
Hari ini setelah mama Ayu keluar dari rumah, dia merasa perasaannya tidak enak. Dia berhenti dan menoleh kebelakang lalu tersenyum melihat Ayu dan Zayn sedang berdiri melambaikan tangan kepadanya.
" oma akan segera kembali..." kata mama Ayu sambil melambaikan tangan dan masuk ke dalam mobil.
Setelah masuk kedalam mobil pun perasaan mama Ayu masih tidak karu-karuan ada perasaan menganjal dalam hatinya. Entah apa yang akan terjadi kepadanya atau yang lebih dia khawatirkan sesuatu akan terjadi kepada Ayu dan Zayn.
" Semoga semua baik-baik saja." kata mama Ayu sambil menghela nafas panjang.
Sepanjang perjalanan mama Ayu mencoba melupakan firasatnya, dia menghibur diri dengan melihat pemandangan dalam perjalanan. Kota ini memang kecil tapi juga indah. Senyuman lantas terlihat dalam wajah mama Ayu. Tapi senyuman itu tidak berangsur lama, semyuman berubah menjadi kemurungan ketika dia melihat mobil Boy yang berpapasan dengan mobilnya.
" Boy.... Bukankah dia baru akan pulan besok " gumam mama Ayu
" Pak putar balik dan ikuti mobil itu." tambah mama Ayu
Meskipun jarak mereka jauh, tapi mama Ayu masih terus melihat kemana mobil Boy pergi. Sekarang jarak mereka sudah semakin dekat. Pak sopir berusaha menjaga jarak agar tidak ketahuan oleh Boy, meski demikian dia tetap mangamati kemana mobil itu melaju.
Sangat lama mereka mengikuti mobil Boy, akhirnya Boy menghentikan mobilnya disebuah vila yang terletak disebuah perbukitan.
" ini dimana ? Ayu tidak pernah cerita kalau mereka punya vila didaerah sini." gumam mama Ayu sambil melihat sekeliling.
Dari jauh mama Ayu masih menganati pergerakan mobil Boy. Terlihat Boy turun masih mengenakan baju dinasnya. Dia berlari kecil ke samping mobil dan buru-buru membuka pintu mobil. Betapa kagetnya mama Ayu melihat seorang wanita turun dari mobil Boy.
Boy mengandeng wanita itu dengan mesra, begitu pula sang wanita yang terlihat begitu manja dengan Boy. Mama Ayu tidak bisa menahan amarahnya dia membuka pintu dan berjalan menghampiri Boy dan wanita itu.
" Boy..... Berhenti kamu." kata mama Ayu
Boy kaget, dia berhenti dan melihat ke belakang. Melihat siapa yang memanggilnya. Boy lebih kaget lagi melihat sang mertua berjalan kearahnya. Dia melihat ke arah Novi wanita yang sedang berdiri disampingnya. Buru-buru Novi melepaskan tangannya dan sedikit menjauh dari Boy.
" maaa.... Kenapa mama ada disini ?"tanya Boy
Mama Ayu tidak menjawab pertanyaan Boy, dengan keras dia menampar Boy. Novi terkejut dia berteriak kecil dan menutup mulutnya.
" Maaa......
" Diam kamu.... Aku tidak sebodoh Ayu yang bisa kamu bohongi terus. Dasar laki-laki bajingan berani sekali kamu menduakan putri kesayangan kami. Apa lagi sudah ada Zayn. Aku pikir kamu bisa berubah bisa membahagiakan Ayu. Tapi apa yang aku lihat sekarang ?. Aku akan memberitahu semuanya kepada Ayu, dan menyuruh dia untuk segera menceraikan kamu." kata mama Ayu sambil mengambil ponselnya
" ma.... Mama salah paham, aku tidak ada hubungan apa pun dengan dia." kata Boy sambil berusaha menahan mertuanya untuk menelpon istrinya.
Lama sekali mereka terlibat cekcok, akhirnya mama Ayu masuk kedalam mobil dan menyuruh pak supir untuk segera kembali ke rumah Ayu. Pak supir pun mengiyakan perkataan mama Ayu.
Sedangkan Boy terlihat sangat kesal karena dia tidak bisa menghentikan sang mertua. Perlahan Novi berjalan mendekati Boy.
" kenapa kamu sangat khawatir sekali sih ?"kata Novi sambil menggandeng tangan Boy.
Boy melihat Novi dan menatapnya dalam-dalam. tidak terlihat rasa penyesalan diwajah Novi. Jujur saja Novi sangat senang kalau hubungannya dengan Boy akhirnya terungkap. Dia bisa memiliki Boy sepenuhnya.
" Bagus dong kalau Ayu tahu, kita tidak perlu berpura-pura lagi, kamu bisa segera bercerai dengannya dan menikah dengan ku." kata Novi
" Tidak bisa." kata Boy yang masih binggung harus bagaimana.
" Apa..... Kenapa tidak bisa ? Bukankah kamu bilang akan menceraikan Ayu. Aku tidak mau berhubungan seperti ini terus. Aku ingin status." kata Novi yang terlihat marah
" aku tidak bisa menceraikan dia sekarang, aku belum bisa menguasai semua hartanya. Kita harus punya rencana." kata Boy
Amarah Novi sedikit reda mendengar alasan Boy. Beberapa saat kemudian Novi tersenyum dengan jahat, dia mempunyai sebuah ide untuk menghabisi mertua Boy itu sebelum mengadu kepada Ayu.
Boy pun terdiam, dia memikirkan apa yang dikatakan Novi, memang sepertinya itu jalan yang paling tepat saat ini.
Setelah sepakat, Boy dan Novi segera melaju mengejar mobil mama Ayu. Dari atas terlihat mobil mama Ayu masih berjalan perlahan karena medan yang tidak memungkinkan mereka untuk berjalan cepat.
Boy mengejar dengan cepat karena dia sudah menguasai medan yang ada disana. Terlihat senyuman jahat diwajah Boy, mobil mereka sudah semakin dekat, satu langkah lagi Boy akan menyelesaikan tujuannya.
Didepan ada sebuah tikungan yang sangat tajam, disitu Boy bermaksud untuk mendorong mobil mama Ayu hingga jatuh ketebing. Boy mengijak gas dengan keras hingga mobilnya melaju dengan sangat cepat.
Mobil Boy menyentuh bemper mobil mama Ayu, pak sopir dan mama Ayu sangat kaget mobil Boy terus menabraknya dari belakang. Pak supir sudah berusaha menghindar, tapi mereka sudah tidak dapat menghindar lagi. Mobil mama Ayu terpelosok kesebuah tebing. Mobilnya mengantung, terdengar teriakan dari dalam mobil tapi Boy tidak memperdulikannya.
Satu dorongan lagi mobil itu akan jatuh dedalam tebing. Tidak mungkin ada yang selamat karena tebing sangat curam dan tinggi. Senyuman jahat terlihat jelas diwajah Boy, dan dengan senyuam itu pun mobil Boy segera mendorong mobil mama Ayu kedepan, akhirnya mobil mama Ayu jatuh terguling-guling ketebing dan akhirnya meledak.
Boy turun dari dalam mobil, melihat mobil itu terbakar, dia tersenyum puas. Dengan kondisi mobil yang seperti itu tidak mungkin akan ada yang selamat. Beberapa menit Boy dan Novi melihat kebawah. Mobil sudah terbakar hangus
setelah memastikan tidak ada tanda-tanda orang yang selamat mereka berjalan kemobil dan meninggalkan tempat itu. Boy tersenyum dengan puas, dia sudah berhasil menghilangakan sebuah penghalang dalam tujuannya.
BERSAMBUNG