AYU

AYU
Bulan madu



Hari sudah hari keriga Ayu menjadi istri Boy, tapi mereka belum melakukan malam pertama hari pertama pernikahan mereka Boy harus pergi ke kota X untuk wawancara pekerjaannya disalah satu rumah sakit ternama dikota X, sedangkan ketika malam setelah resepsi mereka sangat lelah dan tidur begitu saja.


Selama tiga hari ini Boy tinggal dikota X, Ayu tidak ikut kesana karena jadwal kuliahnya yang begitu padat. Mereka hanya berkomunikasi lewat telepon atau sesekali melakukan vidio call.


Hari ini Ayu pulang kerumah dia terlihat sangat lelah wajahnya kusut dia langsung berbaring disofa dan memejamkan matanya.


"nona tidurlah dikamar nanti sakit.!"kata bi Je


Ayu tidak menjawab dia mengangguk dan berjalan menuju kamarnya,bi Je hanya melihat Ayu sempoyongan menaiki tangga,dia berfikir kalau Ayu sangat lelah hari ini.


"dimana Ayu?"tanya mama Ayu yang tiba-tiba sudah berdiri disamping bi Je membuat biJe terkejut.


"anu nyonya, nona baru pulang sekarang naik kekamarnya, sepertinya dia terlihat sangat lelah nyonya." jawab bi Je


Setelah mendapat jawaban mama Ayu segera naik menemui Ayu. Dia membuka pintu kamar Ayu dan melihat Ayu sedang tertidur ditempat tidurnya tanpa melepas sepatunya.


"sayang...apa kamu capek, kenapa tidak mandi lalu makan dulu,? mama punya kejutan untukmu." kata mama Ayu sambil menyentuh rambut Ayu yang terurai panjang.


" memangnya mama mau kasih Ayu apa sih ma.?" tanya Ayu yang masih terlihat lelah


"bukankah ujianmu sudah selesai.? tanya mama Ayu


"lalu?" Ayu langsung duduk dan melihat mamanya dengan penuh harap.


Mama Ayu mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya, Ayu sangat penasaran apa yang akan diberikan mamanya dia melihat tangan mamanya mengambil sebuah kertas dan memberikan padanya


"ma...ini.? kata Ayu terkejut melihat dua tiket ditangannya.


" Boy sudah menelpon dia akan kembali besok, sebelum dia resmi bekerja disana dia masih ada waktu 1 minggu jadi pergilah bulan madu berdua.Aku juga sudah memberitahu Boy untuk menunggumu dibandara besok tidak perlu pulang kerumah aku akan mengantarmu kebandara." kata mama Ayu


Ayu tidak berkata apa-apa dia hanya memeluk mamanya dengan erat, terlihat air mata kecil berada diujung mata Ayu karena terharu.


" mama akan membantumu mempersiapkan barang-barang yang akan kamu bawa." kata mama Ayu


Ayu mengangguk dan lekas berdiri menurunkan koper dan memasukkan beberapa baju kedalamnya.Mama Ayu masih disana membantu Ayu.


" Sudah siap, pergilah mandi kita makan malam dulu dan segera beristirahatlah." kata mama Ayu sambil berjalan keluar


"ma...tunggu.!" kata Ayu sambil berjalan mendekati mamanya dan memeluk sang mama dengan erat


" terima kasih."


Mama Ayu tersenyum,Ayu melepaskan pelukannya dan pergi kekamar mandi segera mandi.


Tak lama Ayu turun makan bersama mamanya. Papanya belum pulang mungkin hari ini dia lembur jadi mereka makan malam lebih dulu.


Setelah makan Ayu pergi kekamarnya dia sudah tidak sabar hari esok datang, dia sangat rindu dengan Boy.Dia juga tidak berani menelpon Boy lebih dulu takut kalau dia akan menganggu pekerjaannya.


Mata Ayu terpejam, mungkin karna hari ini dia sudah melakukan banyak hal yang membuatnya capek jadi dia terlelap begitu saja.


" Ayu sayang...ayo bangun...nanti kamu terlambat"kata mama Ayu sambil mengoyangkan tubuh Ayu


Ayu terbangun dia melihat jam dan bergegas kekamar mandi, mama Ayu tersenyum melihat Ayu kelabakan.


