AYU

AYU
Sakit



Ayu berbaring dikamarnya ditemani orang tua dan suaminya.Wajahnya memang terlihat sangat pucat tapi tadi Boy sudah sempat memeriksa kalau bayi yang ada diperut Ayu baik-baik saja.Mungkin sedekit kecapekan jadi Ayu harus beristirahat lebih banyak lagi.


"Sayang, kamu baik-baik saja kan?" tanya mama Ayu


"Tidak apa-apa ma, aku hanya lelah." kata Ayu


" Boy aku ingin bicara denganmu." kata papa Ayu sambil beranjak pergi dari kamar Ayu dan Boy


Raut wajah papa Ayu yang begitu marah membuat Boy takut, dia hanya diam sambil mengikuti langkah sang mertua.


" Apa yang terjadi sebenarnya, kenapa Ayu bisa seperti itu?" tanya papa Ayu


" Aku tidak tahu apa-apa pa, tadi dia baik-baik saja." kata Boy


" Boy, ingat kalau terjadi sesuatu kapada Ayu, kamu akan menyesal.Aku memang bukan seorang dokter tapi banyak kenalanku dan sahabatku yang jdi dokter, aku bisa saja meminta kepada mereka untuk menghancurkan karirmu.Kamu mengertikan maksudku." kata papa Ayu


" Iya pa, Boy mengerti." Boy tertunduk


" Kamu sudah meninggalkan gadis itu kan?" tanya papa Ayu


" Sudah pa, tidak ada hubungan apa pun lagi aku dengan gadis itu." kata Boy


" Bagus, sekarang tugasmu adalah menjaga Ayu baik-baik, jangan sampai terjadi apa-apa padanya." kata papa Ayu


Mama Ayu bilang untuk sementara mama dan papa Ayu akan tinggal disini sampai Ayu benar-benar sembuh.


Ayu pun juga senang kalau ada mamanya disini menemaninya semalam beberapa hari sebelum dia kembali bekerja.


Dua hari mama dan papa Ayu tinggal disini menemani Ayu, menjaga Ayu ketika Boy bekerja.Hari ini Ayu sudah lebih baik dari pada kemarin, dia melihat Boy tertidur disampingnya dengan wajah yang sangat lelah.Ayu perlahan mengusap pipi sang suami dan mengecupnya.


Ayu bangun dan jalan-jalan disekitar rumahnya, Boy membuka matanya dia kaget Ayu tidak ada disampingnya.


" Ma...mama..." teriak Boy


" Ada apa sih Boy kamu teriak-teriak begitu?" tanya mama Ayu yang sedang masak didapur


" Mama lihat Ayu tidak, Ayu tidak ada dikamar." kata Boy yang terlihat cemas


" Ayu sedang jalan-jalan, itu bagus untuk dedek bayi yang ada didalam perutnya." kata mama Ayu


Setelah mendengar penjelasan mama mertuanya Boy segera menuju depan rumah mencari keberadaan istrinya itu.


Mama Ayu melihat Boy yang terlihat cemas, dia berharap semoga saja Boy benar-benar meninggalkan wanita itu dan memilih Ayu yang sedang mengandung anaknya.


" Sayang, kamu kemana saja?" Boy berjalan tanpa alas kaki mendekati Ayu yang baru masuk kehalaman rumah.


" Aku cuma jalan-jalan pagi kok," kata Ayu


"Kamu baik-baik saja kan?" Boy terlihat sangat cemas.


"Aku baik-baik saja kok, udah sehat malah, nih aku beliin bubur buat kamu.katanya diujung jalan sana enak banget.Ternyata benar eenak banget buburnya." kata Ayu


Boy tersenyum dia mengikuti Ayu masuk kedalam rumah sambil membawa bubur yang dibelikan Ayu ditangannya.


Dia melihat tubuh Ayu yang semakin gemuk tapi tetap terpancar kecantikan diwajahnya.


" Sudah pulang, mama masakin bubur buat kamu." kata mama Ayu


" Aduh mama kok nggak bilang-bilang sih, Ayu udah makan bubur diujung jalan sana, itu Ayu bungkusin satu buat mas Boy." kata Ayu


" Sia-sia dong mama masak." mama Ayu terlihat kecewa.


