AYU

AYU
Terlambat bangun



Hari sudah sangat malam, bahkan sudah hampir pagi.Juna sudah sangat mengantuk dia beberapa kali menguap tapi dia berusaha tetap terjaga untuk menemani Ayu.


" Ayo kita pulang." kata Ayu


Juna tidak menjawab, Ayu melihat Juna terlihat memejamkan matanya wajahnya terlihat sangat lelah.Ayu mendekat melihat wajah Juna lebih dekat, tapi tiba-tiba Juna membuka matanya.


Dia melihat wajah Ayu yang sangat dekat dengan wajahnya.


Ayu kaget melihat Juna tiba-tiba membuka matanya dia mundur dan terjatuh, Juna mencoba menahan tubuh Ayu tapi dia malah ikut terjatuh ketanah.


Tubuh Juna sedikit menindih tubuh Ayu, mereka berdua merasa canggung dan langsung berdiri.


" maafkan aku." kata Juna


Ayu merapikan pakaiannya dan menepuk-nepuk bajunya yang terkena tanah.


" aku yang seharusnya minta maaf membuatmu menemaniku sampai malam seperti ini." kata Ayu


" Tidak apa-apa, sebaiknya kita segera kembali." kata Juna


Ayu dan Juna kembali kerumah, dalam perjalanan tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut keduanya.Mereka hanya diam berjalan sambil melihat kesekeliling.Wajah Ayu dan Juna sama-sama merah karena malu.


" kenapa aku malu, memangnya kita melakukan hal yang salah, susana ini sungguh canggung aku harus bersikap seperti biasa." kata Ayu dalam hati.


Setelah sampai didepan rumah, Ayu berhenti.Dia berbalik perlahan mengangkat kepalanya dan menatap Juna.


" Kalau begitu aku masuk dulu, terima kasih untuk hari ini." kata Ayu sambil melambaikan tangannya.


Juna hanya tersenyum dan mengangguk.Dia melihat Ayu berjalan masuk kedalam rumah Fahri.Setelah Ayu masuk Juna berjalan menuju rumahnya.


Ayu masih berdiri dibalik pintu, perlahan melihat keluar jendela.Melihat Juna menutup pintu dan berbalik.


"apa yang terjadi denganku, mengapa hatiku bergetar" pikir Ayu sambil mengusap dadanya.


Ayu mengeleng-gelengkan kepalanya memcoba menyadarkan dirinya kalau semua ini tidak benar.Dia telah memiliki Boy sebagai suaminya tidak mungkin kalau dia membagi hatinya dengan pria lain.


Mungkin yang dia rasakan saat ini adalah kagum, ini hanya rasa sesaat karena dia terbiasa bersama dengannya.Yang membuat hatinya lebih luluh adalah karena Juna selalu bersikap baik padanya.


Ayu berjalan menuju kamar, karena harus sudah sangat larut tidak ada seorang pun yang masih bangun semua tertidur dengan lelapnya.Ayu membuka pintu kamar, dia melihat Dwi tertidur dengan wajahnya yang manis dan tersenyum bahagia.


Ayu duduk diujung tempat tidur, dia melihat rumah Juna dari balik jendelanya.Lampu kamar Juna masih menyala, Ayu terus saja melihat kearah kamar Juna dia terdiam terus saja memikirkan hal bodoh yang dia rasakan kepada Juna.


Ayu berbaring dan memejamkan matanya, dia berharap hari esok akan menghilangkan semua rasa yang dia rasakan kepada Juna hari ini.Dia bisa memulai hari yang batu esok hari.


" Ayu bangun...Yu bangun." kata Dwi


" Aku baru saja memejamkan mataku, kenapa harus bangun.Sebentar lagi" kata Ayu sambil menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya.


" Bangun...lihat sudah jam berapa sekarang.Nanti kita terlambat." kata Dwi


Ayu tidak menghiraukan kata-kata Dwi, dia malah terlihat kembali tertidur dengan pulasnya.


Dwi menghela nafas dan turun kebawah, dia memberi tahu Difa dan Fahri kalau Ayu susah untuk dibangunkan.


" Ya sudah kita berangkat dulu kerumah sakit, aku akan memberi tahu Juna untuk menunggunya." kata Difa


Dwi mengangguk dan langsung seteju dengan ide dari Difa.


