
Meskipun Ayu merasa hatinya telah berpaling tapi dia berniat akan melupakan Juna, lagipula itu adalah kali terakhir dia bersama Juna entah kapan lagi mereka akan dipertemukan lagi.
" kalau aku boleh memberi pendapat, ikuti kata hatimu." kata Heni
" Aku akan melupakan Juna dan fokus kepada Boy, perasaan itu timbul karena aku dan Juna sering bersama.Kita tidak akan bertemu untuk waktu yang lama perlahan rasa itu akan hilang." kata Ayu
Ayu dan Heni keluar dan bergabung bersama Boy, Dwi dan Adam yang sudah menunggu cukup lama di pintu masuk.Ayu merapikan riasannya dan memasang senyuman diwajah cantiknya.
Setelah menonton film mereka berpisah, Dwi pergi bersama Adam.Ayu berniat mengantarkan Heni tapi Heni menolak dia ingin pergi kesuatu tempat terlebih dahulu.Jadi mereka berpisah disana, Ayu pulang kerumah bersama Boy.
Diperjalanan pulang tidak ada kata yang keluar dari keduanya.Suasana dalam mobil sangat sunyi sampai ketika ponsel Boy berbunyi.Ayu mengambil dan hendak mengangkatnya.Pada lanyar ponsel ada nama Novi yang memanggil.
" Ada Novi, angkatlah siapa tahu ada yang penting." kata Ayu
Ayu mengira Novi yang menelpon adalah suster yang bekerja dengan Boy sesuai apa yang Boy ceritakan kepadanya.Tapi bagi Boy dia adalah Novi yang menjadi pacarnya beberapa bulan ini.Tentu saja Boy gugup dan salah tingkah ketika Ayu memberikan ponsel kepadanya.
" Iya.." kata Boy gugup
Boy bilang sedang ada diperjalanan pulang dengan istrinya kalau tidak ada hal yang penting dia akan menelpon balik nanti.
Mendengar ucapan Boy yang demikian tentu saja Novi segera mengakhiri pangilannya.
" Kenapa, apa ada yang penting?" tanya Ayu
" Tidak, dia hanya bertanya kapan aku akan kembali bekerja banyak pasien yang bertanya." kata Boy
" Kamu akan kembali setelah aku diwisuda kan?" tanya Ayu
" Tentu saja, bukankah kamu diwisuda besok.Aku sudah mengambil cuti selama 1 minggu masih ada waktu untuk kita." kata Boy
Mereka sudah sampai dirumah, papa dan mama Ayu sudah menunggu dimeja makan untuk makan malam.Ayu dan Boy segera bergabung bersama mereka dimeja makan.
" Sayang apa kamu sudah merencanakan dimana kamu akan bekerja setelah lulus?" tanya mama Ayu
" aku akan mencari pekerjaan dikota X agar bisa tinggal bersama suamiku." kata Ayu sambil melihat kearah Boy.
" Kamu sudah lulus, dan kamu juga sudah berkeluarga papa sama mama hanya bisa berdoa untuk kebaikan kamu, tapi jangan lupa berkunjung kerumah." kata papa Ayu
Ayu tersenyum, tapi air matanya menetes ini bukan perpisahan ketika pengantin wanita harus pergi kerumah suami tapi rasanya sama seperti itu.Ayu berdiri dan memeluk mama dan papanya.Dia sudah dewasa namun masih manja kepada orang tuanya.
Setelah makan malam, Ayu kembali kekamar menyiapkan keperluan untuk wisuda nanti dia ingin tampil cantik dihadapan para dosen dan mahasiswa lain karena nanti dia akan mendapat sebuah penghargaan sebagai calon dokter terhebat pada tahun ini.
Boy melihat Ayu sangat senang dia ingin membantu Ayu tapi Ayu melarang tidak banyak yang harus dia siapkan hanya saja dia begitu gugup dicampur dengan bahagia.Akhirnya dia menyelesaikan kuliahnya dan akan menjadi dokter yang memiliki jubah sendiri.
Ayu melihat Boy sudah tertidur dengan lelapnya, dia tersenyum mendekati Boy dan mencium pipi Boy.
