AYU

AYU
Sebuah keluarga



Ayu kembali dekat dengan Juna, hanya tersisa sekitar satu bulan lagi Ayu tinggal dan disini dia tidak ingin meninggalkan kota ini dengan kesan buruk.Disini dia telah belajar menjadi dokter yang hebat, memiliki teman yang setia dan sebuah keluarga yang selalu ada untuknya.


" Pagi." sapa Ayu


" Pagi." Juna terlihat kaget melihat Ayu sudah berada didepan pintunya.


" kita berangkat bersama-sama." kata Juna


Ayu mengangguk dengan cepat masuk kedalam mobil Juna.Juna tersenyum melihat Ayu yang begitu ceria.


" Dwi dan Adam sudah berangkat pagi-pagi, sebelum pergi kerumah sakit mereka ingin mampir kesuatu tempat terlebih dahulu.Sedangkan kak Difa dan kak Fahri juga sudah berangkat sejak pagi ada operasi yang harus dipimpinnya." kata Ayu


Juna hanya diam mendengarkan Ayu berbicara begitu cepat.Wajahnya terlihat ceria seperti dulu lagi.Sebelum menjalankan mobilnya Juna memasangkan sabuk pengaman kepada Ayu.


Ayu kaget, dia hanya diam melihat wajah Juna yang begitu dekat dengannya, wajah Ayu menjadi merah.


" Kita berangkat." kata Juna


Ayu diam, dia mencoba menghindar dari pandangan Juna sambil melihat pemandangan dibalik jendela mobil Juna.Ayu mulai melupakan masalah yang dialaminya beberapa waktu lalu, dia kembali kedapa Ayu yang ceria dan hangat seperti dulu lagi.


Ponsel Ayu tiba-tiba berbunyi, dia mendapat pesan bergambar dari Dwi yang menunjukkan kebersamaan mereka di sebuah danau yang sangat indah



Ayu menunjukan gambar itu kepada Juna dan terus memuji keindahan tempat itu.


" Tempat itu tidak jauh dari sini, apa kamu ingin kesana?" tanya Juna


" Mungkin lain kali." kata Ayu


Tidak jauh dari rumah sakit terjadi kemacetan yang sangat panjang.Ayu keluar dan melihat apa yang terjadi sebenarnya.


Sebuah mobil terguling dijurang yang sangat curam.Terlihat sebuah mobil derek sedang berusaha menariknya keluar dari jurang.


" Kak Juna kamu harus keluar, lihat apa yang terjadi." kata Ayu


" ada apa?" Juna keluar dari dalam mobil


Ayu dan Juna segera berlari mendekati tempat kejadian,mobil sudah dikeluarkan dari jurang.


"Tolong beri jalan, aku adalah seorang dokter." kata Juna


Semua orang segera memberi jalan kepada Juna dan Ayu agar bisa segera memberikan pertolongan pertama.Ada dua mobil ambulan yang sudah terpakir disekitar tempat kejadian.


Dalam mobil itu ada 4 orang korban salah seorang korban adalah seorang wanita yang tengah hamil cukup besar.Juna dan yang lain segera mengeluarkan wanita itu.


Ayu melihat darah yang begitu banyak pada ************ korban, tangannya terlihat gemetar.Juna mengengam tangan Ayu.


" serahkan dia kepadaku, kamu lihatlah korban yang lain." kata Juna


Ayu mengangguk dia mundur dan melihat korban yang lain, ada tiga orang pria, dua diantaranya duduk dibelakang terluka pada lengannya dan benturan dikepalanya yang membuat mereka tidak sadarkan diri.Sedangkan sang sopir kakinya masih terjepit mereka masih berusaha mengekuarkannya.


" Aku harus segera membawanya kerumah sakit." kata Juna


Juna berlari menuju ambulan bersama korban wanita yang tengah hamil tadi.Juna berhenti dan melihat kebelakang, Ayu tersenyum dan mengangguk yang mengisyaratkan kalau dia baik-baik saja.


Mobil ambulan yang membawa Juna sudah sampai dirumah sakit.Semua orang sudah siap menunggu kedatangan pasien.Juna membawa pasien keruangan UGD, dia memanggil dokter Dita, seorang dokter spesialis kandungan dan beberapa dokter lain.


Monitor sudah terpasang, Dita melihat keadaan bayi yang ada didalam kandungan.Bayi kira-kira berumur 34 minggu dengan tinggi perut 37cm.


