
Ayu membuka matanya, dia mengingat-ingat kembali kejadian tadi malam.Dia sampai diasrama ini tengah malam tidak ada seorang pun diasrama,pada akhirnya ada seorang suster tua yang mengantar mereka kekamar.
Ayu melihat sekeliling, dia merasa lega melihat Dwi dan Adam sedang tidur tak jauh darinya.Ayu bangun dan membuka jendela kamarnya dia melihat anak-anak sedang bermain dilapangan tak jauh dari asrama itu.
Ayu pergi kekamar mandi, dia segera mandi meskipun air disana terasa dingin tanpa ada pemanas didalam kamar mandi.
" Wi...Dwi bangun." kata Ayu
" Dam bangun Dam."
Ayu mengoyang-goyangkan tubuh Adam dan Dwi yang masih tertidur dengan pulas.
Tiba-tiba Adam terbangun sambil berteriak.Dwi juga kaget mendengar teriakan Adam.
" Kita kesiangan cepat mandi dan berangkat ke rumah sakit." kata Ayu
Dwi dan Adam dengan gugup dan terlihat masih binggung itu segera pergi berebut menuju kamar mandi.
Setelah selesai dan berpakaian lengkap bak seorang dokter mereka pergi menuju rumah sakit yang tak jauh dari asrama itu dengan berjalan kaki.
Ketika matahari sudah bersinar, ternyata pemandangan disini sangat indah udaranya juga masih segar.
Mereka memasuki rumah sakit, terlihat sudah banyak suster dan pasien yang sedang mengantri.Meskipun rumah sakit ini terletak dipegunungan tapi banyak pasien yang datang kemari, benar sekali apa yang dikatakan oleh pak Udin tadi malam.
Mereka bertanya kepada suster yang sedang berjaga letak kantor kepala rumah sakit untuk melapor dan ingin belajar dirumah sakit ini.
Seorang suster menunjukkan letak kantor kepala rumah sakit.
Tok...tok...tok
Suara pintu diketuk dan mereka bertiga pun masuk kedalam kantor kepala rumah sakit.
Dr.Fahri saputra.
Dia adalah seorang kepala rumah sakit termuda yang pernah ada, bukan hanya muda tapi juga terampil.Dia baru saja menjabat sebagai kelapa rumah sakit sekitar tiga tahun lalu mengantikan pamannya yang tidak lain adalah pemilik dan pendiri rumah sakit ini.
Dulu dia seorang dokter dikota yang telah menjadi dokter yang sangat sukses disana, tapi dia memutuskan kembali kekota kecil ini karena sang paman sudah tua dan beliau secara langsung meminta dokter Fahri kembali dan memimpin rumah sakit ini.
Sejak saat itu rumah sakit ini sangat maju mengituki perkembangan layanknya rumah sakit yang ada dikota-kota besar.Semua alat-alat didatangkan langsung dari luar negeri.Sedangkan masalah bangunan saat ini sedang tahap perbaikan dan pengembangan.
"Selamat pagi dok, kami melapor untuk belajar dirumah sakit ini." kata Adam
" Nama saya Adam prasetio."
Adam prasetio
Seorang calon dokter yang seangkatan dengan Ayu.Sebelum Ayu menikah dia juga pernah menyukai Ayu meskipun Ayu tidak pernah menerima perasaan Adam.
Walaupun pernah ditolak oleh Ayu, Adam merasa tidak kalah dengan Boy jadi dia memutuskan ingin menjadi seorang dokter yang hebat sama seperti Boy.Dan sekarang dia tidak pernah memikirkan perasaannya kepada Ayu lagi, malah mereka sekarang berteman dan melupakan masa lalu.
Apalagi sekarang mereka ada didalam satu kelompok kerja, itu membuat pertemanan mereka semakin dekat.
"Nama saya Dwi fatmawati." kata Dwi sambil memberi salam.
Dwi adalah orang yang mudah berteman dan percaya kepada orang lain, dan sering kali dimanfaatkan oleh orang lain.
