AYU

AYU
Kebersamaan



Hari berganti hari, Ayu sudah melupakan kejadian yang menimpa dia beberapa hari lalu.Dia juga sudah bekerja dirumah sakit seperti biasa.


Begitu pun Juna, meskipun Juna sulit melupakan kejadian malam itu.Dia berusaha untuk tidak membahasnya.


Semua orang dirumah Dokter Fahri masih belum mendapat penjelasan dari Ayu dan Juna.Ayu hanya bercerita kalau dia tersesat dan Juna yang menolongnya.


Berganti hari demi hari semua orang melupakan kejadian itu, meskipun sesekali Dwi bertanya tapi Ayu selalu saja mencari alasan untuk tidak menjawabnya.


Dokter Farhan sebagai kepala rumah sakit sekaligus pembimbing Ayu, Dwi dan Adam sudah mengirimkan beberapa pesan sekaligus penilaian kepada kampus mereka.Sebantar lagi mereka akan menjalani ujian.


Fahri berharap mereka semua akan lulus diujian tahap ini, karena setelah ini akan ada lagi ujian yang lebih berat.



Hari sudah malam, Dwi masih berada dirumah sakit terlihat dia sedang belajar menganalisa penyakit dalam yang menjadi jurusannya.Banyak buku-buku didepannya.


" Jangan terlalu rajin, nanti kamu akan cepat pintar." kata Difa


" Dokter...aku kuliah untuk pintar kan." kata Dwi


" Hahhaha


Difa tertawa sebenarnya dia hanya ingin membuat suasana menjadi sedikit mencair tidak tegang seperti karet.


" Apa kamu kesulitan, aku akan membantu kamu." kata Difa


Dwi tersenyum dan mengeser tempat duduknya berharap Difa mau duduk disampingnya dan membatu dia memahami jenis-jenis penyakit dalam tanda-tanda dan bagaimana cara menanganinya.


Difa adalah dokter spesialis dalam yang sudah sangat berpengalaman dan pandai dalam mendiaknosis penyakit yang dialami pasien-pasiennya dan sangat jarang dia meleset hampir tidak pernah.


Akhirnya Difa tersenyum dan duduk disamping Dwi dia akan membatu Dwi memahami berbagai menyakit yang dialami orang-orang.



Sedangkan Adam sudah berada dirumah, tidur dengan pulasnya.Dia bukannya malas untuk belajar sejak tadi siang Adam sudah banyak membatu Dokter Fahri menangani pasien-pasiennya yang sangat banyak bahkan sampai malam baru selesai. Setelah sampai rumah dia belajar tapi karena lelah dia memutuskan untuk tidur dan melanjutkan belajar lagi besok.


Buku- buku spesialis jatung masih berserakan dilantai dekat tempat tidur Adam dan belum sempat merapikannya.


Ayu sendiri saat ini berada dirumah Juna untuk mendapatkan pelajaran dan arahan dari Juna yang sudah menjadi dokter bedan umum yang terampil dan hebat.


Banyak buku didepan meja yang diambil Juna dari rak buku jaman kuliahnya.Ayu merasa beruntung bisa diajari oleh Juna dia sangat baik kepadanya dan juga Ayu bisa dengan mudah memahami apa yang dijelaskan oleh Juna.


Ayu sendiri tergolong mahasiswa yang sangat pandai dan cekatan.Dia bahkan memiliki banyak penghargaan yang diperolehnya ketika ada sebuah pelombaan atau acara apa pun yang diadakan kampusnya.


Tiba-tiba ponsel Juna berbunyi dia pergi mengambil ponselnya dan menjawab pangilannya.Ayu terus menguap matanya juga sudah sangat berat untuk dibuka.


Ketika Juna pergi meninggalkannya sendiri Ayu meletakkan kepalanya diatas meja yang penuh dengan tumpukan buku.


Setelah mematikan ponselnya Juna menuju dapur dan membuat dua gelas kopi untuknya dan juga untuk Ayu.Tapi ketika dia kembali keruang belajar Juna melihat Ayu sudah tertidur



Juna tersenyum sambil melihat Ayu yang sudah tertidur dengan pulas, dia mengambil ponselnya dan memotret Ayu yang sedang tidur.


