
Rumah Atu dan Boy lumayan besar, rasanya rumah hari ini sepi sekali entah karna tidak banyak orang yang ada didalamnya atau entah karna apa.
Ayu mengeringkan rambutnya sambil menatap dirinya dicermin. Dia melihat wajahnya dengan begitu lama entah kemana pikirannya pergi tatapannya terlihat kosong.
" Apa sebenarnya yang dilihat Boy dari wanita itu, apa kau terlihat jelek sekarang." gumam Ayu sambil menyerongkan wajahnya ke kiri dan ke kanan.
Ayu menghela nafas panjang lalu berdiri, dia kembali melihat tubuhnya yang sekarang memang terlihat sedikit lebih gendut. Apa lagi sekarang setelah memiliki Zayn dia tidak terlalu memperhatikan penampilannya. Dia juga jarang keluar.
Tidak lama kemudia mama Ayu sambil mengendong Zayn masuk kekamar. Pelan-pelan meletakkan Zayn yang sudah tertidur diatas kasur.
" Kenapa sayang?" tanya mama Ayu sambil membantu merapikan rambut Ayu yang terurai panjang.
Ayu hanya diam memperhatikan mamanya dicermin sambil tersenyum manis kepada mamanya itu. namun senyuman Ayu terlihat hambar, mama Ayu sangat mengenal anaknya. Pelahan dia duduk disamping Ayu dan menggenggam tangan Ayu.
" Ada apa? katakan kepada mama." bujuk mama Ayu
" Tidak ada apa-apa ma..." Ayu menggenggam tangan mamanya mencoba meyakinkan mamanya.
" Sepertinya aku harus memotong rambutku ma." Ayu mencoba menghalihkan pembicaraan agar mamanya tidak curiga.
" Terserah kamu sayang... tapi apa kamu yakin? kamu tidak pernah membiarkan rambutmu pendek kan, bukankan katamu Boy sangat menyukai rambut panjangmu." Mama Ayu masih melihat keraguan diwajah anak sematang wayangnya itu.
Ayu berdiri dan berjalan mendekat ketempat tidur dan duduk disamping Zayn yang sudah terlelap.
" Bukankah anakku terlihat sangat tampan ma." kata Ayu sambil terus menatap Zayn dan perlahan tanganya membelai kepala Zayn.
" Iya anakmu sangat tampan sayang." Mama Ayu duduk disamping Ayu dia merasakan memang ada yang berbeda dari Ayu.
" mungkinkah dia sedang ada masalah.." kata mama Ayu dalam hati.
"Sudah malam, Kita tidur yu ma."
Ketika Ayu berbaring disamping Zayn bersama mamanya. Tiba-tiba ponselnya berbunyi. pangilan dari Boy.
Sudah malam, tapi Boy masih sempat melalukan Vidiocall dengannya. Disana terlihat Boy sedang berada dikamar hotel, nampaknya dia baru saja sampai dihotel.
Boy memperlihatkan keadaan dihotel itu kepada Ayu, dia mencoba menyakinkan Ayu kalau dia hanya sendiri di dalam kamar itu dan dokter Firman sedang berada dikamar sebelah dengan rekannya yang lain.
Boy juga meminta Ayu untuk memperlihatkan zayn kepadanya. Dia bilang dia sangat merindukan putranya itu. Terlihat dari nada suara Boy, Boy sangat menyayangi Zayn dan merindukan dia.
Setelah menutup pangilannya. Dari belakang sebuah tangan merangkul tubuh Boy dan mendekap tubuh Boy dengan erat. Ya tangan itu adalah milik Novi yang ternyata sedang bersama Boy dikamar itu.
" Sayang.... bagaimana apa istrimu itu percaya kalau kamu sendiri dikamar ini?" tanya Novi
" semoga dia percaya." kata Boy sambil berbalik membalas dekapan Novi.
Malam ini terasa panjang untuk Boy dan Novi. Begitu juga dengan Ayu. malam yang sama-sama panjang untuk mereka dengan keadaan yang berbeda. Boy yang bersenang-senang dengan Novi, sedangkan Ayu yang berada dikota lain sedang memikirkan apa yang dilakukan suaminya diluar sana.
