AYU

AYU
Lebih mantap




Ketika mereka mendekat ternyata danau itu sangat indah dengan matahari yang mulai terbenam berwarna oren yang memukau.


"Ayu lihatlah, indah sekali ya, sebenarnya kita sering melewati tempat ini kenapa tidak pernah mampir kesini, nyesel deh.!" kata Heni


"jadi kamu nyalahin aku.?" kata Ayu


"bukan nyalahin...cuma nyesel aja kenapa tidak dari dulu kita datang ketempat ini.!" kata Heni


" jadi kita kemana nih, cari hotel dulu ya.!"


"oke.." kata ayu menunjukan tangannya


Mereka memilih sebuah hotel yang kiranya bagus untuk ditinggali semalam. Setelah cek in seorang pegawai mengantar mereka ke sebuah kamar yang menghadap langsung ke danau.


Dari kamar mereka dapat melihat indahnya danau dengan warna senja yang mulai berubah menjadi gelap, warna-warni lampu hotel pun menghiasi pingiran danau yang sunyi.



"Aku akan betah tinggal disini.!" kata Ayu


Heni pergi kekamar mandi begitu pula dengan Ayu, setelah Heni keluar dia masuk untuk mand juga.


Ponsel Ayu berbunyi, Heni melihat mama Ayu yang memangil dia langsung menjawabnya karena dia tahu mama Ayu pasti sangat khawatir.


📞


"hallo tante." jawab Heni


📞


"ini Heni ya, kamu bersama Ayu saat ini.?" kata mama Ayu


📞


"iya tante, Ayu sedang mandi, saat ini Heni sama Ayu ada dikota X, kita sedang jalan-jalan karna sudah malam kita akan menginap disini tante, tapi kita akan segera pulang besok tante tidak usaha khawatir.!" kata Heni


📞


"Ya sudah kalau Ayu sama kamu, tante tidak khawatir lagi, hati-hati disana ya.!" kata mama Ayu


Ayu sudah selesai mandi, dia keluar dan menanyakan dengan siapa Heni berbicara tadi.Heni memberitahu kalau Mama Ayu tadi menelpon dan menanyakan keberadaan mereka.


"trus kamu beritahu kalau kita ada disini.!" tanya Ayu


"iya, dari suaranya terdengar kalau mamamu sangat khawatir padamu.!" kata Heni


Mereka keluar mencari makan dan melihat keindahan danau ini ketika malam hari, meski malam tempat ini masih saja ramai ada beberapa turis dan penduduk lokal yang berjalan-jalan mencari kuliner.


Mereka mencoba beberapa kuliner seperti jagung bakar, sosis bakar, roti bakar onde-onde ada juga cilok dan yang membuat tubuh mereka hangat adalah Wedang ronde yang khas disini.


"dingin sekali.!"kata Ayu


Mereka duduk dipinggir telaga sambil menunggu pesanan mereka.


"kamu sudah memikirkan lagi keinginan kamu menikah dengan kak Boy,?" kata Heni


"Kenapa sih kamu tanya itu lagi.? aku sudah mantap akan menikah dengan kak Boy secepatnya.!"kata Ayu


"Baiklah, ini sudah menjadi keputusanmu aku sebagai sahabatmu hanya bisa mendoakanmu semoga pilihanmu adalah yang terbaik dan kamu akan bahagia selamanya."kata Heni


"amin."


Sebenarnya Heni masih ragu dengan Boy, dia sering melihat Boy berjalan dengan seorang cewek. Tapi setiap kali dia mencoba bertanya Boy selalu menjawab kalau mereka hanya berteman dan mengerjakan tugas bersama.


Sedangkan dia juga tidak berani memberi tahu kepada Ayu tentang apa yang dia lihat, toh selama ini Boy tidak pernah menyekiti Ayu dan tidak pernah berselisih pendapat dengan Ayu, dia selalu menuruti permintaan Ayu.


Dengan alasan itu dia berharap Boy akan membuat sahabatnya bahagia selamanya.


"Tapi aku berharap kamu akan berbicara baik-baik dengan ornag tuamu, kamu harus berfikir jernih jangan dibutakan oleh cinta, ingat orang tua kamu yang telah membesarkan kamu selama ini.!" kata Heni


Ayu menghela nafas dia memikirkan kata-kata Heni. sebenarnya dia juga sangat menyayangi orang tuanya tapi Boy dimatanya juga sangat baik, dia merasa Boy akan membahagiakanya.


