
Ayu menghela nafas panjang, sesara semua beban dipundaknya terlepas semuanya.Ayu keluar dari ruangan dokter Herman.
Dalam perjalanan dia terus kepikiran kata-kata Dokter Herman mengenai Dokter Juna.
Dalam benaknya dia berfikir bagaimana dokter Herman mengenal Dokter Juna.
" Hey...bagaimana ujian kamu." kata Heni sambil menepuk pundak Ayu
" kamu...ngagetin saja" kata Ayu sambil mengelus dadanya.
" Kamu sedang memikirkan apa sih." tanya Heni
" Hemmm...kamu kenal tidak sama laki-laki yang bernama Juna,dia juga lulusan dari kampus kita." kata Ayu
Heni terdiam sejenak, sambil berfikir dan mengingat-ingat siapa laki-laki yang dimaksud oleh Ayu.Setelah cukup lama Heni berfikir tidak mengenal siapa laki-laki yang dimaksud Ayu
" Tidak." jawab Heni singkat
"kamu begitu lama berfikir tapi tidak mengenalnya." kata Ayu sedikit marah
" Hahaha...memangnya kenapa dengan laki-laki bernama Juna itu." tanya Heni
" Tidak apa-apa hanya saja dia begitu terkenal dikalangan para dokter." kata Ayu
" Dia pasti dokter yang hebat." kata Heni
"apa kamu mengenalnya.?" Heni melihat kearah Ayu
Ayu tidak menjawab, dia terlihat gugup.
" Kamu mengenalnya.!" Heni berhenti dan menarik tangan Ayu dan menghentikan langkahnya
"Ada sesuatu yang ingin kamu ceritakan.?" kata Heni
"Hemmm...Ada banyak hal yang terjadi dikota x.Aku mengenal dokter Juna disana." kata Ayu
" Terus." kata Heni sangat penasaran dengan kelanjutan cerita Ayu.
" Nanti aku akan menceritakan semuanya padamu.tapi tidak sekarang, aku harus segera kembali kerumah menemui mamaku." kata Ayu
"Tumben...mamamu...biasanya suamimu." kata Heni
Ayu hanya tersenyum dan melangkah meninggalkan Heni.Heni berlari mengejar Ayu dan memaksa Ayu untuk bercerita kepadanya tentang laki-laki yang bernama Juna itu.
" kenapa kamu penasaran, aku lebih penasaran dengan laki-laki yang menjadi pacarmu." kata Ayu
Heni menghentikan langkahnya, wajahnya memerah karena malu.Karena baru kali ini dia memiliki seorang yang spesial dihatinya.
Ayu menenggok kebelakang dan melihat Heni terdiam dan merona.
" Nanti ceritakan padaku ya.Aku pulang dulu." kata Ayu.
Heni tersenyum, Ayu adalah sahabat yang mengerti perasaannya, seperti biasa Ayu akan menunggu sampai Heni mau bercerita kepadanya.
Didepan rumah sakit Ayu melihat Dwi dan Adam sedang menunggu taksi.
" hay...kalian mau pulang.?" tanya Ayu
" Iya...aku akan pulang untuk melihat orang tuaku." kata Dwi
" Dan aku akan mengantarnya." kata Adam
" sepertinya kalian menjadi semakin dekat, baiklah kita akan bertemu dibandara besok.Selamat bersenang-senang." kata Ayu sambil pergi dan melambaikan tangannya.
Dwi dan Adam saling memandang, tangan mereka perlahan melambai kepada Ayu.
"Apa kita terlihat begitu dekat.?" kata Dwi
" Entahlah." kata Dwi
Ayu dan Heni naik taksi yang sama.Ayu meminta Heni untuk pergi kerumahnya dahalu.Dia ingin menghabiskan waktu bersama keluarga dan sahabatnya lebih lama.
Mereka sudah sampai dirumah Ayu.Mama Ayu sedang duduk santai ditaman depan rumahnya.Dengan hati-hati Ayu melangkahkan kakinya menuju tempat mamanya duduk.
"Mama....Ayu pulang." kata Ayu sambil memeluk mamanya dari belakang.
" Sayang...mama sangat kangen sekali." kata Mama Ayu sambil membalas pelukan Ayu.
