AYU

AYU
Saling menjaga



Boy membawa Ayu keluar dari rumah Dokter Fahri, mereka menginap disebuah penginapan yang ada disana.Meskipun disini adalah pedesaan tapi banyak turis yang datang kesini sekedar menikmati alam atau berbulan madu.


Ayu dan Boy duduk didepan penginapan sambil melihat pemandangan yang ada didepannya.


" Apa kamu nyaman disini.?" tanya Boy


" Hemmm, disini sangat indah, aku juga punya banyak teman baru." kata Ayu


" Syukurlah, aku sangat khawatir padamu." kata Boy


" Bukankah disana sangat sibuk kenapa kamu datang kesini.?" tanya Ayu


" Ini karena aku sangat merindukanmu." kata Boy


Mereka saling menatap dan tersenyum, Boy mengecup bibir Ayu, Ayu kembali bersandar dipundak Boy.Begitu pula yang dirasakan oleh Ayu dia juga sangat merindukan pria yang saat ini berada disampingnya itu.


Hari sudah berganti malam, malam semakin dingin Ayu dan Boy masuk kedalam penginapan menuju kamarnya.Boy mendekap tubuh Ayu yang mungil sedangakan Ayu terus saja tersenyum melihat Boy begitu manis menurutnya.


Mereka menghabiskan malam bersama, melepaskan rindu yang memenuhi hati keduanya.Dengan lembut Boy membelai rambut Ayu yang sudah tertidur disampingnya.


" Kenapa kamu selalu memenuhi hatiku." gumam Boy


Boy terus menatap Ayu, sesekali dia mengecup kening Ayu,kemudian mendekap kembali tubuh Ayu dan tertidur.


Malam sudah berganti pagi, Boy terus memeluk Ayu dengan erat.Ayu bangun dan melihat wajah Boy yang terlihat kedinginan, dia menyelimuti tubuh Boy dan mendekap tubuh suaminya itu.


" Dingin..." kata Boy sambil mengigil


" Dingin...sini sini aku peluk." kata Ayu


Matahari sudah bersinar dengan terik udara sudah semakin hangat Ayu membangunkan Boy yang masih membungkus dirinya dengan selimut.


" Sayang bangun." kata Ayu


Boy membuka matanya dia tersenyum melihat Ayu tersenyum disampingnya.Entah mengapa hati Boy menjadi nyaman ketika melihat senyuman Ayu.


" Aku sudah ijin, selama kamu disini aku akan selalu bersamamu." kata Ayu


Boy hanya duduk sambil melihat Ayu yang berbicara tentang rencana-rencananya hari ini bersama Boy.Dia tidak begitu mendengarkan apa yang dikatakan oleh istrinya itu dia hanya menatap sambil melamun.


" Apa kamu mengerti." kata Ayu


Boy tidak menjawab dia mendekat sambil mencium bibir Ayu, ciuman itu berlangsung cukup lama. Ayu menikmati ciumannya tapi dia berfikir sedikit ada yang jangal dengan tingkah suaminya itu.


" Kamu kenapa sih.?" kata Ayu sambil menahan tubuh Boy yang ingin menyergapnya kembali


" Aku mencintaimu." kata Boy


Ayu diam, sebelumnya dia tidak pernah mendengar Boy mengatakan kata cinta yang begitu lembut dan penuh perasaan.Kali ini Ayu merasakan ketulusan dari kata-kata Boy.


" Aku juga mencintaimu, tapi cepat mandi kita akan pergi kebanyak tempat aku akan menunjukkan tempat-tempat yang indah." kata Ayu.


Boy menuruti kata-kata Ayu dia pergi mandi dan bersiap untuk pergi jalan-jalan menghabiskan waktu bersama-sama.



Mereka sampai diperkebunan bunga yang terkenal dengan bunga-bunganya yang indah Boy berbaring dan menikmati udara disana yang masih sejuk ditambah dengan wangi bunga-bunga yang harum.


" Bagaimana kamu suka.?" tanya Ayu.


" Hemmm." jawab Boy sambil terus memejamkan matanya menikamati suasana disana.


Kini dia tahu kenapa Ayu sangat menyukai pegunungan, karena dia nyaman dan santai disini.Karena udara dipegunungan bisa menenangkan pikiran.Bahkan saat ini semua beban pekerjaannya telah hilang dan dia begitu santai dan bahagia bersama istrinya.


Ayu berbaring disamping Boy.dia juga menutup matanya sambil merasakan udara yang berhembus melewati dirinya.Dia sangat bahagia hari ini.


