AYU

AYU
Sibuk



Sudah sekitar 1 minggu Ayu mulai bekerja dirumah sakit sebagai asisten Dokter Juna, sebagai asisten dia selalu bersama Juna kemana pun.Dia membantu Juna menangani pasien-pasiennya.Dia juga banyak belajar banyak hal dari Dokter Juna.


" Kamu sudah melihat pasien dikamar 6." kata Juna


" Sudah...ini laporannya." kata Ayu sambil memberikan berkas pasien kepada Juna.


Juna mengambil laporan ditangan Ayu, dia kaget melihat laporan yang dibuat Ayu.Laporannya sangat rinci dan rapi Juna tersenyum dia tidak menyangka Ayu berkembang dengan sangat baik.


Setelah memberikan dokumen kepada Juna,Ayu melanjutkan membaca laporan.Wajahnya terlihat sangat lelah, bahkan ada kantong mata dibawah matanya.


Juna kembali kedalam ruangan Ayu menghela nafas panjang dan meletakkan laporan diatas mejanya.Dia melipat tangannya dan tertunduk memejamkan matanya.



Sebenarnya Juna tahu kalau Ayu sangat lelah, dia melihat Ayu tertidur tapi dia membiarkannya bahkan terlihat senyuman diwajahnya.


" Hey...apa yang kamu lihat." Tiba-tiba dokter Fahri berada dibelakangnya mengagetkan Juna.


" Dokter Fahri...mengagetkan saja." kata Juna salah tingkah.


" Kamu lihatin Ayu, kamu suka dia ya." goda dokter Fahri.


Juna menghela nafas panjang dan berjalan menuju ruangannya.Dokter Fahri mengikuti Juna dari belakang.


Juna kaget melihat Dokter Fahri masih mengikutinya sampai kedalam ruangan.


" Ada yang bisa saya bantu dok." kata Juna


Dokter Fahri melipat tangannya dan mendekati Juna.


"Jujur padaku, apa kamu menyukai Ayu." Kata dokter Fahri


Juna masih saja diam menutup mulutnya, dia memang tidak pandai berbohong tapi dia juga tidak ingin mengumbar perasaannya.


" Aku tahu kamu suka Ayu, itu terlihat jelas diwajah kamu.Aku akan memberi tahu dia." kata Dokter Fahri sambil berbalik meninggalkan Juna


Juna berdiri mengejar dokter Fahri dan menghentikannya.


" Tunggu.!" kata Juna


" Baiklah, aku akan beritahu."


Juna mengajak dokter Fahri duduk disampingya.


" Benar aku suka Ayu, sangat suka." kata Juna


" kalau kamu suka cepat beritahu dia." kata dokter Fahri.


" Dengarkan dulu." kata Juna


" Aku sudah lama suka sama Ayu, tapi dia ditakdirkan bukan untukku."


Dokter Fahri masih binggung dengan ucapan Juna, dia semakin mendekat karena ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.


" Aku bertemu Ayu pertama kali ketika aku masih duduk dibangku SMA, saat itu Ayu masih duduk dibangku SMP. hari itu hujan turun begitu deras Ayu sedang berteduh didepan toko dan tidak membawa payung.Bajunya basah semua Ayu berusaha menutupi tubuhnya kerena dingin.Aku memberikan panyung ditanganku untuknya.dan mulai saat itu lah aku menyukai Ayu." kata Juna


" Kenapa tidak mengatakannya pada Ayu, dia pasti akan menerima orang baik seperti kamu." kata dokter Fahri.


" Aku terlambat, dia sudah menikah dengan orang lain." kata Juna


Dokter Fahri kaget, dia tidak bisa berkata apapun, dia hanya bingung sambil menatap Ayu yang masih tertidur dimeja.


" Dia...dia...Ayu sudah menikah.?" kata Dokter Fahri terbata-bata dia masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


Juna tersenyum, tapi hatinya masih sakit.Meskipun begitu dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi dia hanya bisa menerima kenyataan dan berusaha melepaskan dan mengeluarkan Ayu dari dalam hatinya.


Tapi ketika dia ingin melupakan Ayu, tuhan malah mengirimkan Ayu dekat dengannya.Ini lah yang membuat Juna tidak tenang.


Dokter Fahri keluar dari ruangan Juna, dia berhenti di depan meja Ayu dan melihat Ayu masih menutup matanya.Tapi tiba-tiba Ayu membuka matanya.Dia kaget melihat dokter Fahri berada didepannya, dia buru-buru bangun dan merapikan dirinya.


