AYU

AYU
Operasi Besar



Sudah dua hari Boy berada dikota ini.Kini saatnya dia kembali kekota x untuk melanjutkan pekerjaannya.


Ayu memeluk tubuh suaminya itu dan engan melepaskannya.


"kalau saja aku bisa ikut denganmu." kata Ayu


" Maka kamu harus rajin belajar agar cepat lulus dan kembali kerumah kita." kata Boy sambil mengecup lembut kening sang istri


Ayu mengantar Boy sampai dibandara.Air mata nampak diujung mata Ayu, dia melambaikan tangannya sampai Boy masuk dan tidak terlihat lagi.


Ayu keluar dan mencari taksi untuk kembali kerumah sakit untuk bekerja lagi.


Didalam taksi dia melihat peaawat yang membawa Boy telah lepas landas meninggalkan kota ini.


" Halo nona, apa kabar." kata pak supir taksi itu


Ayu kaget dan melihat sambil meningat-ingat siapa pria yang sedang berbicara dengannya itu.


" Pak Udin." kata Ayu


" Benar nona." jawab pak Udin


" kalau boleh tahu anda kesini mengantar siapa.?" tanya Pak Udin


" Suami saya." kata Ayu


Pak Udin menenggok kebelakng memastikan apa yang didengarnya itu salah atau betul.


" maksud nona, nona sudah menikah." tanya pak Udin


" Iya benar." kata Ayu pelan


" Kenapa anda harus berpisah, maaf nona saya lancang." kata pak Udin sambil menundukkan kepalanya.


" tidak apa-apa pak Udin, dia adalah dokter yang harus bekerja dikota X, sedangkan saya harus menenuskan kuliah saya dan berlatih dirumah sakit X." kata Ayu


" Berarti pria tampan sore itu adalah suami nona." kata pak Udin


" Pak Udin pernah bertemu dengan suami saya.?" tanya Ayu


" Iya...kemarin saya mengantarnya kerumah sakit, saya pikir dia adalah dokter baru disana, kalau tahu dia kesini mencari nona, saya akan mengantarnya menemui nona." Kata pak Udin


Ayu tersenyum dan berterima kasih kepada pak Udin.Ayu menyandarkan kepalanya dikursi mobil dan memejamkan matanya.


Ayu tertidur, pak Udin mengantar Ayu kerumah sakit X.Dalam perjalanan wajah Ayu tampak senang bahkan pak Udin sempat melihat senyuman diwajah Ayu yang cantik.


Tidak lama mereka sampai dirumah sakit.Pak Udin membangunkan Ayu. Ayu keluar dan masuk kedalam rumah sakit, dia kaget mengapa banyak sekali mobil ambulan yang terpakir di halaman rumah sakit.


Ayu berlari masuk kedalam, dia berfikir ada banyak pasien yang datang kerumah sakit ini atau ada kecelakaan yang baru saja terjadi.


" Kak Wanda ada apa, apa yang terjadi.?" tanya Ayu


Wanda mau menjawab pertanyaan Ayu, tapi dokter Fahri datang dan menghampiri Ayu yang masih ngos-ngosan mengatus nafasnya.


" Kamu sudah datang, sebagai doktet bedah umum kamu harus masuk kedalam ruang operasi." kata dokter Fahri sambil pergi meninggalkan Ayu


" Apa yang terjadi dok.?" kata Ayu


" Kamu bisa bertanya kepada Adam dan Dwi." kata Dokter Fahri.


" Baik dok." kata Ayu kemudian bergegas menemui Adam dan Dwi diruangannya.



Ketika Ayu masuk kedalam ruangan Dwi dan Adam sedang sibuk melihat monitor mengamati dan mengecek beberapa organ pasien.


" Apa yang terjadi.?" tanya Ayu


" Ayu...kamu sudah datang, aku baru saja ingin menhubungimu.Ada seorang pasien yang terbentur saat kecelakaan kemarin dan sekarang dia sudah mati otak.Dokter Fahri dan Difa sudah menghungi keluarga pasien dan memberitahu kondisi pasien, keluarga sudah mengiklaskan pasien dan mendonorkan semua organ-organ kepada pasien yang membutuhkan." kata Dwi


Sebentar lagi operasi akan dimuali Ayu bersiap-siap untuk ikut berparti sipasi dalam operasi ini selain sebagai pengalaman serta bahan materinya, dia juga berkewajiban dalam operasi kali ini karena dia adalah salah satu dokter bedah umum dirumah sakit ini selain Juna


Ayu bersiap membersihkan tangannya dia melihat dan berpapasan dengan Juna, tapi kali ini ada yang berbeda Juna terlihat dingin kepadanya.Ayu mencoba menyapa dan memberi salam tapi dia sedang berbicara serius dengan salah seorang dokter disampingnya.


