
Juna pergi mengambil mobilnya dan Ayu menunggu didepan rumah sakit.
tidak lama mobil Juna sudah terlihat mendekati Ayu.dia membuka pintu dan masuk kedalam mobil Juna.
" kita kemana, kenapa harus membawa mobil." kata Ayu
" kamu duduk saja, kamu akan menyukai tempat ini." kata Juna
Ayu tersenyum, dia sudah tidak sabar kemana Juna akan membawanya.Dia membuka jendela dan melihat keluar.
" Memang indah, lelahku menjadi hilang." kata Ayu
Juna tersenyum melihat Ayu memejamkan matanya sambil menikmati udara yang menerpa wajahnya.Ayu sampai tidak sadar kalau mereka sudah sampai.
" Ayo kita turun." kata Juna
Ayu membuka matanya dan tidak melihat sebuah restoran atau warung makan didepannya
" Dokter, kita makan dimana.?" kata Ayu
" Tempat yang kita tuju tidak memperbolehkan pengunjung memarkir mobil didepan restorannya, kita harus berjalan kaki kesana." kata Juna
" Tidak masalah, aku senang berjalan-jalan melihat pemandangan yang begitu indah seperti ini." kata Ayu
Mereka mulai berjalan menyururi jalan sambil melihat keindahan kota.Restoran ini sebenarnya tidak begitu jauh dari tempat tinggal mereka tapi karena sibuk dirumah sakit Ayu tidak sadar kalau ada restoran yang enak disini, dia pikir disini hanya perumahan dan vila saja.
Setelah berjalan beberapa saat mereka sampai disebuah restoran yang sangat ramai.Ayu terkejut melihat pemandangan didepan restoran yang menghadap langsung kejalan dan perbukitan.Semuanya tampak masih bersih udaranya begitu sejuk ada sebuah air terjun yang jatuh ketebing begitu indah.
" Apa kamu menyukainya.?" tanya Juna
"suka...sangat suka.!" kata Ayu
" Kita cari tempat duduk, kamu mau dimana.?" kata Juna
Ayu berjalan dan duduk diluar sambil melihat pemandangan yang indah.
Setelah memilih meja mereka pun memesan makanan.Sambil menunggu Juna memesan teh hangat untuk Ayu.
Teh disini sangat terkenal dengan keharumanya.Teh yang dicampur dengan bunga tristan membuat teh itu semakin harum dan banyak disukai oleh para pengunjung.
Makanan sudah sampai dimeja mereka.Ayu melihat makanan yang ada didepannya, terlihat begitu nikmat Ayu tidak sabar dan langsung memakannya.
Sambil makan mereka bercerita tentang kehidupannya masing-masing.
Restoran ini begitu nyaman, sampai-sampai mereka tidak sadar kalau waktu terlewat begitu saja.Jam sudah menunjukkan pukul 16.00.Mereka bergegas masuk kemobil dan segera kembali kerumah sakit.
Ketika Juna mulai menjalankan mobilnya dia mendapat pesan dari dokter Fahri.
" Kenapa melambat.?" kata Ayu
" Kita tidak perlu kembali kerumah sakit." kata Juna
" Apa...kenapa.?" kata Ayu kaget
" Entahlah, kata dokter Fahri kita disuruh pulang saja.Pekerjaan rumah sakit sudah beres semua itu katanya." kata Juna
Ayu menghela nafas panjang dan bersandar sambil melihat kedepan.
" Kita langsung pulang atau kemana .?" kata Juna
" Hemmm...kemana ya." Ayu tampak sendang berfikir kemana lagi dia akan pergi, tapi disepanjang pandangannya tempat ini sangat indah
" kita pulang saja." kata Ayu
" Kamu yakin.?" Juna melihat Ayu masih tampak binggung.
" Hemmm." Ayu mengangguk perlahan.
Juna menyetir mobil menuju rumahnya, dia tidak perlu jauh-jauh mengantar Ayu karena dia tinggal di rumah dokter Fahri yang bersebelahan dengan rumah Juna.
Mereka sudah sampai dirumah, Ayu turun dan menuju rumah Dokter Fahri sedangkan Juna menuju rumahnya.
Setelah berganti baju Juna kembali keluar dengan membawa teh ditangannya.Dia duduk dihalaman depan rumahnya.Ketika dia duduk bersandar dia melihat Ayu sedang duduk di halaman juga.