" Kamu lelah.?" kata Dokter Fahri


Dokter Fahri hanya tersenyum dan meninggalkan Ayu, dia melihat Juna yang masih mengintip dan melotot kearahnya.Dia juga tersenyum kepada Juna dan mengangguk tanda mengerti arti tatapan Juna kepadanya.


Dokter Fahri kembali keruangannya tiba-tiba Difa bersama beberapa suster membawa pasien ke UGD Dokter Fahri melepas jas dan membantu dokter Difa mendorong pasien keruangan operasi.



" Apa yang terjadi." tanya dokter Fahri


" Sepertinya pembuluh darah didalam perutnya telah pecah, dia sudah banyak mengeluarkan darah kita harus segera mengambil tindakan." kata Dokter Difa.


Tanpa mengulur waktu dokter Difa dan Fahri menangani pasien sedangkan Dwi menghubungi keluaraga pasien untuk menandatangani surat persetujuan bahwa rumah sakin akan melakukan tindakan lebih lanjut.


Adam melihat Doktet Fahri masuk kedalam ruangan dia juga bersiap masuk kedalam ruangan. Memang inilah tugas dia sebagai asisten seorang dokter.


Adam tidak setegar Ayu, dia terlihat masih takut dan engan mendekati para dokter diruang operasi.Bahkan ketika para dokter membedah pasien Adam sembat memalingkan wajahnya dan merasa mual.


Dokter Fahri melihat Adam berubah menjadi pucat, karena tidak ingin hal buruk terjadi kepada Adam dia menyuruh Adam keluar dari ruangan dan memangil Juna.


Adam bergegas keluar dan berlari keruangan Juna, dia menyuruh Juna pergi ke ruang operasi membantu Dokter Fahri.


Juna bergegas pergi bersiap dan masuk kedalam ruang operasi membatu dokter Juna dan Difa yang sudah ada didalam sejak tadi.


Ketika Juna membuka pintu dan melihat dokter Fahri dan Difa dia merasa binggung untuk apa dia masuk bukankan dokter Fahri dan Difa sudah sangat ahli dalam hal demikian.


"Ada infeksi dibangian lambung atas, kami sudah membersihkan lendir dan darahnya tapi sepertinya ini sudah cukup parah.Aku memangilmu kesini karena Adam dan Dwi belum siap dengan operasi seperti ini." kata dokter Fahri


Juna mengerti dia melihat kondisi pasien dan mulai ikut campur tangan.


Sudah hampir 3 jam operasi berlangsung, Ayu melihat dari kejauhan dia merasa sangat cemas bahkan tadi Juna belum sempat makan siang. Ayu takut terjadi apa-apa kepada Juna.


Akhirnya operasi berakhir, pintu terbuka dan para dokter mulai keluar.Ayu berjalan mendekat dia belum melihat dokter Juna keluar dari ruang operasi.


" Dokter Fahri, bagaimana operasinya.?" kata Ayu


" Sukses." kata dokter Fahri singkat


" Kamu mencari Juna?" dokter Fahri melihat mata Ayu melihat kesekeliling


" Iya, kenapa dia belum keluar, aku khawatir sejak tadi dia belum makan." kata Ayu


Tiba-tiba Juna keluar dari ruangan, dia melihat semua sedang berkumpul didepan pintu.


" Ada apa, kenapa kalian semua berkumpul disini.?" tanya Juna


" Ada yang sedang menunggumu." kata doktet Fahri sambil berjalan pergi


Ayu terdiam malu, sedangkan Juna melihat kearahnya.Entah apa yang dia rasakan senang atau apa hanya dirinya yang tahu.


" Ada apa, kenapa menungguku.?" tanya Juna


" Dokter belum makan, kita makan sama-sama yuk." kata Ayu


"Tapi aku masih sibuk." kata Juna


Ayu terdiam, dia kecewa karena Juna menolak ajakannya.Juna melihat wajah Ayu yang terlihat kecewa Ketika Ayu akan pergi meninggalkan Juna tiba-tiba perut Ayu berbunyi.


" Tunggu.!" kata Juna


Juna berjalan mendekati Ayu yang masih menunduk.


" Ayo kita makan bersama."


Ayu mengangkat kepalanya dan tersenyum.


" Baiklah, aku akan membereskan meja dan mengambil tasku." kata Ayu yang terlihat senang


Juna hanya tersenyum, meskipun gadis yang disukainya sudah menjadi milik orang lain, sudah sedekat ini saja dia sudah merasa bahagia.


BERSAMBUNG