
Sudah beberapa hari Boy dan Ayu bulan madu disini, sudah hampir sepuluh hari mereka menjelajahi kota ini. Melihat tempat-tempat yang ingin mereka kunjungi. Karena setelah bulan madu ini mereka tidak tahu kapan ada waktu untuk berlibur lagi.
Ceo tempat Boy melamar pekerjaan pun sudah beberapa kali menelpon menanyakan kapan Boy akan mulai bekerja.Walau sebenarnya beliau sudah tahu kalau Boy dan istrinya sedang berbulan madu.
Begitu juga dengan Ayu pekerjaan kampus sudah banyak yang harus diselesaikan.Ayu hanya ijin 1 minggu dan sekarang sudah melebihi yang seharusnya.
" Apa sebaiknya kita segera kembali.?" tanya Ayu
"Hemmmm
"Kalau itu mau kamu, aku akan mengatur tiket untuk kita besok." kata Boy
" Tapi aku masih ada satu tempat yang ingin aku lihat."Kata Ayu
" Baiklah...hari ini kita akan kesana, apa kamu senang.?" tanya Boy sambil mencium kening Ayu
Ayu merasa sangat senang, dia berdiri dari tempat tidur langsung bersiap memilih baju.
Boy hanya diam melihat Ayu memilih baju.
"Kenapa pakai baju hangat.?" Tanya Boy
" Karna tempat yang akan kita datangi kali ini sangat dingin."Kata Ayu
"Cepat ganti baju yang hangat." Ayu memberikan switer kepada Boy
"Aku tidak akan kedinginan, aku pakai ini saja.Kalau nanti aku kedinginan aku akan memelukmu.!" Kata Boy sambil meletakkan kembali switer diatas tempat tidur.
"Terserah.!" Kata Ayu wajahnya memerah.
Mereka berangkat ketempat yang ingin didatangi Ayu, Ayu memberitahu kepada supir tempat tujuan mereka.Supir itu mengangguk mengerti dan tahu dimana tempat yang dimaksud Ayu.
Butuh waktu lama untuk sampai ditempat itu, karena tempat itu berada disebuah bebukitan yang jauh dari hotel mereka.
Ayu sangat senang dan menikmati pemandangan jalanan yang menuju tempat itu karena Ayu sangat menyukai alam.
Setelah begitu lama menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai ditempat tujuan. Tempat itu adalah sebuah bagunan kuno yang legenda, meskipun hanya sebuah bagunan tua tempat ini begitu ramai, banyak turis yang datang kesini melihat sejarah atau sekedar bersantai ditempat ini.
Ayu sangat menikmati tempat ini, mereka berjalan-jalan melihat peninggalan kuno yang bersejarah ditempat itu. mereka juga banyak mengabadikan kebersamaan mereka.
"Seharusnya disini sangat dingin, tapi kenapa sekarang terasa hangat sekali."kata Ayu yang mengandeng tangan Boy sambil berjalan menyusuri jalan setapak.
" Kamu tahu dari mana.?" tanya Boy
" Aku membacanya di artikel, aku sangat ingin datang kesini dengan suamiku.Dan akhirnya semua terkabul.Bahkan aku tidak tahu kalau mama yang mengatur semua ini." kata Ayu
Boy hanya tersenyum melihat Ayu berlari-lari kecil di padang rumput itu.
"Kamu menyukainya."tanya Boy
" Hemmm...Sangat." jawab Ayu singkat
" Sini kameramu, aku akan mengambil beberapa fotomu, kamu bisa melihatnya nanti ketika dirumah." Kata Boy
" Aku ingin memoto kamu terlebih dahulu." kata Ayu
yang sudah siap memoto Boy
" Ayolah sayang....!"
Akhirnya Ayu mengambil beberapa Foto Boy.Dia terlihat tampan dalam foto Ayu tersenyum-senyum memandangi foto Boy yang ada didalam kamera
"sini giliran kamu." kata Boy
Ayu memberikan kamera itu kepada Boy. Ayu mulai berpose bak seorang model, sedangkan Boy tersenyum-senyum sendiri melihat Ayu yang berpose manja.
"Kenapa.?" Ayu mendekati Boy
Ayu mencoba mengambil kamera yang ada ditangan Boy karena ingin melihat hasil jepretan sang suami. Tapi Boy malah berlari-lari kecil dan mengoda Ayu yang terlihat sangat penasaran.
Ketika Ayu berlari mengejar Boy dia terkelincir kerikil kecil yang menbuat Ayu terjaruh.Dia jatuh diatas tubuh Boy.
Ayu bangun dan menatap Boy dengan serius tapi senyuman kecil terlihat diujung bibir Ayu.
Perlahan Boy mulai membuka matanya, dia melihat Ayu yang melihatnya tanpa berkedip.
" Apa yang kamu harapkan.?" kata Ayu sambil tersenyum sinis.
