AYU

AYU
Berkeliling



Ayu dan Dwi sudah selesai membereskan pakaian mereka, dan sekarang mereka ingin pergi jalan-jalan melihat keindahan desa.


Ayu dan Dwi keluar mereka melihat Adam sedang berbicara dengan salah seorang warga desa.


" Sedang apa Adam disana, apa yang mereka bicarakan." kata Dwi


" Mungkin dia sedang mencarai tempat tinggal." kata Ayu sambil berjalan mendekati Adam


" Hay dam...sedang apa.?" tanya Ayu


" Ini lo yu, aku sedang mencari tempat tinggal yang lebih baik dari ini." kata Adam sambil melihat asrama yang ada didepannya.


" Kita jalan-jalan yuk, siapa tahu kita mendapatkan tempat tinggal nanti." kata Ayu


Adam dan Dwi hanya diam dan mengikuti Ayu yang berjalan dengan cepat.


" Yu...jangan cepat-cepat." kata Dwi sambil mengatur nafasnya.


Ayu hanya tersenyum, dia terus menaiki anak tangga yang menuju atas bukit, dia sudah tidak sabar melihat pemandangan yang indah dari sana.Sedangkan Adam dan Dwi berjalan sempoyongan sambil mengatur nafasnya.


" Apa sih yu yang kamu kejar?" kata Adam


" Aku capek." Adam bersandar disebuah pohon yang rindang.


Dengan sekuat tenaga Dwi akhirnya sampai ditempat Ayu dan Adam, dia menjatuhkan diri disamping Adam lalu mereka pun saling bersandar.



Ayu tertegun melihat pemandangan yang indah dari atas bukit ini, sawah-sawah yang terbentang luas dan mentari yang menyinari dengan hangat membuat suasana hati Ayu menjadi sangat tenang.


Ayu mengeluarkan ponselnya untuk mengabadikan momen ini, tapi ketika dia melihat layar ponselnya dia melihat foto Boy.Ayu teringat dia belum mengabari Boy kalau dia sampai ditempat tujuan dengan selamat.


Ayu mencoba menelpon Boy, tapi ponselnya sedang dimatikan.Mungkin ada urusan pekerjaan atau ada yang penting lainnya. Beberapa kali Ayu mencoba menghubungi nomer suaminya tapi tetap saja tidak bisa,akhirnya Ayu menulis pesan kepada Boy agar dia bisa mekihatnya nanti.


" Kamu sedang apa sih." tanya Dwi


" Tidak, aku lupa mengabari suamiku kalau aku sudah sampai disini dengan selamat." kata Ayu sambil mengetik diponselnya.


Adam dan Ayu hanya tersenyum dan memalingkan wajah mereka, sebenarnya mereka tidak begitu menyukai Boy yang terlihat sombong itu.


" Semoga tidak ada sinyal disini." gumam Adam


" Apa?" kata Ayu


" Tidak....hehehe aku bilang apakah ada sinyal disini.?" kata Adam


Ayu mengangkat tinggi ponselnya agar pesannya segera terkirim, Dwi memukul Adam yang celometan tadi.Mereka tampak berbisik tidak jelas karena takut terdengar oleh Ayu.


Setelah beberapa saat akhirnya pesan Ayu terkirim, dia tersenyum dan menurunkan tangannya.


" Sudah.?" tanya Dwi


" Hemmm.


Jawab Ayu sambil melihat layar ponselnya berharap pesannya segera dibalas oleh Boy.



Dwi duduk didepan Ayu dia melihat Ayu tersenyum manis lalu mengambil kameranya dan memotret Ayu dari bawah.Sinar matahari dan udara dingin menyatu membuat wajah Ayu terlihat manis.


Ayu mengambil kamera yang ada ditangan Dwi dan melihat hasil jepretan Dwi, dia tersenyum melihat gambar dirinya.Adam mendekat-dekat mendorong tubuh Ayu yang ingin melihat hasil jepretan Dwi yang membuat Ayu tersenyum manis.


Setelah puas melihat alam dari atas bukit Ayu dan kawan-kawan turun menyusuri jalan menuju perkampungan.Meskipun perkampungan, kampung ini memiliki kelengkapan dan keiatimewaan tersendiri.


Disana ada sebuah perpustakaan dengan bangunan kuno yang masih berdiri kokoh disudut perkampungan, ada banyak anak-anak yang sedang belajar diperpuatakaan itu ada juga yang membawa buku ke halaman yang begitu luas dengan bunga-bunga yang bermekaran.


