AYU

AYU
Sebelum berpisah



Sudah beberapa hari Ayu dan Boy melewati hari-hari bersama, mereka tidak terpisahkan kemana-mana selalu bersama.Boy mengajak Ayu mengunjungi beberapa tempat yang terkenal dikota ini, dia bahkan hampir menunjukkan isi seluruh kota yang sangat padat ini.


Hari ini Ayu merasa lelah dia ingin tetap dirumah saja menghabiskan sisa waktunya bersantai dengan Boy, menikmati kebersamaan mereka.


" Sayang...hari ini kamu ingin kemana lagi?" tanya Boy


Ayu masih memejamkan matanya dalam dekapan Boy, dia masih malas membuka matanya.Dia merasa tempat paling nyaman adalah dilengan suaminya.


" Hemmm...aku mau dirumah saja." kata Ayu sambil terus memejamkan matanya sambil memeluk tubuh Boy semakin erat.


Boy tersenyum melihat tingkah manja istrinya itu dan membalas dekapan Ayu yang erat sambil mencium lembut kening sang istri.


" Baiklah...kita lanjutkan tidur." kata Boy sambil menarik selimut menutupi seluruh tubuh mereka.


Setelah beberapa lama, Ayu membuka matanya dia melihat jam menunjukkan pukul 10.


" Pantas saja, aku sudah merasa lapar." gumam Ayu


Perlahan Ayu menyibak selimutnya dan pelan-pelan turun dari tempat tidurnya, tidak lupa dia kembali menutupi tubuh suaminya dengan selimut.


Perlahan menuju kamar mandi setelah itu Ayu menuju dapur, dia melihat apa saja yang ada didalam lemari pendingin yang dapat dia masak.


Ayu menemukan beberapa bahan makanan yang dicarinya, kemudian dia mulai memasak.



Ayu memasak sambil memainkan sebuah lagu, dan sesekali dia juga bernyanyi dengan sangat merdu.


Tanpa sadar Boy telah berdiri diujung ruangan bersandar ditembok sambil tersenyum memperhatikan Ayu.


Ayu menutup wajahnya dengan kedua tangannya ketika melihat Boy yang tersenyum kepadanya.Boy berjalan mendekati Ayu dia membuka kedua tangan Ayu dan mengecup bibir Ayu.


"Apa yang kamu masak?" tanya Boy


" Sebentar lagi selesai, duduklah aku akan menyiapkannya." kata Ayu


Boy duduk dengan manis sambil terus menatap istrinya yang sedang sibuk menyiapkan makanan untuknya.


" Selesai." kata Ayu sambil duduk didepan Boy.


Boy melihat banyak makanan yang sudah dimasak Ayu, dia binggung memilih yang mana, tapi dia juga binggung bagaimana rasanya dia belum pernah melihat Ayu masak begitu banyak.


" Cobalah." kata Ayu sambil menyodorkan daging iga yang dimasaknya.


Boy sedikit tidak yakin dan ragu untuk menyobanya.tapi perlahan dia memasukkan makanan itu kedalam mulutnya.


Wajah Boy berubah, dia memgambil kembali dan terus memasukkan daging itu kedalam mulutnya.


" Apa kamu suka." kata Ayu


" Suka...ini enak sekali, aku baru tahu kalau kamu sangat pandai dalam memasak." kata Boy


Ayu hanya tersenyum, dia mendekatkan makanan kedepan Boy agar Boy bisa mengapai dan mencicipin semua masakannya.


Tidak terasa makanan yang tadi begitu banyak kini tinggal tempatnya saja, Boy terlihat sangat kenyang hingga dia bersandar dikursi sambil mengelua perutnya.


" Aku sangat menyukai masakan kamu." kata Boy


" Terima kasih." kata Ayu sambil tersenyum dan berdiri membereskan meja makan.


Hari sudah siang, Ayu sudah selesai menyuci dan membereskan semuanya, dapur pun tedlihat bersih kembali.


Dia pergi keluar melihat matahari bersinar dengan teriknya.Ayu mencari keberadaan Boy yang entah dimana.


" Hay...kamu mencariku.?" kata Boy


" Kamu dari mana?" tanya Ayu.


Boy memperlihatkan kantong plastik yang ada ditangannya yang berisi beberapa benih-benih bunga yang disukai Ayu.


Ketika Ayu melihat isi kantong plastik itu terlihat jelas wajah bahagia Ayu.


