
Ayu sangat senang mengetahui kalau dirinya telah hamil saat ini.Mulai sekarang keluarga kecilnya akan lengkap.Rumahnya akan ramai dengan tangisan bayi.
usia kehamilannya baru 10 minggu masih berupa gumpalan darah tapi Ayu begitu senang, dia selalu sehat dan mau makan apa pun.
wajahnya sedikit lebih gemuk dari biasanya.
"Selamat pagi." kata Boy sambil mencium kening Ayu
"Bagaimana dengan rencana kita, kamu sudah mengajukan cuti?" kata Ayu
"Kamu yakin akan melakukan perjalan ini,apa kamu baik-baik saja?" Boy mendekat dan memeluk Ayu
"Aku sangat merindukan kak Difa dan kak Fahri, saat ini kak Difa sudah melahirkan." kata Ayu
Ayu sangat ingin pergi menemui Difa, meskipun mereka sering berkomunikasi lewat telepon tapi rasa rindu yang Ayu rasakan tidak hilang begitu saja.Tidak hanya Difa dan Fahri, sebenarnya Ayu juga ingin melihat Juna.
Sejak berpisah 7 bulan lalu mereka tidak pernah berkomunikasi, sedikit ada rasa sungkan dihati Ayu. Bahkan ketika Ayu menelpon Difa dia juga tidak mendengar kabar dari Juna.
"Baiklah aku kerja dulu hari ini, aku akan bicara dengan kepala dokter untuk meminta ijin." kata Boy
Setelah Boy pergi bekerja Ayu tinggal dirumah sendiri.Dia mendapat 1 minggu cuti karena rumah sakit sedang direnofasi.Maka dari itu Ayu meminta Boy menemaninya berkunjung melihat Difa dan bayinya.Dia tidak tahu kapan akan memiliki kesempatan seperti ini lagi.
Ayu mencari sebuah kado untuk diberikan kepada anak kak Difa nanti.Dia berjalan-jalan mencari ketoko-toko yang menjual perlengkapan bayi sampai ke mainan bayi dan anak-anak.
Ketika dia sedang memilih di sebuah toko sepertinya dia melihat seseorang yang sangat mirip dengan suaminya.
tapi bukankah kak Boy bilang dia sedang ada operasi penting, mana mungkin dia ada disini.
Ayu kembali memilih beberapa barang, setelah dia mendapatkan apa yang dia inginkan dia langsung menuju kekasir dan membayarnya.
" Maaf aku dulu." kata seorang perempua yang terlihat masih lebih muda dari Ayu
Ayu tersenyum dan mengalah dia mengeser keranjangnya dan mundur satu langkah.
Pria yang dilihat Ayu sangat mirip dengan suaminya itu sebenarnya memang Boy, dan wanita yang ada didepan Ayu sebenarnya adalah Novi.
Boy tidak sengaja melihat Ayu yang berdiri dibelakang Novi.Dia diam-diam pergi ke luar agar Ayi tidak mengetahuinya.
Ponsel Novi berbunyi, sebuah pesan singkat dari Boy yang memberitahu kalau dia menggu didalam mobil karena dia melihat Ayu berada tepat dibelakang Novi.
Boy juga memberitahu Novi untuk segera kemobil setelah selesai membayar.
Novi diam-diam melihat kebelakang sosok seperti apa yang sangat Boy pertahankan.Karena Ayu lah dia tidak bisa tinggal dan pergi keluar bersama Boy semaunya.
Novi pura-pura menjatuhkan botol minuman yang dibelinya.
" Aduh...maafkan aku." kata Novi
" Tidak apa-apa." kata Ayu sambil tersenyum
Novi menatap wajah Ayu yang lembut dan sejuk, bahkan kalau dia seorang laki-kali dia akan langsung menyukai Ayu yang dilihatnya ini.
Novi selesai membayar dan pergi kemobil.
Brrruuuuuk
Novi menjatuhkan barang belanjaannya dikursi belakang.
" Kamu kenapa apa yang terjadi?" tanya Boy
" Kamu sebenarnya mencintaiku atau tidak sih?" kata Novi yang terlihat sangat marah.