" Bayi masih hidup, tapi detak jantungnya begitu lemah kita harus segera melakukan operasi sesar untuk mengeluarkan sang bayi." kata Dita


" Bedah sesar, disini?" tanya Juna


Sang ibu mengalami serangan jantung, dadanya harus selalu dipacu agar darah sampai kepada sang bayi.


Beberapa dokter mempersiapkan peralatan operasi.Juna yang akan melakukan operasi.


" Aku akan memotong perutnya secara vertikal dan uterus tranversal." kata Juna


Juna sudah membedah dan masuk kerongga perut, Dita memegangnya dengan erat bersiap ketika bayi keluar.Ketika Juna memotong rahimnya perlahan air ketuban mulai keluar.


" Aku sudah melihat kepala bayinya." kata Dita


Juna menarik keluar sang bayi.


" bayi keluar pukul 10.45 " kata Dita


Juna menyerahkan bayi kepada Dita lalu mengunting tali pusar sang bayi dan bersiap mengeluarkan plasenta.Dita membersihkan sang bayi dan berusaha menyelamatkannya. Dita sangat gugup bayi tidak kunjung menangis, tidak hanya Dita tapi semua orang disana kosentrasinya pecah.Tekanan jantung sang ibu juga menurut dengan sangat drastis.


Dita berusaha memompa bayi.


" tidak berhasil, lakukan intubasi." kata Dita


Semua orang semakin khawatir tekanan darah sang ibu menurun dengan cepat.Tiba-tiba terdengar suara tangisan sang bayi perlahan semakin keras.Dita tersenyum begitu pula semua orang yang ada disana.Diluar yang mendengarnya pun juga bersyukur.



Dita bayi dengan selimut, karena bayi lahir prematur maka bayi harus masuk inkubator suster Ana bersiap membawanya keluar.


" Tunggu." kata Juna


Jantung sang ibu kembali berdetak, semua orang menitikan air mata Ana mendekat mendekatkan sang bayi agar bisa mencium pipi sang ibu.


" Mungkin sang ibu mendengar tangisan sang bayi." kata Difa


Setelah itu pasien bersama bayinya dibawa keruangan ICU untuk mendapat perawatan lebih lanjut.


Tidak lama setelah itu Ayu datang bersama tiga pasien lainnya. satu supir yang mengalami cidera pada kedua kakinya yang cukup parah dan kedua orang yang duduk dibelakang cidera pada tangan dan kepalanya.


Dokter Edo menangani salah satu pasien dengan cidera tangan, dokter Niko juga menangani satu pasien lagi yang cidera pada tangan.Ayu terus bersama supir yang cidera pada kaki yang cukup parah, kakinya terlihat hancur karena terjepit cukup lama.


" Bagaimana tanda vitalnya." tanya Fahri


" 100 per 70. 140 bpm." kata Ayu


Dokter Fahri melihat luka pasien, pasien tidak mengalami luka pada tubuh lain hanya luka pada kaki yang cukup parah.


Dokter segera membawa pasien kedalam ruangaan operasi yang sudah disiapkan.


" Kita mulai." kata Fahri


Ayu bersama Fahri yang menangani operasi itu, operasi berjalan cukup lama karena mereka harus hati-hati menyatukan saraf-saraf yang rusak.Jika tidak hati-hati dikhawatirkan pasien akan mengalami kelumpuhan.


Semua orang dalam ruangan berusaha sebaik mungkin untuk menyelamatkan pasien, apa lagi pasien adalah ayah dari bayi yang baru saja diselamatkan Juna dan Dita tadi.


Setelah beberapa saat operasi selesai, Ayu dan Fahri sudah berhasil memperbaiki saraf pada kaki pasien tapi untuk pengobatan lebih lanjut pasien harus melakukan rehab yang cukup lama.


" Kerja bagus dokter Ayu." kata Fahri


Ayu tersenyum, dia terlihat sangat bahagia bisa menyelesaikan operasi ini dengan lancar.


Difa sudah menunggu diluar dia berbicara dengan Ayu dan Fahri.Terlihat Difa tersenyum karena semua berjalan dengan lancar.Kali ini Difa tidak bisa ikut campur dengan operasi mengingat kondisinya belum cukup baik.


Juna berjalan mendekat, dia bertanya apakah operasi berjalan lancar.Ayu tersenyum dia mengangguk dan terlihat sangat senang karena operasi berjalan dengan lancar dia juga bisa menyelamatkan sebuah keluarga.


BERSAMBUNG