
Tidak terasa hari berganti hari,tinggal beberapa hari Ayu dan teman-temannya berada disini.Ayu merasa sangat bangga kepada dirinya sendiri, disini dia bisa menjadi dokter yang hebat dan disukai banyak orang.
Ayu mendapatkan banyak teman yang menyayanginya dan sebuah keluarga untuk tempatnya berlindung.
Semua pegawai dan juga dokter dirumah sakit saling menyayangi seperti sebuah keluarga. Ayu mengambil beberapa gambar mereka untuk menjadi kenang-kenangan ketika dia kembali ke kota nanti.
Ayu memandang foto pada ponselnya, air matanya menetes membasahi pipinya.Juna melihat dari jauh dia ingin sekali mendekat dan menghibur Ayu namun serasa kakinya membatu tidak bisa digerakkan.
" Kamu kenapa?" tanya Dwi
"Aku pasti akan merindukan tempat ini." kata Ayu sambil melihat sekeliling
" Aku juga." kata Adam
Ayu tersenyum, Dwi memeluk tubuh Ayu begitu pula Adam memeluk tubuh Ayu dan Dwi yang sedang berpelukan.Perasaan mereka campur aduk, antara senang karena tugas mereka telah selesai dan sedih karena harus meninggalkan tempat ini.
Bagi Ayu rumah sakit yang berada dipedesaan ini telah memberikanya sebuah pengalaman dan pelajaran yang sangat luar biasa.Para dokter disana tidak pernah bosan memberikan bimbingan kepadanya dan teman-temannya untuk menjadi doktet yang lebih baik.
Kalau saja Ayu belum menikah, dia sangat ingin tinggal disini,terus memjadi dokter dirumah sakit ini.
" Jangan bersedih, kamu akan menjadi dokter yang luar biasa nanti." kata Fahri
" Kak Fahri." kata Ayu yang sedikit kaget melihat Fahri sudah ada disampingnya.
Ayu memeluk Fahri, mereka telihat seperti seorang adik dan kakak yang saling menyayangi.Melihat Ayu memeluk Fahri, Dwi dan Adam juga memeluk Fahri dengan erat mereka semua meloncat-loncat karena gembira.
Difa datang mendekati mereka, Ayu melihat dan tersenyum kepada Difa karena perutnya yang sudah semakin membesar.
" Hay yang ada didalam." kata Ayu sambil mengelus perut Difa
Difa tersenyum sambil melihat kearah Ayu yang terlihat sedang berbicara dengan janin yang ada diperut Difa.Terdengar kata minta maaf karena dia harus meninggalkannya tapi dia berjanji akan datang ketika dia lahir dan melihat dunia yang indah ini.
" ingat perkataan kamu Yu, kamu harus datang ketika dia lahir.Dia sudah mendengar kata-kata kamu." kata Difa
Semua yang mendengar kata-kata Difa tersenyum, mereka melihat Ayu dan menunjuknya berharap Ayu bisa memenuhi janjinya kepada Difa.
" kak Dita, aku titip kak Difa dan sidedek yang ada didalam ya." Kata Ayu
Difa sebagai dokter kandungan disini mengangukkam kepala dan menunjukkan jempolnya, dia siap bertanggung jawab dengan keadaan Difa dan sang bayi yang masih berada didalam kandungan Difa.
" Kapan kamu akan kembali kekota?" tanya Juna
" Lusa kami akan kembali kekota, besok aku libur aku ingin jalan-jalan menikmati tempat ini untuk terakhir kali." kata Ayu
" Bagaimana kalau kak Juna ikut dengan kita, aku lihat sepertinya jadwal kak Juna besok kosong." kata Dwi
Adam menyenggol Dwi yang bicara tanpa melihat-lihat situasi.Apa lagi Juna adalah dokter yang sangat sibuk dirumah sakit ini.
" Kenapa, tidak apa-apa kan dokter Fahri?" kata Dwi
" Benar kata Dwi, aku akan mengosongkan semua jadwal kamu besok.Temani mereka" kata Fahri
" tu kan dokter Fahri setuju dengan usulanku." kata Dwi.
Dwi terus saja tersenyum dia bahagia bisa mendekatkan Juna bersama Ayu besok, dan dia punya sebuah rencana untuk mereka besok.
" Terima kasih kak Juna." kata Ayu sambil terus saja tersenyum
Dwi dan Adam pergi meninggalkan tempat itu, mereka pergi mencari makan siang yang tidak jauh dari rumah sakit.Dalam perjalanan Adam terus saja memgerutu mengapa Dwi mengajak Juna besok padahal dia ingin menikmati hari-hari terakhir disini dengan tenang.