Juna perlahan melangkah keluar, dia menghubungi Fahri dan Difa


Juna kembali ketempat dimana Ayu tertidur, dia membawa selimut dan meletakkannya kepada tubuh Ayu agar dia tidak kedinginan.


"Kalau saja kita bertemu lebih awal." Gumam Juna sambil merapikan rambut Ayu


Sebelum Ayu datang ketempat ini, Juna yakin bisa melepaskan Ayu dan melupakan dia.Tapi ketika Ayu datang ketempat ini dan mereka menjadi dekat perasaan Juna pun berkembang semakin besar.Meakipun dia tahu dia tidak ada kesempatan karena Ayu sudah menikah dengan Boy tapi dia senang bisa bersama Ayu dan bisa melihat Ayu begitu bahagia.


Sudah larut malam Juna terlihat sangat mengantuk, dia melihat ponselnya dia ingin menelpon Difa atau Fahri tapi dia ragu, mungkin mereka ada pasien penting yang masih harus ditangani.


Juna melihat Ayu masih tertidur meskipun posisinya tidak bagus Juna tidak berani menyentuh Ayu dia membiarkannya begitu saja.


Juna berjalan kedekat jendela dia melihat rumah Difa dan Fahri, meakipun disana sudah ada Adam tapi dia tidak ingin Ayu dan Adam berada dalam satu rumah tanpa ada orang lain.


Berkali-kali Juna menguap dia sudah tidak tahan lagi dan akhirnya dia tidur disofa yang berada tidak jauh dari Ayu.


Dalam sekejap Juna sudah tertidur.Ketika Juna sudah tertidur Ayu malah bangun dia membuka matanya dan melihat kejam yang berada didinding sudah menunjukkan pukul 02.00.


Dia membereskan buku-buku yang berserakan dimeja, dia juga melihat Juna sedang tertidur disofa kemudian dia memberi selimut kepada Juna.


" Apa kita pernah bertemu sebelumnya, aku merasa kita tidak asing tapi aku tidak ingat dimana." gumam Ayu sambil duduk jongkok didepan Juna dan memandangi wajah Juna


Ayu berdiri dan kembali membereskan buku-buku yang masih berantakan.Dia melihat keluar mobil Fahri belum ada didepan rumahnya berarti mereka belum pulang.


Ayu pergi kedapur dan menbuat teh untuknya.



Ayu duduk sambil menikmati teh yang ada ditangannya.Teh yang nikmat membuat perasaan Ayu tenang dan nyaman.


Terlintas dipikirannya tentang keluarganya, tentang papa dan mamanya serta suaminya dan juga sahabatnya yang berada ditempat berbeda. Ayu bertekat akan lolos dalam ujian kali ini dan mendapat nilai terbaik agar bisa kembali bersama mereka.


Tapi disini dia juga memiliki teman baru dan keluarga baru yang juga menyayanginya.Mereka selalu membantu Ayu selama berada disini,Ayu tidak akan pernah melupakan mereka.


Juna bangun dia melihat Ayu sudah tidak ada ditempat dimana dia tertidur, Juna berfikir mungkin Ayu sudah kembali kerumah Fahri.Dia berjalan kedekat jendela dan dia melihat mobil Fahri belum ada disana.Juna bergegas keluar dari ruang belajar mencari keberadaan Ayu.


Juna melihat Ayu sedang duduk santai sambil meminum teh ditangannya.


" Kamu sudah bangun.?" tanya Juna


" Hemmm...mau aku buatkan teh juga, teh disini sangat nikmat." kata Ayu sambil meunjukkan teh ditangannya


" Boleh terima kasih." kata Juna sambil duduk


Ayu meletakkan tehnya dimeja dan beranjak membuatkan teh untuk Juna.Juan melihat Ayu dari belakang, Juna berangan kalau saja Ayu menjadi istrinya.


" Kenapa kamu tersenyum." kata Ayu sambil memberikan secangkir teh kepada Juna


" tidak...kamu begitu cocok menjadi ibu rumah tangga yang kompeten." kata Juna sambil tertawa


Ayu pun tersenyum dan duduk bersama Juna sambil menikmati teh mereka.Mereka mengobrol membicarakan apa pun


BERSAMBUNG