
Sudah beberapa hari Boy dan Ayu kembali dari bulan madunya, kini saatnya mereka kembali dengan rutinitas hariannya.
Boy sudah melengkapi data-data pribadi yang diminta oleh rumah sakit x.Karena Boy sudah diterima disana ketika dia belum bulan madu kemaren sekarang dia dituntut untuk segera bekerja disana secepatnya.
" Jadi kamu harus berangkat sekarang.?" kata Ayu sambil membantu Boy berkemas
"Iya...pak hadi sudah menelpon terus aku harus segera mulai bekerja secepatnya." jawab Boy
" Maafkan aku, hari ini ada ujian jadi aku tidak bisa mengantar kamu." kata Ayu
Boy tersenyum dan mengelus kepala Ayu.
"Kamu harus belajar lebih giat lagi akan segera menyusul aku kesana." kata Boy
Ayu mengangguk, dia memeluk suaminya dengan erat. Entah kapan Boy akan kembali lagi kerumah karena belum jelas dengan jadwalnya.Sedangkan Ayu tidak bisa meninggalkan kota ini karena jadwal kuliahnya yang begitu padat.
Ayu bersama papanya mengantar Boy sampai dibandara, dia terus mengandeng tangan Boy seakan tidak ingin berpisah.Boy berhenti dan menatap Ayu.
" Jaga baik-baik dirimu, jangan lupa belajar yang rajin." kata Boy
Air mata Ayu menetes,Boy mengusap pipi Ayu dan mencium keningnya.
"Jaga baik-baik dirimu disana, bekerja dengan baik." kata papa Ayu
Boy mengangguk, dia perlahan melepaskan tangan Ayu dan meninggalkan Ayu dan papanya.
Ayu terus melihat Boy sampai dia tidak terlihat lagi.Ayu dan papanya pergi meninggalkan bandara.
Setelah ini Ayu akan langsung pergi kekampusnya. Hari ini ada ujian praktek sudah banyak tugas terbengkalai karena perjalanan bulan madu kemarin.Kini saatnya Ayu mengejar ketinggalannya dan kembali mendapat nilai terbaik agar bisa menyusul teman-temannya.
" Bagaimana dengan kuliahmu." tanya Papa Ayu
" Baik pa...sekarang Ayu sedang berusaha mengejar ketinggalan Ayu, untung ada Heni yang meminjamkan catatannya.Jadi Ayu bisa belajar." kata Ayu.
" Kamu ingat kan pesan papa, bagaimana pun caranya kamu harus tetap melanjutkan kuliah sampai menjadi aeorang dokter." kata papa Ayu
Ayu sejenak terdiam, dia ingat betul pesan papanya sebelum dia menikah. Tapi situasi ini akan membuat jarak antara dia dan Boy semakin jauh.Boy bekerja diluar kota sedangkan Ayu harus kuliah disini.Dia tahu betul pekerjaan seorang dokter sangat berat, Boy pasti akan jarang pulang kerumah.
"Kenapa diam.?" kata-kata papa Ayu sontak mengagetkan Ayu yang sedang melamun
"Tidak pa...Ayu berjanji Ayu akan menjadi dokter yang hebat." kata Ayu terdengar begitu bersemangat.
Papa Ayu tersenyum dan mengelua kepala Ayu dengan lembut.
Mobil berhenti didepan kampus Ayu.Ayu keluar dan melambaikan tangan kepada papanya yang pergi meninggalkannya.
Ayu berjalan sambil melamun,dia berfikir masa depannya dengan Boy sekarang.Walau sudah menikah tapi jarak yang begitu jauh telah memisahkan mereka.
Sebenarnya ini adalah bagian rencana papa Ayu yang dengan sengaja memisahkan Ayu dari Boy. Bukan memisahkan dalam arti berpisah tapi membuat jarak antara Ayu dan Boy agar Ayu bisa lebih fokus dalam kuliahnya.Papa Ayu sangat berharap dia bisa melihat anak kesanyangannya diwisuda dan menjadi seorang dokter.
"Hey...kenapa benggong." kata Heni sambil menepuk pundak Ayu dari belakang
"Heni ah...ngagetin saja." kata Ayu
Ayu merangkul Heni dan berjalan masuk kedalam kampus dia melihat lorong yang begitu sepi.