Selain sekolahan, perpustakaan ini adalah satu-satunya anak-anak disini melihat dunia.Ada banyak buku yang ada didalamnya tidak kalah dengan perpustakaan yang ada dikota-kota besar.


Mereka memasuki perpustakaan dan melihat-lihat buku yang berjejer rapi dirak-rak yang tinggi.


Ada banyak anak-anak dan remaja yang sedang membaca buku didalam.


" Wi...aku merasa perpustakaan ini lebih lengkap dari pada perpustakaan kita dikampus deh." kata Ayu


" Perpustakaan ini dulunya sepi dan hanya ada beberapa buku, tapi semenjak datang seorang dokter dari kota dia mulai merawat dan mengisi rak-rak yang kosong dengan buku yang dibawanya langsung dari kota." kata seorang tukang bersih-bersih yang ada disamping Ayu dan Dwi.


Ayu dan Dwi sontak kaget melihat sosok laki-laki paruh baya yang sedang merapikan buku-buku agar tertata rapi di rak.


" Apa dokter itu Dokter Fahri?" kata Ayu


" Bukan...nama dokter itu Juna, dia baru beberapa bulan disini, tapi dia sangat cekata dan pintar, dia sangat disukai banyak orang-orang disini karena sangat ramah apalagi para gadis-gadia." kata seorang yang membereskan buku dirak


Ayu dan Dwi hanya terdiam, baru sehari mereka tiba dan tinggal disini tapi sudah ada banyak laki-laki tampan yang mereka dengar dalam satu hari.



Tidak jauh dari Ayu berdiri ada sosok pria yang terus saja memperhatikan Ayu.


Sosok laki-laki itu adalah dokter Juna yang sedang mereka bicarakan dari tadi.


Arjuna Firmansyah


Biasa dipangil Juna sejak kecil.Dia terlahir dari keluarga yang semua keluarganya berprofesi sebagai seorang dokter dia anak keduan dari dua saudara.


Ayahnya adalah seorang Ceo sekaligus pemilik dari rumah sakit yang dikepalainya.


Ibunya seorang dokter kandungan yang sangat terkenal dikota x.


Sedangkan kakaknya adalah dokter saraf yang sangat terkenal karena ketampanan dan kemahirannya.


Juna selalu mendapat juara pertama sejak dia kecil, Dia memutuskan untuk menjadi dokter bedah yang terbaik.Keputusannya menjadi dokter bedah adalah ketika waktu kecil dia melihat dokter bedah yang bekerja dirumah sakit ayahnya terlihat tampan dan berwibawa ketika memegang sebuah pisau bedah.


Juna baru beberapa bulan bekerja dan tinggal dikampung ini karena dia ingin menjauh dengan kehidupan kota.Sebenarnya sang Ayah sudah menyiapkan sebuah posisi untuknya dirumah sakit, tapi dia tidak mau menerimanya malah ingin bekerja disebuah rumah sakit yang ada dipegunungan.


Sang kakak yang mengirim dia kesini karena dia ingin sang teman mengawasi adiknya untuk dirinya.Kakak Juna merasa sedikit cemas karena adiknya tiba-tiba memutuskan pergi dari kota dan memilih pergi kepedesaan.


Juna terus saja melihat Ayu dari kejauhan, dia merasa tidak percaya kalau yang dilihatnya adalah Ayu putri, sosok wanita yang dia cintai selama ini.


Sudah sangat lama Juna menyukai Ayu, waktu itu hujan sangat lebat dia melihat sosok gadis yang memakai baju Smp sedang kehujanan.Meski bajunya basah semua gadis itu terus tersenyum dan menari dibawah air hujan.


Gadis itu adalah Ayu, dan sejak saat itu Juna terus memperhatikan Ayu.Ketika Sma sampai kuliah pun Juna masih kerap memperhatikan Ayu meski dari jauh.Meskipun dia sudah lama menyukai Ayu tapi dia tidak mampu memberitahu Ayu tentang perasaannya.


Ketika Juna mendengar Ayu akan menikah dengan Boy, hatinya begitu sedih hingga dia memutuskan pergi dari kota itu agar dia bisa melupakan Ayu dan mengeluarkan dari hatinya.


Tapi ketika dia memiliki kesempatan itu, tuhan malah mengirim Ayu pergi menghampiri dirinya.


BERSAMBUNG