
Hari ini akan diumumkan hasil ujian, siapa yang mendapat nilai terbaik dan siapa saja yang akan terjun langsung menjadi asisten dokter. Siapa saja yang lolos akan mendapat libur selama dua minggu untuk mempersiapkan diri ketugas yang selanjutnya.
Meskipun tugasnya akan bertambah lebih berat tapi inilah yang diharapkan oleh Ayu, agar dia bisa mendapatkan libur selama dua minggu yang bisa dia habiskan dengan suaminya.
Semua mahasiswa dengan cemas menunggu dosen pembimbing mereka untuk memberikan hasilnya.Setelah beberapa saat dosen yang ditunggu-tunggu akhirnya masuk kedalam ruangan.
Terlihat wajah para mahasiswa yang sangat tegang.Berharap mereka akan mendapat kartu hijau yang akan membuat langkah mereka semakin dekat dengan cita-cita mereka.
" Maafkan bapak anak-anak, pasti kalian sudah lama menunggu ya." kata dosen
" Tidak pak." kata mahasiswa serentak
"Bapak sangat berterima kasih kepada kalian semua karena kalian sudah melakukan yang terbaik saat ujian kemarin, dan sekarang ditangan saya ada lembaran dan deretan nama yang lulus dalam ujian lali ini, serta ada surat tugas kepada siswa yang lulus beserta tempat tujuan mereka." kata bapak dosen
Seluruh mahasiswa hanya diam dan memperhatikan bapak dosen yang membuka lembaran demi lembara lertas yang ada ditangannya.
" Bapak akan membacakan siapa siswa terbaik dalam ujian kemarin!" kata bapak dosen
Jantung Ayu berdetak semakin kencang ketika bapak dosen hendak membacakan nama siswa yang mendapat nilai terbaik.
Sesaat ruangan menjadi sangat hening menanti sang dosen membacakan nama sang mahasiswa terbaik diujian kemarin.Bapak dosen melihat kesekeliling dan bersiap mengumumkan nama tersebut.
" Dan siswa itu adalah. Ayu Putri." kata bapak dosen
Ayu terkejut seolah dia ingin berteriak sekeras mungkin, tapi dia hanya menahan suaranya dengan kedua tangannya.Suara tepuk tangan mengiringi langkah Ayu maju menghampiri dosen dan mengambil lembaran tugas dari tangan sang dosen.
Setelah surat tugas berada ditangan Ayu dia kembali ketempat duduk disamping Heni yang dengan senyuman sudah menantikan ditempat duduknya.
" Selamat...selamat...aku bilang apa kamu akan menjadi siswa terbaik diujian kali ini." kata Heni
" Terima kasih.." kata Ayu sangat gembira.
Bapak dosen kembali melanjutkan mengumumkan siapa saja yang lulus, karena ujian ini sangat sulit hanya ada sekitar 20 orangan yang lulus dalam ujian ini. Nama Heni belum disebut, Heni menunduk dia mencoba menerima kalau saja dia tidak lulus dalam ujian kali ini.
Tapi tiba-tiba nama Heni disebut oleh bapak dosen. Betapa bahagianya Heni mendengar namanya disebut dengan senang hati dia maju kedepan mengambil surat tugasnya.
Heni kembali dan memeluk Ayu sahabatnya yang sedari tadi ikut merasa cemas karena nama Heni adalah nama siswa terakhir yang disebut oleh bapak Dosen.
Ada 28 mahasiswa yang lulus diujian kali ini, selebihnya ada sekitar 35 orang yang gaga dan harus ikut ujian selanjutnya.
Sedangkan siswa yang lulus dan mendapat tugas bekerja sebagai asisten dokter akan mendapat liburan selama 2 minggu. Setelah itu mereka akan pergi ketempat yang sudah ditentukan oleh pada dosen pembimbing untuk membantu dokter sekaligus belajar langsung kelapangan.
Ayu, Heni beserta teman-temannya membuka lembaran surat tugas itu dan melihat kemana tujuan mereka.Ayu kaget melihat nama kota dan rumah sakit yang akan dia datangi nanti.
" Kenapa?" tanya Heni
" Aku ditugaskan kerumah sakit x dikota x."kata Ayu
" Bukankah itu tempat yang jauh, yang ada diperbatasan kota." Kata salah seorang teman yang duduk dibelakang Ayu.
