AYU

AYU
Keteguhan



Ayu membuka matanya, dia melihat matahari sudah bersinar dengan teriknya dia segera bangun dan menuju kamar mandi.Dia melihat wajahnya didalam sebuah cermin, matanya terlihat sangat sembab karena menangis semalaman.


Dia menuju kamar mandi segera mandi dan bersiap-siap pergi keluar.tidak butuh waktu lama ayu segera turun dan berjalan menuju dapur


"Bi Je....apa tidak ada es batu dikulkas.?" tanya Ayu sambil membuka kulkas didepannya


"Ada non, diatas.!" bi Je segera berjalan menghampiri Ayu dan melihat wajahnya yang sembab


"nona kenapa.?"


"Tidak apa-apa...ini karna kebanyakan menangis tadi malam,"kata Ayu sedikit judes.


Bi Je melihat Ayu dengan heran tidak biasanya dia bersikap begitu judes walau kepada para pegawai dirumahnya. Setelah membawa es batu ditangannya di langsung pergi keluar menuju mobilnya.


"kanapa dengan anak itu.?" tanya Papa Ayu yang duduk dimeja makan dengan mama Ayu.


"Mungkin dia masih marah, biarkan dia menenangkan diri dulu, siapa tahu dia akan berfikir lebih jernih nanti." kata Mama Ayu.


Papa Ayu menghela nafas panjang dan segera melanjutkan makannya, dia melihat jam dan segera bergegas pergi kekantor.


Perusahan Papa Ayu adalah perusahaan yang mengelola dan menjual properti rumah, perusahaanya sudah terkenal sampai keluar negeri karna memang bagus dan memiliki kualitas bahan yang sangat baik.


Ayu sampai didepan kapusnya dia melihat Henu sedang berjalan, Ayu membunyikan klakson dan berhenti disamping Heni.


Heni terdiam dia tahu siapa yang sedang menemudikan mobil itu adalah Ayu.


Ayu membuka pintu dan berjalan menghampiri Heni yang melihatnya dengan tajam.


"Kenapa kamu mengenakan kaca mata hitam seperti itu.?" tanya Heni sambil berusaha membuka kaca mata yang dipakai oleh Ayu.


"Aku akan menjelaskan nanti, kita pergi dulu.!" kata Ayu sambil masuk kemobilnya tapi dia duduk dikursi penumpang yang ada disamping pengemudi.


Heni tahu apa yang dimaksud Ayu, dia segera masuk kemobil dan mengemudi mobil Ayu, dijalan Heni masih melihat Ayu yang bersandar tanpa membuka kaca matanya.


"kita akan pergi kemana.?" tanya Heni


"Terserah..!" jawab Ayu tidak begitu perduli kemana Heni akan membawanya pergi.


Heni melihat Ayu, dia merasa ada yang sedang tidak beres dengan Ayu hari ini, biasanya dia tidak pernah bolos masuk kelas meski dia mengajaknya berkali-kali tapi hari ini kenapa dia tiba-tiba tidak ingin kuliah.


Heni menyetir mobil kesuatu tempat yang biasa mereka datangi ketika mereka merasa banyak pikiran.Tempat itu adalah sebuah bebukitan yang masih sangat hijau jauh dari keramaian kota,Disana mereka sering melihat matahari terbit.



" kita sampai." kata Heni sambil memperhentikan mobil dipigiran jalan disana dia bisa melihat luas kedepan betapa indahnya pemandangan didepan mereka.


Heni keluar dan duduk di atas mobil,Ayu keluar dan menyusul Heni yang sudah duduk diatas mobil dan memandang pemandangan didepannya.


"bukankah ini sangat cantik.?" kata Heni


"hemmmmm....


jawab Ayu dia membuka kaca mata hitamnya


"Lihatlah wajahmu.!" kata Heni sambil tertawa


"Kemarin aku sudah memberitahu mama kalau aku akan segera menikah dengan kak Boy.!" kata Ayu


"Terus apa kata mereka.?" tanya Heni penasaran dia mendekatkan dirinya lebih dekat dengan Ayu.


"Mereka tidak memperbolehkan aku menikah dengan kak Boy.!" kata Ayu


"Aku sudah menduganya." kata Heni sambil tersenyum


Mendengar kata-kata Heni Ayu melihat Heni dengan tatapan heran.


