
Malam ini menjadi malam pertama bagi mereka, Ayu masuk kekamar mandi dia mandi agar lebih segar. Malam ini mereka berencana makan malam disebuah restoran ternama dikota ini.
Setelah selesai Ayu keluar dan menyuruh Boy agar mandi dulu, sedangkan dia bersiap-siap.Ayu memilih baju dan berdandan sangat cantik.
Boy yang sudah selesai mandi keluar dia melihat Ayu yang tampil begitu cantik sedang menunggunya disamping jendela melihat keindahan kota yang dihiasi lampu malam
"Jangan cantik seperti ini ah...aku takut."kata Boy sambil memeluk istrinya dari belakang.
Ayu kaget dan berbalik, Ayu melihat Boy hanya masih mengenakan handuk, dia menyuruh Boy segera berpakaian agar mereka segera berangkat.
"Tapi aku ingin berlama-lama denganmu seperti ini, aku tidak ingin laki-laki lain melihat kecantikan istriku ini." kata Boy sambil menahan Ayu dan menekannya dikaca jendela.
" Hentikan aku tidak akan berpaling ke pria lain selagi kamu juga setia kepadaku." kata Ayu
Boy terdiam sejenak, Ayu mendorong tubuh Boy mencarikan baju untuk dikenakan malam ini.Dia mengeluarkan beberapa baju dan akhirnya menemukan baju yang cocok untuk Boy malam ini.
"Kenapa pakai jas, bukan kah kita hanya makan malam berdua." kata Boy
" Jangan banyak bertanya, pakai saja. kamu akan tahu nanti." kata Ayu
Boy hanya menuruti perkataan Ayu dia segera memakai baju yang dipilihkan Ayu, tidak lama Boy sudah selesai berpakaian dia terlihat sangat tampan malam ini.
Ayu terus menatap Boy, dia melihat ujung rambut sampai kaki Boy.Dia tersenyum sambil mengajukan kedua jempolnya.
Mereka turun kebawah, didepan hotel sudah menunggu sebuah mobil yang akan mengantarkan mereka kerestoran tujuan.
Boy cukup heran, tapi dia mencoba membiasakan diri dengan semua keramahan ini.
Mereka sampai disebuah restoran romantis yang sangat terkena dengan makanannya yang romantis.
Restoran ini memang diperuntukkan kepada pasangan yang bulan madu atau pasangan yang dimabuk cinta.
Ayu mengandeng tangan Boy memasuki restoran yang didesain sangat indah dengan bernuasa warna merah yang melambangkan cinta.
"Bagaimana kamu memesan tempat ini.?" tanya Boy
"Aku juga tidak tahu, semua ini sudah diatur oleh mama dan papa." bisik Ayu
Seorang pelayan menemui mereka, dia bertanya apakah merekan memesan meja atas nama Ayu dan Boy.Mereka mengangguk dan pelayan itu pun membatu mengantar mereka kemeja yang sudah dipesannya.
Meja yang dipesankan untuk mereka ada dilantai lima.Mereka harus naik lif terlebih dahulu.Mereka telah sampai dilantai lima, dan di antarkannya kemeja pesanan oleh pegawai itu.
Ketika pelayan membawa keluar Ayu sudah tersenyum karena dia sangat menyukai restoran yang menghadap keluar dia bisa melihat pemandanga kota yang indah ini pada malam hari.
Pelayan itu membawa mereka dimeja paling ujung meja itu sudah tersedia beberapa makanan dan minuman.
Malam ini akan menjadi malam yang istimewa untuk mereka jadi Ayu dengan senang duduk dan menikmati makanan yang sudah ada dimeja.
"Apa kamu lapar, kenapa terburu-buru seperti itu.?" tanya Boy
"hemmmm"
Boy tersenyum dia juga mulai menikmati makanan yang ada dimeja makan itu.
" bagaimana mereka tahu makanan kesukaanmu.?" tanya Boy karena melihat semua makanan dimeja adalah makanan kesukaan Ayu.
"Entahlah...mungkin mama yang memesankannya, memangnya siapa lagi.?" kata Ayu
Ayu merasa sudah kenyang dia melap ujung bibir dengan tisu.Ayu melihat kelantai bawah ada ruang untuk berdansa disana.Ada banyak pasangan yang sedang berdansa disana.
