
Juna dan Ayu berjalan menyusuri lembah meninggalkan hutan dari jauh sudah terlihat kota yang mereka tinggalkan tadi malam.
" Kenapa kita masuk terlalu jauh tadi malam." kata Ayu
" Entahlah...aku menemukanmu pingsan tidak jauh dari gubuk tadi, harusnya aku bertanya kepadamu kenapa kamu masuk hutan." kata Juna
Ayu tersenyum sambil memikirkan apa yang terjadi tadi malam, sebenarnya karena ketakutan dia tidak sadar kalau dia masuk kedalam hutan.
"Kita harus mengambil jalan memutar, kita tidak bisa menaiki pagar tadi malam."kata Juna
" Hemmm."
Ayu mengerti dan menuruti apa kata Juna, dia merasa bersalah karena dialah mereka berakhir seperti ini.
Ayu menghela nafas panjang, dia merasa sangat lelah berjalan begitu jauh.Perutnya juga sangat lapar dia tidak makan apa-apa sejak tadi malam.
" Jangan mengeluh." kata Juna sambil mengulurkan tangannya.
Ayu menatap Juna dia tidak tahu apa maksud uluran tangannya itu.
" Kamu pasti lelah, sini aku akan mengendongmu." kata Juna sambil jongkok bersiap untuk mengendong.
Ayu menatap punggung Juna yang lebar, dia membayangkan betapa enaknya kalau dia digendong oleh Juna.
" Ayo."
Kata-kata Juna menyadarkan Ayu dari lamunannya.
"Tidak...aku tidak apa-apa, ayo kita lanjutkan perjalanan." Kata Ayu sambil berjalan pergi meninggalkan Juna.
Ayu berjalan lebih cepat karena malu,sedangkan Juna hanya tersenyum dan berlari kecil mengejar Ayu.
Mereka berjalan menyusuri jalan setapak, bunga bermekaran dikanan dan kiri jalan setapak matahari yang mengintip berwarna oren yang sangat indah.
"Setelah menurui jalan ini kita akan sampai dikota."kata Juna
Ayu tidak mendengar dan memperhatikan kata-kata Juna dia asik memetik bunga dan mengagumi pemandangan didepan matanya.
"Bisakah kita tinggal disini sebentar.?" kata Ayu
"Tidak...orang-orang dirumah pasti sangat khawatir, kita harus segera pulang." kata Juna
Wajah Ayu berubah menjadi cemberut, dia melangkahkan kakinya dengan berat tidak ingin begitu saja meninggalkan tempat ini.
Juna melihat Ayu dia merasa kasihan tapi mereka harus segera sampai dirumah karena dokter Fahri dan yang lain pasti sudah sangat khawatir.
Juna melihat ponselnya kalau saja disini ada sinyal dia akan menelpon rumah dan mereka pun bisa tinggal sebentar menikmati alam.
Ayu menghela nafas panjang dia tahu kalau sikap Juna yang keras seperti ini karena dia tidak ingin terjadi apa-apa pada dirinya.Ayu mulai tersenyum dan berjalan menyusul Juna.
Mereka sudah dekat dengan kota, setelah menyebrangi sungai mereka akan sampai dijalan raya.Tapi Juna harus berjalan ketempat dimana dia meninggalkan mobilnya semalam.
" Akhirnya kita sampai dikota." kata Ayu sambil merenggangkan otot punggungnya yang kaku.
" kamu tunggu disini, aku harus mengambil mobilku terlebih dahulu." kata Juna
" Kemana.?" Ayu memegang tangan Juna yang menghentikan langkah Juna
Juna melihat Ayu, dia melihat Ayu yang terlihat lelah dan tidak ingin Juna meninggalkannya.
" Kita harus berjalan sedikit lagi untuk sampai disana, apa kamu masih kuat.?" kata Juna
Ayu mengangguk tapi wajahnya terlihat ragu, dia sudah sangat lelah berjalan menuruni bukit tadi dan sekarang masih harus berjalan menuju jembatan tempat mobil Juna berada.Ayu tidak punya pilihan lain selain ikut Juna, dia tidak berani menunggu disini sendiri.Ayu berusaha berjalan mengikuti Juna.
Tidak lama kemudian mereka sampai dimana mobil Juna berada, Ayu terlihat sangat lelah.Dia menghela nafas panjang bersyukur akhirnya mereka sampai juga.Tapi tiba-tiba pandangan Ayu mulai memudar dan dia pun terjatuh pingsan.
" Ayu...Ayu...kamu kenapa." kata Juna sambil menghampiri Ayu
Juna memeriksa kondisi Ayu, dia mengendong Ayu kedalam mobil dan segera membawanya pulang kerumah.
