
Ayu membuka matanya, dia melihat Boy sedang tidur disampingnya.Dia mengusap pipi Boy membelai rambut Boy, tapi rasa dihatinya berbeda tidak lagi sama seperti dulu ketika dia baru menikah dengan Boy.
Kenapa hariku tidak bergetar seperti dulu.
kata Ayu dalam hati.
Boy merasakan belaian Ayu pada wajahnya.Tangannya menangkap tangan Ayu lalu membuka matanya.
" Selamat pagi." kata Boy
" Selamat pagi." kata Ayu sambil tersenyum
Boy mendekat dan mencium kening Ayu, sedangkan Ayu menutup matanya dan merasakan kecupan lembut pada keningnya.
" Apa rencana kamu hari ini." tanya Boy
" Emmm aku akan pergi kekampus, bertemu dengan Heni lalu jalan-jalan dengannya.Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengannya.Bolehkan.?" kata Ayu
Boy tersenyum sambil mengangguk, dia tahu Ayu pasti menemui Heni sahabatnya, dengan itu dia ada waktu untuk memberitahu Novi agar dia membereskan barang-barangnya dan pergi dari rumahnya.
Ayu bangun dan menuju kamar mandi untuk bersiap, dia sudah tidak sabar bertemu dengan sahabatnya itu.Dia ingin bercerita banyak hal kepadanya.
Boy bergegas mencari ponselnya dan mencoba menghubungi Novi yang ada dirumahnya.Beberapa kali Boy menghubungi nomer Ayu bahkan dia juga menghubungi rumahnya tapi tidak ada jawaban sama sekali.
Boy melihat kearah kamar mandi sepertinya Ayu masih lama mandi jadi dia menghubungi Novi sekali lagi.Dan akhirnya Novi mengangkat telepon Boy.Dengan suara yang pelan Boy memberitahu kepada Novi kalau dia harus segera meninggalkan rumahnya sebelum dia kembali.
Novi sangat kaget, dia bertanya kepada Boy apa yang terjadi.Boy belum menjawab pertanyaan Novi tiba-tiba Ayu keluar dari kamar mandi.Buru-buru Boy memantikan ponselnya dan berdiri dari tempat tidur.
Ayu yang melihat Boy bertingkah aneh merasa curiga dengan apa yang terjadi.
"Ada apa?" tanya Ayu
"Siapa yang menelepon?" Ayu berjalan mendekati Boy
Boy terlihat salah tingkah, dia juga gagap menjawab pertanyaan Ayu.
"Ini suster Novi bertanya berapa hari aku akan cuti." kata Boy sambil menunjukkan riwayat panggilan
Ayu tidak berfikir panjang setelah melihat nama Novi yang ada didaftar panggilan, dia tidak curiga sama sekali dengan Novi.Mungkin karna kepolosan Ayu atau mungkin karena kepintaran Boy dengan kata-katanya dia mampu menyembunyikan keberadaan Novi.
Boy tersenyum dan mengambil pengering rambut.Dia duduk ditempat tidur dan menyuruh Ayu duduk didepannya agar dia bisa mengeringkan rambut Ayu.
"Aku bisa sendiri." kata Ayu
"Tidak apa-apa, setelah ini aku akan sering-sering melakukannya." kata Boy
Ayu tersenyum dan duduk didepan Boy, dengan lembut Boy mengeringkan rambut Ayu yang terurai panjang.
"Aku sangat menyukai rambutmu yang panjang." kata Boy sambil membelai dan mencium rambut Ayu
Ayu sudah siap, dia turun kebawah sedangkan Boy pergi untuk mandi.
Ayu membantu bi Narti memasak didapur.Dia ingin belajar masak, sedikit-dikit Ayu sudah bisa masak walau hanya masakan sederhana.
Terdengar suara tawa dari dapur, mama Ayu yang masih berada dikamar terkejut mendengar gelak tawa Ayu yang begitu bahagia
"Coba kamu dengar betapa bahagia anak gadismu itu." kata papa Ayu
"Dia sudah dewasa, dia bukan lagi seorang gadis tapi dia seorang istri dari seorang pria." kata mama Ayu sambil memasangkan dasi dileher sang suami
Papa dan mama Ayu keluar kamar menuju meja makan, disana sudah tersaji banyak makanan yang terlihat sangat enak.Tidak lama Boy juga turun dan bergabung dengan keluarga.
