AYU

AYU
Lamaran



Akhirnya mama Ayu pulang, Ayu sudah lama menunggunya.


"Maa...kemana saja sih? aku sudah lama menunggu!" kata Ayu


"eh Ayu sayang....kamu sudah pulang?"Kenapa kamu menunggu mama? apa kemarin kamu bersenang-senang dengan Heni?" tanya Mama Ayu.


Ayu mengandeng tangan mamanya dan mengajaknya duduk disofa, mamanya mulai merasa ada yang berbeda dengan Ayu disudah mempersiapkan diri mendengar semuanya.


"baiklah katakan.!" kata Mama Ayu sambil menepuk tangan Ayu.


"Maa...aku benar-benar ingin menikah dengan kak Boy, aku yakin dia akan membuatku bahagia.Aku janji akan menyelesaikan kuliahku nanti setelah kita menikah, "kata Ayu


"Aku tidak yakin.!" kata mamanya


"Maa...mama tidak percaya padaku aku kan tergolong anak yang pintar." kata Ayu


"tapi kamu bodoh ketika jatuh cinta.!" kata mama Ayu


sambil menghela nafas panjang


"Aku sudah membujuk Papamu, dan akhirnya dia setuju."


"benarkah ma...?" Ayu tampak bahagia


"tapi dengan syarat kamu harus menyelesaikan kuliahmu setelah menikah nanti bagaimana pun caranya. kamu harus pintar-pintar mengatur waktu."


Ayu mengangguk dan memeluk mamanya dengan erat.Dia memberitahu kalau Boy dan keluarganya akan datang kerumah untuk melamar Ayu.


"benarkah...kalau begitu kita harus menyiapkan banyak hal untuk mereka.!" kata Mama Ayu


Mama Ayu memanggil bi Je untuk menyiapkan keperluan untuk nanti malam, dia juga memberitahu papa Ayu agar pulang lebih cepat hari ini.


Sedangkan Ayu juga memberitahu Boy kalau Papa dan mamanya sudah setuju dia menikah denganya. Boy sangat bahagia dia memberitahu keluarganya dan menyiapkan semuanya.


Ayu dan mamanya sibuk mengatur ruangan dibantu beberapa pelayan.Senyuman terlihat jelas diwajah Ayu, mamanya berharap semoga dia tidak salah dengan keputusannya kali ini.Dia berharap Ayu akan bahagia bersama pria pilihanya.



"Apa kamu bahagia,?" tanya mama Ayu


"iya ma...terima kasih.!" kata Ayu sambil memeluk mamanya.


Hari sudah sore, semua persiapan sudah selesai rumah sudah disulapnya menjadi sangat indah makanan juga sudah tersaji dimeja.


Papa Ayu melangkahkan kaki memasuki rumah, dia berjalan mendekati Ayu dan melihat wajah Ayu yang sangat bahagia.Dia tidak tahu harus bahagia atau sedih.


"Apa kamu senang sekarang.!" bisik papa Ayu kepada Ayu


"papa...ayu sangat bahagia, terima kasih pa.!" kata Ayu sambil memeluk papanya.


"kenapa papa tiba-tiba berubah pikiran.?" Ayu mematap papanya


"eemmm... aku hanya ingin anak papa satu-satunya ini bahagia.Jika kamu bahagia papa juga bahagia.!" kata papa Ayu sambil mencubit hidung Ayu


Ayu pergi kekamar bersiap-siap karena sebentar lagi Boy dan keluarganya akan segera datang.



Ayu sudah selesai berdandan, dia terlihat sangat cantik dengan memakai gaun yang sangat indah. mama Ayu masuk dan memanggil Ayu.


"Sayang... Boy beserta keluarganya sudah datang apa kamu sudah siap.?" tanya mama Ayu


Ayu menghela nafas panjang dan mengangguk dia merapikan sedikit riasannya sebelum keluar dari kamarnya.


"lihatlah anak mama sangat cantik." kata mama Ayu sambil merapikan rambut Ayu


"mama...jangan seperti itu Ayu ikut sedih" Ayu mengusap air mata mamanya yang jatuh membasahi pipi mamanya.


Ayu turun kebawah papa Ayu beserta Boy dan keluarganya sudah menunggu dibawah. Ayu turun dengan sangat anggun semua mata terpanah melihat kecantikan Ayu, begitu juga Boy dia merasa sangat beruntung bisa mendapatkan Ayu.


