
Hari makin larut udara juga makin dingin Ayu masih mencari jalan keluar dari hutan itu dia tidak tahu harus pergi kemana, dia tidak tahu jalan yang dia ambil malah menuju kedalam hutan dan sepertinya makin dalam dia tidak bisa melihat lampu jalan atau perumahan didepan.
Dia hanya berjalan tanpa arah, tubuhnya gemetar karena dingin, pandangannya sedikit kabur bahkan baterai ponselnya juga akan habis.Ayu semakin takut karena didepannya dia hanya melihat pohon.
Pohon yang awalnya kecil sekarang bertambah besar itu berarti dia masuk kedalam hutan lebih dalam.Ayu mengabil arah balik, dia berfikir kalau dia kembali ketempat awal dan teman-temannya menyadari kalau dia tidak ada mungkin akan mencarinya dia hanya harus menunggu ditempat awal.
Tapi ketika Ayu berbalik dia malah berputar-putar tanpa arah, entah menuju kemana langkah yang diambilnya
Ayu sudah berjalan sangat jauh dan lama tapi tidak menemuka jalan keluar dari dalam hutan, dia sangat lelah kakinya sudah tidak sanggup berjalan lagi, pandangannya memudar dan dia pun terjatuh pingsan.
***
" Hari sudah makin larut Ayu kita pulang." kata Dokter Fahri kepada Adam dan Dwi
Adam dan Dwi membereskan mejanya, tampak masih banyak pekerjaan yang ada dimeja Adam dan Ayu, tapi dokter Fahri menyuruh mereka menyelesaikan besok saja.
Mereka masuk kedalam mobil dan menuju kerumah.Dalam perjalanan Dwi melihat keluar jendela.
" kenapa malam ini begiti sepi.?" kata Ayu
Adam melihat keluar.
" kamu benar ada apa ya." kata Adam
" Perasaanku tidak enak." kata Dwi
" Jangan berfikir yang bukan-bukan, mungkin itu karena kalian lelah kalian butuh istrahat." kata Dokter Fahri.
Adam melihat Dwi, mereka berfikir mukin benar apa yang dikatakan dokter Fahri karena pekerjaan yang begitu banyak, pikiran mereka menjadi tidak baik.
Tidak lama kemudian mereka sampai dirumah, Difa sudah menunggu didepan rumah.Ketika melihat mobil suami dia bergegas menghampirinya.
" Ada apa kenapa menunggu diluar rumah ayu kita masuk." kata Dokter Fahri.
" Ayu tidak bersama kalian.?" tanya Difa
Adam, Dwi dan dokter Fahri kaget mendengar pertanyaan Difa.Mereka jelas yakin kalau Ayu sudah pulang sore tadi.
" Bukankan dia sudah pulang tadi sore." kata Dokter Fahri
" Dia terlihat sangat lelah jadi aku menyuruhnya pulang lebih awal." wajah dokter Fahri berubah menjadi cemas.
Bukan hanya dokter Fahri bahkan semua terlihat sangat cemas, Dwi berusaha menelpon Ayu tapi ponselnya mati.Adam berlari kerumah Juna dia berfikir siapa tahu Ayu bersamanya.
Tok...tok...tok
" Kak Juna buka pintu." teriak Adam
Juna kaget, dia sedang membaca buku mendengar Adam beberapa kali mengetuk pintunya.Sebelum pintunya roboh dia bergegas membuka pintu.
" Ada apa sih, kamu ingin pintuku hancur." kata Juna
" Maaf kak Juna, apa Ayu bersama kamu.?" tanya Adam sambil mengintip kedalam rumah.
" Tidak ada apa.?" kata Juna
" Ayu belum pulang, semua orang khawatir." kata Adam
" Apa...kemana dia pergi.?" kata Juna
Adam terlihat semakin cemas karena Ayu tidak ada dirumah Juna, semua orang tampak cemas.Dokter Fahri dan Adam naik mobil dan bergegas mencari Ayu.
Juna berlari menghampiri Dwi dan Difa
" Kalau kita tahu, kita tidak akan cemas seperti ini Juna." kata Difa
Juna kembali kerumah mengambil jaket dan masuk kedalam mobilnya ikut mencari Ayu juga.
