
Sudah tiga hari Ayu berada dikota ini, dia belum sempat melihat isi kota ini.Dia hanya berdiam diri dirumah menunggu sang suami pulang kerja.Meski hanya berdiam diri dirumah Ayu tidak merasa bosan, dia mengisi waktu dengan merapikan rumah dan menghias halamannya.
Setelah selesai menanam bunga didepan rumahnya Ayu duduk bersantai sambil memejamkan matanya.Terdengan suara kecil dari beberapa orang yang berjalan melewati rumahnya.
"Eh ada tetangga baru, masih muda juga." kata seorang yang berjalan mendekati rumah Ayu.
Ayu bangun dan berjalan mendekati dua orang yang menyapanya tadi.
" Hallo, nama saya Ayu, saya baru disini." kata Ayu
" Nona Ayu, secantik namanya, saya Nisa dan ini sella dik Ayu ini adiknya pak dokter ya." tanya Nisa
" Saya istri dokter Boy." kata Ayu sambil tersenyum
Sejenak suasana menjadi hening, kedua wanita itu pun terdiam melihat Ayu.Sedangkan Ayu hanya tersenyum.
"kenapa.?" tanya Ayu
Nisa hanya diam dia terus saja melihat Ayu dari atas sampai bawah.
" Saya tinggal diujung jalan sana, kapan-kapan mampir ya." kata Sella
" Jangan salah paham ya, aku sama Sella juga sudah punya suami, tidak menyangka kalau dokter yang begitu muda sudah punya istri cantik pula." kata Nisa
"hahaha...tidak apa-apa, kami memang baru saja menikah." kata Ayu
" Oh...jadi pengantin baru, pantas saja aku sering melihat rumah ini sepi dan kadang-kadang dokter Boy keluar tapi hanya sendiri." kata Sella
" Saya masih kuliah, sekarang libur jadi bisa tinggal bersama suami disini, tapi hanya 2 minggu setelah itu saya juga akan pergi lagi." kata Ayu
" masih kuliah, jurusan apa?" kata Nisa
" saya, jurusan kedokteran juga." kata Ayu
" Wah calon dokter muda juga." kata Sella
" Mari masuk, kita minum teh sebentar!" kata Ayu
" Tidak terima kasih, lain kali saja, kami sedang buru-buru ingin pergi kerumah pak rt." kata Sella
" kami pergi dulu.!" kata Nisa sambil melambaikan tanganya.
Ayu mengangguk dan melambaikan tangannya, dia kembali kedalam. Sedangkan Nisa dan Sella terus saja membicarakan Ayu sambil berjalan menuju rumah pak rt.Bukan membicarakan hal buruk tapi terus saja memuji Ayu dan Boy.
Ayu melihat bayangan dirinya di cermin, dia tampak lusuh dan berantakan. Dia melihat jam didinding menunjukan pulul 4 sore, Ayu segera menuju kamar untuk mandi.
Ketika Ayu berada didalam kamar mandi ternyata Boy sudah pulang.Sebenarnya hari ini Boy mendapatkan cuti selama seminggu karena Ayu berkunjung kesini.Boy punya niat ingin mengambil cuti agar bisa menemani Ayu, tapi dia adalah kariyawan baru disana jadi merasa tidak enak.
Tadi ketika Boy kembali keruangannya, CEO rumah sakit secara langsung memberi ijin cuti kepada Boy, dia bahka tahu kalau Ayu berkunjung kesini.
Ketika Boy masuk, rumah terlihat sepi dan pintu tidak dikunci.Boy mencari Ayu kedalam tapi tidak menemukan keberadaan Ayu.Boy naik keatas menuju kamar mereka.Boy mendengar Ayu bernyanyi dalam kamar mandi.
Boy tersenyum, dia merasa lega tidak terjadi apa-apa kepada Ayu.Dia menuju balkon dan duduk disana menunggu Ayu keluar.
Ayu keluar dari dalam kamar mandi, dia tidak memperhatikan kalau Boy sudah pulang dan duduk memperhatikan dirinya dari balkon.Ayu terus saja menari-nari dan bernyanyi sambil mencari pakaian yang cocok untuknya dari dalam lemari.