" Aku sudah lihat Ayu istri kamu itu, kamu kok tega sih menduakan dia.Kamu harus memilih antara aku atau dia." kata Novi
" Sebaiknya kita pergi dulu dari sini." Boy mulai menjalankan mobil untuk menjauh dari pertokoan itu.
"Cintaku kepadamu dan cintaku kepada Ayu berbeda.Aku tidak bisa memilih antara kamu dan dia.Aku sama-sama mencintai kalian." kata Boy
Novi menatap Boy dengan heran dan terlihat sangat marah.
" Kamu serakah sekali, egois ya kamu hanya mementingkan dirimu sendiri." kata Novi
" Baiklah...dengarkan aku baik-baik, saat ini Ayu sedang hamil anakku, setidaknya aku harus menunggu dia sampai melahirkan.Aku akan menentukan pilihanku." kata Boy sambil membelai rambut Novi.
" Aku mengerti, aku juga tahu kita harus menjauh karena orang tua Ayu juga tahu hubungan kita.Aku akan lebih berhati-hati dan menjaga hubungan kita." kata Novi.
Boy mencium kening Novi, dan pergi mengantar Novi kembali ke apartemen.Dia harus segera kembali kerumah agar Ayu tidak curiga.
Sampai dirumah Boy masuk dan melihat Ayu sedang sibuk mempersiapkan kado untuk anak Difa.
" Kamu sedang apa?" tanya Boy sambil memeluk Ayu dari belakang.
" Aku sedang membungkus kado untuk anak kak Difa, kamu mandi dulu gih." kata Ayu sambil mendorong Boy
Boy tersenyum dan pergi meninggalkan Ayu, ketika naik ditangga Boy melihat Ayu dari atas.Terlihat senyuman dan kehangatan keluar dari wajah Ayu.Dia masih belum yakin bagaimana dia bisa meninggalkan Ayu nanti apalagi ada anaknya didalam perut Ayu, tapi dia juga tidak ingin berpisah dengan Novi.
Ah...dijalani saja dulu, lagian Ayu juga tidak tahu apa-apa.
Setelah mandi Boy turun kebawah dia melihat Ayu sudah tertidur sambil memegang kado ditangannya.
Perlahan Boy meletakkan kado dan mengendong Ayu baik kekamarnya.
"Aku mencintaimu." gumam Ayu
Boy melihat Ayu yang masih menutup matanya.Boy tersenyum Ayu mencintainya sampai kedalam mimpi.
Perlahan Boy menurunkan tubuh Ayu diatas ranjang menyelimuti tubunnya.
" Aku juga mencintaimu." Boy mencium kening Ayu dan pergi meninggalkan Ayu.
Boy melihat kado yang Ayu bungkusi karena belum selesai Boy merapikannya.Dia merasa Ayu sangat cocok menjadi sosok seorang ibu.Kelak anaknya pasti akan berlimpah kasih sayang darinya dan dari Ayu.
Tapi Boy teringat dengan orang tua Ayu yang mengetahui hubungannya dengan Novi.Dalam lubuk hati Boy dia tidak bisa memilih antara Ayu dan Novi mereka berdua menempati tempat tersendiri dihatinya tidak ada yang digantikan dan mengantikan dia ingin memiliki kedua wanita itu disisinya.
Boy mulai menyusun rencana agar kedua mertuanya tidak mengetahui kalau dia belum berpisah dengan Novi, dengan itu dia masih bisa mendapat hati orang tua Ayu dari si kecil yang akan lahir.
Ayu terbangun dia kaget melihat dia sudah berada didalam kamar padahal dia tadi berada diruang keluarga sedang membungkus kado dan yang membuatnya kaget dalam mimpinya dia bertemu dengan Juna dan dia bilang kalau dia mencintainya Ayu takut kalau kata-kata keluar dari mulutnya dan didengar oleh Boy.
" Sayang...kamu dimana?" teriak Ayu
" Sayang kamu bangun, ada apa kamu mimpi buruk atau kamu merasa tidak enak badan atau kamu butuh apa-apa." kata Boy
" Maafkan aku." kata Ayu sambil memeluk Boy.
Boy tidak tahu apa yang dimaksud Ayu, kenapa dia minta maaf.
" Tidak apa-apa aku akan memaafkan semua kesalahan kamu." kata Boy
Ayu terus saja mendekap tubuh Boy dengan erat.
BERSAMBUNG