Boy memegang tangan Ayu dan membalikakan tubuh Ayu, sekarang Ayu yang berada dibawah Boy.
" Apa yang kamu harapkan sayangku.?" kata Boy
Ayu hanya diam, dia menutup matanya seolah dia tahu kalau Boy akan menciumnya.Cukup lama Ayu memejamkan matanya tapi tidak ada sesuatu yang terjadi.Dia perlahan membuka matanya.Dia melihat Boy sedang menatapnya dengan senyuman diujung bibirnya.
" Apa yang kamu harapakan.?" kata Boy
Ayu sedikit marah karena Boy pura-pura tidak tahu apa yang diharapkan Ayu.Dia mncoba mendorong tubuh Boy, tapi tenaga Ayu tidak kuat merobohkan tubuh Boy yang atlestis.
Boy menahan tangan Ayu yang terus mendorong tubuh Boy.Karena Ayu makin kuat mendorong Boy mendekat dan mencium bibir Ayu, barulah Ayu diam.
" Apa yang kamu lakukan.?" kata Ayu
" Ini yang aku harapkan sejak tadi.!"kata Boy
Ayu tersenyum, dan mereka pun bagun dari rerumputan dan merapikan tubuh mereka dari dedaunan yang menempel ditubuh mereka.
" Setelah ini kita kemana lagi.?" kata Boy
" Aku tidak tahu dimana lagi tempat yang bagus, terserah kamu saja lah." kata Ayu
"Hemmm...bagaimana kalau kita pergi ke kota tua yang ada dikaki bukit ini, disana kita bisa membeli beberapa oleh-oleh untuk orang-orang dirumah." kata Boy
Ayu langsung tersenyum mendengar kata oleh-oleh yang diucapkan Boy, karena hari ini hari terakhir mereka disini, dan mungkin hanya hari ini lah mereka punya waktu untuk membeli oleh-oleh.
Mereka kembali kemobil, pak supir yang duduk bersantai tak jauh dari mobilnya berlari kecil menuju mobil ketika melihat Ayu dan Boy keluar.
" Pak...kita mampir dulu ya ke kota tua yang ada dibawah sana, kita mau beli oleh-oleh untuk orang-orang dirumah." kata Ayu
" Baik nona." jawab pak supir
Boy hanya tersenyum melihat Ayu sangat antusias ingin memberi oleh-oleh.Dalam perjalanan pun Ayu terus saja tersenyum sambil memikirkan oleh-oleh apa yang aka dibelinya.
Tidak lama mereka sampai di depan sebuah toko kerajinan orang-orang lokal dan barang-barang atik. Disana sangat ramai dengan pengunjung karena barang-barang disini dibuat dengan tangan oleh penduduk lokal.
Ayu masuk dan mengambil keranjang dia mulai mencari-cari barang yang disukai orang-orang dirumah.
" Sayang ini cocok tidak untuk mama.?"tanya Ayu sambil memperlihatkan kipas yang terbuat dari kayu yang diukir dengan sangat indah.
" Bagus, cocok dengan karakter mama." kata Boy
Ayu meletakkan kipas itu didalam keranjang, dia melihat sebuah jam tangan dengan ukiran yang sangat indah. bahkan ukirannya begitu detail dan rumit.
"Kalau ini sayang..."Ayu belum menyelesaikan kalimatnya Boy sudah memotongnya.
" Jangan sayang ini tidak cocok untuk mama, terlalu muda." kata Boy
" Siapa bilang untuk mama, ini untuk Heni kok." kata Ayu
" Oh...untuk Heni, cocok kok, sangat cocok dengan kepribadiannya yang rumit.
Ayu tersenyum, selain oleh-oleh untuk mereka berdua Ayu juga membelikan oleg-oleh untuk keluarga Boy dan keluarga Ayu yang lainya, bahkan pembantu dirumah Ayu pun dibelikan oleh-oleh juga.
Setelah meletakkan oleh-oleh didalam mobil, Ayu dan Boy jalan-jalan menyusuri kota tua itu, meskipun kota ini bernama kota tua tapi kota ini sangat asik untuk anak-anak muda.
Disini memang mempertahankan bangunan-bangunan tua yang menarik perhatian para turis tapi juga ada bangunan-bangunan yang modern yang menambah tempat ini menjadi lebih menarik.
Tidak hanya anak muda yang datang kesini, tapi juga orang-orang yang sudah tua datang kesini dengan pasangannya untuk mengenang masa-masa muda mereka.Disini sangat ramai dengan turis-turis baik itu dalam negeri atau dari luar negeri.
Entah Boy dan Ayu bisa kesini lagi atau tidak, setidaknya mereka berharap akan menjadi tua bersama dan selalu bersama sampai tua seperti orang-orang yang mereka lihat disini.
BERSAMBUNG