AYU

AYU
Mengenal Ayu



Ayu Putri



Ayu adalah seorang putri tunggal dari keluarga kaya dikota X, dia saat ini berusia 20 tahun dia baru saja masuk kuliah dan saat ini baru masuk semester dua jurusan kedokteran.


Dia juga sangat populer dikalangan mahasiswa bahkan para senior juga banyak yang mengenal dan menyukainya.


Sejak dia kecil dia sudah berlimpah kasih sayang, meskipun papanya sibuk dengan pekerjaannya dia selalu meluangkan waktu untuk keluarga jadi Ayu tidak merasa kurang kasih sayang.Tidak hanya papanya mamanya pun juga demikian keluarga adalah hal terpenting dalam hidupnya.


Ayu seorang putri dan teman yang biak dia tidak pernah menolak jika temannya meminta bantuannya, kerena itulah dia memiliki banyak teman dan orang-orang yang menyukainya


Selain kepada teman-temannya Ayu juga sangat baik kepada para pembantu dan orang-orang yang ada dirumahnya.


Dalam keluarga besarnya pun Ayu sangat disayangi oleh para anggota keluarga lainnya


Dia juga suka membantu orang-orang disekitarnya, dia suka berbagi dengan orang-orang miskin dan anak-anak jalanan dan menyantuninya


Selain teman-temannya yang banyak dia juga memiliki teman baik yang selalu bersamanya dalam suka dan duka selama ini


Heni fitria



Dia adalah teman Ayu dari Smp, dia juga mahasiswi jurusan kedokteran sama dengan Ayu mereka berteman baik sampai sekarang.


"Heni...kenapa berlari-lari.?"kata Ayu


Heni berhenti didepan Ayu dan mulai mengatur nafasnya.


"Anu....kak Boy...anu dia..."kata Heni terengah-engah


"Kenapa dengan kak Boy...?" tanya Ayu


Heni tidak menjawab pertanyaan Ayu, dia segera menarik Ayu pergi kesebuah ruangan. Disana Boy sudah menyiapkan sebuah kejutan untuk Ayu


Ketika masih duduk dibangku SMA Ayu berkenalan dengan seorang anak laki-laki, dia seorang mahasiswa jurusan kedokteran, dia sangat baik kepada Ayu. mereka mulai dekat dan akhirnya Ayu berpacara dengannya sampai saat ini.


Boy Permana



Dia adalah pacar Ayu sejak Ayu masih duduk dibangku Sma, dia juga yang membuat Ayu ingin menjadi seorang dokter sama dengannya, tapi dia tidak benar-benar mencintai Ayu, dia hanya memanfaatkan Ayu karena kekayaan Ayu.


Ayu melihat banyak bunga yang ditata dengan indahnya didalam sebuah ruangan, banyak balon warna warni yang bertaburan di lantai.


"Apa ini.?"kata Ayu sambil terus tersenyum


Boy berjalan mendekati Ayu, dia duduk jongkok dan mengeluarkan sebuah cincin ditangannya.


"Maukah kamu menikah denganku.?" kata Boy


"mau....mau....mau....mau"


teriak semua orang yang melihat momen tersebut


Ayu masih diam, dia menatap mata Boy


"Maafkan aku....aku tidak bisa.!"


Semua orang terdiam mendengar kata-kata Ayu semua ikut merasa sedih. begitu pun dengan Boy dia terlihat sedih


"Aku tidak bisa menolaknya...!" kata Ayu


Boy dan semua orang bersorak mereka ikut senang mendengar jawaban Ayu, Boy langsung memeluk Ayu dia terlihat sangat bahagia.


Ayu dan Boy hanya diam, mereka merasa mungkin akan sulit untuk memberitahu Papa Ayu karena selama ini papa Ayu tidak pernah menyetujui hubungan Ayu dengan Boy.


"Aku akan pelan-pelan memberitahu papa.!" kata Ayu menenangkan Boy


Boy tersenyum walau selanjutnya langkahnya akan lebih sulit tapi tujuannya sedikit lagi akan terwujud dia hanya harus lebih bersabar lagi dan berjuang sedikit lagi.


