AYU

AYU
Belanja



Setelah selesai dengan gaun pengantinnya Ayu dan Heni pergi jalan-jalan disebuah pertokoan untuk mencari apa-apa yang dibutuhkan mereka nanti



Mereka sampai disebuah toko yang menjual tas dan sepatu, mereka terlihat memilih beberapa tas dan sepatu.


"coba ini.!" kata Heni


"tidak... aku tidak bisa, ini terlalu tinggi aku takut nanti aku akan jatuh." kata Ayu


"kamu kan akan menjadi pengantin, tentu saja harus memakai sepatu hak tinggi.!" kata Heni


Ayu menghela nafas panjang dan mencobanya.Dia mencoba berdiri dengan seimbang tapi dia oleng dan akan terjatuh, untung saja Heni memegang tangan Ayu jadi Ayu tidak sampai terjatuh.


Mereka saling memandang dan tertawa bersama-sama.


"Aku akan memilih sepatu yang tidak terlalu tinggi.!" kata Ayu


"baiklah...aku juga akan memilih sebuah sepatu."kata Heni.


" iya pilihlah sepatu, jangan memakai sandal seperti itu.!" goda Ayu.


Heni melihat kakinya dan tersenyum. Sedangkan Ayu meninggalkannya dan memilih sepatu disisi toko yang lain.



Sepasang sepatu telah dipilih Ayu untuk dia pakai saat hari pernikahannya nanti.


Ayu sudah membawanya kekasir dan membayarnya sedangkan Heni masih sibuk mencari sepatu yang diinginkannya,


"Kenapa lama sekali.?" tanya Ayu


"aku sedang memilih, tapi.... semuanya mahal sekali" bisik Heni ditelinga Ayu


Ayu tersenyum, dia mengambil sepasang sepatu yang dicoba oleh Heni tadi.



"Ini sangat cocok untukmu, kaki putihmu pasti terlihat sangat indah.!"kata Ayu


"tidak....ini sangat mahal, aku tidak mampu untuk membelinya.!" kata Heni sambil meletakkan kembali sepatu yang diambil oleh Ayu tadi


"aku akan membayarnya untukmu.!"kata Ayu sambil mengambil kembali sepatu itu dan pergi kekasir.


Heni mencoba menghentikannya tapi Ayu tidak memperdulikan perkataan Heni


Henibpun akhirnya membiarkan Ayu membayarnya.


"terima kasih." kata Heni


Ayu tersenyum dan memberikan tas yang berisi sepatu itu kepada Heni.


Setelah selesai dengan sepatu mereka pergi keluar untuk mencari makan, sudah siang dan mereka pun sudah sangat lapar.


Mereka makan disebuah restoran ikan bakar langanan mereka.


"Rasanya sudah tidaj sabar sekali aku ingin makan, cacing diperut sudah pada demo kelaparan" kata Heni


"Aku juga" kata Ayu sambil mengelus-elus perutnya.


Tidak lama pesanan mereka telah sampai dimeja mereka, dengan sangat lahap mereka menyantap makanan itu.



Ayu melihat kebelakang sepertinya ada seseorang yang sedang mengawasinya dari jauh.


"Ada apa.?" tanya Heni


"sepertinya ada yang terus melihatku." kata Ayu


"Siapa.?" kata Heni sambil melihat sekeliling.


"tidak ada yang melihat kearah kita."


"entahlah...aku hanya merasa ada seseorang yang mengawasiku." kata Ayu


"sudahlah, mungkin hanya perasaan kamu saja, teruskan makanmu!" kata Heni


Ayu pun mulai menyantap makanannya lagi tapi matanya terus melihat sekeliling memastikan tidak ada orang yang mencurigakan.


"hay...."


suara seorang laki-laki yang familiar ditelinga Ayu.


Ayu langsung memalingkan wajahnya melihat kebelakang


"Kak Boy...aku kaget sekali." kata Ayu


"Kenapa.?"kata Boy


"tidak apa-apa.!"kata Ayu


"Dia merasa ada yang mengawasinya, tapi yang aku lihat tidak ada yang mencurigakan. mungkin hanya perasaan Ayu saja.!" kata Heni


"Benarkah...kamu tenang saja tidak ada yang akan menyakitimu."kata Boy


"aku akan melindungimu.!"


"Sepertinya aku akan menjadi obat nyamuk disini. lebih baik aku pergi saja."kata Heni


"tidak-tidak maafkan kita, kamu jangan pergi.!"kata Boy


"apa yang kalian beli tadi, seperinya banyak sekali.!"


"calon istrimu ini memborong semua isi toko untuk pernikahan kalian nanti." kata Heni.


"kamu sudah tahu.?" kata Boy melihat ke Heni


Heni berhenti mengunyah dan melihat Ayu, Ayu langsung melihat ke Boy.


