AYU

AYU
Cerita



Ayu dan Heni pergi jalan-jalan seperti yang mereka rencanakan.Ayu tidak membawa mobil karena tadi dia diantar oleh Boy, jadi mereka pergi naik bis sambil menikmati keramaian kota.


Dalam perjalanan Ayu terus saja tersenyum, dia melihat Heni terlihat sangat berbeda kali ini.Wajahnya begitu bersunar mungkin karena dia telah menemukan sandaran hati yang cocok dengannya.


" Jadi bagaimana hubungan kamu dengan Yusuf?" tanya Ayu


" Kami berpacaran seperti orang lain, kadang kita jalan-jalan bersama dan kadang dia datang menjemputku setelah pulang kerja." kata Heni


Ayu tersenyum bahagia akhirnya sahabatnya telah menemukan orang yang cocok dengannya.Ayu mengenggam tangan Heni, Heni melihat Ayu dia merasa ada yang berbeda dengan Ayu.


Apa yang terjadi apa mungkin Ayu tahu Boy berselingkuh.


kata Heni dalam hati sambil terus melihat Ayu


Ayu ingin selaki bercerita kalau ada yang salah dengan dirinya, tepatnya pada hatinya.Tapi dia masih ragu mungkin yang dia rasakan kepada Juna hanya sekedar rasa kagum, setelah dia hidup bersama Boy perasaanya mungkin akan kembali seperti semula.


Ayu menghela nafas panjang.


" Apa yang terjadi?" kata Heni sambil menaruk tangan dia yang satunya diatas tangan Ayu yang mengenggam tangannya.


" Haah." Ayu kaget dengan ucapan Heni dan merasakan tangan Heni menyentuh tangannya.


Ayu hanya tersenyum dan menggelang.


Meskipun Ayu tidak menjawab, Heni tahu ada yang salah dengan Ayu.Entah itu masalah Boy atau yang lain yang jelas Ayu berbeda dari Ayu yang biasa dia kenal.


"Bagaimana kalau kita makan, kita mampir ke cafe yang dulu biasa kita datangi, atau kita mau kepuncak." kata Heni


"aku baru saja tinggal di pegununggang 6 bulan, aku rindu keramaian kota ini." kata Ayu


Mereka turun dan berjalan kepusat perbelanjaan yang sangat terkenal, disana banyak anak muda yang sedang nongrong bersantai bersama teman atau pacarnya.Heni mengajak Ayu masuk kedalam dan memilih beberapa pakaian dan sepatu.



Sudah lama sekali mereka tidak jalan-jalan bersama terlihat senyuman terpancar dari keduanya.Tiba-tiba ponsel Ayu berbunyi, itu dari Boy dia ingin tahu dimana Ayu sekarang dia ingin pergi menjemputnya.


"Ya...baru jam segini masak sudah harus pulang sih?" tanya Heni


Wajah Heni terlihat cemberut, Ayu tersenyum dan mencubit kedua pipi Heni.


"Dia kesini bukan untuk menjemputku, dia kesini untuk bergabung." kata Ayu


Ayu pun juga tidak ingin segera kembali kerumah, meskipun Boy datang untuk menjemput dia akan meminta Boy tinggal sedikit lebih lama dengannya bergabung bersama mereka.


Ayu dan Heni duduk disebuah cafe yang berada didalam pusat perbelanjaan sambil menunggu Boy datang dia memesan makan dan minuman ringgan.Tidak jauh dari sana ada Dwi dan Adam yang tengah jalan-jalan juga.Ayu melambaikan tanganya meminta mereka untuk bergabung bersamanya.


"Kalian sedang apa disini?" tanya Ayu


"kita sedang kencan." kata Adam


Dwi menyenggol tangan Adam,Ayu dan Heni tersenyum melihat keseruan mereka.Meskipun mereka sering beradu mulut tapi mereka malah terlihat asik dan saling memahami.


Tidak lama setelah mereka makan Boy datang. Ayu melambaikan tangannya memberitahu posisinya.Boy tersenyum dan mendekati meja mereka.


"Kalian sedang berkumpul disini." kata Boy


"Kamu sudah makan belum, mau makan tidak?" tanya Ayu


"Tidak, aku baru saja makan bersama teman lamaku." kata Boy


Boy yang duduk disamping Ayu mengenggam tangan Ayu, memperlihatkan kepada semuanya kalau dia suami yang sangat mencintai istrinya.Adam sangat mengagumi Boy yang memanjakan istrinya.Berbeda dengan Adam, Dwi dan Heni malah memalingkan wajahnya karena mereka tahu Boy tidak sebaik itu.Ayu yang tidak tahu apa-apa hanya tersenyum manis seperti biasanya.


