutupi tubuhnya dan langsung pergi kekamar mandi.Ayu menatap wajahnya pada cermin dia tersenyum tapi hatinya masih binggung inikah yang dia inginkan selama ini.



Ayu menatap wajahnya dalam cermin meskipun dia tersenyum tapi ada sedikit yang kosong dihatinya.


Dia menghela nafas panjang dan memegang kedua pipinya mencoba menyadarkan diri dari lamunan.


Ayu keluar dan melihat Boy masih tertidur,dia mendekat dan mengoyangkan tubuh Boy membangunkan dia hari sudah semakin sore dirumah tidak ada makanan dikulkas juga tidak ada bahan makanan Ayu menyuruh Boy mandi dan bersiap untuk makan diluar.


Setelah selesai mandi dan bersiap Boy segera turun dan mencari Ayu.Terdengar Ayu sedang berbicara diluar dengan seseorang Boy penasaran dan keluar melihat dengan siapa Ayu bicara.


Boy sedikit kaget melihat Ayu sedang berbicara dengan dua orang yang tinggal tidak jauh dari rumahnya Ketika Boy keluar kedua orang itu menatap Boy dengan tatapan yang aneh dan buru-buru pergi meninggalkan Ayu.


Ayu juga menatap Boy dengan tatapan yang cemberut kemudian dengan sekejap berubah menjadi tersenyum kembali.Ayu mendekat dan merangkul tangan Boy.


" Ayo kita pergi, aku sudah sangat lapar." kata Ayu


Boy tersenyum tipis dan berjalan menuju mobil.Mereka berangkat mencari restoran yang enak untuk makan malam.Didalam mobil suasana terasa canggung, beberapa kali Boy melihat kearah Ayu yang terlihat diam saja dari tadi.Boy ingin sekali bertanya apa yang Ayu bicarakan dengan kedua orang tadi.


" Apa yang kalian bicarakan tadi, kenapa wajahmu berubah menjadi sedih." kata Boy


" bukan apa-apa." kata Ayu


Ayu merasa binggung bagaimana menjelaskannya kepada Boy, dia masih memilih kata-kata yang tepat untuk memulai pembicaraan.Mereka baru saja menikah bagaimana bisa Ayu membicarakan soal anak kepada Boy.


BERSAMBUNG