📨


kamu dimana? kenapa seharian tidak terlihat, kamu baik-baik saja kan


pesan dari Boy


"Siapa.?" tanya Heni


"Dari kak Boy.?" jawab Ayu


" Aku akan menelpon dia sebentar.!"


Heni mengangguk, Ayu melakukan panggilan dengan Boy, entah apa yang mereka bicarakah tapi sudah cukup lama.Heni pun mulai kedinginan dia berjalan sedikit dan mencari switer atau apapun yang bisa menghangatkan tubuhnya.


"Hey..." Ayu mengagetkan Heni dari belakang.


"kamu mengagetkan aku saja, apa yang kalian bicarakan kenapa lama sekali.?" tanya Heni


" Besok kak Boy akan membawa keluarganya datang kerumah, mereka ingin melamarku secara resmi!" kata Ayu yang terlihat sangat bahagia


"Baiklah semoga sukses untuk lamaranmu.!" kata Heni sambil menempelkan sebuah switer ditubuh Ayu yang munggil.


"terima kasih ini hangat sekali.!" kata Ayu


Hari sudah mulai malam mereka kembali kehotel agar segara tidur karena besok adalah hari yang sangat penting untuk Ayu.Besok sebelum Boy datang kerumah dia harus meyakinkan kedua orang tuanya agar dapat menyetujui dia menikah dengan Boy.


Ayu menutup matanya sambil terlihat senyuman diwajahnya. Heni yang melihatnya sebagai sahabat dia ikut senang.Ayu tertidur dan memeluk Heni dengan erat.



Hari sudah pagi, mentari bersinar disela-sela kabut yang masih menyelimuti danau.Ayu membuka matanya dia tidak melihat Heni berada disampingnya dan sontak terbangun mencari keberadaan Heni.


Heni sedang duduk di balkon yang menghadap ke danau yang memancarkan cahanya mentari, bukit yang masih berselimut dengan kabut.


"Udara disini sungguh sangat segar ya.!" kata Ayu yang tiba-tiba mengagetkan Heni


"Kamu sudah bangun, sana cepat mandi kita akan segera pergi, bukankan kamu harus membujuk orang tua kamu dulu.!" kata Heni


Ayu berlari kekamar mandi dia segera bergegas agar sampai dikota X tidak terlalu siang, jadi dia punya banyak waktu untuk mempersiapkan semaunya.


Selagi Ayu mandi Heni membereskan barang-barang mereka.Tidak lama Ayu keluar mereka bersiap-siap dan memastikan tidak ada barang yang tertinggal.


Setelah cek out mereka meju mobil dan melaju meninggalkan kota dingin ini.Tapi tempat ini akan menjadi tempat yang memiliki kenangan indah saat mereka bersama-sama.


"pikirkan lagi, kamu yakin akan menikahi Boy itu.?" tanya Heni.


"Hentikan, berapa kali pun kamu bertanya aku akan menjawab yakin.!"kata Ayu sedikit marah


Heni tersenyum melihat Ayu, dia memacu mobil makin cepat membelah kedinginan kota yang masih diselimuti kabut itu.



"mampir dulu ke tempat makan, aku sudah lapar.!" kata Ayu


"tadi bilang suruh cepat-cepat, sekarang lapar, makan saja cinta kamu itu.!"kata Heni


Mereka mampir ke rumah makan pingir jalan.Meski tergolong anak orang kaya Ayu tidak pernah pilih-pilih dalam hal makanan dan tempat makan meskipun warung kecil asalkan dia menyukai makanan itu dia tidak segan untuk mampir.


Mereka memesan beberapa makanan yang ada dimenu, dengan lahap mereka mulai memakannya.suasan hati Ayu sedang sangat baik jadi dia terus saja tersenyum.


Setelah selesai makan mereka menjutkan perjalan lagi, Ayu sudah tidak sabar pulang kerumah.


Dia mengantar Heni pulang kekosannya dan dia segera melaju pulang kerumahnya.


Sampai dirumah Ayu berlari-lari mencari mamanya. tapi dia tidak ada dirumah, Ayu bertanya kepada Bi Je kemana perginya mamanya tapi dia tidak mengetahuinya.


BERSAMBUNG