" Apa kabar tante.?" kata Heni sambil membungkuk memberi salam
" Heni kamu juga kesini,? kabar tante baik, bagaimana denganmu.?" kata Mama Ayu
"Baik tante." jawab Heni
"Oh ya...bagaimana ujian kalian, kalian bisa mengerjakannya bukan.?" kata mama Ayu
" Tentu saja Ma...Ayu kan anak yang pintar." kata Ayu banga
" Ada apa kenapa kamu sedih,? apa ujiannya begitu sulit? " tanya mama Ayu
Heni tidak menjawab dia hanya mengeleng sambil terus menitikan air mata.Ayu nendekati Heni dia juga merasa sedih ketika melihat Heni terus menangis
" Maaf tante, Heni sangat cengeng, Heni sedih melihat tante dan Ayu bersama." kata Heni sambil terbata-bata
" Oh sayang...sini tante peluk, anggap saja tante adalah mama kamu sendiri." kata mama Ayu sambil menepuk-nepuk punda Heni
Ayu tersenyum dan juga memeluk Heni dan mamanya.Dia tahu Heni sangat merindukan orang tuanya.Dia tidak bisa kembali kekampung halamannya karena begitu jauh besok pagi dia harus kembali kerumah sakit x untuk bekerja sambil belajar lagi.
" Baiklah...nanti malam kita jalan-jalan sambil makan makanan yang enak." kata Ayu bersemangat
" Baiklah mama setuju, kita mau pergi kemana.?" kata mama Ayu
" Jalan-jalan dipekan raya sambil mencari cemilan disana sepertinya enak." kata Ayu
" baiklah kita pergi bertiga, kalian siap-siap dulu." kata mama Ayu
" Om Hardi tidak ikut tante.?" tanya Heni
"Sepertinya dia akan pulang malam hari ini, banyak kerjaan katanya." kata mama Ayu
Ayu dan Heni masuk kedalam rumah mereka mandi dan bersiap.Jarak pekan raya dengan rumah sedikt jauh jadi mereka harus berangkat lebih awal.
" Ma...Ayu sama Heni sudah siap." teriak Ayu didepan kamar mama Ayu
" Iya mama keluar." kata mama Ayu
Akhirnya mereka bertiga berangkat kepekan raya diantar oleh pak Tono, supir keluarga Ayu.
Ayu sudah tidak sabar sampai disana, dia ingin mencoba banyak jajanan yang biasa dijual dipekan raya.
Ketika sampai disana Ayu sangat terkejut melihat keramain yang ada.Banyak sekali pengunjung yang datang malam ini hingga semua pengunjung harus berdesak-desakan dengan yang lain
" Sayang sebaiknya kita cari tempat makan dulu, kita tidak bisa makan disini." kata mama Ayu
" Tapi ma...Ayu sangat ingin makan jajanan didalam." kata Ayu
" Baiklah...Ayo Heni kita masuk." kata Mama Ayu
" Baik tante." jawab Heni
Akhirnya mereka masuk kedalam, Ayu langsung menuju ketempat para penjual makanan kecil yang ada tidak jauh dari pintu masuk.
" Heni sini...apa Ayu tidak cerita apa pun padamu.?" tanya mama Ayu
"Maksud tante.?" Heni terlihat binggung
" Apa mungkin Ayu hamil.?" tanya Mama Ayu
" Ayu tidak cerita Hal seperti itu kepada Heni tante, dari tadi Ayu tidak sedikit pun cerita tentang kak Boy." kata Heni
" aneh sekali melihat Ayu begitu rakus seperti hari ini." kata mama Ayu.
Mama Ayu dan Heni melihat Ayu dari kejauhan dia terlihat sangat lahap menyantap makanan yang didasarkan dimeja depannya.
Ayu melambaikan tangannya sambil memanggil mama dan sahabatnya itu untuk bergabung.
" Kamu makan banyak sekali." kata mama Ayu
" ini minum." mama Ayu memberikan sebotol jus kepada Ayu
Ayu segera meminum minuman yang ada ditangannya dengan cepat, dia tidak merasa canggung atau malu karena begitu rakus hari ini.
Sudah lama sekali Ayu tidak sebahagia ini.
Mama Ayu terus melihat Ayu, Ayu tersenyum dan memeluk mamanya.
" Ma Ayu bahagia banget bisa bertemu dengan mama dan sahabat Ayu hari ini." kata Ayu
" Kenapa kamu bahagia.?" tanya mama Ayu wajahnya terlihat sangat penasaran
Begitu pula dengan Heni dia melihat Ayu dan menunggu jawaban Ayu dari pertanyaan mamanya.
" Hanya bahagia saja." kata Ayu sambil tersenyum
Mama Ayu dan Heni menghela nafas panjang sambil kembali memeluk Ayu.
Ayu sendiri tidak tahu mengapa hatinya begitu bahagia hari ini.Tapi yang jelas sejak ujian hari ini selesai dia merasa bahagia.
BERSAMBUNG