Boy mengubah posisi dan menatap istrinya yang berbaring disampingnya dan masih memejamkan matanya.


" Setelah ini aku akan sangat sibuk, aku tidak bisa menemuimu lagi,bahkan mungkin kita akan jarang berkomunikasi." kata Boy sambil menyibak rambut Ayu yang menutupi wajahnya.


" Tidak apa-apa, aku juga akan sangat sibuk disini.: kata Ayu.


" Aku berjanji meski kita berpisah aku akan selalu setia kepadamu." Ayu mengecup bibir sang suami


Boy tersenyum dan memeluk istrinya itu, dia tidak bisa menjanjikan apapun tapi dia berusaha setia kepada Ayu sampai tiba saatnya mereka bersama kembali.


Setelah puas berada disana mereka pergi ke restoran untuk makan siang, Ayu mangajak Boy ketempat dimana Juna pernah mengajaknya.Disana sambil menikmati pemandangan mereka makan siang sambil berbincang-bincang tentang pekerjaan dan teman-teman Ayu disini.


Tiba-tiba Ayu diam sejenak,dia ingat dengan teman baiknya Heni, dia ingin tahu bagaimana kabar dia sekarang.Apakah dia suka berada dirumah sakit disana.Apa dokter pembimbingnya baik disana.Begitu banyak pertanyaan yang ada dikepalanya.


Ayu sempat beberapa kali menelpon Heni, tapi selalu saja ponselnya sedang dimatikan.Dia khawatir kalau dokter disana tidak bersikap baik padanya.


" Kamu coba lagi nanti, mungkin dia sangat sibuk disana." kata Boy


Tiba-tiba ponsel Boy berbunyi, ada telpon dari teman-temannya kalau mereka berada ditempat yang tidak jauh dengan Boy saat ini.Dan mereka pun mengajak Boy bertemu makan bersama dan menghabiskan malam bersama.


Boy melihat Ayu yang terlihat sangat kecewa tapi mencoba untuk tersenyum.


" Jangan perlihatkan senyum palsumu itu." kata Boy


"Aku akan tersenyum manis." kata Ayu sambil tersenyum mempelihatkan giginya.


Boy tertawa melihat tingkah lucu istrinya, Dia memeluk istrinya sambil mengenalkan siapa teman yang menghubunginya itu.Dia adalah Abas dan Farhan teman baik Boy sejak dibangku sekolah.


Ayu juga mengenal mereka karena Boy dulu sering mengajak dia pergi bersama mereka.


Abas bekerja sebagai kariyawan disebuah bank sedangkan Farhan disebuah perusahaan milik ayahnya.


Ayu tidak ingin menghalangi Boy untuk bertemu dengan teman-temannya karena memang sudah sangat lama mereka tidak bertemu bahkan dipesta pernikahan mereka pun Abas dan Farhan tidak bisa hadir karena kesibukan mereka.


" Pergilah." kata Ayu


Boy menatap Ayu, dia melihat wajah tulus Ayu tapi dia tidak ingin meninggalkan Ayu tapi dia juga sangat merindukan teman-temannya itu.


" Kita kembali dulu kepenginapan, aku akan membawamu pergi menemui mereka nanti." kata Boy


Mereka kembali kepenginapan berganti baju dan bersiap pergi menemui Abas dan Farhan.


Abas menelpon Boy kalau mereka sudah berada ditempat yang mereka janjikan.


Boy memberitahu Ayu dan berangakat menuju ketempat Abas dan Farhan menunggu.



Mereka sampai dan makan malam bersama sambil mengenang masa-masa kecil mereka.


" Maafkan kita, karena tidak datang kepesta pernikahan kalian." kata Abas


" Sebagai gantinya aku akan datang dipesta pernikahan anak kalian, hahaha." Seperti dulu Abas memang suka bercanda.



Hari sudah semakin malam Boy mengajak Ayu kembali kepenginapan.


" Kenapa terburu-buru sekali, hari masih sore." kata Farhan


" Aku akan segera membuat anak, agar kalian bisa datang kepesta pernikahannya nanti." kata Boy sambil tersenyum.


Wajah Ayu memerah, dia berdiri mengandeng tangan suaminya dan pergi meninggalkan Abas dan Farhan sambil melambaikan tangannya.


Begitu pula Boy dengan senyuman sinis dan sombongnya melangkah meninggalkan mereka.


Abas dan Farhan tidak marah dengan sikap Boy, mereka tahu betul sifat Boy meskipun dia terlihat judes dari depan sebenarnya dia tidak sejahat itu.


BERSAMBUNG