Dari sekian banyak orang yang merasa ikut bahagia dengan kebahagian Ayu dan Boy ada seorang lelaki yang terlihat sedih melihat Ayu menerima lamaran Boy.Laki-laki itu hanya melihat Ayu dan Boy dari ujung lorong.


Ayu segera pulang kerumah dia berniat memberitahu papa dan mamanya kalau dia sudah dilamar oleh Boy dan dia sudah menerimanya.


"ma....mama...."teriak Ayu


"Ada apa sih yu...kenapa teriak-teriak seperti itu.?" kata Mama Ayu


"Ma...sini Ayu mau cerita sama mama," Ayu menarik mamanya duduk disofa diruang tengah


"Ada apa...kenapa kamu terlihat sangat bahagia hari ini.?" kata mama Ayu


Ayu menghela nafas panjang dia bersiap memberitahu mamanya.


"Ma... hari ini kak Boy melamarku, dan aku menerimanya.!" kata Ayu pelan


"Apa...Ayu kamu kan tahu kalau papa kamu tidak menyukai anak itu, mama sebenarnya juga punya filing yang tidak baik sama si Boy itu, kamu saja yang memaksa terus berhubungan dengannya."kata Mama Ayu


"Ma....setiap hubungan tujuannya adalah pernikahan, begitupun dengan aku ma...aku juga ingin menikah dengan kak Boy." kata Ayu


"tapi bagaimana dengan kuliah kamu...kamu baru saja masuk semerter dua, aku yakin papamu tidak akan menyetujuinya." kata Mama Ayu


"aku tahu...aku ingin mama membujuk papa.!" kata Ayu sambil menunjukan wajah memohonnya


"tidak...mama tidak bisa membantumu.!" kata Mama Ayu sambil pergi meninggalkan Ayu


"Ma...kalau kalian tidak merestui aku menikah dengan kak Boy aku akan kawin lari dengannya.!" teriak Ayu


"Terserah..."jawab Mama Ayu


Tiba-tiba Papa Ayu datang dari depan, dia mungkin telah mendengar Ayu yang berteriak begitu keras tadi. Dia mendekati Ayu wajahnya terlihat sangat marah.Ayu hanya diam dan melihat kebawah karena takut.


"Apa yang kamu bilang tadi.?" kata Papa Ayu


"pa...."


"kamu mau menikah dengan anak tidak tahu diri itu, apa kamu tidak sayang dengan mama dan papamu ini.? berapa usiamu,? dan apakah dia sudah siap menanggung hidupmu,? apa dia sudah lulus kuliah dan mendapat pekerjaan tetap,? memangnya mudah membangun rumah tangga?" kata Papa Ayu yang terlihat sangat marah


"tapi pa...aku sangat menyukai kak Boy, kami sudah berpacaran cukup lama dan kami ingin maresmikan hubungan kami dalam pernikahan.!" kata Ayu


"Papa bilang tidak ya tidak...kamu belum tahu saja sifat asli lelaki itu, nanti kalau kamu tahu belangnya kamu pasti akan menyesal." kata Papa Ayu


Ayu tidak berkata apa-apa lagi dia pergi kekamarnya dan menagis ditempat tidurnya.


Papa dan mama Ayu membiarkan begitu saja, mereka masih tidak dapat menerima Sosok lelaki yang bernama Boy itu.


Ayu masih tidak percaya kalau orang tuanya masih saja menolak hubungannya dengan Boy, padahal sudah 3 tahun lebih Ayu berpacaran dengan Boy, menurutnya mereka sudah saling mengenal satu sama lain.


Kalau masalah kuliah Ayu masih bisa kuliah setelah menikah, begitulah setidaknya yang dipikirkan Ayu.


Tapi tidak dengan orang tuanya, papa dan mama Ayu merasa Boy sosok laki-laki yang tidak baik dan tidak pantas untuk Ayu, Ayu berhak mendapat seorang laki-laki yang lebih baik dari pada dia.


Lain halnya dengan Ayu yang sekarang sudah dibutakan oleh cinta menurutnya pendapat orang tua dan orang-orang disekitarnya tidaklah penting yang penting adalah bagaimana dia menerima semua kekurangan Boy dan melengkapinya.


BERSAMBUNG