AYU

AYU
Akhirnya bertemu



Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, hari dimana Ayu bertemu dengan suaminya.Ayu sudah mengemasi barang-barangnya kedalam sebuah koper, dia juga memasukkan kemeja yang dibelinya kemarin dengan Heni di pusat belanja.


" Sayang...apa kamu sudah siap?" tanya mama Ayu


"Sudah ma...Ayu keluar sekarang." kata Ayu


Mama dan papanya sudah menunggu dibawah, setelah makan mereka akan mengantar Ayu kebandara.Wajah Ayu tampak bersinar mungkin karena dia selalu tersenyum pagi ini.


" Sepertinya hari ini akan cerah, karena seorang wnaita terus saja tersenyum." kata mama Ayu


Ayu tersenyum malu mendengar kata-kata mamanya, sedangkan papanya juga ikut tertawa bersama sang istri.


Mereka berangkat kebandara mengantar Ayu pergi menemui sang suami.Sebelumnya Ayu sudah menelpon Boy.Dan mungkin saat ini dia sudah menunggu kedatangan Ayu.



Sampai dibandara Ayu segera masuk kedalam pesawat karena sebentar lagi pesawat akan lepas landas.Ayu melambaikan tangannya kepada kedua orang tuanya kemudia masuk meninggalkan mereka.


Ayu sudah duduk didalam pesawat dia sudah tidak sabar segera sampai dan bertemu dengan orang yang paling dia cintai yaitu suaminya Boy.


Perjalanan ini hanya memakan waktu kurang lebih 60 menit saja tapi terasa lama sekali bagi Ayu dia merasa tidak tenang sesekali melihat jam diponselnya.Dia mencoba memejamkan matanya tapi tetap tidak bisa.


Setelah begitu lama, setidaknya itulah yang dirasaka Ayu akhirnya dia sampai dibandara tempat sang suami menunggunya.Pesawat baru saja mendarat tapi Ayi sudah tidak sabar segera turun dari pesawat itu.


Ayu menunggu kopernya dan keluar mencari keberadaan sang suami, dia melihat kesekeliling tapi tidak menemukan keberadaan Boy.


Ayu hampir saja putus asa, tiba- tiba Boy berdiri didepannya entah dari mana dia datang tiba-tiba sudah ada didepan Ayu saja.



Ditangan Boy ada dua bunga yang dibelinya untuk istrinya yang tercinta.Ayu terkejut dia menutup mulutnya yang menganga karena terkejut.


" Kenapa ada dua bunga?" tanya Ayu


" Karena bunga ini sangat cantik secantik dirimu, kata penjualnya yang ini menunjukan rasa kasih sayang" Boy menjulurkan tangan kirinya yang memegang bunga dengan kertas warna ping.


" Sedangkan ini, ucapan selamat karena kamu berhasil dalam ujian." kata Boy sambil memberikan bunga ditangan kanannya.


" Terima kasih." Ayu menerima kedua bunga itu dengan tangannya, dan memeluk suaminya itu


Banyak orang yang menatap mereka karena terlihat begitu manis.Ayu menyadari tatapan orang-orang dia segera melepaskan pelukannya.


"Kita pulang sekarang?" kata Boy


Ayu mengangguk, Boy membawa koper Ayu dan mengajak Ayu menuju mobilnya, agar dia segera membawa Ayu pulang kerumah.


Didalam mobil Boy memberikan jaket kepada Ayu agar menutupi kaki Ayu yang terlihat begitu seksi.


" Kenapa?" tanya Ayu


" Tutupi kaki mu, aku tidak ingin pria lain melihat kaki mulus istriku." kata Boy


" Bukankah sangat dingin berpakaian begitu" gumam Boy


Ayu hanya tersenyum dan menutup kaki mulusnya dengan jaket yang diberikan Boy kepadanya.Boy segera memacu mobilnya menuju rumah mereka. Ayu melihat keluar jendela dia menikmati pemandangan kota yang sangat ramai, jalanan penuh dengan mobil-mobil.


Kota ini memang salah satu kota terbesar dinegara ini, disini adalah kota yang tidak pernah tidur, bahkan malam hari juga sangat ramai bahkan lebih ramai daripada siang hari.


Akhirnya mereka sampai dirumah, rumah mereka terletak dipingir kota jauh dari keramaian kota. Udara disini juga masih sangat bagus, suasananya juga sangat tenang bahkan ada taman kecil diujung komplek untuk bermain anak-anak dan bersantai.


"Kita sampai." kata Boy


Ayu turun dari dalam mobil dia melihat rumah yang begitu bagus dan rapi, taman kecil diluar rumah sangat indah.


