
Hari sudah makin malam Juna dan Ayu masih duduk disofa samping jendela menunggu Dokter Fahri bersama Difa, Adam dan Dwi pulang.
"Kenapa sudah malam begini mereka belum pulang." gumam Ayu
" Hah..." kata Juna
" Aku akan mengambil selimut untukmu." Juna berdiri meninggalkan Ayu yang terdiam mendengar kata-kata Juna
"Apa ada yang salah denganku," gumam Ayu sambil melihat dirinya.
Juna datang dengan membawakan sebuah selimut dan menutupi kaki Ayu yang terlihat mulus.
Kini Ayu mengerti kenapa dari tadi ada yang aneh dengan Juna.
Meskipun begitu Ayu tidak berfikir hal aneh.Dia telah menganggap Juna sebagai temannya.
" Kalau mereka tidak kunjung pulang, akan menginap disini" kata Ayu
" Apa..." Juna kaget mendengar kata-kata Ayu
" Kenapa apa tidak boleh, kamu tega membiarkan aku tidur diluar." kata Ayu
" Coba kamu hubungi Adam atau Dwi, aku akan mencoba menghubungi Dokter Fahri dan Difa." kata Juna
Tiba-tiba Dwi mengirimkan gambar kalau dia dan yang lain sedang makan malam sekarang.Tidak hanya Dwi dan Adam bahkan staf rumah sakit yang lain juga ada disana.
" Lihat mereka sedang makan malam." kata Ayu sambil memperlihatkan ponselnya kepada Juna
" Apa...hemm apa perlu kita menyusul kesana." tanya Juna
Ayu dan Juna bersamaan melihat tubuh Ayu dan mengelengkan kepalanya.
" Aku rasa tidak...aku tidak punya baju ganti." kata Ayu sambil menghela nafas panjang
" Apa aku belikan saja baju untukmu." kata Juna
" Tidak perlu...lagi pula aku juga sudah kenyang, bolehkah aku memakai salah satu kamarmu untuk tidur malam ini." kata Ayu
Lagi-lagi Juna menghela nafas panjang, hanya ini yang bisa dia lakukan.Membiarkan Ayu bermalam dirumahnya.
Juna mengantar Ayu kekamarnya.Setelah sampai dikamar Juna mengambil selimut dan satu bantal untuk dibawanya keruang tamu.Dia akan tidur disana.
" Maafkan aku,aku selalu saja merepotkanmu." kata Ayu
" Tidak apa-apa, tidurlah hari sudah malam, kamu pasti capek hari ini." kata Juna sambil keluar dan menutup pintu.
Ayu berbaring ditempat tidur Juna dan mulai memejamkan matanya, dia tidak berfikir banyak.Hari ini hari yang melelahkan untuk Ayu dengan sekejap Ayu sudah memejamkan matanya dan tertidur dengan pulas.
Sedangkan Juna tidak bisa tidur diruang tamu, gadis yang disukainya sedang ada dirumahnya itu lah yang membuat Juna tidak dapat memejamkan matanya.
***
Sedangkan disisi lain dokter Fahri bersama yang lain sedang makan malam disebuah kapal.Jaraknya memang tidak jauh dari rumah bahkan kalu Ayu mau dengan jalan kaki saja dia akan menemukan mereka tapi Ayu memilih untuk tidur.
" Dok...apa tidak apa-apa membiarkan Ayu bersama dengan dokter Juna." kata Dwi
" Tenanglah Juna adalah pria yang baik dia tidak akan melakukan apa-apa kepada Ayu." kata doktet Fahri
Meskipun dokter Fahri sudah menjelaskan, tetap saja Dwi merasa cemas kepada Ayu.Dia kemudian mengirimkan sebuah pesan kepada Ayu menanyakan apakah dia baik-baik saja atau tidak.Tapi pesan Dwi tidak dibalasnya.
" Bagaimana?" tanya Adam
" Dia tidak membalasnya." kata Dwi terlihat khawatir
" Mungkin dia sudah tidur." kata Adam
" Aku merasa tidak tenang, aku akan menelpon Dokter Juna...Tidak aku akan Vidiocall dengan Dokter Juna." kata Dwi yang kemudian mencari nomer Juna diponselnya dan langsung menelponnya
Adam tidak bisa menghentikan Dwi karena dia terlihat sangat khawatir.Meskipun dia juga sedikit cemas karena Ayu bersama pria lain dalam satu rumah tapi mendengar penjelasan dokter Fahri dan melihat keseharian dokter Juna, Adam mencoba tidak berfikir yang aneh-aneh.