Ayu sudah siap, koper sudah siap dia hanya tinggal berangkat mama dan papanya menunggu diluar, Ayu berlari kecil menghampiri mereka.


" jangan berlari seperti itu." kata papa Ayu


"pa terima kasih ya untuk semuanya." kata Ayu sambil memeluk papanya.


" iya sayang, tapi maaf papa ada pekerjaan dikantor jadi tidak bisa mengantarmu kebandara.Bersenang-senanglah disana.!" kata papa Ayu


Ayu dan mamanya berangkat kebandara, mereka harus segera sampai dibandara karena penerbangannya sebentar lagi.


Boy sangat cemas dia terus melihat kesekeliling mencari sosok Ayu yang tidak kunjung datang sedangkan penerbangannya sebentar lagi akan lepas landas.


Ayu berlari menemui Boy yang sedang menunggu dengan cemas


" maafkan aku," kata Ayu dengan nafas terengah-engah


" tidak apa-apa ayo kita harus segera masuk, ma terima kasih ya."kata Boy


" Sudahlah cepat masuk." kata mama Ayu


dia tersenyum dan melambaikan tangannya melihat kepergian Ayu dan Boy


Akhirnya mereka sudah duduk didalam pesawat, Ayu dan Boy kerasa lega, mereka saling menatap dan tersenyum bersamaan.Boy mengelus kepala Ayu.


Tidak lama pesawat mereka lepas landas menuju negara tujuan yang dipilihkan mama Ayu untuk mereka.


Sudah sangat lama Ayu merasa sangat lapar, Boy memangil pramugari dan memesan makanan untuk Ayu dia tahu Ayu pasti belum sempat makan tadi.


" terima kasih." kata Boy kepada pramugari itu


Ayu makan dengan lahap,Boy tersenyum melihat Ayu makan dengan begitu lahapnya.


Setelah beberapa jam mereka sampai dinegara tujuan.Sebelum pergi kehotel mereka singgah dulu kesebuah mercusuar didekat pelabuhan.


mereka menikmati udara sore yang hangat,angin berhenbus begitu kencang yang membuat rambut Ayu beterbangan.


Boy mendekap Ayu dari belakang, Ayu memeluk tangan Boy yang memeluknya, mereka menikmati suasana sore yang indah.


Boy membalikkan tubuh Ayu tangannya menyentuh pipi Ayu yang lembut, kemudian dia mencium bibir Ayu dengan lembut


"Aku mencintaimu." kata Boy


Ayu tersenyum dan memeluk tubuh Boy.


matahari sudah hampir terbenam mereka harus segera menuju kehotel.


Jarak pantai dan hotel mereka tidak begitu jauh jadi tidak memakan waktu yang lama dan sekarang mereka sudah berada dihotel.


Seorang pegawai hotel membantu mereka membawa barang-barang dan mengatar mereka kekamarnya.



Ayu masuk dia melihat sekeliling dan membuka tirai jendela kamarnya, dari situ dia bisa melihat pemandangan sore yang sangat indah matahari terbenam diujung barat yang membawa bekas cahaya warna oren yang sangat indah.


"kak Boy, lihatlah!" kata Ayu


Boy berjalan mendekati Ayu dia melihat apa yang dilihat Ayu.


"cantik... secantik dirimu" kata Boy


Kata-kata Boy membuat Ayu tersipu malu wajahnya memerah, Boy mendekat dan mengangkat wajah Ayu yang tertunduk.


"mulai sekarang jangan panggil aku kak, panggil aku suamiku, aku sekarang adalah suamimu." kata Boy sambil mencium kening Ayu.


Ayu hanya diam dan mengangguk perlahan, Boy memeluk Ayu dan berdiri bersama melihat keindahan matahari terbenam.


Hari sudah hampir malam Ayu mengeluarkan baju dari dalam koper dan memberekannya.Sedangkan Boy masih didalam kamar mandi Ayu memesan beberapa makanan agar diantar ke dalam kamar mereka.


BERSAMBUNG