
Hari sudah makin siang tapi mereka masih bermalas-malasan diatas tempat tidur.
Boy melihat Ayu kembali memejamkan matanya, dia tersenyum dan menyelimuti tubuh Ayu.
Boy beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.Tidak lama Boy keluar dia masih melihat Ayu tertidur, perlahan dia membangunkan Ayu.
"Sayang...bangun kita pergi jalan-jalan yuk." kata Boy
Perlahan Ayu membuka matanya, dia mengucek-ngucek matanya melihat Boy sudah rapi.Ayu membuka mata lebar-lebar menghilangkan rasa lelah diwajahnya kemudia berdiri menuju kamar mandi.
tok...tok...tok
"Sayang...aku akan menunggu dibawah ya." teriak Boy dari luar kamar mandi.
" iya...!" jawab Ayu
Boy keluar dan turun, dia berjalan ke samping hotel mencari tempat menunggu Ayu bersiap dan turun.
Ayu keluar dari kamar mandi berganti pakaian dan bersiap untuk turun, kini dia sudah menjadi lebih segar setelah mandi.
Ayu turun dan mencari dimana Boy menunggunya dia berjalan keluar melihat kekanan dan kekiri mencari keberadaan Boy.Setelah sedikit lebih lama Ayu belum menemukan Boy dia mengambil ponsel berniat untuk menelpon Boy.Tapi ketika dia menganggat ponselnya dia melihat Boy duduk bersandar disamping kolam.
Ayu berjalan mendekati Boy, dia melihat Boy memejamkan matanya sambil tersenyum entah apa yang ada dipikiran Boy saat ini dia terlihat sangat senang.
"Dor...hayo apa yang sedang kamu pikirkan.?" kata Ayu menganggetkan Boy
"Ayu...kamu mengagetkanku, Kamu sudah siap?" tanya Boy sambil berdiri.
"kita akan kemana?" tanya Ayu sambil mengandeng tangan Boy
"Kemana pun...!" kata Boy sambil tersenyum
Mereka berjalan keluar dari hotel, tidak siang tidak malam kota ini sangat ramai.Banyak orang berjalan kaki, bukan hanya warga lokal tapi juga banyak turis yang sedang berjalan menikmati bunga-bunga yang bermekaran dipinggir-pinggir jalan.
Boy terus mengandeng tangan Ayu menyusuri jalanan. Ayu tersenyum dia terlihat sangat bahagia hari ini.
" Sayang...bagaimana kalau kita berhenti beristirahat dibawah bunga itu." kata Ayu sambil menunjuk kesebuah pohon yang sedang berbunga lebat.
"hemmm."
Boy mengangguk dan menarik tangan Ayu menuju tempat yang ditunjuk Ayu.
Ada banyak orang yang ada ditaman ini, ada anak-anak dan orang tuanya yang sedang bermain ada remaja yang sedang bercengkrama dengan teman-temannya dan ada juga pasangan seperti mereka yang sedang menikmati keindahan bunga yang bermekaran dan berjatuhan di atas mereka.
Ayu bersandar di bahu Boy, dia membayangkan betapa bahagianya mereka saat ini dan kelak kedepannya mereka berjanji akan hidup bahagia selamanya.
Boy mencium tangan Ayu, Ayu tersipu malu karena mereka sedang berada ditempat umum malu kalau orang melihatnya.
"Apa salahnya mencium tangan istriku sendiri." kata Boy
Ayu tidak menjawab dia melihat keatas melihat bunga yang berjatuhan kepadanya.Ayu menadahkan tanganya agar kelopak bunga itu jatuh ditangannya.
"Aku berjanji padamu, aku akan setia menemanimu sampai kapanmu." kata Ayu sambil melihat kelangit luas.
Boy mengubah posisi duduknya, dia duduk dibelakang Ayu dan memeluk Ayu dari belakang.
" Aku akan membuatmu hidup bahagia bersamaku, kita akan mempunyai anak-anak yang lucu dan setiap musim panas kita akan piknik ketempat seperti ini bersama anak-anak kita." kata Boy
"Apa kamu ingin aku segera punya anak.?" tanya Ayu
" Bukan kah kita sudah membahasnya, aku tidak ingin menunda kapan pun tuhan menitipkan anak kepada kita, dengan senang hati aku akan menerimanya." kata Boy
"Bagaimana dengan kuliahku? Ayu berbalik dan menatap Boy.