"jadi menurutmu aku salah.?"


Ayu menatap Heni penuh dengan tanda tanya.


" saat ini kamu sedang dibutakan cinta, kamu tidak bisa membedakan mana yang lebih penting antara cintamu dan masa depanmu.!" kata Heni pelan


"maafkan aku tapi sebenarnya aku iri denganmu, karena kamu bisa mendapatkan apa saja yang kamu inginkan, kasih sayang orang tua kamu, lihat aku...aku harus berusaha lebih keras lagi agar cita-citaku terwujud.!" kata Heni menjadi tegas.


" aku bisa mengambil keduanya kan, aku bisa terus kuliah setelah aku menikah dengan kak Boy.Kita akan menjadi pasangan dokter yang sangat bahagia.!" kata Ayu


"Apa kamu sangat menyukainya.?" Heni melihat Ayu dengan serius


"sebenarnya aku juga tidak yakin kak Boy bisa membahagiakanmu nanti.!


Ayu diam dia memikirkan kata-kata Heni yang baru saja.Sejak dia berteman dengan Heni, dia tidak pernah mendengar Heni berkata demikian.Dia terlihat sangat serius dan baru kali ini juga dia mendengar Heni menentang keinginanya.


"Aku lapar, ayo kita cari makan dulu.!" kata Ayu sambil turun dan masuk kemobilnya


Heni menyusul Ayu yang sudah duduk dibangku penumpang.Dia menyetir mobil kesebuah warung makan tempat yang biasa mereka datangi.


"halo mbak, kita pesan 2 porsi sate ayam dan kopi jahe ya.!" kata Heni


"eh non Ayu sama non Heni, sudah lama tidak datang, ayo silahkan masuk aku akan segera membuatkan pesanannya.!" kata mbak-mbak penunggu warung.


Mereka duduk di ujung warung meja yang biasa mereka tempati ketika datang kesini, disana mereka dapat melihat pemandangan yang sangat hijau. ada sebuah danau yang hijau terlihat dari atas sana. ketika malam dapat terliahat lampu-lampu kota yang sangat indah dari sini



Tidak lama kemudian pesanan mereka telah ada dimeja. mereka segera memakan sate yang sudah menjadi ciri kas kuliner disini.


"jadi kamu masih akan bersikeras menikah dengan kak Boy.?" kata Heni


"iya...aku akan membuktikan kalau akan akan hidup bahagia dengan kak Boy, bukankah dia adalah pria yang baik.!" kata Ayu


"Entahlah...."


Heni mengoda Ayu sambil melihat keatas


"jangan berkata seperti itu, kamu harus mendukungku.!" kata Ayu


"jika nanti terjadi sesuatu yang tidak benar, kamu harus membantuku.!"


Heni mengganggukan kepalanya sambil tersenyum melihat Ayu yang begitu teguh dengan keputusanya.Dia berharap sahabatnya itu akan hidup dengan baik.


"Bagaimana kalau kita mampir kedanau itu.?" tanya Heni


"disana banyak hotel juga, kamu bisa mencari tahu dan nanti setelah menikah kalian bisa bulan madu kesini.


"kamu kan tahu kalau kak Boy tidak menyukai hal-hal seperti itu.! tapi sebelum aku menikah bagaimana kalau kita bersenang-senang dulu.?"kata Ayu


Mereka melanjutkan perjalanan turun dari menuju danau yang ada dibawah bukit itu, mereka sudah sering melihat danau itu dari sini tapi belum sempat datang mendekat.


Kata orang danau itu sangat ramai bayak turis yang datang kesana, karena itu juga lah Ayu tidak ingin kesana karena terlalu ramai dia lebih suka melihatnya dari atas menikmati pemandangannya.


Tapi kali ini dia ingin datang dan melihat lebih dekat bagaimana keramaian dan keindahann danau itu dari dekat.



Danau itu telihat lebih indah dari dekat, mereka begitu tenag berada disana.Tidak begitu ramai karena hari ini bukan hari libur jadi mereka bisa menikmati suasana danau yang tenang. Ayu dan Heni ingin bermalam disana, itu yang sangat dibutuhkan Ayu saat ini agar dia bisa berfikir dengan jernih nanti.


BERSAMBUNG