Tapi sejak dia dihianati oleh teman baiknya dia menutup diri dan memilih menyendiri sambil terus belajar dengan rajin.
Pada tahun ini Dwi mendapat nilai yang cukup baik, dia sudah merasa puas dengan peringkat tiga yang sudah dicapainya.Dia juga merasa sangat bahagia bisa datang ketempat ini bergabung dengan kelompok Ayu.
" Nama saya Ayu putri." kata Ayu
Setelah memperkenalkan diri mereka masing-masing dokter Fahri mengarahkan mereka dan memasangkan mereka dengan dokter yang sudah bekerja disini agar bisa membantu mereka.
Mereka akan mulai bekerja besok, untuk hari ini dokter Fahri memperbolehkan mereka untuk melihat-lihat rumah sakit ini dan sekitarnya agar lebih memahami lagi lingkungan mereka karena mereka akan tinggal dan bekerja disini selama 6 bulan kedepan.
" Kepala rumah sakit disini sangat muda, sepertinya aku akan betah." kata Dwi
" Aku tidak melihat dokter muda yang dibicarakan pak Udin." kata Adam
" Mungkin yang pak Udin maksud adalah dokter Fahri, bukankah dia masih muda.Sepertinya dia juga belum menikah." kata Ayu
" Dari mana kamu tahu."kata Adam
"Aku tidak melihat foto keluarga atau pacarnya didalam ruangan tadi." kata Ayu
Dwi merangkul Ayu pergi meninggalkan rumah sakit dan berjalan menuju asrama mereka.
Ketika dilihat lebih teliti lagi letak asrama itu memang betsebelahan dengan rumah sakit hanya taman bunga dan lapangan basket yang memisahkan keduanya.
Tapi ketika matahari menyinari bangunan itu, tetlihat dengan jelas bangunan itu sudah sangat tua dan hampir saja roboh.
" Apa kita tadi malam tidur dibangunan itu." kata Adam
" Hemmm."
Ayu dan Dwi mengangguk dan tertegun melihat bagunan didepan mereka.
Meskipun merasa takut tapi mereka tetap masuk da tinggal diasrama itu, itu mereka lakukan karena tidak memiliki tempat tujuan lain selain asrama ini.
Meskipun hampir roboh tapi ada beberapa suster yang masih tinggal disana karena juga tidak memiliki tempat tujuan lain.
"Nak...apa kalian tidak punya tempat tujuan lain, kalau ada pergilah dari gedung ini." kata seorang yang sudah tua berdiri disamping mereka
Mereka bertiga berbalik serentak karena kaget mendengar suara nenek itu.Ternyata nenek itu adalah suster yang mereka lihat tadi malam yang mengantarkan mereka menuju kamar mereka.
" Maafkan kami nek...tapi kami tidak memiliki tujuan sama sekali.: Kata Ayu
" Bolehlah kami tinggal disini sampai kami menemukan tempat tinggal lain." kata Adam
" Baiklah tapi kalian harus berhati-hati, jangan terlalu lama berada didalam gedung." kata nenek itu sambil pergi meninggalkan mereka.
Mereka bertiga masuk kekamar dan merapikan barang-barang mereka.Sedangkan Adam yang laki-laki sendiri terpaksa harus keluar mencari kamar sendiri.Meskipun Adam sudah bertanya kepada penjaga asrama tetap saja tidak ada kamar kosong lagi.
Asrama itu terdiri dari 3 lantai ada 12 kamar, namun dilantai ketiga tidak diperbolehkan ada penghuni melihat kondisi gedung yang tidak memungkinkan.Hanya lantai 1 dan 2 yang boleh ditinggali, ada 8 kamar dan semua sudah ditempati.
Seorang penjaga asrama bilang ada satu kamar yang dihuni oleh seorang laki-laki yang bekerja dirumah sakit sebagai tukang bersih-bersih.Meskin Adam berat tinggal sekamar dengan orang yang baru dia kenal,tapi dengan terpaksa dia pun mengiyakannya.
BERSAMBUNG