
Hari ini setelah mengantar Ayu pergi kekampus, papa Ayu segera berangkat kekota X, kota dimana Boy bekerja.
Meskipun beliau tidak begitu menyukai Boy tapi beliau tetap tidak tela kalau Boy hanya tinggal perumahan biasa.
Papa Ayu sudah membeli rumah untuk Boy dan Ayu, berjaga-jaga kalau sewaktu-waktu Ayu akan datang mengunjungi Boy, Beliau tidak ingin anak kesayangannya tinggal dirumah kecil milik Boy.
Papa Ayu langsung menuju tempat kerja Boy untuk mencari Boy, pemilik rumah sakit ini adalah teman baik papa Ayu jadi sekalian dia berkunjung untuk menemui temannya.
" Apa kabar Heru...!" sapa pak Hardi papa Ayu
" Hardi...ada urusan apa kamu kesini.?" Kata dokter Heru.
" Aku hanya mampir, ingin bertemu Boy sekalian mencarimu, kita kan sudah lama tidak bertemu."kata Pak Hardi
"Oh Boy, dia sedang bekerja sebentar lagi waktu pulang tunggulah disini bersama ku, aku akan menyuruh suster Eni memanggilnya kesini setelah pekerjaannya selesai." kata Dokter Heru
"Baiklah." jawab pak Herdi singkat.
Mereka mengobrol cukup lama, tidak terasa waktu berjalan begitu cepat.Boy mengetuk pintu dan masuk kedalam ruangan.Boy memberi salam kepada mertuanya dan juga dokter Heru yang tengah duduk santai disofa.
Dokter Heru meminta Boy bergambung dengan mereka. Suster Eni membawakan minuman itu Boy yang baru datang.
" Pa...kenapa papa kesini,? apa ada sesuatu yang penting.?" tanya Boy
" Aku sedang melakukan perjalan bisnis sekalian mampir melihatmu dan bertemu dengan teman lamaku." kata pak Hardi
Setelah mengobrol cukup lama, pak Hardi berpamitan begitu pula dengan Boy, dia mengikuti papa mertuanya keluar.
" Ikutlah denganku, ada sesuatu yang sangat penting yang ingin aku tunjukkan untukmu." kata papa mertua Boy
Boy ikut dengan papa mertuanya, dia tidak tahu apa rencana papa mertuanya dia hanya mengikuti dan menuruti kata-kata papa mertuanya.
Mereka menuju rumah kecil yang selama ini Boy tinggali.Papa mertuanya menyuruh Boy mengambil semua barang-barang Boy dari dalam rumah.
Tidak butuh waktu lama Boy hanya membawa beberapa barang ketika dia datang kekota ini.
" Aku akan membawamu kesuatu tempat." kata papa mertua Boy
Boy hanya mengangguk dan duduk tenang disamping papa mertuanya dia hanya melihat arah perjalanan mereka dari balik jendela.
Boy melihat mereka menuju pemukiman elit yang ada di kota ini.Dia sudah bisa menebak apa yang akan dilakukan papa mertuanya.
" Pa..ini?" Boy kaget melihat rumah yang begitu mewah berada didepannya.
" Ini hadiah untuk kamu dan Ayu, aku tidak ingin Ayu merasa tidak nyaman ketika dia berkunjung kesini, jadi aku membelikan rumah ini agar kalian bisa tinggal bersama." Kata papa mertua Boy
Boy masuk dia melihat-lihat ruma yang bergitu besar, dan dia hanya tinggal sendiri disini.Meskipun Ayu juga akan berkunjung kesini tapi dia tetap saja rumah ini begitu besar untuknya.
" Tapi pa...rumah ini begitu besar, aku hanya sendiri." kata Boy
" Terimalah...Ayu juga akan marah kalau kamu menolaknya " kata papa mertua Boy.
" Terima kasih pa." Boy mengangguk perlahan
Boy kembali melihat-lihat satu persatu seluruh ruangan dirumah itu, total ada 6 kamar yang ada dirumah itu dan dua lagi kamar dibelakang untuk para pembantu.Ruang tamu yang begitu luas dengan dekorasi yang modern.Diluar ada kolam nanti mereka bisa mengadakan pesta disana sesekali.
" Pa sudah malam, apa papa akan menginap." tanya Boy
" Tidak...besok papa ada rapat penting, dan papa juga sudah memesan tiket.
