AYU

AYU
Menahan



Juna terus saja melihat Ayu dia tersadar ketika Ayu melihat kearah dia,gadis yang ada disampingnya saat sudah menjadi milik orang lain,kini matanya berubah menjadi sayu.


Juna menghela nafas panjang dia tidak mengharapkan apa pun,sudah sedekat ini pun Juna sudah merasa sangat bahagia tidak tahu kapan lagi hal ini akan terulang dia berharap masih bisa sedekat ini dengan Ayu


" Apa kamu suka tinggal disini." tanya Juna


" Hemmm."


Ayu terus memejamkan matanya sambil meletakkan tangannya diatas pintu jendela dia merasakan angin yang dingin menerpa wajahnya.


" Masuklah nanti kamu sakit." kata juna


" Kalau aku sakit kamu akan mengobatiku kan." kata Ayu


Juna hanya tersenyum sambil mengemudi dan melihat kedepan.


Akhirnya mereka sampai dirumah sakit, Juna membuka pintu mobil dan mulai masuk kedalam rumah sakit, seorang suster menghampiri mereka dan berkata kalau Dokter Fahri sudah menunggu diruangannya, Juna dan Ayu masuk kedalam ruangan ternyata didalam juga ada Adam dan Dwi.


" Baiklah yang kita tunggu akhirnya sudah datang." kata Dokter Fahri.


" Kenapa menungguku?" kata Juna sambil berjalan mendekati mereka.


" Kita akan membagi tugas, siapa yang akan menjadi pembimbing mereka." kata Dokter Difa yang baru saja masuk.


Semua melihat kearahnya.Dokter Difa berjalan sambil membawa lembaran kertar ditangannya.Dia memberikan lembaran kertas itu kepada dokter Fahri dan Juna.


" Apa ini." kata dokter Fahri.


" Ini adalah aspek yang harus kalian nilai dari mereka." kata Dokter Difa.


" Ini secara langsung telah dikirim dosen mereka kesini."


" Baiklah...Adam akan ikut denganku karena." kata Dokter Fahri.


" Dwi ikut aku, dia akan belajar dariku." kata Dokter Difa


Ayu hanya diam melihat mereka saling mendekati dokter pembimbing mereka masing-masing,begitu pun Juna.


" Dokter Juna, aku serahkan Ayu kepadamu.Dari data yang aku baca dia sama pintarnya denganmu." kata Dokter Fahri.


Juna menatap Ayu, dia tidak tahu harus berkata apa. Senang atau sedih.Senang karena Ayu akan selalu dekat dengannya.Sedih karena dia harus menahan penasaannya.


" Terima kasih Dokter." kata Ayu sambil memberi salam.


" Mohon bimbingannya dokter Juna.


Juna mengangguk dan keluar dari runagan dokter Fahri, dia menuju keruangannya.Ketika dia membuka pintu dia melihat meja kecil disamping mejanya.Ternyata staf memang sudah mempersiapkan semua ini.


Juna menghela nafas panjang dan duduk dikusinya.Dia membaca beberapa jadwal dan data pasien yang ditanganinya.


Ayu mengetuk pintu dan masuk kedalam ruangan.


" Masuklah, duduk disini." kata Juna sambil menunjuk meja disampingnya.


Ayu berjalan mendekati Juna, dia melihat Juna yang terlihat serius dan teliti membaca riwayat pasiennya.


Ayu mendekat dan mencoba ikut membaca.


Juna kaget Ayu tiba-tiba mendekat kearahnya.Wajahnya sangat dekat dengan wajah Ayu, wajahnya berubah menjadi merah.


" Kamu bacalah dan pelajari semua ini." kata Juna.


" Hemmm."kata Ayu sambil terus mendekat.


Juna berdiri dari kursinya, menyuruh Ayu mengeser komputernya sedikit kemejanya agar dia mudah dalam membaca, itu yang diucapkan Juna, tapi sebenarnya Juna merasa berdebar ketika dia dekat dengan Ayu.


" Hari ini aku ada sebuah operasi, kamu mau ikut kedalam.Kamu bisa berlajar dari sana." kata Juna


" Tentu saja, saat ini kamu adalah asistenku dan aku bertugas membimbingmu.Ini akan menjadi pelajaran berharga itumu." kata Juna


" Pasien sakit apa." kata Ayu.


Juna mencari data pasien dan memberikan kepada Ayu untuk dibacanya.


