AYU

AYU
Hiatus



Beberapa bulan berlalu Ayu sangat bahagia dia mulai menikmati hari-harinya menjadi seorang ibu, kini Zayn sudah bisa tersenyum dan membalas tatapan Ayu.


Perkembangan Zayn cukup baik, dan Ayu sangat menikmatinya.Hari ini Ayu mendapat surat dari rumah sakit.Mereka bertanya apakah Ayu ingin kembali bekerja atau tidak. sayang sekali kalau bakat yang Ayu miliki harus berhenti begitu saja sampai disini.


" Sayang...."


" Iya sayang...ada apa? Boy mendekati Ayu


" Aku ingin bicara, tadi aku dapat surat dari rumah sakit, mereka bertanya aku ingin terus bekerja atau tidak." Ayu terlihat sangat bimbang.


" itu terserah kamu, bagaimana baiknya untuk kamu saja."


Mendengar kata-kata Boy, Ayu sepertinya sudah mendapat jawaban namun entah apa yang dipikirkan saat ini.Ayu menatap Zayn cukup lama dan tersenyum.


" Bagaimana hari mu tadi dengan putra kita.? Boy mencium Zayn yang terlelap.


" Sepertinya aku sudah mendapat jawabannya."


Boy menatap Ayu dengan rasa penasaran.


" Aku akan Hiatus dulu dari kedokteran, aku akan mengurus anak kita."


Kata-kata Ayu terdengar sangat yakin tapi itu cukup membuat Boy kaget dan berdiri.


" Kamu serius, coba pikirkan sekali lagi.!"


" Tidak usah, aku sudah yakin."


Ayu mendekat dan memeluk Boy


" Bukankah kamu mau membiayain kami berdua."


" Tentu saja."


Boy mencium Ayu dengan lembut.


Sudah sejak Zayn lair mereka tidak sedekat ini. Ayu menikmati ciuman Boy dan tangan Boy mulai berjalan menyusuri tubuh Ayu.


Boy melihat Ayu yang sudah terlelap disampingnya.Dia menyibak rambut yang menutupi wajah Ayu dan kembali mencium kening Ayu.Boy tidak bisa membohongi hatinya kalau dia juga sangat mencintai wanita yang telah melahirkan anaknya ini. Tapi disisi lain dia juga mempunyai rasa yang sama besarnya kepada Novi yang sudah mengisi hari-harinya ketika Ayu tidak ada.


Hari masih malam, Boy keluar menuju balkon dia menatap malam yang gelap tanpa bintang atau pun bulan, Hanya ada malam berkabut yang membuat susana menjadi lebih dingin.Disana Boy terus menatap kedepan dan memikirkan mau dibawa kemana hubungannya dengan Novi.


Wajah Novi terbayang dalam lamunannya.Wajah yang cantik dan membuat jiwa bergelora.Disisi lain muncul juga wajah Ayu yang lembut dan membuat hari nyaman.Boy tidak bisa memilih keduanya, dia memutuskan untuk memiliki kedua wanita itu.


Tiba-tiba terdengar Zayn menangis dan terbangun, Ayu masih tidur dan Boy mendekat dengan cepat dan mengendong Zayn dalam pelukannya.


" Sayang....anak papa jangan menangis"


Boy terlihat mengayun-ayun kan Zayn dalam dekapannya.Zayn diam dan kembali terlelap.Boy melihat Ayu juga terlelap dia pun tersenyum sambil terus mengayun-ayunkan Zayn dalam gendongannya.


Setelah Zayn benar-benar tertidur perlahan Boy kembali menidurkannya dalam ranjangnya.Dia mencium kening Zayn dengan lembut dan kembali tidur disamping Ayu.


" Apa Zayn sudah tidur."


Kata Ayu pelan sambil memeluk Boy.


" Kamu tahu...?"


Tapi ketika Boy bertanya Ayu tidak menjawab dan kembali terlelap.Boy tersenyum dan memeluk Ayu, mungkin sikap Ayu adalah naluri seorang ibu.


Hari sudah pagi, Ayu sudah sibuk didapur membantu bi Ina menyiapan Sarapan sambil mengajak Zayn bersamanya.


