
Hari demi hari berjalan begitu cepat, tidak terasa Zayn sudah bertambah besar saja.Ayu sangat menikmati waktunya bersama sang buah hati, tidak sedetik pun waktu trasa membosankan baginya karena selalu ada saja senyuman diwajah Ayu saat bersama sang buah hati.
Kedua orang tua Ayu dan Boy sudah kembali kerumah mereka masing-masing.Sebenarnya mereka juga tidak ingin berpisah dengan cucu mereka tapi mau bagaimana lagi banyak pekerjaan yang harus mereka urus.
" Sayang aku berangkat kerja dulu ya." Boy mendekat dan mencium kening Ayu, tidak lupa dia juga mencium kening Zayn yang berada digendongan Ayu
" Iya...kamu hati-hati ya."
Ayu mengantar Boy sampai depan rumah mereka.
" Kamu yakin tidak ingin memperkerjakan babysister? Boy menatap Ayu
" Tidak....Ayu bisa kok" Ayu menatap wajah Boy dengan yakin kalau dia bisa mengurus anaknya sendiri.
" Baiklah...tapi bagaimana dengan pekerjaanmu?"
" Aku akan berhenti, aku sudah memiliki apa pun yang aku inginkan, sekarang aku hanya ingin bersama dengan anakku saja." Ayu melihat Zayn yang terlelap dalam dekapannya.
Boy tidak mengerti apa yang dirasanya Ayu padahal dia ingin membuat Ayu lebih santai.Kalau dia yang mengurus Zayn sendiri pasti akan sangat sibuk.Tapi karena ini sudah menjadi keputusan Ayu, Boy hanya bisa menerima dan menghormati keputusan Ayu.
Boy melambaikan tangan dan pergi meninggalkan Ayu dan Zayn, dia menatap pada kaca spion melihat Ayu masih berdiri sambil melambaikan tangannya beberapa saat lalu masuk kembali.
Boy tidak menuju rumah sakit dia membawa mobilnya menuju apartemen Novi untuk menemuinya.
Setelah beberapa saat Boy sudah sampai didepan apartemen Novi dan membunyikan bel.
" Iya sebentar...." teriak Novi
Novi membuka pintu, dia kaget melihat Boy yang berada dibalik pinti,sejenak dia hanya diam sambil melihat Boy berada didepannya.
Air mata Novi mengalir dan dia pun mendekat dan memeluk tubuh Boy.
Boy tidak menolak pelukan Novi malah berbalik memeluk Novi dengan erat.
"Aku sangat merindukanmu." kata Novi sambil air matanya yang terus mengalir
"Aku pikir kamu tidak akan pernah datang kesini.
Boy tersenyum, tanganya dengan lembut menghapus air mata yang mengalir di pipi Novi, kemudian mencium kedua mata Novi.
Entah apa yang ada dipikiran Boy saat ini.Meskipun Novi sangat binggung tapi dia sangat senang Boy datang kepadanya.Apa lagi sikapn Boy sangat baik kepada dirinya.
Novi mempersilahkan Boy masuk kedalam, mereka duduk bersama di sofa.Novi terus menatap Boy dengan heran tapi juga dengan senyuman.Dalam pikirannya akhirnya laki-laki yang dia cintai selama ini kembali juga kepadanya.Mungkin diq sudah lelah atau bosan dengan istrinya itu, apa lagi saat ini sedang memiliki anak kecil pasti tidak ada waktu untuk Boy, makanya Boy datang kepadanya.
" Jangan menatapku seperti itu." kata Boy
Novi semakin mendekat dan menatap Boy lebih dalam sambil terlihat senyuman diwajah cantik Novi.
" Aku bilang jangan menatapku seperti itu." Boy memalingkan wajah Novi dengan tangannya.
" Kenapa, aku sangat ingin menatapmu lebih lama.karena aku sangat merindukanmu." kata Novi
Boy tersenyum, dia menarik Novi dan memeluknya erat-erat.
" Aku tidak bisa melepaskanmu, aku tidak bisa mengeluarkanmu dari dalam pikiranku." Boy beberapa kali mencium kepala Novi yang berada dalam dekapannya.
Novi tidak bisa berkata lagi, air matanya terus saja mengalir sampai membasahi kemeja Boy.
Merasa dadanya basah, Boy mengangkat kepala Novi yang terbenam didadanya.Dia melihat Novi yang terus saja mengeluarkan air mata.
" Kenapa kamu menangis?" tanya Boy
" Aku sangat bahagia...iya aku bahagia akhirnya kamu datang kesini menemui ku, aku sempat berfikir meninggalkan tempat ini tapi aku urungkan kembali karena aku berharap kamu akan datang kesini menemuiku." kata Novi
" maafkan aku, dan terima kasih kamu sudah menungguku disini." Boy mendekat dan mencium keninng Novi
Tidak tahu kenapa air mata Novi mengalir membasahi pipinya.Bukan karena rasa sedih yang dia rasakan tapi rasa bahagia yang dirasakannya.
Sedangkan entah apa yang dirasakan Boy, mungkin karena capek atau bosan dengan Ayu sehingga dia datang menemui Novi.
"Jadi....bagaimana?" Novi menatap serius wajah Boy
" Apa nya?" tanya Boy balik
" Bagaimana hubungan kita selanjutnya?" tanya Novi
" Kita jalani saja dulu"
Mendengar kata-kata Boy, Novi tersenyum bahagia dan memeluk etat tubuh Boy.
Meskipun dia hanya kekasih rahasia atau bisa dibilang simpanannya tapi tidak membuat Novi merasa gimana-gimana yang dia rasakan hanyalah rasa bahagia yg sangat dalam.
Setelah beberapa saat mereka berbincang-bincang mengenai hubungan mereka.Wajah bahagia terpancar diwajah Novi dia tidak bisa mengutarakan bagaimana bahagianya dia.
Boy melihat jam tangannya sudah sangat siang, dia memutuskan untuk pergi ke rumah sakit.
" pergi sekarang?" kata Novi
" Iya aku kerja dulu." kata Boy sambil mengelus rambut Novi
Meskipun Novi masih berharap dia bersama Boy lebih lama, tapi dia membiarkan Boy pergi.Novi memandangi Boy yang berjalan menjauhinya.Meskipun begitu masih terlihat senyuman diwajah cantik Novi.
Setelah Boy tidak terlihat lagi Novi masuk kedalam masih dengan wajahnya yang tersenyum bahagia.
Boy masuk kedalam mobil, dia menyandarkan kepalanya sambil memukulkan ringan.
" Apa yang aku lakukan kenapa aku pergi menemui Novi." gumamnya perlahan.
Boy cukup lama tertegun dalam lamunannya tapi setelah dipikir-pikir, Boy mulai tidak merasa menyesal.Dia bahagia bisa bertemu dengan Novi, dan Novi pun masih membuka diri untuknya.
BERSAMBUNG
Assalamualaikum Hallo semuanya, salam dari aku untuk kalian semua.Terima kasih banyak sudah membaca cetitaku sampai disini.Maaf kan aku yang lama sekali tidak Up, karena terlalu sibuk dengan urusan lain.
Aku harap kalian semua tetap mendukung aku sebagai author agar tetap bisa berkarya. Terima kasih untuk dukungan kalian semuanya.
wasalamualaikum.