Sedangkan dirumah Dokter Fahri, semua masih berkumpul menunggu kepulangan Ayu.Semua terlihat sangat cemas, tidak ada kabar sama sekali.Bahkan dokter Difa belum tidur dari tadi malam karena memikirkan Ayu.Dia merasa bertanggung jawab selama Ayu berada dikota ini, dia sudah seperti kakak bagi Ayu.
" Sebaiknya kamu pergi tidur." kata Fahri
" Bagaimana aku bisa tidur, kita masih belum tahu dimana Ayu dan bagaimana keadaannya." kata Difa
Dwi dan Adam hanya diam melihat betapa cemasnya dokter Difa saat ini, seperti seorang ibu yang menunggu kepulangan putri kesayangannya.
Tiba -tiba terdengar suara mobil datang dan berhenti didepan rumah mereka, Semua bergegas keluar melihat siapa yang datang.
Mereka melihat Juna sedang menurunkan Ayu yang terlihat tidak sadarkan diri.
"Kenapa dengan Ayu, apa yang terjadi.?" kata Difa sambil berlari menghampiri mobil Juna dan melihat keadaan Ayu.
" Dia hanya kelelahan." kata Juna
" Sebaiknya kita bawa dia masuk dulu." Juna mengendong Ayu masuk kedalam rumah.
Semua orang mengikuti Juna dibelakangnya.Juna menuju kamar Ayu, dia menidurkan Ayu ditempat tidur.Terlihat dia mengecek kembali kondisi tubuh Ayu, merasa tidak ada yang salah Juna menyelimuti Ayu dan berajak pergi membiarkan Ayu beristirahat.
Semua orang hanya melihat tanpa berbicara apapun.Sebenarnya ada banyak pertanyaan dibenak mereka tapi mereka tidak berani bertanya apa pun pada Juna.
" Kalian...Ayo kita turun, biarakan Ayu beristurahat." kata Juna
" Baik..." kata mereka serentak.
Fahri melihat kearah Difa kemudian melihat lagi kearah Dwi dan Adam.Dalam pikiran Fahri mengapa dirinya menuruti kata-kata Juna.
" Tunggu...Juna tunggu disitu." kata Fahri sambil mengejar Juna yang akan meninggalkan rumahnya.
" Ada apa lagi.?" tanya Juna dengan nada mengeluh
" Apa tidak ada yang harus kamu ceritakan kepada kita." kata Fahri sambil melihat ke Difa Dwi dan Adam yang mengangguk bersamaan.
Juna melihat wajah mereka yang penuh penasaran, dia berbalik dan meletakkan tangannya dipundak Fahri.
" Dokter Fahri...Tidak kak Fahri.Aku berbicara sebagai adikmu...kamu tahu aku sangat lelah, semalaman mencari dan menjaga Ayu, aku sangat lelah.Biarkan aku beristirahat dulu.Setelah Ayu bangun kalian bisa bertanya kepadanya." kata Juna sambil meninggalkan Semuanya tanpa penjelasan.
" Tapi..." kata Difa
Fahri menghentikan Difa yang hendak mengejar Juna.Dia tahu betul apa yang dirasakan Juna saat ini.Yang penting kedua orang yang sudah dianggap adiknya itu sudah pulang dengan selamat.
" Untuk kalian berdua...ikut denganku kerumah sakit." kata Fahri.
" Tapi dok...kita juga lelah, semalam aku tidak bisa tidur dengan baik.Tidak bolehkah kita juga beristirahat hari ini.?" kata Dwi
" Jangan membuat alasan.Kalian harus semangat, tidak boleh malas-malasan." kata Fahri
Dwi dan adam menghela nafas panjang dan pergi mengikuti Fahri dibelakangnya.
Dwi melihat kearah Difa.
" Kak Difa...tolong jaga baik-baik Ayu." kata Dwi
" Iya." kata Difa sambil melambaikan tangannya.
Setelah mereka pergi, Difa pergi kedapur membuat makanan untuk Ayu, kalau Ayu bangun sewaktu-waktu dia bisa langsung makan.
Sedangkan Juna dia mandi dan langsung menuju kamarnya.Dia berbaring ditempat tidurnya sambil memikirkan kembali kejadian tadi malam bersama Ayu disebauh gubuk tua itu.
Meskipun saat itu sangat gelap Juna tidak bisa melupakan kejadian itu begitu saja.
Juna berbalik membenamkan wajahnya kebantal sambil memejamkan matanya
Juna memejamkan matanya berharap ketika dia bangun nanti dia sudah melupakan kejadian tadi malam.Dia berharap hal yang sama akan terjadi kepada Ayu juga.Dia juga berharap meskipun Ayu tidak bisa meluapakan kejadian tadi malam Ayu bisa memaafkan dirinya
BERSAMBUNG