Semua doktet yang bersangkutan sudah berkumpul diruang operasi.Yang pertama kali diangkat adalah organ jantung maka hanya beberapa dokter ahli jantung dan pembantunya,sedangakan dokter ahli organ lain sedang mengamati dimonitor.


" Baik semua sudah siap, sebelum kita mulai mari sejenak kita menundukkan kepala mendoakan pasien agar diterima disisi allah SWT." kata Doktet Fahri.


Semua sejenak menundukkan kepala dan mendoakan pasien, setelah beberapa saat mereka bersiap menjalankan operasi.


Pisau bedah ditangan dokter Fahri siap membelah dada pasien.Dalam sekejam pisau itu sudah membelah dada pasien dan para dokter bersiap melakukan tugasnya masing-masing.


Jantung telah diangkat dan dimasukkan kedalam wadah khusus, setelah jantung diangkat kini menuju keparu-paru dokter ahli paru-paru masuk kedalam dan bersiap mengambil paru-paru sedangkan asistennya menyiapkan tempat.


Paru-paru sudah keluar dan dimasukkan kedalam wadah, sekarang beralih kehati, Dokter spesialis hati masuk kedalam ruangan dan menjalankan tugasnya.Dokter dan asistennya membawa keluar hati dan masuk ahli gijal bersiap dengan tempatnya.


Semua organ yang didonorkan telah keluar dari tubuh pasien kini semua bersiap masuk kedalam ambulan dan bergegas pergi kerumah sakit tujuan masing-masing dan siap memberikan organ-organ iti kepada pasien yang menatikannya disana.


Setelah selesai semua dokter menghela nafas panjang dan saling berterima kasih atas kerja keras mereka hari ini.


Ayu melirik Juna dia merasa ada yang berbeda dengannya.Bahkan dia tidak menyapa Ayu selama berada diruang operasi.


" Ada apa dengan dokter Juna.?'' bisik Ayu kepada Dwi sambil berjalan pergi menuju ruangan staf.


" Ada apa... " Dwi melihat kearah Juna yang berjalan keruangaannya.


" Jangan melihatnya." kata Ayu


" Kemarin baik-baik saja, tadi juga baik-baik saja." kata Dwi


" Tapi kenapa dia dingin sekali kepadaku." kata Ayu


sambil menghela nafas


Dwi berhenti dan menatap Ayu


" Kenapa.?" tanya Ayu


" Mungkin dia cemburu karena suamimu, kak Boy datang kemari kemarin." bisik Dwi


Ayu melihat Dwi dengan tatapan tidak percaya.


" Tidak mungkin." kata Ayu sambil pergi meninggalkan Dwi yang terus berbicara tidak jelas



Juna berjalan dia melihat Ayu tertidur dimeja, dia memdekat dan melihat lebih jelas wajah Ayu ketika tertidur.Dia merasa menyesal telah mengabaikan Ayu sehari ini kerena dia tidak bisa menahan rasa cemburu dalam hatinya.


Tapi dia juga tidak berhak marah, apalagi cemburu kepada istri orang lain.Dia mengelus rambut Ayu dengan lembut.


Tiba-tiba Ayu membuka matanya membuat Juna menjadi salah tingkat.


Ayu melihat Juna berada didepannya sedangkan tangannya sedang berada diatas kepalanya.Ayu bergesan bangun dan merapikan dirinya.


" Dokter Juna, apa apa...apa ada yang bisa saya bantu." kata Ayu


" Tidak." kata Juna sambil pergi meninggalkan Ayu


Tapi tiba-tiba langkahnya terhenti dan melihat kebelakang.


" Kalau lelah istirahatlah diruang staf, kamu terlihat berantakan." kata Juna


Ayu melihat dirinya dikaca jendela kalau dia tampak berantakan.Dia mendesah karena malu


BERSAMBUNG