AYU

AYU
Ujian



Hari demi hari berlalu, hari ini adalah hari dimana ujian akan dilaksanakan.


Ayu, Dwi dan Adam akan kembali kekotanya.Ayu tidak membawa banyak barang dia hanya membawa tas kecil yang berisi perlengkapan pribadinya.Karena mereka hanya akan berada disana 2 hari setelah itu mereka akan kembali lagi kesini.


Pagi-pagi sekali mereka sudah sampai dibandara.


" Tidak terasa tiga bulan berlalu begitu cepat." kata Adam


" Iya." jawab Dwi


Dwi dan Adam melihat kearah Ayu, Ayu terlihat tidak begitu senang, padahal ketika pertama kali dia sampai disini dia sudah tidak sabar datangnya hari ini.


" Kenapa.?" tanya Dwi sambil memegang tangan Ayu


" Tidak tahu kenapa, aku merasa berat meninggalkan kota ini." kata Ayu


Dwi dan Adam bersamaan melihat kearah Ayu, mereka bertanya-tanya apa yang terjadi dengan Ayu.Harusnya dia merasa senang bisa kembali kekotanya bertemu dengan kedua orang tua dan sahabatnya.


Akhirnya mereka naik pesawat.Ujian akan dilaksanakan pukul 11.00 dan ini masih pukul 08.00 mereka masih punya waktu untuk sedikit bersantai.


" Apa kamu gugup, kamu terlihat pucat." tanya Ayu sambil memeriksa keadaan Dwi yang duduk disanpingnya.


" Benarkah...aku memang sedikit gugup, disetiap ujian meskipun aku selalu lulus tapi nilaiku tidak begitu bagus aku takut kali ini akan terjadi lagi." kata Dwi.


" Kamu telah bekerja keras, kali ini nilai kamu pasti bagus." kata Ayu


" Lihatlah Adam yang begitu santai, bisa-bisanya dia tertidur disaat seperti ini." Ayu melihat kearah Adam yang duduk tidak jauh darinya.


Mendengar kata-kata Ayu, Dwi merasa sedikit lebih percaya diri.Dia sudah berusaha semampunya dan sekarang adalah hari yang menetukan hasil kerja kerasnya.


Sekitar pukul 09.30 mereka sampai dikota X. Mereka masih berada didepan bandara mencari taksi.


" Aneh sekali kenapa sulit sekali mencari taksi hari ini."Kata Dwi



" Hari ini kenapa begitu panas." kata Adam


Dwi dan Adam melihat kearah Ayu yang sudah siap dengan topi warna hitam yang dipakainya sejak tadi.


" akhirnya aku tahu kenapa kamu memakai topi." kata Dwi


Ayu hanya tersenyum sambil merapikan topinya.


" Aku juga tidak tahu kalau disini begitu panas seperti ini.Tapi sepertinya topi ini sangat membantu." kata Ayu sambil tersenyum


Akhirnya setelah lama menunggu sebuah taksi kosong berada didepan mereka.Mereka langsung menuju ke ruamh sakit dimana ujian akan dilaksanakan karena sudah hampir jam 11.00 siang.


Sampai di kampus Ayu melihat Heni sedang berjalan melewati gerbang masuk rumah sakit.


" Teman-teman aku duluan ya." kata Ayu sambil berlari dan melambaikan tangannya kepada Dwi dan Adam.


" Tapi..." kata-kata Dwi tertahan ketika dia melihat Heni sedang berjalan berjalan


" bukankan kita ujian diruangan yang sama, kenapa tidak jalan sama-sama saja." gumam Dwi


Adam menepuk-nepuk punda Dwi dan menatapnya.Dwi terlihat sangat muram karena Ayu pergi duluan meninggalkan mereka.


" Jangan sedih, kamu kan tahu mereka tidak bertemu hampir 3 bulan lebih, dan kamu tahu Ayu dan Heni adalah sahabat." kata Adam


" Aku tahu...tapi..." Kata-kata Dwi terpotong melihat Ayu melihat kebelakang dan melambaikan tangannya.


" Lihatlah...meskipun Ayu bertemu dengan sahabatnya dia tidak melupakan kita, hanya saja mereka butuh waktu bersama melepaskan kerinduan mereka." kata Adam


" Kamu benar, Ayu adalah sahabat yang baik, jadi pasti banyak sekali yang ingin menjadi sahabatnya." kata Dwi


Dwi menghela nafas panjang dan berjalan menuju ruangan dilaksanakannya ujian, dari belakang dia melihat Ayu sangat bahagia bisa bertemu dengan sahabat yang lama tidak dia jumpai.Terlihat senyuman yang sangat manis diwajah Ayu.