Ayu melihat Heni, dia terlihat sangat sedih karena tempat itu sangat jauh dengan kota ini.Apa lagi dengan kota dimana Boy tinggal.Sedangkan dia harus berada disana selama 6 bulan lamanya.
" Kamu tidak apa-apa?" kata Heni
" Kalau kamu ditugaskan kemana?"tanya Ayu sambil melihat lembaran ditangan Heni.
Ayu melihat nama rumah sakit yang tidak jauh dengan rumah sakit Boy bekerja bahkan ini dikota yang sama dengan Boy.Ayu sejenak terdiam dia merasa tidak seberuntung Heni.Tapi dia menerimanya walau masih ada sedikit kekecewaan yang ada didalam hatinya.
"Apa kita bicara saja dengan dosen agar menganti surat tugas kita, aku akan mengantikan kamu pergi ke kota x, sedangkan kamu mengantikan aku kekota dimana suami kamu bekerja" kata Heni
Ayu sesaat tergoda dengan tawaran Heni, tapi dia mengelengkan kepalanya mencoba menyadarkan dirinya.Semua ini sudah diatur oleh para dosen, mungkin ini yang terbaik untuknya.
"Tidak usah, aku akan menerimanya kok, kan setiap liburan aku bisa datang menemui kak Boy, dan kembali untuk menjalankan tugasku." kata Ayu
Heni memeluk Ayu dan memberi semangat kepada Ayu, mungkin benar apa yang dikatakan Ayu ada rencana lain dari semua ini.Dan semoga ini menjadi yang tebaik untuk semuanya.
Mereka keluar dan menuju pusat belanja untuk membeli beberapa baju dan barang-barang yang akan dibawanya nanti.
Ayu memilih beberapa kemeja untuk suaminya yang akan diberikannya ketika dia menemui sang suami.
" Besok sudah libur, apa kamu akan langsung menemui suamimu itu?" tanya Heni
" Aku akan minta ijin dulu kepada papa dan mamaku" kata Ayu
" Tapi sepertinya aku akan segera menemui suamiki setelah orang tuaku tahu kalau aku siswa terbaik diujian kali ini."
Hari sudah malam Ayu mengantar Heni pulang kekosannya sedangkan Ayu segera pulang kerumah, dia sudah tidak sabar memberitahu kedua orang tuanya.
Sampai dirumah Ayu berlari dan memanggil- manggil papa dan mamanya.
" Kenapa sih teriak- teriak begitu ada apa?" kata mama Ayu yang menghampiri Ayu yang terlihat sangat senang.
" Ma lihat ini ma, Ayu dapat nilai terbaik dalam ujian kemarin, dan lihat ini juga ma...Ayu juga mendapat surat perintah bekerja sebagai asisten seorang dokter."kata Ayu
Mama Ayu membaca lembar demi lembar kertas yang ada ditangan Ayu.Mama Ayu juga sangat bahagia membacanya dia sangat banga memiliki anak yang pandai seperti Ayu, dia mencium kening Ayu dan berjalan menuju ruang keluarga menemui sang suami.
"Pa...papa..coba lihat ini, anak kita lulus dengan niali terbaik,dan lihat ini juga dia akan segera bekerja sebagai asisten dokter." kata mama Ayu
" Benarkah, sini coba papa lihat.!" kata Papa Ayu
Dengan senyuman diwajah keduanya membuka dan membaca selembar demi selembar.Wajah mereka berubah ketika mereka membaca kota tujuan Ayu.
"Sayang tapi kota ini begitu jauh, apa kamu tidak apa-apa? tanya mama Ayu
" Tidak ma...Ayu sudah menyetujuinya, mungkin oara dosen memiliki alasan tersendiri mengapa memilih rumah sakit itu untuk Ayu." kata Ayu
" Kamu memang anak papa yang sangat pintar dan baik." kata Papa Ayu sambil mengulurkan tangannya meminta Ayu mendekat.
Ayu tersenyum dan memeluk papanya, begitu pula mama Ayu juga memeluk tubuh Ayu yang berada dalam pelukan papanya.
" Kamu akan libur 2 minggu kan, kamu bisa menemui Boy dan menghabiskan waktu bersama Boy." kata papa Ayu
Ayu tersenyum dan kembali memeluk papanya, dia tahu kalau papa dan mamanya sangat menyayanginya, mereka melakukan apa pun yang terbaik untuk Ayu, apa pun itu.
BERSAMBUNG