
Pak Udin telah mengantar Boy sampai dirumah sakit dimana Ayu belajar dan bekerja selama di kota ini.
Boy masih tertidur, karna memang perjalanan yang sangat panjang membuat Boy tertidur dengan pulasnya.
" Tuan sudah sampai." kata pak Udin
" Iya....maaf aku ketiduran." kata Boy sambil merapikan baju dan barang-barang bawaannya.
"Tidak apa-apa anda terlihat sangat lelah." kata pak Udin.
" Oh ya pak...bapak tahu tidak dimana para mahasiswa yang bekerja disini tinggal.?" tanya Boy
" Biasanya sih tinggal diasrama sebelah sana tuan.kemarin saya juga mengantar tiga mahasiswa kesana." kata pak Udin
" Oh...terima kasih pak." kata Boy
Boy berjalan masuk kedalam rumah sakit, sudah banyak dokter maupun suster yang sudah pulang hanya ada beberapa dokter jaga dan beberapa suster.
Boy sempat bertanya kepada seorang suster tetang keberadaan Ayu, tapi suster itu tidak tahu karena mereka berbesa sip.
Boy keluar dan berjalan keasrama yang ada didekat rumah sakit dia bertanya kepada penjaga asrama tentang Ayu.
seorang wanita paruh baya yang berjalan disekitar Boy berhenti dan melihat kearah Boy.
" Mas...cari dokter Ayu." kata seorang wanita paruh baya.
" Iya anda kenal." Kata Boy sambil menunjukan foto Ayu yang ada diponselnya.
" Iya ini mbak Ayu, calon dokter muda dari kota itu kan." kata wanita itu.
" Nama saya Santi.Saya suster yang bekerja dengan mbak Ayu.Dia tidak tinggal diasrama ini mas.Dia tinggal bersama dokter Fahri dirumahnya." kata Santi
" Apa..." Boy kaget mendengar Ayu tinggal bersama kali-laki lain.
" Mbak Ayu dan teman-temannya tinggal bersama dokter Fahri dan istrinya. kata Santi
" Oh..." kata Boy sambil menghela nafas panjang
Boy meminta alamat dokter Fahri dan segera menuju kesana, dia sudah tudak sabar ingin melihat wajah istrinya yang sangat dia rindukan.
Tidak butuh waktu lama untuk sampai dirumah dokter Fahri hanya beberapa menit dari asrama rumah sakit.
Boy mengetuk pintu rumah dokter Fahri.Dari dalam terdengar suara gaduh,karena mereka sedang berkumpul menghabiskan waktu bersama.
Difa keluar membuka pintu.Dia melihat sosok laki-laki yang tengah berdiri didepan pintu dengan membawa tas.
" Siapa.?" tanya Difa
" Saya Boy, saya datang mencari istri saya Ayu." kata Boy
Dari mendengar namanya saja Difa sudah tahu kalau dia adalah suami Ayu, tapi yang membuat dia kaget kenapa suami Ayu datang kerumahnya.
Difa tersenyum dia masuk kedalam dan memanggil Ayu.
" Ayu ada tamu untukmu." kata Difa
"Siapa dok?." tanya Ayu
Karena Difa tidak menjawab, Ayu langsung bergegas keluar melihat siapa yang mencarinya.
Difa melihat Ayu keluar, setelah Ayu tidak terlihat dia menunduk dan berbisik kepada yang lain.
" Kalian tahu siapa yang datang?" kata Difa
"Siapa.?" tanya Dwi
" Suaminya.!" kata Difa
Seisi ruangan menjadi sunyi, rasa tidak percaya memenuhi seisi kepala mereka.Apalagi Juna, dia kaget mendengar Boy datang kesini menemui Ayu.Wajahnya seketika berubah menjadi murung.
Ayu keluar dan melihat siapa yang mencarinya.Betapa kagetnya Ayu melihat Boy tengah berdiri didepan pintu menantikannya.
Boy mengulurkan tangan kepada Ayu, dengan senyuman Ayu berlari menghampiri Boy dan langsung memeluknya.
Boy membalas pelukan Ayu dengan hangat dia juga mencium kening Ayu dengan lembut.
" Aku sangat merindukanmu." kata Ayu sambil terus memeluk tubuh sang suami.
Dokter Fahri, dan yang lain mengintip dari dalam.Dwi dan Adam ingin memastikan kalau yang datang benar-benar Boy suami Ayu.Sedang kan dokter Fahri ingin melihat bagaimana wajah suami Ayu.
Disini yang paling sedih adalah Juna, dia terus menatap Ayu dan Boy yang sedang berpelukan, matanya tampak berkaca-kaca.
