
Beberapa bulan berlalu, Ayu sudah terbiasa dengan kehidupannya, setiap pagi dia jalan-jalan bersama tetangganya.Warga sangat menyukai sifat Ayu yang baik dan mudah bergaul, banyak yang suka berteman dengan Ayu.
Hari ini papa dan mama Ayu berencana pergi mengunjungi Ayu, mereka sudah sangat rindu dengan anak semata wayangnya itu.Meskipun Ayu sering menelepon dan memberi kabar tapi mereka tidak puas sebelum bertemu dengan anak mereka itu.
" Pa...sebaiknya kita telepon mereka dulu, kalau kedatangan kita mengganggu mereka bagaimana?" kata mama Ayu
" Tidak usah, kita buat kejutan untuk mereka." kata papa Ayu
Dengan perasaan yang senang papa dan mama Ayu berangkat kekota X untuk bertemu dengan Ayu dan Boy.Mama Ayu terlihat sangat senang sepanjang perjalanan senyuman tidak pernah lepas dari bibirnya.
Akhirnya mereka sampai dibandara.Mama Ayu menelepon mencari tahu dimana keberadaan Ayu saat ini dan Ayu menjawab kalau dia sedang berada dirumah sakit untuk bekerja.
Papa dan mama Ayu menuju rumah sakit dimana Boy bekerja, Ayu memberitahu kepada kedua orang tuanya kalau dia bekerja dirumah sakit yang sama dengan suaminya.Kalau mereka tahu Ayu bekerja dirumah sakit kecil tentu saja mereka akan kecewa dan tidak memperbolehkan Ayu bekerja disana.
Disisi lain Boy dan Novi sedang bertengkar dihalaman rumah sakit dimana Boy bekerja tanpa mengetahui kalau orang tua Ayu sedang menuju kesana.
" Sayang...jangan marah lagi, bukannya aku tidak cinta lagi kepadamu.Aku hanya belum bisa melepaskan Ayu." kata Boy
" Kamu serakah sekali, tidak hanya aku kamu juga ingin terus mempertahankan istri kamu itu." Novi terlihat sangat kesal.
" Maafkan aku, aku akan meluangkan waktu lebih banyak lagi.Saat ini Ayu sedang sibuk-sibuknya jadi kita bisa bersama lebih lama." kata Boy
" Benarkah, hari ini kamu akan kerumahku kan?" kata Novi
Boy mengangguk dan Novi pun memeluk Boy dan menciumnya.
BRUUUUKK...
Suara koper terjatuh, bertapa syok dan terkejutnya papa dan mama Ayu melihat Boy sedang bermesraan dengan gadis lain didepan matanya.
Boy melihat kearah samping, senyumannya berubah terkejut melihat kedua orang tua Ayu sedang berdiri didepannya.Boy melepas pelukan Novi sedangkan Novi yang tidak tahu kalau itu kedua orang tua Ayu hanya diam melihat mereka tanpa merasa bersalah.
" Ma...pa...kapan kalian datang." kata Boy
Mendengar kata-kata Boy, Novi sudah bisa mengira dari raut wajah Boy dan kedua orang tua yang berdiri tidak jauh darinya itu adalah orang tua Ayu.
Mama Ayu mendekat,
PLOOOOK....
Sebuah tamparan keras mendarat dipipi Boy.Meskipun marah tapi air mata mama Ayu terus saja mengalir dari kedua matanya.
Dia masih tidak percaya kalau Boy memiliki wanita lain dibelakang putrinya.
" Dimana Ayu?" tanya papa Ayu
" Dia bekerja dirumah sakit Y." kata Boy
" Pantas saja kamu bisa bermesraan seperti saat ini, jadi kalian tidak bekerja satu rumah sakit.Jangan-jangan kamu sudah mempunyai hibungan dengan wanita ini ketika Ayu belum menyelesaikan studynya." kata Papa Ayu yang terlihat sangat marah.
" Maafkan aku pa?" kata Boy
"Dasar kamu wanita murahan, tidak tahu diri, apa kamu tidak tahu kalau laki-laki didepan kamu ini sudah memiliki seorang istri.Masih saja kamu mengoda dia." kata mama Ayu yang sama marahnya dengan papa Ayu
Novi tidak tahan mendengar perkataan orang tua Ayu dia menangis dan pergi meninggalkan tempat itu.
"Sekarang antar kami menemui Ayu." kata papa Ayu
"Benar yang aku khawatirkan dulu, ternyata kamu bukan pria baik-baik." kata mama Ayu
Boy hanya menunduk, dia merasa bersalah tapi bagaimana pun dia tidak bisa membohongi hatinya dia memang memiliki hubungan dengan Novi tapi rasa cintanya kepada Ayu tidak berubah sama sekali.