" Jangan nakal, cepat tidur besok hari yang sibuk." Kata Boy
Ayu membuka matanya, matahari yang hangat masuk kedalam kamarnya.Boy masih berbaring disampingnya dengan wajahnya yang tenang.Ayu terus menatap wajah Boy, meskipun cintanya sedikit berkurang dia tetap akan memilih Boy dan menyingkirkan cinta yang baru sedikit singgah dihatinya.
"Berhenti menatapku, cepat mandi dan bersiap." kata Boy sambil tetap memejamkan matanya.
"Ih...dari mana kamu tahu kalau aku menatapmu." kata Ayu yang hendak berdiri
"Aku tahu kamu sangat merindukanku." kata Boy sambil menarik tangan Ayu kemudian tubuhnya terjatuh diatas tubuh Boy
Untuk sesaat mereka saling menatap, Boy mendekat ingin mencium Ayu tapi tiba-tiba seseorang mengetuk pintu memberitahu kalau mama dan papa Ayu sudah menunggu.Suara bi Ina membuat Ayu salah tingkah dan lekas berdiri.
Setelah beberapa saat bi Ina sepertinya sudah pergi Boy kembali menarik tubuh Ayu, dengan lembut Boy mencium bibir Ayu yang tipis.
Mereka berciuman cukup lama hingga akhirnya Ayu mendorong tubuh Boy dan bergegas pergi kekamar mandi.
Papa dan mama Ayu sudah siap, terlihat mama Ayu merapikan dasi sang suami.Mereka sangat bahagia akhirnya Ayu lulus dan menjadi seorang dokter yang sangat hebat.Mereka sangat bangga memiliki anak seperti Ayu.
Ayu dan Boy turun, mereka juga tidak kalah cantik dan ganteng dari kedua orang tuanya.Ayu tersenyum begitu mania, dia juga sangat menantikan hari ini.Akhirnya semua mimpi-mimpinya tercapai apalagi disampingnya ada seseorang yang dia cintai yang kini sudah menjadi suaminya.Setelah ini dia bisa tinggal bersama suaminya tidak ada lagi jarak yang memisahkan mereka.
Mereka semua berangkat ke kampus Ayu, sampai di gerbang Ayu melihat Heni bersama kedua orang tuannya.Ayu memberi salam kepada orang tua Heni yang sudah seperti saudaranya sendiri.
" Hallo tante, om apa kabar?" tanya Ayu
" Hallo Ayu, kabar kami baik, aku dengar dari Heni kamu menjadi siswa kedokteran yang hebat tahun ini." kata papa Heni
Ayu tersenyum, mereka semua masuk kedalam gedung karena acara akan dimulai sebentar lagi.Ayu tidak ingin melewatkan satu detikpun jadi dia bergegas masuk kedalam gedung.
Para siswa calon dokter dan beberapa jurusan lain sudah berkumpul setidaknya ada 400 siswa lebih yang akan diwisuda hari ini.Jantung Ayu berdetak sangat cepat menjelang detik-detik giliran dia mendapat sertifikat dan dinobatkan menjadi siswa kedokteran terbaik tahun ini.
Ketika nama Ayu dipanggil dia segera maju kedepan.Meskipun wajahnya terlihat sangat gugup tapi wajahnya masih terlihat senyuman manis diwajahnya.
Akhirnya Ayu lulus dari kampus kedokteran dan sekarang dia telah menjadi dokter yang hebat yang bisa bekerja dan mengamalkan ilmunya kepada masyarakat.
" Selamat sayang, kamu sudah lulus." kata mama Ayu sambil memeluk Ayu
Tidak hanya Ayu tapi kedua orang tua Ayu juga terlihat sangat bahagia.Akhirnya mereka bisa melihat Ayu diwisuda.Bagi mereka ini semua sudah menjadi kebanggaan tersendiri, apa lagi papa Ayu yang terus saja tersenyum dari tadi.Dia juga beberapa kali menepuk pundak Boy karena telalu bahagia
Saat mereka sedang mengambil beberapa foto dengan gagah papa Ayu berdiri disamping Ayu bersama istri dan menatunya.Setelah melihat hasil fotonya tiba-tiba air matanya menetes.Ayu yang melihat papanya menitikan air mata segera menghampiri dan memeluk papanya.
Dia tahu papanya menangis karena bangga kepada dirinya, dia juga berterima kasih kepada papanya berkat papa dan mamanya juga lah dia bisa sampai dititik ini.
BERSAMBUNG