AYU

AYU
Hari pernikahan



Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun telah tiba Boy sudah lulus menjadi seorang dokter muda, kabar dia akan menjadi menantu tuan Hardi pun sudah menyebar luas, banyak sekali yang menawarkan sebuah pekerjaan dirumah sakit.


Inilah keuntungan yang diinginkan Boy sejak lama, mungkin kalau dia tidak punya hubungan dengan Ayu ketika dia lulus dengan nilai terbaik pun dia akan modar-mandir melamar pekerjaan kesana-kemari


tapi tidak saat ini, dengan mudah para pemilik rumah sakit malah yang datang mencarinya.


Dia tidak bermaksud mempermaikan perasaan Ayu kepadanya, tapi dia hanya tidak atau belum mencintai Ayu atau seorang wanita lain selain Ayu.


Dia kerap mendekati wanita hanya karena ingin medapat keuntungan dari hubungannya itu. Waktu itu sebelum dia mengenal Ayu dia juga menjalin hubungan dengan anak dari pemilik kampui tempatnya kuliah agar dengan mudah dia bisa masuk kedalam kampus itu.


Setelah dia mengenal Ayu dan tahu latar belakangnya dia dan menjalin hubungan dengannya sampai saat ini karena sampai saat ini Ayu lah yang menjadi tangga terbaiknya untuk mengapai mimpi-mimpinya.


Hari ini pun akan menjadi hari yang bersejarah untuk Boy dan Ayu yang akan mengikat janji suci mereka berdua dihadapan penghulu dan para tamu undangan.



Ruangan yang didesain sangat indah pun tinggal menunggu para tamu untuk diisi.


Ayu sedang dirias diruangan rias dikamar pengantin


"ma....bagaimana penampilanku.?" tanya Ayu


"kamu sudah sangat cantik kok. jangan gugup semua akan berjalan dengan lancar." kata mama Ayu


Mama Ayu yang menasehati Ayu, tapi malah dia yang terlihat lebih gerogi dari pada Ayu.


"Ayu sayang...maafkan mama kalau mama belum bisa membahagiakan kamu, mama berharap kamu dan Boy akan hidup bahagia selamanya."kata mama Ayu sambil mengenggam tangan Ayu.


" tante lihatlah, tante lebih gerogi dari pada pengantinnya" kata Heni


"Heni bagaimana ini, tante tidak bisa memghilangkn gerogi tante." kata Mama Ayu.


Heni memberikan segelas air putih kepada mama Ayu dan mengajarinya menarik nafas agas semua rasa gerogi dalam dirinya hilang.


"kamu sangat cantik.!" kata Heni mendekati Ayu yang sedang dirias.


" terima kasih"kata Ayu sambil tersenyum


Ijab kobul akan dilangsungkan dirumah Ayu dan hanya akan dihadiri beberapa kerabat dekat dan teman-teman dekat saja.


Ayu dan Boy sudah duduk menghadap ke barat didepannya ada sang papa yang akan menikahkah mereka,


Acara berlangsung deng kitmat dan penuh dengan haru.


" bagaimana saksi sah.?"tanya seorang penghulu


"sah....."jawab semua yang hadir serentak


Air mata menetes dari mata Ayu yang indah.


Ayu mencium tangan sang suami dan Boy pun juga mencium kening sang istri


"Anak-anakku, aku ingin kalian bahagia dan bersama sampai maut memisahkan kalian.!" kata papa Ayu sambil menepuk pundak Ayu dan Boy.


Setelah acara ijab kobul sekarang adalah acara resepsi. Semua orang segera bersiap-siap begitu pula dengan Ayu dan Boy mereka kembali kekamar untuk berganti pakaian.


Boy menutup pintu pelan-pelan dan mendekati Ayu.


"Hay istriku..." kata Boy sambil memeluk istrinya dari belakang.


"kak Boy hentikan nanti ada yang masuk.!" kata Ayu mencoba melepaskan dekapan tangan Boy


" biarkan saja, sekarang kamu adalah istriku aku punya hak sepenuhnya atas dirimu." kata Boy sambil terdenyum.


"aku akan melepaskanmu, tapi beri aku satu ciuman."