Boy membuka pintu dan mempersilahkan Ayu masuk,Ayu masuk dan melihat kedalam rumah.Tidak hanya taman dan luar rumah yang tertata rapi tapi juga kondisi didalam rumah sangat rapi dan bersih.


Boy melepaskan tangannya dari koper dia menutup pintu dengan mengunakan kaki kirinya, sedangkan tubuhnya mendekati Ayu dan memepetnya ketembok, Boy mencium bibir Ayu dengan lembut. Ciuman itu berlangsung cukup lama dan itu sudah membuat rasa rindu mereka berkurang.


Boy mengangkat tubuh Ayu dan membopongnya kekamar yang ada dilantai dua.Tangan Ayu melingkar keleher Boy memeluk dengan erat karena dia tidak ingin dia terjatuh.


Mereka telah sampai didepan kamar, Boy membuka pintu dan masuk, perlahan menurunkan Ayu diatas tempat tidur.


" Aku sangat merindukanmu." kata Boy


Hari ini mereka telah melewati hari yang bahagia, menyatukan hati dan tubuh mereka setelah sekian lama tidak bertemu.


Boy melihat Ayu tertidur dengan pulas disampingnya, dia menarik selimut dan menutupkan kepada tubuh Ayu.Terlihat Ayu sangat lelah dia tidur dengan sangat pulasnya.


Boy kamar mandi membersihkan dirinya dan merapikan kamar yang sudah dibuatnya berantakan.Boy turun kebawah mengambil koper Ayu dan kerapikan pakaian Ayu kedalam lemari yang ada dikamar mereka.


Saat merapikan baju Ayu, Boy melihat kemeja laki-laki, dia berfikir kemeja itu diperuntukkan untuk dirinya maka dari itu dia langsung memakainya sebelum bertanya kepada Ayu.Dia berfikir untuk siapa lagi kalau bukan untuk dirinya.


Kemeja itu sangat pas ditubuh Boy, Boy semakin yakin kalau kemeja itu memang diperuntukkan untuk dirinya.Boy mendekati Ayu, dia masih melihat Ayu tertidur dengan nyenyak.


Boy turun dan membuat makanan agar ketika Ayu bangun dia bisa makan.



Boy membuat banyak makanan, dan dia sudah meletakkan semua makanan diatas meja, Boy melihat keatas dia belum melihat tanda-tanda Ayu sudah bangun.


Dia melepaskan celemek yang dipakainya dan menuju kamar melihat Ayu apa kah sudah bangun atau belum.


Ketika Boy masuk Ayu sudah membuka matanya tapi dia belum beranjak dari tempat tidur.Dia masih membungkus tubunya dengan selimut.


" Hemmm...Ayo cepat mandi, aku sudah masak makanan, bukankah kamu sudah lapar." kata Boy sambil mendekat dan duduk disamping Ayu


Ayu hanya diam, dia berfikir benar apa yang dikatakan Boy tadi, kalau dia sangat lapar. Bahkan dia bangun karena merasa sangat lapar.


" Cepat bangun dan mandi, kalau tidak aku sendiri yang akan memandikanmu." kata Boy


Ayu tersenyum, dia menahan tangan Boy yang akan berdiri.


" Kenapa apa kamu mau ronde kedua?, kita makan dulu malam masih panjang." kata Boy


" Bukan itu, dari mana kamu mendapat kemeja ini?" tanya Ayu


" Aku ambil dari dalam kopermu, bukanlah ini untukku?" kata Boy


" Benar ini memang untukmu, apa kamu menyukainya?" kata Ayu


"hemmmm.


" Sekarang pergi kekamar mandi, aku sudah sangat lapar.Aku akan menunggumu dibawah." kata Boy


Setelah Boy meninggalkan kamar Ayu segera pergi kekamar mandi, setelah selesai mandi Ayu membuka lemari pakaian.


Ayu kaget melihat isi dalam lemari itu, banyak baju-baju cantik yang ada didalamnya.


Ayu melihat-lihat dan menempelkan baju itu kepada tubuhnya, ternyata semua baju itu pas ditubuh Ayu.Dia memilih satu gaun malam yang begitu seksi yang dipakaknya malam ini.


Ayu turun kebawah, Boy sudah menunggu dimeja makan, makanan yang dimasak Boy terlihat sangat enak Ayu sudah tidak sabar untuk memakannya.


Sudah lama Ayu ingin makan seperti ini bersama Boy.Untuk beberapa hari kedepan dia akan mewujudkan semua keinginannya yang terpendam karena jarak yang memisahkan mereka.


BERSAMBUNG