"Kita nonton yuk." kata Adam


Dwi dan Ayu menatap Heni dengan tatapan yang aneh.


"Kenapa kalian menatapku?" tanya Heni


"aku tidak enak sama kamu, kita bawa pasangan tapu kamu" kata Dwi


"Memangnya kenapa, berapa tahun aku menjadi obat nyamuk selama ini.Hanya satu hari bukan masalah buat aku." kata Heni


"Iya mulai sekarang aku tidak akan menjadikannu obat nyamuk karena kamu sudah punya pacar kapan-kapan kita jalan sama-sama." kata Ayu


"Karena pacar kamu jauh disana, aku tidak akan bisa ikut kalian jalan-jalan disana." kata Dwi


"Meskipun pacarku dan aku berjauhan bukan berarti aku bisa cari selingkuhan." kata Heni


Semua orang melihat Heni dengan tatapan yang aneh.Dwi kaget Heni bisa berkata seperti itu ketika Boy ada disampingnya.


"Kenapa kalian melihatku seperti itu, yang aku katakan benar kan, aku bukan seseorang yang gampang untuk berselingkuh hanya demi kesenagan sesaat.Aku juga percaya dia disana juga sama." kata Heni


" Kamu benar lihatlah kalian, kalia hidup berjauhan selama 6 bulan tapi kalian masih tetap sama seperti pertama menikah." kata Dwi


Adam mengangguk, Ayu dan Boy hanya tersenyum dan saling memandang.Ayu kemudian memalingkan wajahnya dan mencari topik lain.Sedangkan Boy terus melihat wajah Ayu yang berubah, dia berfikir mungkinkah Ayu sudah tahu tentang Novi.


" bukankah kita akan pergi nonton, sebaiknya kita bergegas." kata Ayu


Heni juga melihat wajah Ayu berubah, mereka sudah saling mengenal senak kecil tidak ada hal apa pun yang bisa disembunyikan Ayu dari Heni.


Mereka pergi kebioskop untuk nonton film.Disana Heni mengajak Ayu pergi ketoilet, dia ingin sekali tahu apa yang disembunyikan Ayu darinya.


" Ada apa?" kata Ayu


Heni mengecek apakah ada orang didalam toilet atau tidak, setelah yakin hanya ada dia dan Ayu disana, Heni langsung memeggang kedua tangan Ayu.Melihat reaksi Heni, Ayu kaget dia menatap Heni dengan tajam dan penasaran apa yang akan Heni katakan.


" Jujur padaku, apa yang terjadi antara kamu dan Boy.Apa kalian ada masalah?" tanya Heni


" Masalah apa tidak ada masalah yang terjadi antara kita." kata Ayu


" Terus kenapa wajahmu berubah ketika Dwi dan aku menyinggung soal perselingkuhan, apa Boy selingkuh?" tanya Heni


Ayu hanya diam sambil terus menunduk.


" Bicara padaku, aku akan membantumu.Kamu tahu Yusuf adalah pengacara yang hebat, dia bisa mengurus masalahmu." kata Heni sambil mengengam tangan Ayu dan menatapnya


" Bukan Boy, tapi aku." kata Ayu


" Apa..." Heni tidak percaya dengan kata-kata Ayu dia diam sambil berfikir apa yang terjadi sebenarnya.Mungkinkah Ayu selingkuh dengan Juna, bukankah kata Dwi mereka hanya berteman baik, lantas dengan siapa Ayu selingkuh.Kata-kata itu terus saja memenuhi isi kepala Heni


" Cerita pelan-pelan." kata Heni


" Aku bukannya selingkuh seperti yang orang-orang lakukan, aku hanya merasa ada yang berbeda dihatiku.Aku tidak lagi merasakan perasaan seperti dulu lagi kepada Boy." kata Ayu


Heni tidak berkata apa-apa dia hanya diam menanti Ayu melanjutkan ceritanya lagi.Ayu binggung mau berkata apa dia belum yakin dengan perasaannya.


" Awalnya aku hanya merasa kagum kepadanya, lalu pelan-pelan hatiku bergetar.Ketika aku kembali kesini, dia bilang kalau dia menyukaiku hatiku bergetar.Kata-katanya terus saja memenuhi isi kepalaku.Apa yang harus aku lakukan?,aku merasa menyakiti Boy." kata Ayu sambil menitikan air matanya


Heni mendekat dan memeluk Ayu,dia bersyukur Ayu belum mengetahui kalau Boy berselingkuh, dia juga sedikit senang meskipun hanya sedikit ada laki-laki lain dihatinya.


BERSAMBUNG