AYU

AYU
Gelisah



Keesokan harinya Ayu menelepon mamanya. Memintanya untuk datang kerumah Ayu menemaninya dan Zayn. Mendengar kabar dari Ayu mama Ayu sudah tidak sabar, dia segera memesan tiket agar bisa menemui anak dan juga cucunya. Sedangkan papa Ayu tidak bisa datang karena pekerjaannya tidak dapat ditinggalkan.


" Padahal aku sudah sangat rindu dengan Zayn." kata papa Ayu


Mama Ayu tersenyum, memamerkan kegembiraannya bisa segera betemu dengan cucu dan anak semata wayangnya.


" Nanti aku kirim foto yang banyak ya pa."


" buat apa....Ayu sudah mengirim banyak foto dia dan Zayn, aku ingin sekali memeluk pangeran kecil itu." terlihat wajah papa Ayu yang sedikit cemberut.


Mama Ayu tersenyum melihat kecemburuan suaminya itu, sambil membereskan barang-barang yang akan dibawanya, dia sekali lagi melihat foto Zayn diponselnya.Dia sangat senang dan tidak sabar untuk betemu dengan Zayn dan segera memeluknya.


" Ayo pa..." kata mama Ayu sambil masuk kedalam mobil.


Mereka berangkat menuju bandara. Sampai disana tepat waktu sekali. penerbangan akan segera berangkat. Mama Ayu berlari masuk kedalam dengan raut wajah yang sangat gembira. Dia berhenti melihat kebelakang suaminya sedang berdiri sambil melambaikan tangannya dan tersenyum melihat tingkah konyol wanita yang sudah tidak muda lagi itu, sambil menutup mulut dan menahan tawanya mama Ayu melambaikan tangannya kemudian melanjutkan langkahnya.


Boy sudah menunggu dibandara, tak lama setelah pesawat mendarat mama Ayu keluar. Boy mendekat dan menyapa mertuanya itu dengan senyuman terbaiknya. Tapi mama Ayu dengan acuh mengabaikan Boy dan langsung mengajak berjalan.


" Ayo cepat kita pulang." kata mama Ayu cetus


" Iya ma..." Boy mengambil tas yang dibawa mertuanya itu dan mengikuti langkah mama Ayu dibelakang.


Setelah 30 menit dalam perjalanan, akhirnya mereka sampai dirumah Ayu dan Boy. Dengan tidak sabar mama Ayu segera turun dari dalam mobil sesaat setelah mobil itu berhenti tepat didepan pintu yang sudah disambut oleh Ayu yang sedang mengendong Zayn yang terlelap dalam dekapan mamanya.


" Sayang...." mama Ayu berlari mendekati Ayu dan Zayn kemudian langsung mencium kening Zayn yang tertidur


"Kok lama sekali ma, bukankah jadwal penerbangan jam 9. kenapa jam 11 baru sampai sini.


" Sekarang sini rame sekali... tadi macet banget jalannya."


Mendengar dan melihat mamanya. Ayu tahu kalau mamanya pasti sangat lelah, dia langsung mengajaknya masuk kedalam rumah. Menyuruh mamanya duduk sambil meletakkan Zayn dalam pangkuannya. Kemudian Ayu sendiri pergi kedapur mengambilkan minuman untuk mamanya dan juga Boy yang terlihat sangat lelah.


" Ma... Boy naik dulu ya, mau mandi." kata Boy


" kamu langsung betangkat hari ini juga Boy?" tanya mama Ayu


" Iya ma... " kata Boy sambil berjalan naik kekamarnya.


Sambil berjalan naik keatas, Boy terus saja mengumam tidak jelas, dia tahu kalau mertuanya itu sekarang tidak menyukainya. Dulu sudah tidak suka, sekarang tambah tidak suka, setelah dia melihat Boy bersama wanita lain.


" Loh... papanya Zayn kemana ma..." kata Ayu sambil menyodorkan segelas air untuk mamanya.


" Ya udah aku keatas dulu, jagain Zayn dulu ya ma." Ayu segera melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamarnya.


Dikamar Ayu melihat Boy belum selesai mandi terdengar suara air mengalir dari luar kamar mandi. Ayu mengambil beberapa setel pakean dan juga jas untuk dipakai disana.Dan satu setel lagi untuk dipakai hari ini.


Boy keluar, dia melihat sebuah koper yang sudah disiapkan Ayu, dan juga satu setel pakaian yang berada diatas kasur. Dia tersenyum Ayu sangat mengerti apa yang dibutuhkannya selama ini.


Boy turun sambil membawa koper ditangannya. Dia menuju ruang tengah menghampiri Zayn yang sedang bermain dengan oma dan mamanya disana. Terdengar suara tawa Zayn yang membuat langkah kaki Boy semangkin cepat agar bisa melihat dan mendengarkan suara tawa Zayn sebelum dia pergi keluar kota.


" Aduuh..... anak papa seneng sekali ada omanya disini... tertawanya sampai terdengar dari atas." kata Boy sambil menghampiri Zayn dalam pangkuan omanya.


" Tentu saja dong.... kan oma datang gendong akuu gitu ya sayang..." kata mama Ayu sambil mencium pipi Zayn yang kemudian terdengar tawa Zayn yang semakin keras karena gembira.


" Ya udah aku berangkat dulu ya sayang..." Boy mendekati Ayu sambil mencium kening Ayu. Kemudian mendekat kepada mama mertuanya untuk mencium tangan mama mertuanya dan yang terakhir mencium kening Zayn lebih lama.


" Zayn... anak papa yang paling ganteng... jangan nakal ya, baik-baik sama mama sama oma dirumah. papa akan segera kembali."


" Hati-hati ya sayang..." kata Ayu


" Baik-baik kamu disana... jangan nakal." kata mama Ayu yang dibalas senyuman oleh Boy


Berbeda dengan Boy yang tersenyum, Ayu malah terdiam. wajahnya berubah menjadi muram, pikirannya entah kenapa hatinya mulai gelisah.


Ayu mengatar Boy sampai depan rumah, dia terus melihat mobil Boy sampai mobil itu tidak terlihat lagi kemudian masuk dan menghampiri mama dan anaknya kembali.


" Kenapa wajahmu tertekuk seperti itu?" tanya mama Ayu


" Tidak ada apa-apa ma... Ayu hanya merasa gimana begitu, karna ini pertama kali kami berpisah setelah ada Zayn." kata Ayu sambil berusaha tersenyum menyembunyikan perasaannya yang mulai mencurigai Boy.


" Nanti kamu akan terbiasa." kata mama Ayu sambil menghela nafas panjang.


Hari yang panjang berlalu dengan tawa Zayn dan juga Omanya yang penuh dengan kegembiraan. Kini hari sudah mulai sore. Zayn sudah mandi, tampak sangat tampan dan juga manis.


" Sini.... cucu oma yang paling ganteng." kata mama Ayu sambil mengambil Zayn dalam pelukan Ayu.


" Sebaiknya kamu mandi dulu sana."


Ayu mengangguk sambil tersenyum, setelah itu pergi keatas untuk membersihkan dirinya. Sedangkan Zayn mulai nyaman digendongan omanya. Matanya mulai sayu dan tidak lama matanya terpejam. Dia tertidur dengan lelap dalam gendongan omanya. Mungkin Zayn nyaman didalam dekapan omanya karena dia tahu dan merasakan kasih sayang dari omanya.


BERSAMBUNG