" Baiklah kita berangkat dulu, aku ada pasien pagi ini jadi harus segera sampai dirumah sakit." kata Fahri


Semua orang keluar, ada sebuah mobil yang terparkir disamping mobil Fahri, semua orang bertanya-tanya mobil siapa yang ada didepan mereka saat ini.


Tiba-tiba Adam keluar dari dalam mobil mengagetkan semua orang.


" Adam kamu..." kata Difa


Difa dan Fahri melihat kearah Dwi, Dwi tersenyum malu.


" Baiklah aku akan membiarkan kalian jalan berdua." kata Fahri


" Tunggu...aku akan pergi kerumah Juna terlebih dahulu memberitahunya untuk membawa Ayu bersamanya nanti." kata Difa


Difa berjalan kerumah Juna, dia mengetuk pintu dan membunyikan bel beberapa kali tapi tidak ada jawaban dari dalam, Difa melihat mobil Juna masih ada dihalaman jadi dia berfikir dia masih belum berangkat kerja.


Dwi, Adam dan Fahri menunggu didekat mobil, mereka melihat Difa dari kejauhan


" Kenapa dokter Juna belum juga bangun, apa yang terjadi tadi malam, Ayu juga sangat sulit untuk dibangunkan." Kata Dwi


Difa kembali, dia mengirimkan pesan kepada Juna untuk menunggu Ayu dan pergi kerumah sakit bersama.


" Bagaimana, kita berangkat?" kata Fahri


" Kita berangkat saja, biarkan saja mereka tidur." kata Difa


Mereka berempat berangkat kerumah sakit, meninggalkan Juna dan Ayu yang masih tertidur.


Sedangkan Ayu perlahan membuka matanya dia kaget melihat jam menunjukkan pukul 9 pagi


" Ya ampun, aku kesiangan, dimana semua orang kenapa tidak ada yang membangunkanku." kata Ayu yang terlihat gugup.


Ayu segera mandi dan berganti pakaian.


Juna juga baru bangun, dia membuka tirai kamarnya dan matahari sudah bersinar dengan cerahnya.Juna melihat jam pada ponselnya ada juga sebuah pesan dari Difa yang berisi untuk mangajak Ayu berangkat bersamanya.


Ayu mengambil ponselnya, dia menelpon Dwi yang sudah meninggalkannya.Dia sedikit marah karena Dwi tidak membangunkannya apa lagi tidak menunggunya.Dia berfikir kalau begini bagaimana dia akan pergi kerumah sakit.


Dwi memberitahu Ayu kalau dia harus pergi kerumah sakit bersama dokter Juna.


Ayu melihat keluar jendela mobil Juna masih terparkir didepan rumah, dia berfikir mungkinkah Juna juga kesiangan sama seperti dia.



Ayu keluar dan menuju rumah Juna, dia mendapat pesan bergambar dari Dwi yang menunjukan kalau dia sedang duduk disebuah mobik bersama Adam.


Adam ingin memamerkan kalau dia mengendarai mobil sendiri bersama pacarnya.


Ayu kaget dia berdiri didepan pintu Juna sambil terus melihat ponselnya.Dari mulutnya terdengan suara Ayu yang sedikit kesal.Tiba-tiba Juna membuka pintu dan melihat Ayu didepannya.


" Kenapa kamu terlihat kesal sekali?" tanya Juna


Ayu menyimpan ponselnya dan tersenyum tipis kepada Juna.


" Maaf, kamu pasti kesiangan karena menemaniku tadi malam." kata Ayu yang menyesal


" Tidak apa-apa, aku memang butuh tidur lebih banyak.Kita berangkat sekarang?" kata Juna sambil berjalan menuju mobilnya.


Ayu mengejar Juna dan masuk kedalam mobil.Juna melihat Ayu berjalan tidak stabil.


Dia berfikir apalah gara-gara terjatuh tadi malam kaki Ayu sakit.


Dalam perjalanan kerumah sakit Ayu dan Juna berbicara seperti biasanya


" Apa yang terjadi dengan kakimu?" tanya Juna


" Oh...sepertunya sakit karna terkilir tadi malam, tapi hanya sedikit setelah sampai dirumah sakit aku akan minta obat nyeri." kata Ayu sambil tersenyum


Mereka tidak membahas kejadian tadi malam, Ayu takut hubungan mereka akan menjadi rengang begitu pula yang dipikirkan oleh Juna.Dia berharap Ayu tidak berfikir yang aneh-aneh kepadanya.


BERSAMBUNG