AYU

AYU
Ayah dokter Fahri



Hari demi hari Ayu lewati dirumah sakit kadang suka kadang duka, Ayu tetap bersyukur dia bisa berada disini, ditengah-tengah orang yang menyayanginya.


Disini Ayu berasa menjadi seorang dokter yang sesungguhnya.Semua orang mulai menyukai Ayu karena dia baik kepada semua orang dan ramah kepada semua pasien.


Banyak pasien yang ingin diobati oleh Ayu karena keramahannya.


Tinggal sebentar lagi Ayu berada disini.Pagi-pagi sekali Ayu sudah sampai dirumah sakit.Dia bahkan meninggalkan Dwi yang masih tertidur dan Juna yang biasa memberinya tumpangan. Ayu menghela nafas panjang dia melihat lorong yang masih sepi.


" Dokter Ayu," kata Seorang suster


" Suster Ana, kenapa sudah datang." kata Ayu


" Ini saya malah baru mau pulang dok, saya dapat sip malam." kata Ana


" Dokter pagi-pagi sudah sampai disini apa ada pasien?" Ana melihat masih sangat sepi dirumah sakit.


" Tidak aku hanya ingin saja." kata Ayu sambil tersenyum tapi matanya terlihat sendu


" Dokter, kalau saya boleh bertanya, saya ingin menanyakan sesuatu."kata Ana


"iya, ada apa Ana?" tanya Ayu


Wajah Ana terlihat ragu untuk berbicara, dia menatap Ayu tapi tidak mampu membuka mulutnya.


Ayu menatapnya penasaran bertanya-tanya dalam hati sebenarnya apa yang akan ditanyakan Ana sampai dia ragu untuk membuka mulutnya.


"Ana bicaralah, apa yang ingin kamu tanyakan?" kata Ayu


"Sebelumnya aku minta maaf dok, dokter Ayu istri dari dokter Boy dari rumah sakit x kan?" tanya Ana


" Iya apa kamu mengenalnya?" Ayu melihat Ana menunduk dia terlihat takut yang membuat Ayu semakin penasaran.


Ana menelan ludah, dia bersiap untuk mulai berbicara lagi, tapi tiba-tiba Dwi datang dari pintu depan.


"Ayu kenapa kamu meninggalkanku?" kata Dwi yang terlihat sedikit kesal


" Aku pikir kamu pulang kerumah karena kangen suamimu." Dwi terdiam ketika melihat Ana berdiri didepan Ayu.


"Apa aku mengganggu." kata Dwi


"Tidak,"kata Ayu


"Oh ya, kamu mau bilang apa tadi?" Ayu melihat ke arah Ana


"maaf dok aku lupa, nanti aku akan bicara lagi dengan dokter." kata Ana sambil buru-buru meningglkan Ayu dan Dwi.


Ana meninggalkan Ayu dan Dwi sambil berjalan sedikit lebih cepat, dia terlihat sangat aneh dan mencurigakan Ayu semakin penasaran apa yang sebenarnya ingin dibicarakan oleh Ana kepadanya, dia sempat menyinggung Boy mungkin kah dia tahu sesuatu tentang Boy, semua pemikiran itu ada dipikiran Ayu yang membuatnya tidak fokus pada pekerjaannya.


"Ada apa, apa ada masalah." kata Juna


"oh...tidak, maafkan aku, apa yang harus aku kerjakan?" kata Ayu


" kita akan keruangan inap satu dan empat untuk memeriksa pasien, bawa data-datanya." kata Juna


Ayu membawa map yang berisi data-data pasien ditangannya.Mereka pergi keruangan inap satu untuk memeriksanya.Pasien sakit usus buntu baru kemarin menjalani operasi,Juna melihat luka operasi sudah kering atau belum dibantu oleh Ayu.


" Kenapa kamu tidak fokus hari ini, apa ada yang sedang menganggu pikiranmu?" tanya Juna


" Bukan hal penting, tapi sedikit mengusik pikiranku." kata Ayu


" Apa itu?" tanya Juna.


Ayu hendak menjawab pertanyaan Juna, tapi tiba-tiba seorang pasien datang.Yang membuat Ayu terkejut Dokter Fahri datang bersama pasien tersebut, wajahnya terlihat sangat khawatir.


Ayu masih binggung, dia belum mendapat jawaban siapa sosok laki-laki yang baru saja masuk rumah sakit ini, kenapa terlihat begitu penting pikiran Ayu terus saja melayang kemana-mana mencari jawaban.