Tidak lama ada beberapa dokter yang masuk kedalam ruangan.Ada dokter bedah umum, spesialis jantung, dokter penyakit dalam dan masih banyak lagi.Setelah ini para siswa akan keruangan masing sesuai bidang mereka masing-masing.


" Semoga kamu sukses." kata Heni


" Kamu juga." kata Ayu sambil melambaikan tangannya.


Ayu calon dokter bedah umum akan masuk kedalam ruangannya yang berada disebelah ruangan ini.Sedangkan Heni tetap berada diruangan ini sebagai calon dokter penyakit dalam.



Ayu sudah mulai dengan ujiannya.Didepannya ada seorang pasien yang menderita sakit jantung dan harus melakukan pencangkoan jantung.Rumah sakit sudah mempersiapkan segalanya.


Didalam ruangan ada Dokter Herman sebagai dokter senior dan juga penguji Ayu.


Ada juga asisten dokter dan dokter lain yang akan mendampingi Ayu dalam melakukan operasi ini.


Masuk dua lagi dokter spesialis jantung yang akan ikut dalam operasi yaitu dokter Dinda dan juga Dwi teman Ayu yang juga akan menjalankan ujiannya diruangan yang sama dengan Ayu.


Pukul 13.00 operasi akan dimulai semua dokter penguji dan pendamping sudah siap begitu pula dengan Ayu dan Dwi juga sudah siap.


Sekitar dua jam telah berjalan Ayu sudah selesai dengan operasinya, berkat dia sering ikut masuk ruangan operasi dengan Juna hari ini dia sukses dengan ujian serta operasi pertamanya.


Ujian kali ini tergolong sangat sulit karena Ayu harus turun langsung kemeja operasi, apalagi ini tergolong operasi yang sangat besar.


" Selamat Ayu...kamu sukses dalam ujian sekaligus operasi pertamamu." kata dokter Herman.


" Terima kasih dok." kata Ayu sambil membungkuk.


Ayu tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya dia keluar dengan penuh senyuman dan wajah yang bersinar-sinar.


" Ayu...kamu memang hebat." kata Dwi sambil menunjukkan dua jempolnya.


" Kamu juga hebat." kata Ayu sambil menepuk pundak Dwi.


Ayu dan Dwi berjalan meninggalkan ruangan dan ingin segera berganti pakaian.


" Ayu...apa bisa kita ngombrol sebentar." kata dokter Herman


" iya dok." kata Ayu sambil mengikuti Dokter Hendra dibelakangnya.


Dokter Hendra mengajak Ayu masuk kedalam ruangannya, dia juga menyuruh seorang suster untuk membawakan dua cangkir teh kedalam ruangannya.


" Silahkan duduk." kata Dokter Hendra.


Ayu duduk dan mereka ngobrol masalah ujiannya tadi dokter Hendra sangat kagum dengan keterampilan Ayu dalam meja operasi.


" kamu tahu siapa aku, aku adalah teman papa kamu.Ternyata kamu memang seperti apa yang papa kamu katakan, kamu sangat terampil dan cekatan." kata dokter Herman.


" Dokter mengenal papa saya.?" tanya Ayu.


" Iya kami adalah teman lama, jadi aku tahu betul bagaimana karakter Papa kamu, dia juga cekatan seperti kamu.Itu alasan mengapa usaha papa kamu berkembang begitu pesat." kata Dokter Herman


Ayu hanya diam, dia tidak pernah menyangka kalau dia akan bertemu dengan teman Papanya.


" Satu hal lagi, sebenarnya ada seseorang yang membuatku percaya padamu untuk menangani operasi besar tadi." kata dokter Herman


Ayu diam sambil melihat kearah dokter Herman menunggu kaliamat berikutnya dari dokter Herman.


" Dia adalah Juna.Dia meyakinkan aku untuk percaya padamu.Dan lihatlah hasilnya kamu sukses dalam operasi sekaligus dalam ujian." Kata dokter Herman


Ayu tertegun dia masih binggung dengan ucapan dokter Herman, dalam benaknya dia bertanya-tanya bagaimana bisa dokter Herman mengenal Dokter Juna.Apakah mereka punya hubungan.


BERSAMBUNG