" Aku membelinya dari tukang bunga keliling yang baru saja lewat, dia banyak menjual bunga yang kamu sukai jadi aku membeli beberapa untuk ditanam dihalaman rumah kita." kata Boy


" Terima kasih." kata Ayu


Boy masuk kedalam rumah mengambil peralatan untuk menanam bunga-bunga itu, sedangkan Ayu membawa bunga-bunga itu halaman samping.


" Baiklah kita mulai menanam bunga." kata Boy


Mereka mulai menanam bunga satu persatu dengan rapi, Ayu terlihat sangat bahagia dia menyirami bunga-bunga itu dengan semangat, sesekali dia mengoda Boy dengan menguyurnya dengan air keran.


Mereka bermain air dengan sangat bahagia, Boy memeluk Ayu yang berlarian.


" Sudah hentikan.!" kata Boy


Boy mengambil selembar kain yang ada dikursi dan menutupkan ketubuh Ayu yang sudah basah.


"Aku tidak ingin tubuh istriku dilihat oleh pria lain." bisik Boy ditelinga Ayu


Ayu tersenyum dan memukul pelan dada Boy. Boy menahan tangan Ayu dan menatapnya lalu mengendong Ayu dan membawanya masuk kedalam rumah.


" Turunkan aku, kemana kamu akan membawaku." kata Ayu


Boy terus saja berjalan semakin cepat menaiki tangga menuju kamarnya.Ayu memeluk erat tubuh Boy karena takut dia akan terjatuh.


Ayu berfikir Boy akan membawanya ketempat tidur, tapi ketika sampai dikamar dia melewati tempat tidur dan terus berjalan, Ayu binggung kemana sebenarnya Boy akan membawanya.


Boy membawa Ayu kekamar mandi, menurunkannya dibak mandi dan menyalakan sower.


" Bilas tubuhmu dengan air hangat agar tidak kena flu." kata Boy


Ayu terdiam ketika Boy mulai menyalakan air yang kemudian semakin membasahi tubuhnya, tapi kali ini airnya hangat suhunya sangat pas.


Boy menatap Ayu yang hanya diam tidak melepas bajunya.


" Kamu ingin aku yang melepaskannya.?" tanya Boy


Ayu kaget dan sepontan menutupi dadanya dengan kedua tangannya.Sedangkan Boy tersenyum, kemudian meninggalkan Ayu sendiri.Setelah Boy keluar dan menutup pintu kamar mandi Ayu bergegas melepas baju dan mandi.


Setelah Ayu keluar Boy yang sekarang mandi.Ayu duduk ditempat tidur sambil mengeringkan rambutnya.Langkah Boy terhenti ketika dia berada didepan pintu kamar mandi dan melihat kearah Ayu.


"Kenapa tadi aku tidak mandi bersama saja"


kata Boy dalam hati


Boy menghela nafas dan membuka pintu kamar mandi, Ayu yang mendengarnya merasa heran dan menoleh melihat Boy sambil berfikir apa yang telah terjadi.


Ayu terlihat sangat manis dengan switer warna pingnya,Boy pun memakai switer yang senada dengan Ayu.


"Kita akan kemana.?" tanya Ayu, dia tersenyum melihat Boy memakai switer berwarna ping yang sama dengannya.


" Kenapa kamu melihatku seperti itu." kata Boy sambil mendekati Ayu.


"Tidak...tidak...kamu terlihat sangat tampan." kata Ayu


" Benarlah..." kata Boy sambil mencubit hidung Ayu


Mereka pun pergi meninggalkan rumah menuju taman yang ada diujung kota, pada saat ini bunga sakura yang ada disana bermekaran dengan sangat indah. Banyak warga kota yang menghabiskan waktu disana ketika bunga sakura mekar dengan sempurana.


Biasanya orang-orang duduk dibawah pohon bunga sakura sambil membawa beberapa makanan, tapi ada juga yang hanya sekedar duduk dan menikmati bunga yang berjatuhan terbawa angin bersama pasangan mereka.



Ayu Menarik tangan Boy agar berjalan lebih cepat, baru dijalan belum memasuki area taman bunga-bunga dipingir jalan sudah bermekaran dengan indahnya.


Boy tersenyum melihat wajah Ayu yang tersenyum dengan manisnya, bahkan melebihi indahnya bunga yang bermekaran disampingnya.


Setelah ini akan butuh waktu lama untuk menikmati kebersamaan lagi.Dia mengenggam erat tangan Ayu dan berlari menariknya.


Ayu tersenyum dan berlari bersama Boy menikmati kelopak bunga yang berjatuhan mengenai wajahnya.


BERSAMBUNG