
Ayu kembali melihat pesan yang dikirim kak Firman kepadanya. Mungki dia merasa pesan itu biasa saja tadi. tapi sekarang pesan itu membuatnya gelisah. dia berfikir mungkinkah ada sesuatu yang terjadi dan kenapa Boy belum juga memberikan kabar kepadanya.
Ayu menghela nafas panjang berusaha menghilangkan rasa khawatirnya dan mencoba menghilangkan rasa curiganya. Ayu melihat jam sudah jam 3 dini hari, Ayu merasa ragu untuk menelpon Boy. takut jika akan mengganggu istirahat Boy dan pikiran semacamnya.
Ayu keluar berdiri dibalkon kamarnya dan bersandar pada pagar serta dengan mata sendu dia melihat ke atas melihat begitu luasnya alam ini banyak bintang bertaburan malam ini tapi tidak ada rembulan yang bersinar malam ini. bintang tetap bisa bersinar dengan indahnya walau tanpa kehadiran sang rembulan.
Ayu merasa dirinya kecil. dia bukan apa2 di alam yang luas ini. Tiba-tiba air matanya menetes membasahi pipinya. Entah apa yang membuatnya sedih hari ini. Boy yang tidak memberi kabar atau Ayu sedang meratapi nasibnya melihat Boy kini sudah berpaling dari dirinya.
" apa mungkin... disana Boy bersama wanita lain..." pikiran Ayu melayang hingga kesana.
" Tidak mungkin.... kata Ayu sambil tersenyum sinis.
Tiba-tiba Mama Ayu bangun dia melihat Ayu dengan berdiri diluar tampak dengan keadaan yang tidak baik.
Perlahan mama Ayu mendekati ayu dan kini berdiri disamping Ayu mencoba mencari apa yang telah ditatap putrinya itu.
" Sayang... dunia begitu luar... dan kita manusia hanyalah debu disana... Masih banyak jalan ketika kita telah sampai dijalan buntu, carilah jalan lain untuk menuju kepada tujuanmu." kata mama Ayu sambil menepuk bahu sang putri dan meninggalkan Ayu untuk kembali masuk kedalam.
Ayu menatap punggung sang mama yang berjalan meninggalkannya. Dia mencoba kembali mengingat perkaranya mamanya tadi.
" Kenapa mama bilang seperti itu?" Ayu kembali melihat kearah mamanya dengan tatapan tidak mengerti.
Ayu kembali menatap langit yang luas sambil membayangkan masa lalu nya ketika dia belum menikah. Tiba-tiba wajah Juna hadir dalam lamunannya.
" Kenapa aku ingat kak Juna..." Ayu menyadarkan dirinya
Tapi dia kembali tersenyum. Mengingat Juna membuatnya tersenyum karena banyak hal indah yang telah dia lalui bersama Juna dulu.
Tapi wajah Ayu kembali bersedih mengingat ketika Boy tengah bersama wanita lain. Hatinya hancur namun dia tidak bisa mengeluarkan isi hatinya. dia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi kepada keluarga kecilnya, apa lagi Zayn yang masih sangat kecil.
langit gelap kini perlahan menghilang. sinar mentari mulai menyinari wajah Ayu yang masih berdiri di balkon. dia menatap langit dengan matahari pagi yang hangat itu dengan sangat lama. Dan lamunan Ayu buyar ketika terdengar tangisan Zayn yang bangun.
" Iya sayang.... mama datang."
" Sayang udah lapar kah.... sini mimik dulu." kata Ayu sambil duduk dan mengambil posisi untuk menyusui Zayn.
Mama Ayu bangun dan melihat Ayu sedang berbicara dengan Zayn diluar. Terdengar suara Ayu yang senang dengan diselingi tawa yang keluar dari mulut Ayu membuat hati mama Ayu sedikit merasa lega.
Dia tahu sebagai mama, Ayu memiliki hati yang sangat besar. dia juga bodoh, karna juga memiliki hati yang besar sebagai seorang istri.
" Sayang sudah bangun ya...." kata mama Ayu sambil melihat Zayn tersenyum bersama mamanya.
"laper ya sayang...." haus ya... mimik yang banyak ya... nanti kita jalan-jalan." kata mama Ayu
" mau kemana ma..." tanya Ayu.
" Jalan-jalan... ngapain dirumah aja. mana jauh-jauh kesini cuma dirumah aja kan gak enak. kita senang-senang. Oma mandi dulu ya sayang..." kata mama Ayu sambil mencubit gemas pipi Zayn.
" Ya... mungkin jalan-jalan akan menjernihkan pikiranku." pikir Ayu
Mentari sudah bersinar dengan panas, mereka sudah bersiap untuk pergi jalan-jalan hari ini. Zayn tampak tampan sekali. Ayu tidak berdandan dia hanya menyisir rambut dan berpakaian sekedarnya saja.
" Sayang... apa yang kamu pakai ini... ini tidak pantas untukmu." kata mama Ayu
" Ma... semua pakaian Ayu yang dulu sudah tidak muat... bukankah mama pernah bilang Ayu gemukan." kata Ayu.
" Ya udah... hari ini kita jalan-jalan dan pergi baju yang cantik untukmu." kata mama Ayu
" Ma... buat apa? protes Ayu
" Ayu... jadi ibu yang baik itu benar. jadi istri yang baik itu jg sangat benar. tapi kamu jg harus menjaga penampilan kamu agar suamimu lebih mencintai kamu. pokoknya hari ini kita aka. merawat tubuh kamu." kata mama Ayu.
BERSAMBUNG