" Apa kita datang kepagian ya, atau malah kita yang kesiangan." kata Ayu
" Aku menemukannya, benar kok, ujiannya jam 10." kata Heni sambil melihat lembaran kertas
" Sini aku lihat." kata Ayu sambil menyerobot kertas ditangan Heni
Heni mengambil ponselnya ingin menhubungi teman-temannya yang lain, dia kaget melihat obrolan dalam grup kalau ujian dimajukan menjadi jam 9.
Ayu juga melihat ponselnya ternyata semua mahasiswa yang lain sudah berkumpul didalam ruangan laboraturium.
Ayu dan Heni berlari menuju kesana.sambil melihat kesekeliling.Mereka melihat pak Harto dosen sekaligus penguji sedang berjalan menuju laboraturium.
Ayu berhenti, dia melepas sepatu dan kembali melanjutkan larinya.
"Kenapa hari ini aku memakai sepatu hak tinggi." gumam Ayu
Heni yang berlari bersama Ayu tertawa mendengar kata-kata Ayu.
Mereka memilih rute yang berbeda dengan pak Harto dan berlari sekuat tenaga agar mereka sampai terlebih dahulu.
Akhirnya mereka sampai di laboraturium sebelum pak Harto datang.
Mereka bergegas memakai perlengkapan dokter dan masuk keruangan.Teman-taman yang lain bertanya kenapa mereka terlambat padahal sudah dibahas didalam grup.
Mereka saling menatap dan tertawa.Tidak lama pak Harto masuk kedalam ruangan ada beberapa asisten dan narasumber yang akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai ujian kali ini.
Beberapa orang masuk kedalam ruangan dengan membawa kotak peti yang sangat besar.Semua nampak penasaran dan berebut maju kedepan untuk melihat isi dari kotak itu.
Perlahan mereka membuka kotak itu.
Kotak itu berisi beberapa organ manusia seperti jantung hati dan paru-paru.
Banyak yang terkejut melihat isi dari kotak itu, biasanya mereka hanya memakai organ buatan atau hewan sebagai bahan uji coba.Tapi sekarang ini adalah organ manusia asil jelas banyak yang terkejut.
" Semua dengarkan...sebentar lagi kalian akan menjadi seorang dokter bedah sungguhan. Jadi ini sudah saatnya kalian melihat organ-orang manusia secara langsung.Kata pak Harto
"Baik pak." jawab semua serentak
Tapi dibelakang mereka saling berbisik sendiri ada yang jijik ada yang penasaran ada juga yang takut.
"Pertama-tama perkenalkan ini adalah dokter Wira.Dia salah seorang dokter bedah yang sangat terkenal dengan keahliannya.Kalian sudah mendengarnya kan." kata pak Harto
" Sudah..." jawab mereka
" Disini beliau akan menjelaskan gangguan-gangguan atau penyakit-penyakit yang bisa dialami oleh organ-organ yang ada didepan kalian.Nanti juga akan dijelaskan bagaimana langkah-langkah yang akan kita ambil dan cara menanganinya.Dan sekarang aku serahkan kepada doktet Wira untuk memulai kelasnya." kata pak Harto
Pertama-tama dokter Wira memperkenalkan dirinya terlebih dahulu setelah itu Dokter Wira mulai menjelaskan mengenai organ-organ yang ada dimeja dan fungsi-fungsi dan cara kerja organ itu didalam tubuh kita.
Dia juga menjelaskan penyakit-penyakit yang bisa terjadi pada organ itu dan bagaimana menanganinya.Cukup lama Dokter Wira memberika kelas kepada mahasiswa yang ada diruangan itu, semua mendengarkan dengan seksama dan terlihat sangat serius tidak hanya para mahasiswa calon doter ini tapi juga dosen dan para sraf yang ada didalam ruangan itu.
Dokter Wira sangat cekatan dan pandai dalam menjelaskan jadi kata-kata dan materi bisa diterima dan dipahami dengan mudah oleh para mahasiswa.
Setelah itu semua diberikan kertas ujian, ujian kali ini diberikan langsung oleh Dokter Wira sebagai narasumber dan penguji.
Ayu berharap dia dapat dengan mudah menjawab semua soal dan ujian yang diberikan oleh dokter Wira.
BERSAMBUNG