"Nyonya biarkan aku saja."


" Iya bi, tolong ya."


Tawa yang keluar dari mulut Zayn membuat Ayu tersenyum dan sangat bahagia. Bi Ina yang melihat senyuman Ayu dan Zayn, dia pun juga merasa senang. Terlihat sekali Ayu sangat bahagia.


" Sayang...anak mama kita mandi dulu yuk."


Ayu menggangkat Zayn.


" Bi tolong ya...aku mau mandiin Zayn dulu."


"Iya nyonya."


Ayu masuk kedalam kamar, dia masih melihat Boy terlelap. Dia membaringkan Zayn disamping Boy dan menyiapkan perlengkapan Zayn untuk mandi. Tidak lama kemudian Boy teriak-teriak


" Ayu....sayang sini."


Ayu yang masih berada dikamar mandi kaget dan langsung keluar melihat apa yang terjadi.


" Ada apa?"


Langkah Ayu terhenti ketika melihat Zayn sudah bisa tengkurep dan menatap sang papa yang ada didepannya.Boy yang mengabadikan momen ini dengan ponselnya.


" aku pikir ada apa."


Ayu duduk mendekat disamping Zayn dan Boy


" Tenyata anak papa sudah besar."


Boy mengendong Zayn dan menciumnya bertubi-tubi.


Ayu mengambil Zayn dari gendongan Boy dan membawanya kekamar mandi untuk memandikannya.Boy ikut kedalam kamar dan melihat Ayu memandikan Zayn.Zayn yang terus tersenyum dan Ayu yang terlihat begitu bahagia membuat Boy tersenyum dan mengabadikan momen ini denga ponselnya.


Setelah rapi dan wangi Ayu membawa keluar dan menunggu Boy di meja makan, Ayu juga sudah menyiapkan perlengkapan Boy.Tidak lama Boy turun dia melihat Ayu sedang asik bercengkrama dengan Zayn didepannya sambil menikmati hangatnya matahari yang mulai bersinar.


" Sayang....gak kepanasan itu Zayn."


" Tidak dong, sinar matahari pagi baim untuk bayi seperti Zayn sayang."


Mendengar perkataan Ayu, Boy mengerti.Terlihat Ayu sudah memahami apa yang baik dan tidak untuk Zayn. Dia merasa senang, meskipun Ayu tidak kembali ke karirnya seridaknya dia bahagia dirumah.


" Aku berakat dulu sayang....pangeran kecilku papa berangkat dulu."


Boy mencium kening Ayu dan Zayn lalu berangkat bekerja.


Ayu tersenyum dan melambaikan tanganya, dia juga mengangkat tangan Zayn untuk melambai kepada papanya yang mulai tidak terlihat.


Ayu kembali kedalam dia melihat lagi surat dari rumah sakit, meskipun sedikit ada yang mengganjal tapi Ayu tidak menyesali keputusannya.Dia sudah sangat bahagia hidup seperti ini melewati hari-harinya bersama putranya, mengantar dan menunggu suami berangkat dan pulang bekerja. Ayu merasa keluarga kecil sudah lengkap.


Ayu mengabil ponselnya dia menelpon Firman mengabari tentang keputusannya.


" Assalamualikum kak, aku ingin memberitahu keputusanku."


" Iya Ayu, bagaimana."


Terdengar suara Firman yang sedikit pelan tapi penuh harap.


" Maaf kak, Ayu ingin hiatus dulu. Ayu ingin konsentrasi sama keluarga ku dulu."


Firman kaget mendengar kata-kata Ayu, dia masih tidak percaya kalau ayu memutuskan Hiatus padahal saat ini karir Ayu mau berjalan naik.Sayanv sekali bakat Ayu yang begitu bagus harus berhenti begitu saja.


Firman membujuk Ayu cukup lama, tapi Ayu masih kekeh dengan keputusannya ingin fokus dulu kepada Zayn dan keluarganya.


Firman menghela nafas panjang, akhirnya dia menerima keputusan Ayu meskipun sedikit kecewa. Firman masih berharap Ayu merubah keputusannya nanti dan kembali bekerja dirumah sakitnya.


BERSAMBUNG