AYU

AYU
Jalan-jalan




Beberapa bulan berlalu, kini perut Ayu sudah semakin membesar, Ayu sudah tidak sabar lagi melihat sang bayi lahir kedunia ini.


Terakhir kali dia melakukan USG Ayu dan Boy sudah melihat dengan jelas sosok malaikat kecil yang tumbuh dirahim Ayu.


Sosok yang sudah sangat dinantikan oleh mereka berdua untuk melengkapi keluarga mereka.


" Kenapa." tanya Boy yang tiba-tiba datang dan memeluk Ayu dari belakang, tangannya memegang perut Ayu dan merasakan getaran dari dalam.


" Terasa tidak kalau dia lagi gerak-gerak?" kata Ayu


Boy mengangguk merasakan ada gerakan dari dalam perut yang menekan-nekan tangannya.


" dia aktif sekali...sayang jangan kencang-kencang nendangnya kasihan mama nanti sakit." kata Boy sambil mengelus perut Ayu


Mereka bersiap-siap untuk keluar.


Hari ini adalah tanggal merah, Ayu dan Boy berencana untuk jalan bersama sekedar mencari angin dan jalan-jalan.Sudah lama sekali mereka tidak memiliki kesempatan untuk jalan berdua seperti sekarang ini.


Langkah Ayu terhenti ketika melihat berbagai macam perlengkapan bayi yang dipajang disebuah toko.


" bukannya kamu sudah beli banyak barang dengan Heni waktu itu?" kata Boy


" Aku cuma ingin jalan-jalan denganmu." kata Ayu sambil mengandeng tangan Boy dan bersandar di pundaknya.


" Kenapa kamu manja sekali hari ini." kata Boy


Ayu mengangkat kepalanya yang bersandar dibahu Boy menatap wajah Boy dan tersenyum kepadanya tanpa mengatakan apa pun lalu mereka pun masuk kedalam melihat-lihat kalau ada yang cocok untuk calon anaknya.


" Bukankah ini sangat imut?" kata Ayu sambil membolak-balik baju-baju bayi yang ada dimeja.


" Memangnya belum cukup yang kamu beli kemarin?" kata Boy mengingatkan Ayu kalau beberapa hari yang lalu Ayu pulang dengan membawa setumpuk baju bayi.


Ayu tersenyum dan mangandeng tangan Boy, dengan tatapan yang lembut seolah memohon kepada Boy.


" Baiklah, baiklah, pilih yang kamu suka." kata Boy yang tidak berdaya melihat wajah Ayu.



Setelah puas, mereka kembali dengan beberapa tas yang sedang dibawa Boy.


Mereka keluar dan meletakkan barang-barang didalam mobil lalu kembali lagi masuk kedalam toko.


Kali ini mereka masuk kedalam toko disebalahnya yang menjual kebutuhan harian.


" Sekalian kita beli kebutuhan dapur, sepertinya sudah menipis." kata Ayu


" Kamu tidak lelah?" tanya Boy sambil menatap Ayu dengan khawatir


" Tidak...aku senang...senang sekali." kata Ayu


Banyak sekali yang mereka beli hari ini hingga mobil mereka penuh dengan belanjaan Ayu.


" Kita duduk dulu disana." Boy menyuruh Ayu duduk dikursi yang berada dipinggir jalan


" Kenapa?" Ayu duduk sambil melihat Boy yang duduk jongkok didepannya.


Perlahan Boy meluruskan kaki Ayu dan memijatnya.Perlahan dengan lembut.


" Kak...sudahlah aku baik-baik saja." kata Ayu sambil berusaha menyingkirkan tangan Boy dari kakinya.


" Kenapa?" Boy menepis tangan Ayu dan kembali memijit lembut kaki Ayu


" Kak Boy, kita dilihat banyak orang kamu tidak malu?" kata Ayu


" Kenapa harus malu, kamu istriku dan ada malaikat kecil kita didalam tubuhmu, kamu pasti lelah membawa dia kemana-mana." kata Boy


Ayu menarik tangannya dan membiarkan Boy terus memijit kakinya.Setelah dirasakan dia memang lelah tapi karna hatinya merasa senang rasa lelah itu seperti tertutup dengan kebahagian.


Ayu hanya mengangguk, dia menuruti semua perkataan suami yang terlihat sangat menyayanginya itu.