"Maaf ma, aku tidak bermaksud menyakiti Ayu tapi aku tidak bisa mengelak kalau dihati Boy memang ada dua wanita yang Boy cintai.Boy tidak akan pernah menyakiti Ayu...Boy janji." kata Boy
"Sekarang antar aku menemui Ayu, sekarang." bentak Papa Ayu
Boy menunduk dan pergi keparkiran mengambil mobilnya.Orang tua Ayu datang untuk memberi sebuah kejutan tapi malah mereka yang mendapat kejutan yang sangat luar biasa.
Dalam perjalanan tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut mereka hanya amarah yang terlihat dari wajah orang tua Ayu saat ini.
Sedangkan dirumah sakit Ayu sedang mengoperasi pasien usus buntu.Dia yang seorang dokter bedah memang bertugas dengan hal-hal yang berhubungan dengan operasi-operasi seperti ini.
"Kenapa, apa dokter Ayu merasa tidak enak badan?" tanya seorang suster.
"Tidak apa-apa, hanya sedikit pusing aku akan segera menyelesaikannya." kata Ayu
Setelah menyelesaikan operasi itu, Ayu keluar dari ruang operasi wajahnya terlihat sangat pucat.Dan tiba-tiba Ayu pingsan didepan pintu ruang operasi.
"Ayu kamu kenapa.?" teriak Ana dan langsung menghampiri Ayu
Ayu dibawa keruang IGD, disana Ayu diperiksa.Ana mengambil ponsel Ayu dan menelpon Boy kalau Ayu jatuh pingsan.
Boy yang bersama dengan kedua orang tua Ayu, mereka sangat khawatir.Boy menyetir dengan sangat cepat, jarang rumah sakit Ayu dan Boy sebenarnya tidak jauh hanya saja jalanan yang macet membutuhkan waktu untuk sampai disana.
Mereka sudah sampai dirumah sakit dimana Ayu bekerja.Setelah memarkir mobilnya Boy berlari menuju ruangan IGD mencari Ayu.
Boy melihat Ayu masih belum sadarkan diri.
" Apa yang terjadi dengan istri saya?" tanya Boy yang terlihat sangat cemas.
" saya orang tuanya apa yang terjadi dengan putri kami?" tanya Mama Ayu
" Dokter Ayu baik-baik saja, ada kabar bahagia.Saat ini dia sedang mengandung." kata Ana
Orang tua Ayu kaget, padahal mereka datang untuk memberitahu Ayu kalau Boy berselingkuh.Mereka ingin Ayu menceraikan Boy.Tapi saat ini Ayu sedang hamil bagaimana mereka harus memberitahu Ayu yang sebenarnya.
"Tapi ada sedikit masalah, sepertinya kandungan Ayu sangat lemah, sebaiknya dia harus menjaga baik-baik kesehatannya dan jangan sampai ada sesuatu yang mempengaruhi pikirannya." Kata Ana
"Baiklah aku akan meninggalkan kalian." Ana meninggalkan Ayu bersama keluarganya.
"Ma...pa...Boy mohon demi anak Boy dan Ayu jangan bilang apa-apa kepada Ayu.Boy berjanji akan meninggalkan Novi dan hanya mencintai Ayu." Boy terus menggenggam tangan Ayu
Papa dan mama Ayu tertegun, dia melihat kondisi Ayu yang masih berbaring lemah.Dia tidak ingin terjadi sesuatu kepada Ayu dan calon cucunya.
Tiba-tiba Ayu membuka matanya, dia melihat Boy berada disampingnya dan kedua orang tuanya juga.
"Ma...pa...kapan kalian tiba apa yang terjadi kepadaku." kata Ayu sambil mencoba duduk
"Sebenarnya mama datang untuk memberi kejuta, tapi malah mama dan papa diberi kejutan yang kuar biasa." kata mama Ayu sambil melihat kearah Boy
Boy terdiam dan menunduk, sedangkan mama Ayu terlihat sangat marah ketika dia berbicara.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" Ayu menatap mamanya menantikan sebuah jawaban
Boy menutup matanya, dia tidak sanggup mendengat mama mertuanya memberitahu Ayu apa yang dilihat kedua orang tuanya tadi.
"Mama bahagia karena kamu akan memberikan seorang cucu kepada kita, ya kan pa." Mama Ayu menatap sang suami dengan senyuman
"Selamat sayang." mama Ayu memeluk Ayu dengan erat.
Kali ini mereka harus menahan emosi dan mencoba percaya kepada Boy demi anak dan cucu mereka dan semoga kata-kata Boy bisa dipegang.
BERSAMBUNG