Boy hanya diam menatap Ayu, dia binggung hatus menjawab apa sedangkan yang dia janjikan kepada orang tua Ayu, Ayu akan tetap melanjutkan kuliahnya meskipun mereka sudah menikah.
"hemmm...kamu akan tetap kuliah, tapi jika kamu hamil kamu harus berhenti dulu." kata Boy
Boy menatap Ayu merasa yakin dia akan membahagiakan Ayu.Bukan cuma dia tapi mereka juga bisa mengadalkan orang tua Ayu yang kaya raya itu yang dipikirkan Boy, jadi dia tidak takut akan hidup kekurangan nanti.
"Apa kamu lapar.?" tanya Boy
"Hemmm
Ayu mengangguk
"Baiklah kita cari makan dulu." kata Boy sambil berdiri dan mengulurkan tangannya kepada Ayu.
" Sepertinya disana makanannya enak." Boy menunjuk kerestoran disebrang jalan yang sangat ramai dengan pengunjung.
Mereka berjalan menuju restoran itu, mereka masuk dan mencari meja kosong, restoran ini sangat ramai banyak sekali turis yang makan siang disini.
Setelah beberapa saat mereka menemukan sebuah meja kosong di samping jendela.Seorang pelayan mendekat dan bertanya mereka pesan apa.
Ayu menyuruh Boy memilih dan memesankan untuknya juga.Boy memilih beberapa menu makanan.Ayu melihat keluar dari balik jendela Boy memegang tangan Ayu.
"Apa yang sedang kamu lihat.?" tanya Boy
"Tidak...aku hanya melihat-lihat." kata Ayu
Beberapa saat kemudia makanan yang dipesan mereka telah sampai dimeja.Ayu melihat banyak makanan yang disajikan dimeja,dia melihat kearah Boy kaget.
Setelah pelayang itu pergi Ayu bertanya kepada Boy.
"Kenapa memesan begitu banyak makanan.?"tanya Ayu
" Kamu pasti lapar, semalam kamu sudah bekerja keras." kata Boy sambil tersenyum jahat
Ayu memukul pelan tangan Boy, dia melihat ke sekeliling dia malu jika ada yang mendengarkan perkataan Boy.Sedangkan Boy malah merasa puas melihat espresi Ayu yang seperti itu.
Mereka mulai memakan makanannya.Ayu terkejut tidak heran banyak pengunjung direstoran ini karena makanan disini sangat enak dan pelayannya sangat ramah.
Ayu makan dengan lahap, Boy tersenyum melihat Ayu yang makan dengan lahapnya.Dia mengambil tisu dan mengelap ujung bibir Ayu yang belepotan.
"Makan pelan-pelan." kata Boy
Ayu tersenyum dan melanjutkan makannya
"Setelah ini kita akan kemana lagi.?" tanya Ayu
" Bagaimana kalau kita melihat matahari terbenam di pantai.?" jawab Boy
Ayu mengangguk dan tersenyum, Boy mengetahui dengan baik apa yang disukai Ayu. Itulah yang membuat Ayu merasa nyaman disamping Boy bersama pria yang mencintainya adalah anugrah tersendiri.
Setelah selesai makan mereka mencari taksi untuk pergi kepantai, pantai cukup jauh kalau ditempuh dengan berjalan kaki mungkin sampai disana pada malam hari.
Mereka sampai di pantai Ayu berlari dia sudah tidak sabar bermain dengan air laut.
" Jangan bermain air.!" teriak Boy
"Kenapa.?" Ayu menghentikan langkahnya yang hampir menyentuh air
" Pokoknya jangan, kita akan bermain air nanti,kita kesini hanya untuk melihat matahari terbenam jadi jangan bermain air kita tidak membawa baju ganti nanti kamu akan sakit." kata Boy yang mulai mendekati Ayu
Mereka pergi kedermaga kayu yang ada di pantai itu mereka duduk melihat kelaut lepas yang luas menati matahari terbenam.
Matahari sudah mulai terbenam, warna oren yang sangat indah, Ayu sangat menyukai pemandangan alam seperti ini.
Boy mengambil ponselnya mengabadikan momen bahagia ini.
Boy mengambil foto Ayu dengan cahaya matahari yang hampir terbenam.Terlihat Ayu sangat menikmatinya.
BERSAMBUNG