" kamu mau berdansa denganku.?" tanya Boy sambil memegang tangan Ayu.
Ayu mengangguk, mereka berdiri turun kebawah dan bergabung dengan yang lain untuk berdansa menikmati alunan musik yang lembut.
Ayu melingkarkan tangannya dileher Boy, tangan Boy menyetuh pinggang Ayu yang ramping dan mereka pun mulai berdansa.
Sudah agak lama mereka berdansa tidak tahu kalau malam sudah larut, mereka tidak menyadari karena asik menikmati alunan musik yang lembut.Beberapa tamu juga sudah pulang hanya tinggal beberapa yang masih berdansa bersama Ayu.
" Sebaiknya kita kembali.!" bisik Boy
Ayu melepaskan tangannya dia tersenyum malu karena keasikan berdansa dengan Boy dia tidak melihat ruangan sudah mulai kosong.
Mobil yang mengantar mereka pun masih menunggu mereka diluar.Ayu meminta maaf karena membiarkan pak supir menunggu begitu lama.Mungkin pasangan yang makan direstoran ini mereka akan berdansa terlebih dahulu Ayu dan Boy bukan pasangan pertama yang pak supir antar jadi dia bisa memakluminya.
Mereka kembali kehotel, Ayu sudah beberapa kali menguap memang ini sudah sangat larut. Ayu tidak terbiasa bangun dijam segini.Dia bersandar dipundak Boy dan memejamkan matanya.Boy hanya tersenyum dia merendahkan bahunya agar Ayu merasa nyaman.
Mereka sudah sampai didepan hotel.Ayu sudah tertidur dengan pulas.Boy tidak tega membangunkan Ayu akhirnya dia mengendong Ayu dan membawanya kekamar.
Dengan dibantu oleh seorang pegawai hotel Boy membuka pintu kamar, dia menurunkan Ayu pelan-pelan diatas tempat tidur. Ayu masih terlihat tidur begitu pulas.Mungkin karena hari ini mereka baru sampai jadi Ayu capek diperjalanan.
Boy menyelimuti Ayu dan melepas jas dan dasinya.Dia mencium kening Ayu dan berbaring disamping Ayu.Boy mencoba memejamkan matanya tapi tiba-tiba tangan Ayu memeluk tubuhnya.
Boy membuka matanya karena kaget, dia melihat Ayu masih terlelap. Dia memiringkan tubuhnya menatap Ayu dalam gelap hanya disinari lampu malan yang redup.
Boy menatap Ayu begitu lama, dia merasa beruntung bisa menikah dengan Ayu, selain dia cantik keluarganya juga kaya dan punya banya koneksi jadi dia tidak sulit untuk mendapat pekerjaan.
Boy perlahan mencium bibir lembut Ayu.Sekali Ayu masih diam Boy mengulangi untuk kedua kalinya dan kali ini sedikit lebih lama tapi Ayu masih diam.Boy melihat kancing baju Ayu sedikit terbuka dia menelan ludah melihat sedikit dada Ayu.
Ayu perlahan membuka matanya, dia melihat Boy berada didepannya yang sedikit menindih tubuh mungilnya.
Mereka saling memandang, terdiam cukup lama. Boy perlahan mulai mencium bibir Ayu.
Malam ini menjadi malam yang indah untuk mereka berdua.Malam yang menyatukan dua manusia dalam cinta.
Matahari pagi yang hangat sudah menyinari kamar mereka. Ayu dan Boy masih terdiam berbaring diatas tempat tidur.
Mereka menyatukan tangan saling bergandengan berjanji akan selamanya bersama sampai maut yang akan memisahkan mereka.
Boy berjanji dia akan menjadi laki-laki yang setia dan akan menjadi seorang ayah yang menyayangi anak-anaknya nanti.
Mereka memutuskan tidak akan menunda untuk memiliki seorang bayi dikeluarga kecil mereka.Setiap saat kapanmu tuhan menitipkan anak kepada mereka dengan senang hati mereka akan menerima dan membesarkannya.
BERSAMBUNG