" Tunggu..." kata Difa
" kamu mau cari kemana.?" Difa menghetikan laju mabil Juna
" Entahlah...mungkin aku akan menyusuri jalanan." kata Juna
" Kak Juna, tadi Ayu bilang dia akan mampir ketoko buku terlebih dahulu." kata Dwi
" Baiklah...kalian tunggu dirumah, kabari aku kalau dia sudah pulang." kata Juna
Difa dan Dwi hanya mengangguk, sedangkan Juna langsung memacu mobilnya menuju toko buku yang tidak jauh dari sana.
Juna sudah sampai ditoko buku, hari sudah sangat larut tentu saja toko buku sudah tutup dia tidak melihat seseorang atau tanda-tanda keberadaan Ayu disana.
Juna menyusuri jalan dari toko buku itu.Ketika berada dijempatan bunga sakura tidak sengaja Juna melihat buku berserakan jalan trotoan.
Juna menhentikan laju mobilnya dan turun melihatnya lebih dekat.
" Ayu...benar ini barang-barang Ayu, tapi kemana dia pergi." gumam Juna sambil melihat kekanan dan kekiri disepanjang jalan tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan Ayu.
Juna menelpon Fahri bertanya apa ada kabar tebaru tentang Ayu.Sekarang Fahri berada dirumah sakit dan sedang mencari kebaradaan Ayu tapi tidak ada tanda-tanda Ayu disana.
Juna melihat kebawah, dia loncat kebawah dan mencari tanda-tanda kalau Ayu disana tadi.
Juna melihat bolpain yang terjatuh ditanah dia melihatnya dan ada sebuah nama Ayu dibolpoin itu.
" Ayu....ayu dimana kamu." teriak Juna
Juna memangil Ayu beberapa kali tapi tidak ada jawaban dia masuk kedalam hutan lebih dalam lagi.Dia berteriak lagi, dan mencoba mencari jejak kalau Ayu melewati jalan ini.
Juna melihat rumput yang jatuh karena ijakan dia mengikuti arah itu, dan sampai kedalam hutan yang begitu gelap dan dingin, Juna melihat seseorang tengah berbaring ditanah.
Jantung Juna berdetak sangat cepat dia takut itu adalah Ayu.
Dia berlari menghapirinya dan ternya benar itu Ayu yang tidak sadarkan diri.
"Ayu....ya Allah Ayu...sadar yu...sadar." kata Juna sambil memukul wajah Ayu perlahan.
Juna bergegas mengambil ponselnya dia ingin menelpon Fahri atau Adam atau siapa saja, tapi disini tidak ada sinyal sama sekali.
Juna mengangkat Ayu dan mengendongnya.
Tangan Juna gemetar karena merasakan tubuh Ayu yang semakin dingin.Juna berjalan tanpa arah karena gugup dia malah lebih dalam lagi menuju hutan.Dia sadar ketika melihat sekelilingnya tidak ada lagi pohon hanya ada padang safana yang luas.
" Aist...kenapa harus tersesat disaat seperti ini sih." gumam Juna.
Nafasnya terengah-engah karena kelelahan berlari sambil mengendong Ayu dipunggungnya.Dia melihat pokok yang terbuat dari kayu, Juna sedikit ragu tapi dia tidak ada cara lain dia harus membuat Ayu sadar jadi dia membawa Ayu kesebuah pondok kecil itu.
Juna membuka pintu yang terbuat dari kayu yang hampir rapuh, tidak ada satu orang pun didalam pondok itu.Juna perlahan menurunkan Ayu dan membaringakannya dilantai yang beralas papan kayu.
" Setidaknya ini tidak akan membuat tubuh Ayu makin dingin." gumam Juna
Juna memeriksa keadaanya Ayu, tidak ada hal serius pada Ayu.Mungkin dia hanya syok kelelah dan kedinginan.Juna menghela nafas panjang dan duduk bersandar didinding yang terbuat dari kayu.
Dia kembali melihat ponselnya mencoba mencari sinyal agar dia bisa mengabari orang dirumah.Tapi tidak ada satu sinyal pun disana.
BERSAMBUNG