Heni mengangguk dan menunjukan jempolnya lalu melanjutkan makannya.


"aku bercanda. aku tahu itu kok.!" kata Boy


Mereka melanjutkan makannya sambil mengobrol tentang rencana pernikahan mereka. waktu berjalan dengan cepat tidak terasa hari sudah mulai sore.


Mereka beranjak pergi.


"kita kemana lagi.?"kata Ayu


"Aku sudah capek, kita belanja lain kali saja.Aku mau pulang.!" kata Heni


"Baiklah aku akan mengantarmu." kata Ayu


Mereka menuju mobil, Boy membawa barang belanjaan Ayu dan meletakanya dibagasi mobil. Ayu memberikan kunci kepada Boy, menyuruhnya menyetir mobil.


Heni duduk dikursi belakang dia tampak memejamkan matanya agar dia tidak melihat adegan-adegan aneh didalam mobil.


lebih baik aku tidur


kata Heni dalam hati


" Heni apa kamu tidur.?"tanya Ayu sambil melihat kebelakang.


Heni hanya diam dia terua memejamkan matanya.


"Biarkan dia tidur, dia pasti lelah menemanimu belanja begitu banyak.!" kata Boy


"hemmmm...


"kita memang belanja banyak, aku membeli gaun pengantin yang sangat indah dan juga sepatu ada beberapa baju juga dan masih banyak lagi."kata Ayu


"kamu senang.?" tanya Boy


"hemmmm


Ayu terseyum melihat kearah Boy.


Boy memegang tangan Ayu sambil mengemudi


"tapi kamu punya satu hutang kepadaku.!"kata Boy


"hentikan....Heni masih tertidur dikursi belakang.!"kata Ayu


kapan sampainya aku sudah tidak tahan lagi mendengarkan mereka


kata Heni dalam hati dia mengerakan tubuhnya yang mulai miring.


Ayu melihat kebelakang dia merasa Heni tidak benar-benar tertidur. Wajahnya memerah memikirkan kalau Heni mendengar percakapannya dengan Boy tadi.


Mereka sudah sampai didepan rumah Heni, Ayu membangunkan Heni dengan mengoyang-goyangkan tubuhnya.


"Heni....hen kita sudah sampai.!" kata Ayu


Heni membuka matanya, dia berpura-pura menguap dan merenggangkan tangannya.Dia turun dan mengambil barang-barangnya di bagasi mobil kemudian berdiri disamping mobil dan melambaikan tangannya.


Ayu tersenyum dan melambaikan tangannya.Begitu juga Boy, dia membunyikan klakson dan mulai menjalankan mobil.


Setelah sedikit lebih jauh Boy membawa mobilnya kedalam sebuah diujung jalan, Dia berhenti di bawah pohon bunga yang sedang mekar kelopak bunga-bunga berjatuhan di kaca depan mobilnya.


"wah lihatlah indah sekali."kata Ayu


"kamu suka.?"tanya Boy


"hemmmm...


Ayu terus melihat bunga-bunga berjatuhan yang disinari cahya bulan


"Aku ingin menagih sebuah hutang." kata Boy sambil memegang tangan Ayu,


Ayo sontak terdiam melihat Boy yang terus menatapnya.Wajahnya memerah dia tahu kemana arah pembicaraan Boy.


Boy meletakkan tangannya dileher Ayu dan mendekatkan wajahnya kepada Ayu.Jantung Ayu berdetak dengan kencang seiring wajahnya yang semakin dekat.


Boy mulai mencium bibir manis Ayu, Ayu memejamkan matanya dan mengikuti permainan bibir Boy. Mereka berciumam cukup lama.


Tiba-tiba ponsel Ayu berbunyi, dilihatnya nomer sang mama yang sedang menelpon.


Ayu mengangkatnya


📞


"iya ma...ada apa.?" kata Ayu


📞


"Ayu...sayang jam berapa ini, kenapa belum pulang.?" kata mama Ayu


📞


"iya ma Ayu akan langsung pulang"jawab Ayu dan langsung menutup telponnya.


"Sebaiknya kamu pulang.!" kata Boy


"iya...aku akan mengatarmu pulang dan langsung pulang juga." kata Ayu


Boy menjalankan mobil menuju rumahnya, tidak butuh waktu lama karena rumah Boy tidak jauh dari sana.


mereka sampai didepan rumah Boy. Ayu juga turun dan beralih kekursi memudi.


Boy menghentikan langkah Ayu, dia mencium kening Ayu dengan lembut.Ayu tersenyum dan masuk kedalam mobil.


Ayu melambaikan tanganya dan melaju menunggalkan rumah Boy.


BERSAMBUNG