Setelah cukup lama, mereka berjalan lagi tidak jauh dari sana terlihat sebuah cafe yang menjual makanan khas daerah Ayu.


Mereka terlihat sangat bahagia dan serasi semua orang melihat mereka dan berbisik kalau mereka terlihat seperti keluarga yang bahagia.


" Kamu mau kemana lagi?" tanya Boy


" Aku mau pergi nonton." kata Ayu


Sesuai permintaan Ayu, mereka pergi ke bioskop dan membeli dua tiket untuk mereka.


Ayu duduk dan bersiap untuk menonton film, Ayu ingin memuaskan dirinya hari ini karena entah kapan lagi dia memiliki kesempatan untuk pergi seperti ini dengan Boy.


" kamu suka." kata Boy sambil mengenggam tangan Ayu


Ayu mengangguk tapi tidak melihat kearah Boy dia terlihat fokus melihat film yang diputar dilayar.Boy mencium tangan Ayu dia terus saja menatap Ayu yang terus saja tersenyum dari tadi.


Ayu terlihat sangat bahagia dan menikmati film yang ditontonnya.


Semua orang yang melihat Boy yang sedang menatap istrinya meresa heran dan kagum, dimata mereka Boy terlihat seperti seorang suami yang sangat menyayangi istrinya.


Film sudah selesai Ayu ingin berdiri dan keluar dari ruangan, tapi Boy menahan tangannya.


" Kenapa?" tanya Ayu


" Biarkan orang-orang keluar dulu, lihatlah mereka berdesakan." kata Boy


Ayu melihat semua orang mulai meninggalkan ruangan dan cukup sesak yang berdiri di dekat pintu.Dia melihat perutnya yang besar kalau dia keluar sekarang dia akan didesak orang-orang disana, dia takut dan duduk kembali.


" Kita akan keluar setelah sepi." kata Boy


Ayu mengangguk, Boy menggenggam tangan Ayu dan menciumnya beberapa kali.


Ayu tersenyum dan binggung dengan apa yang dilakukan Boy saat ini.Setelah menonton film Boy terlihat manja, padahal film yang mereka tonton bukan film sedih atau melo melainkan film bahagia yang happy ending.


" Aku sangat menyayangimu." Kata Boy sambil kembali mencium tangan Ayu


" Kenapa sih kamu manja sekali." kata Ayu sambil mencubit hidung Boy.


Boy mendekat dan menarik kepala Ayu hendak menciumnya, tapi Ayu mundur dan menghindar.Boy menatap Ayu dengan heran.


" Jangan disini." kata Ayu


Boy tersenyum dan melihat sekeliling, dia tidak sadar dimana mereka berada saat ini.


" Kalau begitu sebaiknya kita pulang." kata Boy sambil berdiri dan mengilurkan tanganya.


Ayu meraih tangan Boy, mereka pun pergi meninggalkan bioskop menuju mobilnya.


Mereka pun pulang kerumah, dalam perjalanan Ayu tertidur dengan lelap.Boy tersenyum melihat Ayu yang tertidur pulas, walaupun tanpa hiasan Ayu masih terlihat sangat cantik.


Mereka sudah sampai dirumah, Ayu masih saja tertidur dengan pulasnya.Boy perlahan membuka pintu dan mengangkat Ayu dan membawanya masuk perlahan, entah karna berat badan Ayu yang semakin naik atau karna dia tidak ingin Ayu terbangun.


Dengan perlahan Boy meletakkan Ayu diatas tempat tidur, melepas sepatu dan menyelimuti kakinya.Boy duduk jongkok disamping tempat tidur dan mengelus-elus perut Ayu.


" Sayang baik-baik disana jangan nakal sama mama." kata Boy


Boy melihat wajah Ayu yang terlelap dia menyangga kepalanya dengan tangannya dan terus menatap Ayu.


Dia bertanya kepada dirinya sendiri bagaimana perasaan dia yang sesungguhnya kepada Ayu.


Wajah Boy berubah menjadi sedih, dia tidak bisa mengartikan perasaannya.Yang dia rasakan saat ini adalah kalau dia sangat menyayangi wanita yang telah mengandung anaknya ini.Tapi disisi lain dia masih memiliki rasa kepada Novi.


Bisa dibilang hati Boy saat ini telah berjabang yang membuatnya binggung memilih antara cinta Ayu atau cinta Novi.


BERSAMBUNG