Entah apa yang ada didalam hati Juna, dia menghela nafas panjang dan mencoba memperlihatkan senyumannya.
" kenapa kalian berdiri disini saja, suruh tamu kita masuk." kata Juna
Dwi dan Adam keluar menghampiri Ayu dan Boy.Dia tampak sedang bercengkrama bersama saling bertukar kabar.
" Kamu tidak apa-apa.?" tanya Doktet Fahri kepada Juna
" Tidak apa-apa." kata Juna sambil tersenyum
Juna berjalan keluar menemui Boy.Dia menghela nafas panjang dan berusaha menyembunyikan perasaannya.
" Boy...kamu datang melihat istrimu.?" kata Juna
Semua orang disana tiba-tiba melihat kearah Juna, mereka heran bagaimana bisa Juna mengenal Boy dan sejak kapan mereka saling mengenal.Jangankan Dwi dan Adam bahkan Ayu juga tidak tahu kalau Boy dan Juna saling mengenal.
" Juna...kamu disini.?" kata Boy sambil menjabat tangan dan memeluk Juna.
" sejak kapan kamu disini, kenapa saat pesta pernikahanku kamu tidak datang.? kata Boy
"Maafkan aku, waktu itu aku harus segera tiba disini jadi aku tidak sempat datang kepesta pernikahan kalian." kata Juna
" Kamu kenal dokter Juna.?" kata Ayu
Semua orang tampak diam dan memperhatikan serta mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh mereka.
" Awalnya dia adalah temanku, tapi kemudian dia menjadi seniorku, meskipun dia sangat muda tapi dia sangat pandai dan berbakat dengan sekejap dia sudah setingkat lebih tinggi dari aku." kata Juna
Juna tidak membalas atau berkata apapun dia hanya tersenyum dan mengajak Boy masuk kedalam.Meskipun Boy sudah menjelaskan sedikit bagamana mereka saling mengenal tapi rasa penasaran mereka belum berkurang.
" Bagaimana kamu bisa tahu Ayu ada disini.?" tanya Juna
" Aku tahu dari seorang suster yang bekerja dirumah sakit, katanya dia kenal dan berkerja bersama Ayu dirumah sakit." kata Boy
Semua orang duduk disofa yang ada diruang tamu, tanpa berbicara apa pun mereka memperhatikan dan mendengarkan apa yang dibicarakan oleh Boy dan Juna.Sama- sama pria yang sempurna dan tampan dan sama-sama menyukai satu wanita.
Difa berdiri, dia pergi kedapur mengambilkan beberapa minuman dan cemilan untuk mereka. Dengan sekejap Boy sudah akrab dengan yang lain mungkin karena satu profesi jadi saling memahami.
" Kalau aku tahu kamu disini, aku tidak akan khawatir." kata Boy
Juna menatap Boy, dia tahu apa maksud kata-kata Boy tapi dia berusaha menutupi dan bertanya apa yang dimaksud oleh Boy.
" Maksud kamu.?" kata Juna
"Selama Ayu disini aku titip dia, tolong jagakan dia untukku.!" kata Boy
Semua mata menatap Boy, mereka semua terkejut mendengar kata-kata Boy.Meskipun Boy tidak berkata seperti itu mereka semua akan saling menjaga.Tapi yang membuat mereka heran sejak kapan Boy begitu khawatir dengan Ayu, bahkan wajahnya yang judes jelas telihat diwajahnya.
" Hahaha...tenanglah Boy, aku akan menjaga Ayu selama dia disini, aku dan istriku sudah menganggapnya sebagai adik kami sendiri." kata dokter Fahri.
" Terima kasih dok." kata Boy
" Berapa hari kamu akan tinggal disini, aku akan menyiapkan kamar untukmu." kata Difa
" Aku hanya tinggal dua hari disini, tidak usah aku akan membawa Ayu selama dua hari menghabiskan waktu bersama." kata Boy sambil mengenggam tangan Ayu
" Apa boleh Ayu ijin dua hari menemaniku selama aku disini." tambah Boy
" Tentu saja, nikmatilah waktu bersama kalian." kata dokter Fahri sambil tersenyum
Mereka berbincang cukup lama, kadang terdengar gelak tawa dan candaan.Setelah cukup malam Boy ijin membawa Ayu keluar dan menginap disalah satu penginapan yang ada disana.
Mereka ingin menghabiskan waktu bersama dan tidak ingin menganggu semuanya.
Rindu Boy dan Ayu telah terobati tapi kerinduan mereka telah membawa luka dihati Juna.Hanya Juna yang tahu bagaimana hatinya hancur melihat mereka pergi meninggalkan rumah Dokter Fahri, hatinya sakit membayangkan apa yang akan terjadi.
BERSAMBUNG