Suasana sedikit lebih tenang ketika pasien sudah mendapat pengobatan, meskipun belum sadarkan diri tapi terlihat sudah stabil.


Dari arah depan datang Difa, dia langsung menuju ruang IGD mencari sosok laki-laki tua yang baru saja masuk rumah sakit.


Ayu semakin penasaran melihat Difa terlihat sangat cemas, sambil memegang perutnya Difa terlihat berlari kecil.


Ayu berlari mendekati Difa.Dia melihat Difa sedang berbicara dengan dokter Edo dan Fahri yang masih ada didalam.Mereka terlihat sangat serius, wajah Difa terlihat putus asa sambil duduk disamping pasien dan mengenggam tangan pasien.


Fahri yang terlihat sedikit lebih tegar tampak berdiri dan memeluk Difa yang tengah duduk disampingnya.


Ayu menghentikan suster Ina yang berjalan melewatinya.


" suster, apa yang terjadi, siapa laki-laki yang baru masuk itu, kenapa semua terlihat sangat sedih?" tanya Ayu


" Beliau adalah dokter Yudi, ayah dari dokter Fahri dan juga pemilik dari rumah sakit ini." kata Ina


Ayu diam sambil melihat kedalam, dia baru tahu mengapa semua terlihat sangat sedih apa lagi Fahri dan Difa.Meskipun terlihat tegar, Ayu masih bisa melihat rasa kesedihan dalam diri Fahri.


" Oh ya terima kasih, maaf aku tidak tahu." kata Ayu


Suster Ina pergi meninggalkan Ayu.Juna datang mendekati Ayu.


" Dokter Yudi adalah pemilik dan pendiri rumah sakit ini, dia dulu dokter yang hebat disini, tapi tiga tahun terakhir dia sakit diabetes dan penyakit itu menyerangnya dengan cepat." Kata Juna


Ayu terdiam melihat semua orang berusaha mendekati ruangan pak Yudi mencari tahu bagaimana kondisi dari pak Yudi.


Banyak alat yang dipasang ditubuh pak Yudi yang masih belum sadarkan diri.Wajahnya tampak begitu pucat tubuhnya lemas tidak berdaya.Difa yang duduk disamping pak Yudi terlihat masih memegang tangan pak Yudi sambil air matanya masih meleleh dipipinya.


" Kamu harus kuat, tidak akan terjadi apa-apa kepada ayah." kata Fahri sambil menepuk pundak Difa


Difa tidak menjawab dia hanya diam sambil melihat sang ayah mertua yang terbaring ditempat tidur tidak berdaya.


Meskipun pak Yudi masih tidak sadarkan diri, tapi kondisinya berangsung stabil.



" Dimana istri pak Yudi?" tanya Ayu sambil berbisik kepada Juna


" Beliau sudah meninggal 4 tahun yang lalu, karena meninggalnya sang istri pak Yudi tidak memperhatikan kesehatannya dan jadilah seperti ini." kata Juna


" Apa kak Fahri memiliki saudara lain?" tanya Ayu


" Tidak ada hanya dokter Fahri anak satu-satunya pak Yudi." kata Juna


" Lantas dengan siapa beliau tinggal?" tanya Ayu lagi


Juna melihat kearah Ayu, dia tersenyum melihat wajah Ayu yang penuh dengan pertanyaan.


Ayu memalingkan wajahnya karena malu sejak tadi bertanya banyak hal kepada Juna.


" Pak Yudi tinggal sendiri di rumahnya, beliau tidak tidak ingin menjadi beban anak-anaknya.kadang kala dokter Fahri dan Difa berkunjung kerumah beliau untuk melihat keadaan beliau." kata Juna


Ayu diam, dia melihat kedalam ruangan pak Yudi kembali.Ayu menghela nafas dan pergi meninggalkan tempatnya berdiri sedari tadi.


" Ada yang kamu tanyakan lagi?" kata Juna sambil mengejar Ayu


" kamu mengejekku ya." kata Ayu sambil tersenyum


Juna hanya tersenyum dan berjalan disamping Ayu menuju ruangannya.Dalam hati Ayu masih banyak pertanyaan yang ingin tahu bagaimana hubungan sang anak dan ayah yang tinggal berjauhan.Dia membandingkan dengan keadaannya yang tinggal berjauhan dengan sang suami dan orang tuanya sangat menyedihkan apalagi ketika sang ayah sakit seperti pak Yudi.