" Ini baca dan pelajari.Pasien hari ini akan menjalani operasi pencangkoan gijal, dia masih sangat muda usia dia 18 tahun, dan yang akan menjadi pendonor adalah saudara kembarnya sendiri." kata Juna


Ayu mengangguk sambil membaca data dari pasien.


" Keluarga berpesan untuk menyelamatkan keduanya, jadi kita harus berhati-hati dan suksek dalam operasi nanti." kata Juna


" Hemmm." kata Ayu sambil tersenyum.


" Masih ada waktu sebelum operasi, kamu bersiaplah kita akan melihat pasien terlebih dahulu." kata Juna


Mereka keluar dari runagan dan menuju kekamar pasien.Juna mengetuk pintu dan masuk ke dalam ruangan dan mendekati pasien.Dengan senyum ramah Juna mulai bertanya kepada pasien.


" Halo Nina...apa kamu siap dioperasi hari ini." kata Juna


" Halo Dok...insyaallah siap dok." kata Nina sambil tersenyum.


Nina melihat Ayu yang berdiri disamping Juna, dia terus melihat sampai Ayu tersadar dan tersenyum.Akhirnya Juna memperkenalkan Ayu.


" Kenapa melihat dia seperti itu, namanya Ayu.Dia adalah asistenku saat ini." kata Juna


" Dia sangat cantik, cocok dengan namanya." kata Nina.


Tidak beberapa lama, Keluarga Nina sampai dan masuk kedalam ruangan.Mereka bertiga langsung mendekati Nina bertanya apakah dia baik-baik saja.


Keluarga Nina terdiri dari Ayah, Ibu dan kakak kembarnya yang bernama Tina.Mereka tampak saling menyayangi.


Ayu melihat Tina terus memeluk dan mengenggam tangan Nina, mereka berdua terlihat saling menyayangi dan menguatkan masing-masing.Ayu tersenyum melihat kehangatan diantara mereka.


" Jangan mudah terbawa perasaan, mungkin kamu akan lebih sering lagi melihat hal seperti ini, jadi kamu harus terbiasa mulai sekarang." kata Juna


Ayu melihat Juna, Juna terlihat sangat serius menangani pasiennya.


"Baiklah Nina...sebentar lagi kita akan pergi keruang operasi, apa kamu sudah siap?" kata Juna


" Insyaallah dok." kata Nina


Nina dan Tina sudah masuk ruang operasi.Ada banyak perawat dan asisten yang membatu Dokter Juna dalam menjalankan operasinya.Ayu belum berani membatu dokter Juna tapi Juna mengajak Ayu masuk melihat dan memperlajari semuanya.


Setidaknya ada 8 orang didalam ruangan operasi yang memiliki tugasnya masing-masing.Ayu hanya berdiri di belakang melihat tindak yang diberikan oleh dokter juna kepada pasien.


Ayu terkejut melihat Juna begitu cekatan dalam menjalankan operasinya tidak ada kendala apapun.Meski ini operasi yang sulit karena melihat kondisi Nina yang sudah sangat lemah.


Sudah sekitar 2 jam Nina dan Tina berada diruang operasi, Ayah dan ibunya sudah gelisah menunggu diluar ruang operasi.Tidak lama lampu diatas pintu ruang operasi telah padam, itu bertanda kalau operasi sudah selesai.


Ayah dan ibu Tina dan Nina berdiri menunggu dokter leluar dari dalam ruangan.


Juna membuka pintu dan menemui Ayah da Ibu Tina serta Nina, dia memberi tahu kalau operasi berjalan sangat lancar sebentar lagi setelah pasien sadar mereka akan segera dipindahkan ke ruangannya.



Setelah pasien dipindahkan kekamarnya,Ayu masih berada didalam ruang operasi membantu seorang suster untuk membersihkan peralatan dan merapikam ruangan.


Ayu masih tidak percaya kalau operasi berjalan begitu cepat dan sukses, Ayu bercerita dengan seorang suster kalau dia sangat kagum dengan pekerjaan yang dilakukan dokter Juna.Bukan hanya cepat tapi juga rapi dan terampil.


Seorang suster itu memberitahu kalau begitulah dokter Juna bekerja.Makanya banyak pasien yang suka ditangani oleh dia.Selama dia bekerja dirumah sakit ini belum ada operasi yang gagal, Dokter Juna selalu mempelajari pasiennya dengan baik terlebih dahulu makanya setiap operasinya pasti akan sukses.


BERSAMBUNG