"ini masakan non Ayu, saya hanya membantunya sedikit."kata bi Narti
"Wah benarkah, duduk mari makan, aku sudah tidak sabar." kata papa Ayu
Semuanya duduk dan bersiap untuk makan, Ayu mengambilkan nasi kepada semua orang.Boy melihat lauk yang sangat banyak didepannya sampai dia binggung ingin makan yang mana.Sedangkan Papa Ayu sudah mulai mencicipi masakan sang anak yang sangat dia sayangi.
"Wah... sungguh makanan yang sangat enak." kata papa Ayu yang terlihat sangat lahap, dia tidak pernah menyangka kalau anak kesayangannya bisa masak seenak ini.
Wajah mama Ayu dan Boy juga berubah tersenyum setelah mencoba masakan Ayu.Mereka juga tidak percaya kalau Ayu bisa masak seenak ini.
"Kalau masakan kamu seenak ini aku akan betah makan dirumah." kata Boy
Semua orang tersenyum, Ayu sangat bahagia karena semua orang menyukai masakannya.Sebenarnya sejak dia tinggal bersama Difa disana dia belajar masak darinya.Dan masakannya tidak kalah enak dari madakan Difa.
Setelah makan, Ayu pergi kekampus diantar oleh Boy.Mereka naik mobil dan mulai membelah jalanan yang padat dengan riuk suara mobil yang ada dijalanan.
Ayu melihat kesekeliling menatap gedung-gedung tinggi yang ada disampingnya.
Rasanya sudah lama sekali dia tidak melihat suasana kota yang ramai seperti ini.Biasanya dia melihat pemandangan pergunungan yang sepi.
Mereka susah sampai dikampus Ayu turun dari mobil.
" Aku akan menjemputmu nanti." Kata Boy
Ayu mengangguk dan melambaikan tangannya.Dia masuk kedalam kampus menyururi lorong yang sudah banyak mahasiswa yang lalu lantang disekitarnya.
Ayu melihat kesekeliling dia mencari keberadaan Heni, tapi dari tadi dia tidak melihat keberadaan Heni bahkan dia juga tidak melihat keberadaan Adam dan Dwi atau pun mahasiswa jurusan kedokteran lainnya.
" Maaf...kak Ayu ya, teman-teman kakak sudah masuk kelas pak Wawan yang ada diujung lorong." kata salah seorang mahasiswa
" terima kasih." kata Ayu
Ayu segera menuju ruangan yang ditunjukan oleh mahsiswa tadi.Dalam perjalanan dia masih binggung dari mana dia tahu tentang dirinya bahkan dia pun tidak mengenal siapa mahasiswa itu.
Setelah berada didepan ruangan, Ayu melihat kedalam ternyata sudah banyak yang berkumpul didalam.Terlihat juga pak Wawan sedang menjelaskan sesuatu didepan para mahasiswa.
Ayu mengendap-endap masuk kedalam sambil membungkuk.
" Ayu, maju kedepan." kata pak Wawan
" Iya pak." kata Ayu kaget sambil berdiri tegap dan maju kedepan.
Ayu berdiri disamping pak Wawan, dia melihat teman-temannya duduk lesehan didepannya tersenyum kepadanya.Ayu menunduduk dan malu untuk mengangkat kepalanya, dia berfikir pasti pak Wawan akan memarahinya habis-habisan karena dia terlambat.
Tapi sebaliknya dia malah memuji Ayu karena keberhasilannya menjadi salah satu dokter dirumah sakit yang ada dipedesaan.
Kabar itu dengan cepat menyebar keseluruh kampus.Bahkan saat ini Ayu sangat terkenal seperti seorang selebriti.Karena kepandaian Ayu dan juga kebaikan serta kecantikan Ayu dengan cepat banyak mahasiswa yang menyukainya.
Dari itu Ayu baru sadar mengapa tadi banyak sekali mahasiswa yang melihatnya dan Ayu menjadi terkenal.
Ayu mencari duduk, Heni melambaikan tanganya dengan segera Ayu menghampiri Heni yang sudah terlihat tersenyum dari jauh.
Disamping Heni juga ada Dwi dan Adam yang bertepuk tangan terlihat sangat senang dan bangga kepada Ayu.
Dwi mengambil foto Ayu dan Heni untuk mengabadikan momen yang begitu indah disaat-saat terakhir mereka menjadi mahasiswa disini.
Heni dan Ayu menunjukkan jempol mereka kepada kamera.Tapi Dwi tersenyum melihat espresi Ayu yang sedikit cemberut.
BERSANBUNG