" Mama jangan sedih nanti aku makan, sekarang Ayu mau mandi dulu ya." kata Ayu sambil memeluk sang mama.


Ayu berjalan meninggalkan mamanya menuju kamarnya yang berada dilantai atas, sedangkan dibelakangnya ada Boy yang mengikutinya.


Boy keluar Ayu sudah siap membantu sang suami bersiap berangkat bekerja hari ini.


" Mas, aku sudah sehat, aku mau kerja saja ya hari ini, aku kangen." kata Ayu


" kangen siapa?" tanya Boy


" Kangen kerja lah mas, apa lagi memangnya." kata Ayu sambil.


" kirain." Boy mengangkat kedua alisnya.


" Apa sih, dimataku cuma suamiku yang paling ganteng, hanya ada kamu didalam hatiku." Ayu berjinjit sambil memeluk Boy.


Boy tersenyum, sudah lama sekali mereka tidak sedekat ini.Boy memeluk Ayu dengan erat dan mencium lembut bibirnya.


" Mas...dedek." kata Ayu sambil mendorong tubuh Boy yang mulai menekan perutnya yang sudah semakin membesar.


" Aku lupa, sayang mama mau kerja kamu tidak boleh nakal didalam sana ya." kata Boy sambil mengelus-elus perut Ayu


Ayu tersenyum menunduk dan mengelus rambut Boy, mereka turun kebawah.Ayu sudah bersiap berpakaian rapi bersiap untuk kerja hari ini.


" Sayang, kamu berpakaian rapi gitu sudah mau kerja?" tanya papa Ayu yang sudah duduk dimeja makan sambil membaca koran


" Pa, Ayu bosan dirumah aja.Ayu ingin kerja." kata Ayu sambil merangkul papanya


" Lihatlah kamu sidah hamil gitu masih manja saja dengan papamu." kata mama Ayu


" Kalau itu mau kamu, kerja saja.Tapi ingat jaga baik-baik dirimu, mama sama papa akan pulang hari ini."


" Kenapa ma?" tanya Ayu


" kamu kan sudah sehat, mama dan papa juga harus kerja, kamu baik-baik disini ya." kata mama Ayu


" iya ma, kami akan mengantar kalian kebandara." kata Ayu sambil memeluk mamanya.


Setelah bersiap dan sarapan Boy dan Ayu mengantar orang tua mereka kebandara terlebih dahulu.


" Hati-hati ma...pa jaga diri kalian baik-baik." kata Ayu


" iya...Boy tugas kamu jaga Ayu baik-baik.kalau sampai terjadi sesuatu dengan Ayu aku tidak akan memaafkanmu." kata mama Ayu


" Iya ma, kalian hati-hati dijalan." kata Boy sambil memberi salam kepada kedua mertuanya.


Setelah orang tua Ayu pergi, Ayu dan Boy langsung pergi kerumah sakit dimana Ayu bekerja untuk mengantar Ayu terlebih dulu.Setelah itu dia juga akan pergi kerumah sakit dimana dia bekerja.


"Maaf ya, kamu harus muter-muter antar aku lebih dulu." kata Ayu


Boy hanya tersenyum dan menggenggam tangan Ayu.


Tiba-tiba Ayu mendapat pesan dari Heni, dia menanyakan bagaimana kabar Ayu karena kemarin saat dia menelepon Ayu yang angkat mamanya dan bilang kalau Ayu sakit.


Ayu tersenyum sambil terus mengetik pesan diponselnya.


" Apa sih yang kamu lihat, kelihatannya kamu senang sekali." tanya Boy



Ayu memperlihatkan beberapa foto yang dikirimkan Heni kepadanya.


" Heni mengirimkan beberapa foto, lihatlah mereka begitu manis kan." kata Ayu


Boy tersenyum, dia senang melihat Ayu tersenyum lagi seperti ini.Kemarin saat Ayu sakit dan hanya berbaring Boy sangat khawatir.Dia masih belum jelas dengan perasaannya kepada Ayu.Apakah dia lebih mencintainya atau lebih mencintai Novi yang menjadi pacar rahasianya.


Setelah melihat Ayu, Boy berjanji akan berusaha melupakan Novi dan hanya melihat Ayu sebagai wanita satu-satunya yang akan menemaninya menjalani hidup ini.