Akhirnya Dwi berhasil vidiocall dengan Juna, dia bertanya bagaimana keadaan Ayu.Juna membawa ponselnya naik keatas dan memperlihatkan kalau Ayu sedang tidur.
Dan yang lebih membuat Dwi dan Adam lega, mereka melihat Juna sedang tidur dilantai bawah diatas sofa tidak seranjang bahkan tidak satu kamar dengan Ayu.
Setelah merasa yakin Dwi menutup vidiocallnya, dia menghela nafas panjang semua kekhawatirannya tadi telah hilang.Akhirnya dia bisa menikmati makan malam ini dengan tenang.
***
Bahkan ketika Dwi masuk kedalam kamar, Ayu tidak mengetahuinya.Ketika Dwi mencoba membangunkan Ayu tapi Ayu malah menutup wajahnya dengan selimut.
" Ayu...jam berapa ini cepat bangun." kata Dwi
" Lima menit lagi." kata Ayu
Tapi tiba-tiba Ayu bangun dan melihat Dwi berada didepannya.
" Mengagetkan saja." teriak Dwi
" Kapan kamu kembali, kenapa tega sekali meninggalkan aku sendiri." kata Ayu
" Aku juga tidak tahu kalau dokter Fahri punya rencana mentraktir semua pegawai." kata Dwi
" Tidak terjadi apa-apa denganmu kan." kata Dwi sambil melihat tubuh Ayu
" Tunggu...ini baju dokter Juna yang kamu pakai.Jangan-jangan..." Dwi menutup mulutnya
" Jangan berfikir yang aneh-aneh tidak ada apa pun yang terjadi diatara aku dan dokter Juna." kata Ayu sambil menyibak selimut dan turun dari tempat tidur.
"Mana bajuku." Ayu mangambil tas yang berisi baju Ayu yang baru saja dibawakan Dwi
" Kamu tidak tertarik dengan dokter Juna, masih setia dengan kak Boy, jangan-jangan disana dia selingkuh." kata Dwi
Ayu menghentikan langkahnya dan diam sesaat memikirkan perkataan Dwi.Dwi sempat kaget tiba-tiba Ayu berhenti jangan-jangan dia tersinggung dengan kata-katanya.
" Tidak mungkin." kata Ayu sambil berjalan keluar kamar
" Siapa yang tahu, kalian terpisah jarak begitu jauh bagaimana kamu bisa tahu apa yang sedang terjadi disana." kata Dwi
Mereka turun kebawah, Juna sedang sibuk membuatkan makanan untuk semuanya.Tidak lama setelah Ayu dan Dwi duduk dimeja makan Adam datang dengan membawa buah-buahan.
" Ini..." kata Adam sambil meletak buah ditangannya diatas meja.
" Buat apa?" kata Ayu
" Entahlah...tadi dokter Juna menyuruhku membeli buah ini ." kata Adam
Tidak lama setelah itu dokter Fahri bersama dokter Difa masuk kedalam sambil membawa sebuah kotak yang berisi roti beraneka rasa.
" Nah yang kita tunggu-tunggu orang yang akan memberi penjelasan telah datang.Sekarang mari kita dengar." kata Juna
Dokter Fahri hanya diam sambil tersenyum.
" dokter kenapa kemarin aku dan dokter Juna tidak diajak.?" tanya Ayu
Fahri melihat kearah Juna, tapi Juna malah melototi Fahri sambil bergumam etah apa.
" Kamu kan sudah makan bersama Juna kemarin." kata Dokter Fahri.
" Itu lain ceritanya." kata Juna
" Sudahlah lain kali kita makan bersama lagi." kata dokter Fahri.
Fahri menghela nafas panjang, akhirnya dia bisa selamat dari peetanyaan yang diajukan Ayu.Sebelumnya dia sempat melihat reaksi Ayu yang membuka mulutnya ingin mengajukan pertanyaan lagi tapi terdiam ketika dia berdiri.
" Sini...apa ada kemajuan." bisik dokter Fahri ditelinga Juna
" Apa sih...kamu pikir aku pria seperti apa?.gadis itu sudah memiliki suami, aku sudah mundur sejak lama." kata Juna
" Suaminya jauh, ini kesempatan kamu mendekatinya." kata Fahri
" Kamu pikir aku laki-laki apaan, aku tidak mungkin merebut istri orang." kata Juna
Setelah kegaduhan dipagi hari, mereka mulai makan sebentar lagi mereka akan segera berangkat ke rumah sakit banyak pasien yang sedang menunggu mereka
BERSAMBUNG