Jaga baik-baik dirimu, akhir pekan nanti Ayu sudah senggang kuliahnya dia mungkin akan kesini." kata papa mertua Boy
"Baik pa...sepertinya aku juga senggang jadi aku bisa menjemputnya." kata Boy
Pak Hardi menghela nafas panjang dan pergi meninggalkan rumah itu menuju bandara.
Dalam perjalanan dia masih saja kepikiran tentang rumah itu.
"Di...menurut kamu apa yang aku lakukan ini benar.?"tanya pak Hardi
" Maksud bapak tentang rumah itu,? menurut saya benar anda sudah mengatas namakan nona Ayu bukan tuan Boy jika ada sesuatu yang terjadi nanti rumah itu akan tetap menjadi milik nona Ayu." kata Hadi sekertaris pak Hardi
Setelah mendengar kata-kata Hadi, pak Hardi sedikit lebih tenang.Akhirnya dia meninggalkan kota itu dan kembali kerumah.
"Pa...sudah malam, dari mana saja.?" tanya mama Ayu.
" Dimana Ayu.?" papa Ayu balik bertanya sambil melepas jasnya.
"Dia sudah tidur pa...hari ini dia ada ujian, pulang langsung tidur." kata mama Ayu
" Apa dia belum makan, bangunkan dia kita makan sama-sama, aku sangat lapar." kata papa Ayu
Mama Ayu segera pergi kekamar Ayu melihat Ayu. Perlahan dia membuka pintu terlihat Ayu masih tidur. Mama Ayu masih ragu apakah dia harus membangunkan Ayu atau tidak.Tapi melihat espresi suaminya tadi sepertinya ada sesuatu yang akan disampaikan kepada Ayu.
Mama Ayu berjalan mendekati Ayu, dia duduk disamping Ayu mengelus rambut ayu yang sedikit menutupi wajahnya.
Ayu membuka matanya karena merasakan tangan dingin mama Ayu yang menyentuhnya.
"Mama...ada apa kenapa malam-malam kekamar Ayu.?" tanya Ayu yang langsung berdiri
" Papa kamu baru pulang, dia belum makan, kamu juga belum makan kan,? kita makan sama-sama yuk, nanti kamu sakit." kata mama Ayu
" Iya ma...!" Ayu segera beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi mencuci wajahnya.
Ayu turun menuju meja makan, terlihat papanya sudah duduk dimeja makan, sedangkan mamanya terlihat sibuk memanaskan makanan.
Ayu melihat papanya belum berganti baju, dia masih mengenakan baju tadi pagi waktu pergi kekantor.
" Malam pa...papa baru pulang ya,? apa ada pekerjaan yang sangat penting kenapa papa pulang selarut ini." tanya Ayu
" Tidak juga...mama kamu bilang kamu belum makan jadi temani papa makan ya." kata papa Ayu
Ayu mengangguk, dia membantu mamanya yang sedang sibuk menyajikan makanan.
" Ma kenapa tidak membangunkan bi Sorti, atau tunggu Ayu saja, kenapa mama kerjakan sendiri." kata Ayu
" Sayang...lihat ini jam berapa, bi Sorti pasti sangat capek, dan lagi dia besok harus bangun pagi-pagi hanya pekerjaan mudah seperti ini mama bisa melakukannya." kata Mama Ayu
Makanan sudah ada dimeja Ayu duduk dan bersiap untuk makan, begitu pula dengan papanya.Sedangkan mamanya hanya menemani mereka makan dan duduk bersama.
" Ayu...bagaimana ujianmu.?" tanya papa Ayu
" Baik pa...Ayu bisa mengerjakannya dengan baik, semoga Ayu dapat nilai A."kata Ayu
" Akhir pekan ini kamu libur kan, kalau begitu kamu bisa mengunjungi Boy disana." kata papa Ayu
"Benarkah pa..." Terlihat Ayu sangat bahagia mendengar kata-kata papanya.
" Aku ada sesuatu untukmu," papa Ayu mengeluarkan sebuah dokumen dan memberikannya kepada Ayu
"Apa ini pa.?" tanya Ayu
" Itu adalah sertifikat rumah yang aku beli atas nama kamu dikota X.jadi ketika kamu berkunjung kamu bisa tinggal dirumah itu bersama Boy." kata papa Ayu
Ayu tersenyum dan memeluk papanya, air mata Ayu menetes karena bahagia.Meskipun dulu papanya sangat menentang hubungannya dengan Boy tapi kini Ayu merasa keluarganya begitu menyayanginya hingga dia mendapatkan berlimpah kasih sayang dari papa dan mamanya.
BERSAMBUNG