Ayu berbalik dan melihat Boy, Boy mulai melepaskan dekapanya dan memejamkan matanya serta memanyunkan bibirnya.


Tiba-tiba pintu diketuk.Ayu mendorong tubuh Boy mereka pun melepaskan diri, Boy membersihkan sisa-sisa liptik dibibirnya.


Seorang perias masuk dan membantu Ayu memakai baju pengantin dan merias wajah mungil Ayu. Begitu juga dengan Boy dia bersiap memakai setelan jas warna hitam dengan dasi kupu-kupu, dia terlihat sangat tampan dengan setelan jas itu



Ayu tersenyum melihat suaminya tampil begitu tampan dan menawan.


"jangan melihatku seperti itu." kata Boy


"kenapa, kamu terlihat tampan aku jatuh cinta lagi padamu." goda Ayu


Seorang perias ikut tersenyum mendengarkan percakapan mereka.


Ayu sudah siap kini saatnya pergi menemui tamu undangan yang sudah berkumpul.


Boy yang sudah turun duluan sudah menunggu dibawah Ayu berjalan menuruni tangga semua mata tertuju kepadanya.


Semua tamu bergumam memuji kecantikan Ayu.



Ayu berjalan membelah kerumunan tamu dan menuju kearah Boy berdiri.Boy yang berdiri mengulurkan tangannya menyambut tangan Ayu.


"Istrimu sangat tampan dokter Boy."kata seorang disamping Boy


"terima kasih tuan Martin." kata Ayu


Boy hanya tersenyum sambil menepuk-nepuk tangan Ayu,dia merasa sangat bangga bisa berdiri disamping wanita cantik seperti Ayu.


"Sayang sini...aku akan mengenalkanmu kepada seseorang.!" panggil papa Ayu


Ayu melihat kearah papa, dia mengajak Boy menghampiri papanya yang sedang berbincang dengan salah seorang tamu.


"kenalkan ini adalah dokter Herman dia adalah CEO dari rumah sakit ternama dikota kita ini." kata Papa Ayu


"dan ini adalah anakku dan juga suaminya."


"hallo...kamu terlihat sangat cantik, suamimu juga sangat tampan, anakku juga kuliah dikampus yang sama dengan kalian, mungkin dia seusia mu Dokter Boy."kata Dokter Herman


"benarkah, dimana dia barang kali aku mengenalnya." kata Boy.


"Sayangnya dia tidak bisa ikut kesini, katanya dia ada banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan.! tapi dia menitipkan hadiah untuk kamu Ayu." kata Dokter Herman sambil mengeluarkan sebuah kotak dari dalam saku jasnya dan memberikannya kepada Ayu.


"Untukku, terima kasih Dok." kata Ayu sambil mengambil kotak itu dari tangan doktet Herman


"aku harap kamu menyukainya." kata dokter Herman


Ayu dan Boy meminta ijin menyapa teman-temannya yang lain yang baru sempat dia temui karena begitu banyak tamu-tamu penting yang harus disapa mereka.


"Sebenarnya aku ingin mejodohkan anakmu dengan anakku, tapi aku kalah cepat dengan pria itu" kata dokter Herman


"mereka sudah berpacaran lebih dari 3 tahun, sebenarnya aku juga ingin Ayu lulus kuliah dulu, tapi aku kalah dengan gejolak anak muda. hahahha" kata papa Ayu sambil tertawa


Dokter Herman melihat Ayu yang sedang bercengkrama dengan teman-temannya dia merasa Ayu adalah gadis dalam foto yang dia lihat dikamar anaknya.


Tapi dia meyakinkan diri bahwa itu tidak benar mana mungkin Ayu adalah gadis yang disukai anaknya kalau dia sudah berpacaran dengan suaminya selama 3 tahun lebih.


Hari sudah malam banyak tamu yang sudah pulang ada juga yang baru datang, kerena papa Ayu adalah salah satu orang ternama dikota ini jadi banyak tamu yang datang silih berganti.


Ayu duduk dikursi dia merasa sangat capek karena harus menyapa satu persatu tamu yang datang.


BERSAMBUNG