" Bukankah lebih tenang kalau kita mengajak kak Juna pergi.Ayu bisa jalan dengan kak Juna dan kita bisa jalan berdua." kata Dwi sambil menggenggam tangan Adam.
Adam melihat kearah Dwi, dia masih binggung dengan apa yang didengarnya barusan.Yang dia tahu Dwi menyukai Juna dia tidak ingin Juna menjadi pusat perhatian Dwi, tapi yang dia dengar barusan bertolak belakang dengan yang dia pikirkan selama ini.
" Jadi maksud kamu, kita meninggalkan Ayu bersama kak Juna dan kita bisa jalan-jalan berdua saja." kata Adam
Dwi mengangguk dan mengacungkan jempolnya.Adam tersenyum tapi wajahnya masih terlihat binggung.
" Bukankah kamu ingin selalu dekat dengan kak Juna?" kata Adam
"Aku?" tanya Dwi sambil tangannya menunjuk kedadanya.
Dengan rasa cangguk Adam mengangguk, dia mulai sedikit tidak percaya dengan pemikiranya.
"Hahaha, Aku hanya ingin kak Juna bisa lebih dekat dengan Ayu, bukan aku yang suka dengan kak Juna.Meskipun kak Juna sangat tampan, tapi aku lebih menyukaimu." kata Dwi
" Kak Juna, dekat sama Ayu." kata Adam kaget
Dwi menutup mulutnya dia keceplosan bicara yang tidak-tidak karena terlalu gembira, besok dia berencana akan meninggalkan Ayu dan Juna berdua karena besok adalah hari terakhir Juna dan Ayu bersama entah kapan lagi mereka akan bertemu setelah kembali kekota besar nanti.
Dalam ruangan Fahri pun, Difa juga berdebat tentang rencana kepergian Juna dan Ayu besok.Difa tidak habis pikir kenapa Fahri mengijinkan Juna pergi menemani mereka, bukankan dia tahu kalau Dwi dan Adam berpacaran mereka akan menikmati waktu mereka bersama, sedangkan Juna dan Ayu dengan terpaksa akan jalan bersama.
" Aku sedang membantu Juna." kata Fahri
" Maksud kamu membatu Juna apa?" tanya Difa
" Kamu tidak tahu kalau Juna begitu menyukai Ayu, mungkin setelah ini mereka akan sulit untuk bertemu.Biarkan mereka menghabiskan sisa-sisa waktu mereka bersama." kata Fahri
Difa hanya diam melihat Fahri, dia merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.
" Kamu bilang Juna menyukai Ayu, sejak kapan, dari mana kamu tahu?" tanya Difa
" apa kamu tidak bisa melihat senyunan Juna ketika bersama Ayu, aku bisa melihatnya dengan jelas.Bahkan ketika mereka diterpa gosip, aku bisa lihat betapa sedihnya mereka harus berjauhan." kata Fahri
Difa diam memikirkan kembali saat-saat Juna bersama Ayu, saat-saat Juna khawatir Ayu hilang dan saat-saat Juna bahagia hanya dengan melihat Ayu tersenyum.Dia akhirnya menyadari kalau Juna menyimpan sebuah perasaan kepada Ayu selama ini.
" Tapi ini tidak benar, Ayu sudah menikah.Mereka tidak boleh bersama." kata Difa yang hendak pergi
" Memangnya mereka pergi untuk selingkuh, mereka pergi untuk jalan-jalan.Biarkan mereka menghabiskan waktu bersama mereka untuk yang terakhir kalinya." kata Fahri sambil menahan tangan Difa.
Difa terdiam dia berfikir sejenak, akhirnya dia mengijinkan Ayu pergi bersama Juna.Difa sudah menganggap Ayu seperti Adiknya sendiri dia tidak ingin hal-hal yang buruk terjadi kepadanya nanti.
" sejak kapan kamu tahu Juna menyukai Ayu." tanya Difa.
" Emm, sudah senak Ayu datang ketempat ini, wajah Juna terlihat jelas kalau dia menyukai gadis itu." kata Fahri
Fahri dan Difa tersenyum sambil bercerita tentang perasaan Juna kepada Ayu.Bagi mereka Juna juga sudah seperti seorang adik.Mereka tertawa bahagia sambil terus membicarakan Juna.
BERSAMBUNG