" Kenapa kamu belum tidur." tanya mama Ayu yang tiba-tiba terbangun dan membuat Ayu kaget.
" Ayu tidak bisa tidur ma..." kata Ayu sambil tersenyum namun sesaat setelah itu langsung menunduk menyembunyikan wajahnya.
Sebagai seorang mama, tentu saja mama Ayu tahu betut bagaimana anaknya itu saat ini. mungkin dia sedang ada masalah namun ragu untuk bercerita kepadanya. Perlahan mama Ayu menghela nafas panjang dan menepuk pundak anaknya.
" Sudah malam sebaiknya kamu segera tidur, besok mama akan mengajakmu jalan-jalan." kata Mama Ayu.
Ayu tersenyum dan berbaring kemudian perlahan memejamkan matanya. Dia berharap semoga semua mimpi buruk ini akan berakhir ketika dia membuka matanya besok pagi dan hari-hari yang indah akan kembali lagi dalam kehidupannya.
Tok...tok....tok....
Suara pintu diketuk beberapa kali, dilanjukan dengan suara yang memangil Boy dari luar. Terdengar suara dokter Ayub yang sedang berada diluar. Boy melihat jam pada ponselnya. Ternya waktu sudah menunjukan pukul 7 pagi. Sedangkan sebentar lagi akan ada rapat dirumah sakit Anugrah.
Boy membangunkan Novi yang tidur disampingnya. menyuruh Novi segera beranjak dari tempat tidur agar tidak dilihat oleh Dokter Ayub. Novi berajak ke kamar mandi sedangkan Boy berjalan ke pintu dengan hanya mengenakan bokser warna biru.
" Iya dokter Ayub..." kata Boy sambil menguap menunjukkan kalau dia baru saja bangun.
" Dokter Boy baru bangun bagaimana ini, bukankan sebentar lagi akan ada rapat sebaiknya dokter segara mandi dan bersiap-siap." kata Dokter Ayub sambil matanya mengintip kedalam kamar kemudian Boy menghalangi pandangan Ayub dengan tubunya.
Tidak lama setelah itu Boy menutup pintu dan menuju kamar mandi, terlihat Novi sedang duduk di bak mandi sambil kembali memejamkan matanya.
Boy tidak membangunkan Novi dia langsung mandi karna waktu terus berjalan. Sampai selesai mandi pun Novi belum bangun setelah berganti pakaian Boy mengedong Novi dan membaringkannya di tempat tidur agar tidur kembali dengan nyaman. Sebelum pergi Boy mencium kening Novi dan berjalan meninggalkan kamar itu. tapi belum sampai luar Novi bangun dan memangil Boy.
Setelah beberapa saat berlalu, ternyata yang bangun kesiangan bukan hanya Boy. Firman juga bangun kesiangan. Dia buru-buru mandi dan bergegas secepat mungkin. Dengan buru-buru Firman berjalan meninggalkan kamarnya. Memang kamarnya agak jauh dari kamar Boy dan rekan lainnya. karna dia memilih kamar yang menghadap sisi taman hotel.
Firman menghentikan langkah kakinya ketika didepannya terlihat Boy berada didepan pintu kamanrnya dan ada tangan yang merangkulnya dari dalam.
" Boy dengan siapa, mungkinkah Ayu ikut kesini." gumam Firman
Firman nampak ragu melangkahkan kakinya. Dia berhenti sejenak dan kembali mundur ketika melihat wajah wanita itu ternyata buka Ayu.
" Siapa wanita itu?" gumam Firman tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Dia bersandar pada dinding, sambil terus berfikir apa benar yang dilihatnya hari ini. apa dia salah lihat karena baru bangun dan terburu-buru. Firman kembali melihat Boy sudah berjalan pergi meninggalkan kamarnya. sedangkan wanita itu juga sudah masuk kedalam kamar, Firman melanjutkan langkahnya dan mengejar lif yang akan tertutup dilihatnya Boy sudah berada didalam lif itu.
Firman mencoba tersenyum kepada Boy, namun wajahnya terlihat berkeringat dan penuh tanda tanya benarkah apa yanv dilihatnya tadi.
...BERSAMBUNG...