" Kenapa masih belum ganti baju." kata Juna sambil mendekati Ayu
" Ini...pintunya masih terkunci." kata Ayu
" Sudah tapi tidak ada, tidak apa-apa aku akan menunggu disini." kata Ayu
Juna tersenyum, dia mengambil ponselnya dan menelpon dokter Fahri mencari tahu apa yang terjadi.
" Hallo, dokter Fahri, ini aku Juna dimana kamu meletakkan kunci rumah mu." kata Juna dalam telpon
" Ini memang rencanaku, kamu ajak Ayu kerumahmu dulu, aku dan semuanya akan pulang terlambat." kata dokter Fahri dan langsung menutup telponnya.
Juna tidak tahu bagaimana dia mengatakannya kepada Ayu, dia merasa tidak enek kalau langsung mengajak Ayu kerumahnya tapi dia juga tidak tega melihat Ayu menunggu disini.
" Bagaimana.?" tanya Ayu.
" Dokter Fahri menyuruh kamu tinggal dirumahku dulu, mereka akan pulang terlambat hari ini." kata Juna
" Oh...baiklah, mari kita kerumah kamu." kata Ayu sambil berdiri dan berjalan menuju rumah Juna.
Juna masih terdiam melihat Ayu berjalan menuju rumahnya dia terkejut begitu mudahnya untuk meyakinkan Ayu, dia bahkan tidak perlu berbohong atau jaim dihadapan Ayu.
" Kenapa diam disana.?" kata Ayu sambil menenggok kebelakang.
" Iya..." Juna berjalan menyusul Ayu.
Mereka masuk kedalam rumah, hal yang pertama Ayu lakukan dirumah Juna adalah mencari kamar mandi.
" Maaf, dimana kamar mandi." kata Ayu
" Diujung lorong belok kanan." kata Juna
" Apa kamu akan mandi juga.?" teriak Juna dari luar
"Hemmm." teriak Ayu
Juna menuju kamarnya, dia membuka lemari baju dan melihat baju yang bisa dipakai oleh Ayu.Juna tidak memiliki banyak baju sebelumnya dia hanya hidup sendiri dan sibuk dengan pekerjaannya.
Juna turun kebawah sambil membawa satu setel baju ditangannya.
" Aku membawakan baju ganti untukmu.aku letakkan diluar." kata Juna
" Baik terima kasih." teriak Ayu
Juna pergi ke ruang kerjanya mengerjakan beberapa pekerjaan yang belum diselesaikan tadi waktu dirumah sakit.
Sudah 30 menit lebih, Juna duduk bersandar dan memejamkan matanya.Dia berfikir apa yang sedang Ayu lakukan kenapa begitu sepi.Juna beranjak dari tempat duduknya dan melihat keluar.
Dia keget melihat Ayu ada didapur dan hanya mengunakan kemejanya.
" Kamu sedang apa.?" tanya Juna yang tiba-tiba berada dibelakang Ayu.
" Kamu, mengagetkan aku saja." Ayu kaget tidak sengaja tangannya menyentuh panci yang panas.
" Sini aku lihat, apa sakit?" tanya Juna sambil meniup tangan Ayu
Ayu tersenyum sambil mengelengkan kepalanya, wajah Juna memerah karena Ayu terus menatapnya dia segera melepas tangan Ayu dan pergi meninggalkan Ayu.
" Aku membuat mie, apa kamu mau?" tanya Ayu
" Tidak terima kasih...Bukankah kita baru makan tadi kenapa makan mie lagi apa tadi belum kenyang" kata Juna
" Entahlah sejak aku tinggal disini, aku selalu gampang lapar.Mungkin karena udaranya yang dingin."kata Ayu
"Makanlah aku akan membaca buku didepan." kata Juna sambil meninggalkan Ayu.Tiba-tiba langkah Juna terhenti dan berbalik melihat Ayu
" Kenapa kamu tidak memakai celana yang aku berikan tadi.?"
Ayu kaget dia melihat kebawah dan tersenyum sambil menyeruput mie yang ada dimulutnya.
" Terlalu besar, tapi kemeja ini sudah cukup menutupi kok." kata Ayu sambil menarik ujung kemeja kebawah
Juna menghela nafas dan pergi meninggalkan Ayu yang sedang memakan mie yang baru dibuatnya.
kenapa dia tidak waspada, bukankah aku juga seorang laki-laki
pikir Juna sambil pergi meninggalkan ruang makan.
BERSAMBUNG