Ayu duduk disamping papanya yang berhadapan langsung dengan kekuarga Boy. Acara lamaran ini tidak dihadiri banyak orang hanya Boy beserta kedua orang tuanya dan kedua pamannya beserta istri-istrinya.


Sedangkan keluarga Ayu hanya ada kedua orang tua Ayu beserta paman dan tante Ayu.


Ayu hanya menunduk, dia tidak berani mengangkat kepalanya apalagi melihat Boy.


Keluarga Boy mengutarakan maksud dan tujuannya datang kemari.


Setelah mengatakan maksud mereka untuk melamar Ayu mereka memberikan beberapa serahan kepada keluarga Ayu,



Ayu mulai berani mengangkat kepalany dan melihat Boy, dia sangat tampan dengan memakai setelan jas warna gray.Ayu tersenyum melihat Boy dia juga bahagia akhirnya orang tuanya mengijinkan dia menikah dengan Boy.


Semua keluarga berkumpul dimeja makan untuk makan malam bersama. Boy duduk didepan Ayu dia terus saja melihat Ayu.Dia tidak menyangkan Ayu akan terlihat sangat cantik ketika dia berdandan.


Bibir ayu yang merah membuat Boy membayangkan hal-hal yang bukan-bukan. Ayah Boy memanggil Boy membuat Boy sadar dari lamunannya.


mereka makan dan berbincang-bincang kira-kira kapan akan dilangsungkan acara pernikahannya. Mereka mencari waktu dan jadwal keduanya agar tidak berbenturan dengan kegiatan kuliah jadi kuliah mereka tidak akan terganggu.


Boy sudah masuk semester akhir, kurang dari 2 bulan dia sudah lulus dan menjadi dokter. dia pun sudah ditawari sebuah pekerjaan disalah satu rumah sakit ternama dikota X karena dia salah seorang mahasiswa yang teladan.


Sedangkan Ayu baru masuk semester dua, masih banyak waktu untuknya menjadi seorang dokter. tapi disaat-saat ini kuliah Ayu tidak begitu padat jadi bisa kapan saja mengajukan cuti.


Setelah memikirkan dengan mantap akhirnya seluruh keluarga menetapkan 3 bulan lagi akan diadakan sebuah pernikah untuk Ayu dan Boy.Tanggal itu ditetapkan menurut waktu sengang Boy.


Ayu terlihat sangat bahagia begitu pula dengan Boy, mama Ayu tersenyum melihat Ayu begitu bahagia dia juga menatap Boy, dia berharap apa saja yang dia khawatirkan hanyalah kekhawatiran seorang ibu bukan firasat seorang ibu.


Mama Ayu melihat keluarga Boy terlihat santun dan sangat baik, tutur kata mereka sopan dan yang lebih penting mereka terlihat sangat menyayangi Ayu.


Boy duduk bersama Ayu disebuah kursi dekat jendela tangannya memegang tangan Ayu dan matanya terus menatap wajah Ayu.


"jangan menatapku seperti itu.!" kata Ayu


"kenapa apa kamu malu,? aku tidak bisa berhenti menatapmu kamu terlihat begitu cantik malam ini.!" kata Boy


Ayu tersenyum dia menundukan kepalanya manahan malu wajahnya memerah seperti buah tomat.


Boy mengangkat tangan Ayu dan mengeluarkan sebuah cincin dari balik jasnya


Dia memakaikan cincin itu dijari manis Ayu.Ayu sangat bahagia melihat cincin dijari manisnya.


"maaf aku tidak bisa memberikan yang kebih bagus dari itu, tapi nanti setelah aku sukses aku akan memberikanmu yang kebih bagus dari cinci itu."kata Boy


"tidak....tidak...aku sangat menyukainya cincin ini begitu unik dan indah.terima kasih.!" kata Ayu


Ayu tersenyum mentap Boy.


"tidak kah aku mendapat ciuman sebagai hadiah?" boy mengerakkan bibirnya yang bersuara pelan


Ayu melihat sekeliling keluarganya masih berkumpul dan berbincang dengan keluarga Boy, tidak sopan jika tiba-tiba mereka pergi meninggalkan tempat itu


"Tidak sekarang." Ayu juga bersuara pelan


"Baiklah kamu berhutang satu hal kepadaku, aku akan menagihnya nanti." kata Boy pelan.


Hari sudah larut keluarga Boy berpamitan untuk pulang. Keluraga Ayu mengantar mereka sampai deoan rumah mereka telihat bahagia dan tidak sabar menunggu datangnya hari bahagia itu


BERSAMBUNG