Boy terus saja tersenyum memperhatikan tingkah lucu dari istrinya itu.Dia berdiri dan menuju kedalam kamar.
"Aaaaaa...." teriak Ayu sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
" Sstttt...ini aku, masak suami sendiri tidak kenal sih." kata Boy sambil menghampiri Ayu
" Boy..."gumam Ayu perlahan membuka matanya dan membuka selimut yang menutupi wajahnya.
" Kamu sudah pulang, kenapa tidak bilang pulang jam segini dan kenapa tidak memangilku.Aku hampir saja kena serangan jantung." kata Ayu sambil memukul kecil dada suaminya.
"Maafkan aku, aku juga tidak tahu akan pulang jam segini, dan mulai besok aku akan menemanimu selama 1 minggu, kita jalan-jalan." kata Boy sambil memeluk Ayi dari belakang.
" Kamu ambil cuti, sebenarnya tidak perlu cuti aku sudah senang bisa bersamamu seperti ini dan menunggumu pulang kerja." kata Ayu
" Aku memang ada niat untuk cuti, tapi mungkin cuma 2 sampai 3 hari.Tapi tadi CEO langsung yang memberiku cuti 1 minggu." kata Boy
Boy mencoba membuka handuk yang menutupi tubuh Ayu, tapi Ayu melangkah maju menjauhi Boy dia tersenyum dan kembali kekamar mandi untuk mengenakan bajunya.Sedangkan Boy hanya tersenyum melihat Ayu pergi meninggalkannya.
Ayu keluar dari kamar mandi, dia terlihat sangat cantik.
" Cepat mandi." kata Ayu
Boy tersenyum dan masuk kekamar mandi, dia berbalik melihat Ayu yang duduk dimeja rias sambil merias wajahnya.
Malam ini mereka berencana makan malam romantis salah satu restoran yang ada dikota ini.Boy membukakan pintu mobil untuk Ayu, Ayu pun tersenyum dan masuk kedalam mobil.
Dalam perjalanan Ayu melihat keluar jendela, dia melihat banyak gedung yang begitu tinggi, gemerlap lampu kota yang tidak pernah padam.
" Apa disini kalau malam seperti ini terus.?" kata Ayu
" Ini adalah kota besar, dan juga sudah terkenal dengan sebuatan kota yang tidak pernah tidur." kata Boy
Mobil mereka mulai membelah keramaian kota.Tidak lama mereka telah sampai disebuah restoran kecil tapi sangat ramai.
Boy membukakan pintu untuk Ayu, Ayu turun sambil melihat restoran dari luar.
" Kita makan disini." kata Ayu
" Iya...kamu tidak suka,? kalau tidak kita bisa mencari restoran lain." kata Boy
Ayu tidak menjawab dia hanya tersenyum dan melangkah masuk kedalam restoran.Boy masih berdiri disamping mobilnya,Ayu berhenti dan melihat kearah Boy sambil mengulurkan tangannya.
Boy mulai tersenyum dan mengerti maksud senyuman Ayu, dia berjalan cepat menghampiri Ayu.
" Kamu mau makan apa.?" tanya Boy
"Apa pun." kata Ayu singkat
Boy memanggil pelayan dan memesan beberapa makanan.Ayu masil melihat ruangan reatoran yang sangat ini dekorasinya sangat ringan dan indah.Beberapa sudut ruangan ada dekorasi yang familiar dimata Ayu.
Boy memegang tangan Ayu, Ayu kaget dan melihat kearah Boy sambil tersenyum.Boy berkata kalau dia bersyukur memiliki istri yang cantik dan baik seperti Ayu.Ayu membalasnya dengan senyuman.
Tidak lama makanan yang mereka pesan sudah berada di atas meja, mereka pun mulai makan sambil berbicara tentang rencana-rencana mereka selama beberapa hari kedepan.
Banyak tempat yang diceritakan Boy kepada Ayu.Ayu mencoba membayangkan rencana liburannya kali ini akan lebih indah dari bulan madunya karena mereka sudah memiliki rumah sendiri dan sebuah mobil sendiri jadi mereka bisa kemana saja dengan mudah.
BERSAMBUNG